Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Puncak “Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih” di Kantor Bupati Tabanan

BALIILU Tayang

:

Pujawali kantor bupati tabanan
PUJAWALI: Pemerintah Kabupaten Tabanan saat melaksanakan Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (3/1). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan bersama upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan Tahun 2026. Upacara sakral yang berlangsung di Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (3/1), dihadiri langsung Bupati Tabanan I Komang Sanjaya beserta Istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati I Made Dirga, beserta Istri, Ny. Budiasih Dirga, Sekda dan jajaran.

Rangkaian persembahyangan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa, Kepala Instansi Vertikal dan BUMD di Tabanan dan para Sulinggih, Pemangku (PSN), dan prawartaka karya, serta seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan. Sebelum upacara puncak Pujawali, pada Jumat, 2 Januari 2026 dilaksanakan prosesi Ngemijiang Ida Bhatara ring Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, dilanjutkan pada malam hari dilaksanakan kegiatan Pekemitan.

Sebagaimana diketahui bersama, upacara ini juga dimaknai sebagai penyempurnaan yadnya setelah renovasi kantor pada tahun 2023 lalu. Karya ini menjadi tonggak penting untuk menjaga keharmonisan secara sekala dan niskala di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Upacara juga bertepatan dengan Rahina Tumpek Klurut, yang dimaknai sebagai hari kasih sayang dan keharmonisan bagi umat Hindu. Diharapkan Momentum suci ini memperkuat makna persembahyangan sebagai wujud rasa syukur, cinta kasih, dan penghormatan kepada alam semesta beserta seluruh isinya.

Tak hanya sebagai ungkapan terima kasih kepada Ida Bhatara atas limpahan anugerah bagi Kabupaten Tabanan, persembahyangan ini juga dipersembahkan sebagai doa kerahayuan dan ngrastiti jagat. Doa dipanjatkan agar keseimbangan dan keselamatan senantiasa tercurah, termasuk bagi saudara-saudara yang tengah tertimpa bencana di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh.

Baca Juga  Komitmen Wujudkan Infrastruktur Desa, Bupati Tabanan Resmikan Betonisasi Jalan di Desa Pujungan

Dalam pelaksanaannya, tampak ayah-ayahan dari sekaa gong lanang dan istri, tarian rejang dewa, serta persembahan budaya tridatu yang berlangsung dengan penuh khidmat. Secara khusus, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai bersama Ibu-Ibu istri Kepala Perangkat Daerah dan pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan Ngayah Nari Rejang sebagai wujud persembahan tulus ikhlas dalam ritual sakral tersebut.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah ngayah. Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong-royong ini dapat terus terjaga demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan. “Saya berterima kasih karena hari ini, kita Pemkab Tabanan telah melakukan kegiatan ritual yadnya dari pagi sampai puncak acara hari ini. Terima kasih kepada seluruh jajaran, sekaa gong, tari rejang, semuanya yang sudah ngayah, matur suksema setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan puncak karya ini merupakan bagian dari rangkaian besar yang telah dimulai sejak dua tahun lalu. Sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga tradisi, adat, dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Hari ini sesuai sastra, wajib melaksanakan atau Nugtugan Karya yang terakhir. Pujawali Jelih pas Purnama Kapitu, bertepatan dengan Tumpek Klurut, sebuah perpaduan yang luar biasa dan sangat sakral,” ungkap Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menjelaskan piodalan ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas berkah Ida Bhatara, yang diyakini menjadi sumber sinar suci. Diharapkan seluruh jajaran dan pegawai mampu menjadikan momentum ini sebagai landasan untuk meningkatkan sraddha dan bhakti dalam menjalankan tugas dan pengabdian. “Dari sinilah kita mendapatkan berkah, sehingga Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani bisa kita wujudkan berkat restu Beliau dan kerja keras kita bersama,” tegasnya.

Baca Juga  Lomba Barong Bangkung, Asah Kreativitas Generasi Muda dalam Melestarikan Seni Budaya Bali

Menutup sambutannya, orang nomor satu di Tabanan itu mengingatkan pentingnya kepedulian bersama terhadap lingkungan dan terkait bencana yang tengah melanda. Pun ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, solidaritas, serta saling membantu dalam menghadapi situasi tersebut. “Kita sedang prihatin terhadap bencana di negeri ini. Mari kita berdoa bersama agar saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara khususnya diberikan kerahayuan, dan semoga bencana ini hilang dari Indonesia, bahkan dari dunia,” pintanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Badung Hadiri Tiga “Pujawali“ di Darmasaba

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Awal Maret 2024, Tabanan Dianugerahi 2 Penghargaan Sekaligus

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Tangkap Aspirasi Masyarakat, Bupati Sanjaya Metemu Wirasa dengan Krama Gerokgak Tengah

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca