Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

‘‘Karya Ngenteg Linggih‘‘ di Pura Dalem Kebon Baleran Desa Adat Munggu

BALIILU Tayang

:

ngenteg linggih pura dalem kebon baleran
HADIRI KARYA: Sekda Wayan Adi Arnawa saat menghadiri ‘‘Karya Dewa Yadnya Ngenteg Linggih Padudusan Alit‘‘ di Pura Dalem Kebon Baleran Banjar Sedahan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Rabu (21/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Mewakili Bupati Badung, Sekda Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Dewa Yadnya Ngenteg Linggih Padudusan Alit di Pura Dalem Kebon Baleran Banjar Sedahan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Rabu (21/8). Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Griya Sidemen Pemaron, turut dihadiri Camat Mengwi Nyoman Suhartana, Perbekel Munggu yang diwakili Sekretaris Desa Munggu, Ketua BPD Desa Munggu, Bendesa Adat Munggu, Kelian Adat Banjar Sedahan dan Banjar Pempatan serta krama pengempon Pura.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Sekda Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis dana hibah fisik bersumber dari Anggaran Perubahan Tahun 2023 sebesar Rp. 1,2 miliar lebih yang diterima oleh Ketua Panitia.

Sekda Adi Arnawa dalam sambrama wecananya menyampaikan rasa syukur dan berharap untuk tidak berhenti memohon anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi, terutamanya Ida Betara Betari yang berstana di Pura Dalem Kebon Baleran. “Saya merasa bangga karena bisa metemu wirasa dan bertatap muka dengan krama pengempon Pura walaupun jumlah pengempon berjumlah 6 kepala keluarga saja tetapi jangan sampai mematahkan semangat. Pemerintah akan selalu hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat melalui pola dan program-program dari pemerintah. Mudah mudahan atas berkat rahmat Beliau kita semua dilimpahkan kerahayuan terutamanya karya ngenteg linggih pedudusan alit berjalan lancar, sidapurna sida sidaning don,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia Made Tiasa mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekda Adi Arnawa, karena sudah hadir dalam upaya pelestarian seni, budaya dan adat terutamanya dalam pelestarian bangunan pura melalui bantuan dana hibah sehingga bangunan pura ini bisa diselesaikan. “Saya selaku pengempon Pura tentu masih berharap kedepannya pemerintah akan selalu hadir untuk memfasilitasi program terkait dengan kelanjutan penataan Pura Dalem Kebon Baleran sehingga tatanan Tri Mandala pura dapat terwujud,” harapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Apresiasi ‘’Karya Dewa Yadnya’’ Krama Desa Adat Cepik

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern pada Panen Raya di Karawang

Published

on

By

presiden prabowo ke Kertamukti
PENINJAUAN: Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Karawang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan langsung pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor dan rice transplanter, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.

Selain itu, Kepala Negara juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Bahkan, Presiden Prabowo turut mencicipi sejumlah produk hasil pertanian dan perkebunan yang ditampilkan pada pameran tersebut.

Salah satu inovasi hilirisasi yang dipamerkan adalah pengembangan produk gambir. Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis yang besar.

“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lainnya. Jadi itu merupakan suatu tanaman endemik dan keunggulan karena tidak ada pesaing dari negara lain,” ujarnya dalam keterangan terpisah.

Ia menjelaskan bahwa gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalam bongkahan tersebut terdapat dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan dunia.

Muhammad Makky juga menekankan bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan, sehingga nilai tambahnya lebih banyak dinikmati oleh negara lain. Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri.

“Harapannya tentu Bapak Presiden dan melalui Pembantu Presiden, Menteri, dan struktur lainnya memberikan kesempatan dibukanya industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi yaitu di Sumatra Barat dan juga Sumatra Utara,” ucapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Turnamen Ceki ST Bhakti Karya

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Temuan Kasus Super Flu di Indonesia, Perkuat Anggaran dan Protokol Kesehatan

Published

on

By

super flu
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah merespons temuan kasus “super flu” di Indonesia secara terukur dan berbasis sistem. Hal ini, tegasnya, tentu tanpa memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Super flu yang ramai diberitakan merujuk pada influenza A (H3N2) subclade K, sebagai sebuah varian baru influenza yang lebih mudah menular dan saat ini telah menyebar di berbagai negara. Peningkatan kasus dipengaruhi oleh ketidaksesuaian vaksin flu musim ini dengan strain dominan, serta rendahnya kekebalan populasi terhadap subclade tersebut. Super flu ini disebut memiliki penularan yang berlangsung lebih cepat, terutama pada anak-anak, remaja, dan lansia.

Menurut Edy, istilah super flu telah terpantau dalam sistem surveilans kesehatan nasional. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, namun pemerintah juga tidak boleh lengah dalam mengantisipasi dampaknya.

“Yang penting sekarang adalah memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan berjalan baik. Jangan hanya menyampaikan bahwa situasi aman, tetapi juga memastikan layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu melalui rilis yang diterima media, di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Edy menekankan bahwa isu super flu tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan medis, melainkan juga berkaitan erat dengan kesiapan anggaran kesehatan. Dia menilai anggaran harus lebih diarahkan pada pencegahan, deteksi dini, dan penguatan surveilans penyakit, bukan hanya respons ketika kasus sudah meningkat.

“Penguatan puskesmas, laboratorium, dan sistem pelaporan penyakit menular harus menjadi prioritas belanja kesehatan. Ini penting untuk melindungi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta,” ujarnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Selain itu, Legiselator Dapil Jawa Tengah III itu meminta Kementerian Kesehatan segera mengeluarkan dan memperbarui protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami publik dalam menghadapi peningkatan kasus influenza. Protokol tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki panduan yang seragam.

Baca Juga  Anggota DPRD Badung Graha Wicaksana Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Pura Bhagawan Penyarikan Banjar Adat Kelan Desa

“Protokol kesehatan harus disampaikan secara terbuka dan konsisten. Termasuk soal penggunaan masker pada kondisi tertentu, kebersihan tangan, serta panduan bagi sekolah dan fasilitas umum,” katanya.

Di sisi lain, Edy mengingatkan agar komunikasi pemerintah tidak bersifat sensasional. Pengalaman pandemi Covid-19, menurut Edy, menunjukkan bahwa informasi yang tidak utuh justru dapat memicu kepanikan dan disinformasi.

“Kita perlu narasi yang berbasis data dan sains. Edukasi publik jauh lebih penting daripada istilah-istilah yang menimbulkan kekhawatiran,” tutur Legislator Dapil Jawa Tengah III ini.

Di sisi lain, Edy mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan disiplin menjaga kesehatan. Ia meminta publik mengikuti anjuran resmi pemerintah, tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial, serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Aspirasi Terealisasi, Bupati Kembang Tinjau Pembangunan Wantilan dan Jaringan Air Bersih di Desa Tukadaya

Published

on

By

bupati jembrana
KUNKER: Bupati Jembrana I Kembang Hartawan saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Selasa (6/1/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana I Kembang Hartawan, melakukan kunjungan kerja ke Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Selasa (6/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung progres pembangunan fasilitas umum serta memastikan bantuan pemerintah benar-benar terealisasi dan tepat sasaran.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Banjar Kembang Sari. Di tempat tersebut, Bupati Kembang meninjau pembangunan Wantilan Banjar Kembang Sari yang saat ini sedang berjalan. Pembangunan wantilan ini didanai melalui bantuan Pemerintah Provinsi Bali dengan total anggaran sebesar Rp. 850.000.000.

Dalam peninjauannya, Bupati Kembang memberikan arahan kepada pengurus banjar dan masyarakat agar turut berperan aktif menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun. Ia menekankan pentingnya semangat gotong-royong demi keberlanjutan aset desa.

“Saya mengimbau kepada seluruh jajaran di Banjar Kembang Sari agar tetap mengedepankan gotong-royong. Untuk perbaikan-perbaikan kecil yang tidak tercover dana dari Pemprov, mohon dikerjakan secara swadaya agar wantilan ini bisa lebih terawat dan tahan lama,” ujar Bupati Kembang.

Usai dari Banjar Kembang Sari, Bupati melanjutkan kunjungannya ke Banjar Sari Kuning. Di wilayah ini, Bupati meninjau langsung pengerjaan pemasangan jaringan pipa saluran air bersih yang diperuntukkan bagi warga setempat.

Pembangunan jaringan air bersih tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat Bupati Kembang melaksanakan kegiatan ngampik beberapa waktu lalu. Saat itu, warga mengeluhkan kesulitan memperoleh akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kunjungan ini untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terealisasi. Saat saya ngampik di sini, warga menyampaikan kesulitan air bersih. Hari ini kita jawab dengan pemasangan pipa di sejumlah titik agar air bisa mengalir dan menjangkau seluruh warga Banjar Sari Kuning,” tegasnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Terima Perwakilan Organisasi Australia Peduli Korban Bom Bali

Total pipa yang akan dipasang sejumlah 1.125 meter yang akan dimanfaatkan oleh 37 KK yang belum mendapatkan fasilitas air bersih. Dengan pemasangan infrastruktur pipa air bersih ini, diharapkan permasalahan krisis air yang telah dialami warga selama bertahun-tahun dapat segera teratasi, sehingga kualitas hidup masyarakat semakin meningkat. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca