Connect with us

NEWS

Kapolsek Nusa Penida Terima Kunjungan Kerja Kapolda Bali dan Gubernur Bali

BALIILU Tayang

:

de
Kapolda Bali Irjen Pol. Irjen Putu Jayan Danu Putra, M.Si., S.H. dan Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kapolres Klungkung AKBP Bima Aria Viyasa, S.I.K., M.H. melaksanakan kunjungan kerja ke Polsek Nusa Penida, Rabu (13/1).

Nusa Penida, baliilu.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Irjen Putu Jayan Danu Putra, M.Si., S.H.  dan Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kapolres Klungkung AKBP Bima Aria Viyasa, S.I.K., M.H. melaksanakan kunjungan kerja ke Polsek Nusa Penida yang langsung diterima oleh Kapolsek Nusa Penida AKP I Gede Sukadana, S.H.

Sebelum melaksanakan kunjungan ke Mako Polsek, Kapolda Bali dan Gubernur Bali beserta rombongan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Penataran Ped berkaitan dengan puncak pujawali yang jatuh pada rahine Bude Wage Klau, Rabu (13/1).

Setelah melaksanakan persembahyangan, Kapolda Bali dan Gubernur serta pejabat Polda Bali  langsung meninjau kantor dan asrama Polsek Nusa Penida serta Pos Lalu Lintas dalam rangka melihat langsung situasi, kondisi mako dan kesiapan anggota Polsek Nusa Penida.

Rombongan kemudian melanjutkan meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas di Sampalan, Desa Batununggul yang akan bersanding dengan Pelabuhan Bias Munjul Ceningan Desa Lembongan dan Pelabuhan Sanur, Denpasar. Tepat pukul 10.00 Wita, Kapolda Bali, Kapolres Klungkung dan rombongan didampingi Kapolsek meninggalkan proyek pembangunan pelabuhan menuju Green Kubu di Dusun Sebinibus, Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung, Bali. (*/gs)

Baca Juga  Pjs. Bupati Badung Ketut Lihadnyana Hadiri Deklarasi Pilkada Tertib 2020

NEWS

Update Covid-19 (18/1) di Bali, Pasien Sembuh Melonjak 251 Orang

Published

on

By

Denpasar, baliilu.com – Perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 238 orang (196 orang melalui transmisi lokal dan 42 PPDN), pasien sembuh melonjak sebanyak 251 orang, dan 4 orang meninggal dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut. Terkonfirmasi positif 21.682 orang, sembuh 18.706 orang (86,27%), dan meninggal dunia 595 orang (2,74%). Kasus aktif per hari ini menjadi 2.381 orang (10,98%).

Mengawali tahun 2021, Gubernur Bali kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 01 Tahun 2021 pada tanggal 6 Januari 2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

SE ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

SE yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), juga menekankan kembali Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp 100.000 bagi perorangan, dan Rp 1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Dukungan sepenuh hati dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang semakin masif di tahun 2021 ini. Tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan kapan pun dan dimana pun.(gs)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Ungkap Potensi Besar Pengembangan Wisata Bahari
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Instruksikan Perbaikan Sarana Penghubung yang Rusak Akibat Banjir di Kalsel

Published

on

By

Presiden Joko Widodo meninjau Jembatan Mataraman yang putus. (Foto: Lukas)

Banjar, baliilu.com – Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menangani kerusakan sejumlah sarana penghubung yang rusak karena bencana banjir di Provinsi Kalimantan Selatan, salah satunya ialah Jembatan Mataraman. Rusaknya jembatan tersebut menyebabkan akses jalan nasional di Kalimantan Selatan menjadi terputus.

“Saya ingin memastikan ke lapangan, yang pertama mengenai kerusakan infrastruktur yang memang terjadi. Ada beberapa jembatan yang runtuh, seperti kita lihat di belakang ini. Tadi saya sudah minta ke Menteri PU agar dalam 3-4 hari ini bisa diselesaikan sehingga mobilitas distribusi barang tidak terganggu,” ujar Presiden saat meninjau Jembatan Mataraman di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, pada Senin, 18 Januari 2021.

Sementara yang berkaitan dengan evakuasi warga terdampak, dalam peninjauan kali ini Kepala Negara mendapati bahwa proses evakuasi di lapangan telah tertangani dengan baik. Selanjutnya, Presiden menitikberatkan pada ketersediaan logistik dan kebutuhan lain bagi para pengungsi yang berada di pengungsian.

“Ini yang penting karena hampir 20 ribu masyarakat berada di dalam pengungsian. Kekurangan-kekurangan yang ada nanti bisa dibantu dari pemerintah pusat selain dari logistik yang ada di pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota,” tuturnya.

Untuk diketahui, curah hujan yang sangat tinggi selama hampir sepuluh hari secara berturut-turut menyebabkan Sungai Barito yang biasanya menampung kurang lebih 230 juta meter kubik air kini menghadapi lonjakan debit air secara signifikan. Hal itu diperkirakan memicu banjir yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan dukacita bagi para korban sekaligus mendoakan ketabahan bagi para keluarga yang ditinggalkan.

“Saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal di musibah banjir di Kalimantan Selatan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan keikhlasan,” tandasnya. (gs)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Ungkap Potensi Besar Pengembangan Wisata Bahari

Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Jokowi Tinjau Sarana Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Banjar

Published

on

By

Presiden Jokowi tinjau sarana terdampak bencana banjir di Kabupaten Banjar bagikan makanan siap saji. (Foto: Lukas)

Banjar, baliili.com – Di tengah guyuran hujan, Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan lokasi terdampak bencana banjir di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Selatan, Senin, 18 Januari 2021.

Di lokasi tersebut, Kepala Negara menyaksikan kondisi lokasi yang hingga kini masih terjebak banjir. Kepala Negara tampak memberikan instruksi kepada jajaran terkait yang di antaranya ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo dari atas Jembatan Pekauman.

Dalam kesempatan tersebut, tampak pula Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan Bupati Banjar Khalilurrahman yang turut serta dalam peninjauan.

Di sela peninjauan, Presiden turut menyerahkan sejumlah bantuan sembako, makanan siap saji, dan masker ke beberapa warga di lokasi terdampak.

Sebelum keberangkatan menuju Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa kunjungan Presiden ke lokasi terdampak bencana kali ini bertujuan untuk meninjau sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana.

Selain itu, Presiden juga akan memeriksa apakah keperluan warga terdampak yang kini berada di lokasi pengungsian telah terpenuhi.

“Sarana yang terdampak (bencana) akan ditinjau Presiden agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat segera menindaklanjuti. Kebutuhan lainnya yang diperlukan warga juga akan diperhatikan oleh Bapak Presiden,” tuturnya. (gs)

Baca Juga  Update Covid-19 (22/10) Kota Denpasar, Pasien Sembuh Bertambah 17 Orang, Kasus Positif Bertambah 20 Orang
Lanjutkan Membaca