Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

‘’Karya Ngenteg Linggih’’ Pura Beji Desa Adat Peneng Tabanan

BALIILU Tayang

:

peneng
UPACARA NGENTEG LINGGIH: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri upacara Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit di Pura Beji Desa Adat Peneng, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Minggu (12/11). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dalam masa kepemimpinannya sebagai Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., terus berupaya mewujudkan Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani dalam berbagai lintas sektor. Berkomitmen dalam menjaga kelestarian adat, tradisi dan budaya juga terus dilakukan, salah satunya dalam kehadirannya pada upacara Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit di Pura Beji Desa Adat Peneng, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Minggu (12/11).

Setibanya di lokasi upacara, orang nomor satu di Tabanan yang turut disertai oleh salah satu anggota DPRD Tabanan, Asisten I dan jajaran pimpinan OPD terkait, Camat dan Unsur Forkopimcam setempat, disambut antusias dan meriah oleh krama bersama Perbekel, Bendesa Adat dan Prawartaka Karya setempat. Usai penandatanganan prasasti Ngenteg Linggih, pihaknya menyampaikan apresiasi yang sangat baik kepada seluruh masyarakat Desa Adat Peneng yang telah kompak bekerjasama dalam upaya mewujudkan pembangunan.

Ada yang menarik dari Pura Beji yang sudah berdiri selama 896 tahun ini, dimana terdapat arca peninggalan purbakala yang berbentuk seperti orang bertapa, sehingga Pura Beji di Desa Adat Peneng merupakan salah satu cagar budaya yang sudah diakui dan perlu dijaga dan selalu dilestarikan. Tidak hanya dari sisi sejarahnya menarik, Bupati Tabanan pun turut terkesima akan suasana alam di sekitarnya yang masih sangat asri dan subur, terlebih di musim kemarau seperti saat ini.

Titiang tadi baru masuk driki di Desa Adat Peneng melihat alamnya yang indah yang pertama, kedua subur, kita tahu tahun ini sampai bulan 11 ini Indonesia bahkan dunia menyampaikan kita sekarang dilanda musim kemarau panjang, el nino. Luar biasa di saat el nino begitu kekeringan, masih daerah disini subur, masih ada kehidupan yang luar biasa, patut bersyukur. Tiang kagum tadi baru masuk tiang perhatikan kanan kiri, luar biasa. Jadi patutlah para leluhur dulu mencari tempat di Desa Adat Peneng ini,” ungkap sanjaya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Apresiasi Kebersamaan Masyarakat Desa Wongaya Gede dalam Upacara ‘’Atiwa-tiwa’’ di Tabanan

Di kesempatan yang baik itu, Politisi asal Dauh Pala Tabanan tersebut menyampaikan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan dalam rangka membangun visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, membangun sebuah keseimbangan keharmonisan alam jagat ini. Dimana pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dalam pelestarian adat, tradisi, adat, agama dan budaya serta ikut berkontribusi baik secara sekala dan niskala.

“Satu tahun lagi sesuai penuturan krama ada upacara lanjutan, karena itu kami di pemerintah akan membantu secara moril maupun materiil, disertai juga dengan perbaikan infrastruktur lainnya. Hal ini untuk meringankan beban masyarakat khususnya di bidang urunan. Maka dari itu, sebagai Bupati hadir di tengah-tengah masyarakat selalu mengawal pembangunan masyarakat di Desa Adat Peneng, baik parahyangan, palemahan dan pawongan dan lain-lain. Tetap kompak bersatu,” seru Sanjaya.

Pada kesempatan itu juga Perbekel, I Ketut Lanus yang sekaligus menjadi Ketua Prawartaka Karya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak terkait, khususnya Bapak Bupati dan jajaran yang telah memenuhi undangan upacara Ngenteg Linggih yang baru kali pertama dilaksanakan di Pura Beji Desa Adat Peneng tersebut. Dalam sambutannya, ia juga menjelaskan tentang asal-usul pura yang dibangun sejak tahun 1127 Caka, sehingga merupakan salah satu situs cagar budaya Bali.

Dikatakannya juga, bahwa Karya ini dilaksanakan serangkaian telah rampungnya beberapa pembangunan Pelinggih di Pura Beji berupa tempat arca taksu, paruman dan candi bentar. Untuk pembangunan di sini biayanya dikatakan swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah. “Masyarakat kami sangat antusias mendukung Pemerintah kami berharap Bapak Bupati beserta jajaran selalu bersama masyarakat Peneng untuk membantu program pembangunan ke depan,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Desa Adat Semana Abiansemal

Published

on

By

ngenteg linggih
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri pelaksanaan “Karya Ngenteg Linggih” di Pura Dalem dan Prajapati, Desa Adat Semana, Mambal, Kecamatan Abiansemal, Selasa (19/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan dan Mapedudusan Agung Menawa Ratna, serta Tawur Balik Sumpah yang digelar di Pura Dalem dan Prajapati, Desa Adat Semana, Mambal, Kecamatan Abiansemal, Selasa (19/5).

Kehadiran Bupati turut didampingi anggota DPRD Badung Made Ponda Wirawan, Kepala Dinas Kebudayaan I Gede Sukadana, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, serta prajuru dan tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Badung secara simbolis sebesar Rp 1,35 miliar, yang dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti pura. Selain itu, juga diserahkan dana punia sebesar Rp 25 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya.

Bupati Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Semana sehingga seluruh rangkaian karya dapat terlaksana dengan baik dan lancar. “Pelaksanaan yadnya ini bukan hanya wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sarana memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mendukung upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Semoga upacara ini berjalan lancar, labda karya, sida sidaning don,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Badung sepanjang tahun 2025 serta program-program strategis yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Program tersebut mencakup berbagai sektor, diantaranya pembangunan infrastruktur, olahraga, pelestarian adat dan budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Suwen melaporkan bahwa Karya Ngenteg Linggih ini telah direncanakan sejak tahun sebelumnya dan diawali dengan matur piuning pada 16 Februari 2026.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Dalam Perayaan Hari Suci Nyepi Çaka 1946 

“Untuk rangkaian karya pada 19 Mei 2026, dilaksanakan upacara Tawur dan Pedanan yang dipuput oleh lima sulinggih, yakni Ida Pedanda dari Griya Pada Mambal, Ida Pedanda Griya Gede Baha, Ida Pedanda Putra Mayun Griya Babakan Baleran, Ida Pedanda Budha Saraswati, Bujangga Sibanggede dan Ida Bagus Putra Padang Tegal,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Denpasar Jaya Negara Ngupasaksi Pemelaspasan Gedung Serbaguna Banjar Batanpoh Sanur Kaja 

Published

on

By

walikota denpasar
NGUPESAKSI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri sekaligus ngupasaksi karya Upacara Pemelaspasan Pewaregan dan Gedung Serbaguna Balai Banjar Batanpoh, Sanur Kaja, yang bertepatan dengan Rahina Tilem Jiyestha, Sabtu (16/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara hadir sekaligus ngupasaksi karya Upacara Pemelaspasan Pewaregan dan Gedung Serbaguna Balai Banjar Batanpoh, Sanur Kaja, yang bertepatan dengan Rahina Tilem Jiyestha, Sabtu (16/5).

Turut hadir pula pada kesempatan itu, anggota DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, tokoh Penglingsir Sanur, Ida Bagus Ngurah Mudita, dan tamu undangan lainnya.

Suara tetabuhan mengiringi tari-tarian persembahan, berpadu dengan lantunan kidung suci, menambah khidmat dan sakral proses rangkaian upacara yang sejak pagi telah dilaksanakan itu.

Pada momentum itu, Walikota Denpasar Jaya Negara, usai meninjau gedung serbaguna Balai Banjar Batanpoh itu, menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir menyaksikan langsung pelaksanaan upacara pemelaspas bangunan tersebut.

Jaya Negara juga berharap, bangunan baru ini, utamanya gedung serbaguna nantinya akan dapat bermanfaat bagi para warga, tak terkecuali Sekaa Teruna-teruni yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan positif.

Astungkara, nantinya pewaregan dan gedung serbaguna ini bisa memberi manfaat agar bisa digunakan untuk tempat latihan seni, atau kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” ungkap Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia acara, I Wayan Sudiarta mengatakan, adapun pembangunan pewaregan dan gedung serbaguna ini sudah dilaksanakan sejak bulan September 2025 lalu.

“Kami segenap warga Banjar Batanpoh, Sanur Kaja mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar sehingga bangunan ini dapat diselesaikan,” katanya.

Pihaknya juga akan mendorong para warga terutama Teruna-Teruni Banjar Batanpoh agar bisa menggunakan gedung serbaguna ini untuk latihan kesenian, ataupun kegiatan kreativitas anak muda lainnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Sanjaya Serahkan Penghargaan kepada Atlet dan Pelatih Berprestasi Porprov Bali XVI/2025
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa “Ngaturang Bhakti” Serangkaian “Pujawali” di Pura Swagina Taman Sari

Published

on

By

arya wibawa
BAKTI PUJAWALI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat melaksanaakan bhakti serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, bertepatan dengan Purnama Sasih Jyesta, Jumat (1/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa melaksanaakan bhakti serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, bertepatan dengan Purnama Sasih Jiyestha, Jumat (1/5). Diiringi suara gambelan, kidung, hingga topeng wali, rangkaian pujawali berlangsung khidmat yang diakhiri dengan persembahyangan bersama.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan pujawali di Pura Swagina Taman Sari ini. Dimana, pujawali merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Arya Wibawa berharap, seluruh masyarakat guyub dan rukun dalam melaksanakan yadnya. Hal ini sesuai dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semua bersaudara. Sehingga, seluruh elemen masyarakat hendaknya menjadikan ini sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan pujawali di Pura Swagina Taman Sari ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Arya Wibawa.

Sementara Ketua Pangempon Pura Swagina Taman Sari, I Nengah Narsa mengatakan, pelaksanaan piodalan ini rutin dilaksanakan setiap tahun yang jatuh pada Purnama Jiyestha. Dimana, setelah puncak pujawali, Ida Bhatara akan nyejer hingga penyineban yang akan dilaksanakan pada Senin (4/5) mendatang.

Lebih lanjut dikatakannya, serangkaian pujawali ini turut dilaksanakan juga Lomba Penjor, Lomba Ngelawar, dan Lomba Gebogan yang diikuti oleh tujuh banjar pengempon yakni Br. Kreneng, Br. Kreneng Kaja, Br. Mertanadi, Br. Kertha Bhuwana, Br. Kertha Bhuwana Kaja, Br. Merta Rauh, dan Br. Merta Rauh Kaja.

Baca Juga  Simbol Keberagaman dan Kerukunan, Festival Imlek dan Cap Go Meh Meriahkan Tabanan

“Tentu kami berharap dengan pelaksanaan Pujawali ini kedepannya dapat meningkatkan Srada Bhakti serta mempererat tali persaudaraan antar-umat terlebih Pura Swagina Taman Sari ini merupakan milik masyarakat, sehingga tak hanya dari pengempon, melainkan kantor maupun sekolah-sekolah yang berada di sekitar  wilayah Pura Swagina Taman Sari diharapkan bisa ikut serta dalam setiap rangkaian upacaranya,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca