Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 293 Orang, Masyarakat yang Belum Vaksin masih Dominasi

BALIILU Tayang

:

de
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Denpasar, baliilu.com – Penularan Covid-19 di Kota Denpasar masih terjadi. Hingga kini, kasus positif Covid-19 masih didominasi masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi. Dari data resmi, Selasa (17/8) kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar bertambah 293 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 68,94 persen atau 202 belum mengikuti vaksinasi dan 77 orang berstatus warga luar Kota Denpasar. Pun demikian, sebanyak 291 orang dinyatakan sembuh. Dan sebanyak 6 orang pasien meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, secara terperinci dari 293 orang yang dinyatakan positif, 77 orang pasien positif Covid-19 merupakan warga luar Kota Denpasar. Yakni KTP Badung nihil, KTP Bangli 1 orang, KTP Buleleng 11 orang, KTP Gianyar 3 orang, KTP Jembrana 6 orang.

Selanjutnya KTP Karangasem 3 orang, KTP Klungkung 5 orang, KTP Tabanan 7 orang, WNA masih nihil dan KTP luar Bali 41 orang.

“Ada tren penularan bagi masyarakat yang belum vaksinasi, sehingga masyarakat diharapkan untuk mengikuti vaksinasi. Selain itu, kondisi ini menggambarkan tantangan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Denpasar dengan tipe masyarakat yang heterogen, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM Level 4,” ujar Dewa Rai.

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif tercatat 33.253 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai 28.371 orang (85,32 persen), meninggal dunia 633 orang (1,90 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 4.249 orang (12,78 persen).

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 4 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

Baca Juga  Bersama 4 Walikota di Indonesia, Walikota Jaya Negara Ikuti Sesi ‘’Coaching’’ Pembekalan Kepala Daerah

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat. Jadi intinya kapan pun dan dimana pun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam beberapa minggu terakhir kasus mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak-anak usia sekolah 12-17 tahun.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan, satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan),” kata Dewa Rai. (eka/hms)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Badung Jajaki Perluasan Kerja Sama dengan Kota Fujisawa Jepang

Perkuat Kolaborasi di Bidang Budaya, Pariwisata, hingga Pengelolaan Kawasan Pesisir Secara Terpadu

Loading

Published

on

By

Bupati Badung Adi Arnawa menerima kunjungan delegasi Shonan-Bali Friendship Association dari Kota Fujisawa Jepang di Puspem Badung
TERIMA KUNJUNGAN: Bupati Adi Arnawa menerima kunjungan delegasi Shonan-Bali Friendship Association, Kota Fujisawa Jepang di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Kamis (23/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menjajaki perluasan kerja sama dengan Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa, Jepang. Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan kolaborasi di bidang budaya, pariwisata, hingga pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu.

Rencana perluasan hubungan bilateral ini dibahas saat Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan delegasi Shonan-Bali Friendship Association dalam agenda pertemuan dan kunjungan budaya di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Kamis (23/7).

Turut hadir mendampingi Bupati dalam pertemuan ini adalah Asisten III Bidang Administrasi Umum, I Wayan Wijana, Kepala Dinas Kebudayaan I Gede Sukadana, Kepala Dinas Pariwisata AA Putri Mas Agung, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Badung Ida Ayu Yutri Indahgustari.

Sementara itu, delegasi Jepang dipimpin langsung oleh Ketua Shonan-Bali Friendship Association sekaligus Ketua Panitia Enoshima Bali Sunset, Hasegawa Ami. Ia hadir bersama sejumlah Anggota Dewan Kota Fujisawa, antara lain Matsunaga Yumie, Misawa Yoshitsugu, Ueno Hitoshi, dan Sarayu Manabu. Sebagai simbol persahabatan kedua daerah, delegasi turut menyerahkan cinderamata berupa produk khas Kota Fujisawa kepada Bupati Badung.

Bupati I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Hubungan kerja sama budaya dan pariwisata antara Badung dan Fujisawa sendiri telah terjalin erat sejak tahun 2024, salah satunya melalui ajang tahunan Enoshima Bali Sunset yang dijadwalkan kembali digelar pada awal Oktober 2026.

Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Badung dan Kota Fujisawa memiliki karakteristik yang serupa, yakni daerah tujuan wisata yang bertumpu pada kekayaan budaya serta kelestarian kawasan pesisir. Kesamaan inilah yang menjadi modal kuat untuk melebarkan sayap kolaborasi ke sektor yang lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran delegasi dari Fujisawa. Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik untuk menyamakan persepsi sekaligus menjajaki berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua daerah. Kami juga ingin berbagi pengalaman sekaligus belajar dari Fujisawa, terutama terkait penataan kawasan pantai, penanganan abrasi, hingga upaya menjaga kebersihan pantai,” ujarnya.

Baca Juga  Kembangkan Bunga Lokal, Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Dukung Keberadaan Organisasi IPBI

Bupati menegaskan, Pemkab Badung sangat terbuka pada berbagai sektor baru. Mulai dari promosi destinasi, pertukaran seniman dan pelaku budaya, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pertukaran pelajar, hingga kerjasama akademik antar lembaga pendidikan. Rencana ini nantinya akan diawali dengan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis.

“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama ini. Secara teknis nanti akan kami koordinasikan melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata dan Bagian Kerja Sama agar program-program yang disepakati dapat diimplementasikan dengan baik,” ujar Adi Arnawa.

Ketua Shonan-Bali Friendship Association, Hasegawa Ami, menyambut baik keterbukaan Pemkab Badung. Ia menjelaskan bahwa selain mempererat persahabatan, kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi mendalam terkait potensi pariwisata Badung.

“Kami datang ke Badung untuk melihat berbagai situs budaya, destinasi wisata, serta penyelenggaraan berbagai event. Kami ingin mengetahui potensi yang dimiliki Badung sebagai dasar membangun kerja sama yang lebih luas, baik melalui pertukaran budaya maupun bentuk kolaborasi lainnya,” kata Hasegawa.

Selain itu, Prefektur Kanagawa membentuk badan khusus lintas pemerintah kota pesisir untuk mengelola kebersihan pantai secara terpadu. Pendanaan badan ini disokong bersama oleh pemerintah daerah anggota, dengan aksi pembersihan intensif setiap hari selama musim panas yang menggerakkan petugas serta relawan masyarakat melalui program beach clean-up. Pengalaman manajemen pesisir dari Jepang ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi Kabupaten Badung dalam merumuskan poin-poin kerja sama ke depan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Launching Veritas Intercultural School (VIS) Bali

Wabup Bagus Alit Sucipta: Transformasi Identitas Sekolah Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Loading

Published

on

By

Wabup Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua GOW Yunita Alit Sucipta menghadiri Official Launch Veritas Intercultural School Bali di Kerobokan Kaja
HADIRI LAUNCHING VIS: Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua GOW Nyonya Yunita Alit Sucipta saat menghadiri Official Launch Veritas Intercultural School Bali di Jalan Muding Indah, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kamis (23/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta menghadiri Official Launch Veritas Intercultural School (VIS) Bali yang ditandai dengan pemukulan gong secara virtual. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Muding Indah, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (23/7).

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas transformasi identitas sekolah menjadi Veritas Intercultural School (VIS) Bali. Menurutnya, perubahan tersebut merupakan wujud komitmen yang kuat dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, serta mampu menjawab tantangan dunia yang semakin global.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas transformasi identitas sekolah menjadi VIS Bali. Transformasi ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan mampu menjawab tantangan dunia yang semakin global. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mendukung setiap upaya peningkatan mutu pendidikan, karena pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Badung yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Board of Director VIS Bali, Intan Yuli Bhestari, menjelaskan bahwa peluncuran VIS Bali menjadi babak baru dalam perjalanan sekolah. Transformasi tersebut bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan wujud komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang unggul, relevan, dan berorientasi pada masa depan.

Ia menjelaskan bahwa nama Veritas, yang berarti kebenaran, mencerminkan nilai-nilai kejujuran, integritas, serta semangat untuk terus belajar. Sementara itu, konsep Intercultural menggambarkan lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman dan mendorong peserta didik menjadi pribadi yang berpikiran terbuka serta memiliki wawasan global.

Baca Juga  Sebanyak 193 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar, Total 91,31%

“Meskipun kami memasuki babak baru, pondasi utama sekolah yang meliputi yayasan, manajemen, tenaga pendidik, dan komunitas sekolah tetap terjaga. Bersama VIS Bintaro dan VIS Kelapa Gading, kami dipersatukan oleh satu visi, yaitu membentuk generasi yang berkarakter kuat, berdaya saing global, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, Ketua Kadin Kota Denpasar, pengawas sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA Provinsi Bali, Camat Kuta Utara, Lurah Kerobokan Kaja, serta para undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Hari Anak Nasional, Bunda PAUD Badung Tekankan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

Published

on

By

Bunda PAUD Kabupaten Badung Rasniathi Adi Arnawa bersama balita saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di Ruang Cilinaya RSD Mangusada Badung
BERSAMA BALITA: Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama balita saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di Ruang Cilinaya, RSD Mangusada Badung, Kamis (23/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Badung yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di Ruang Cilinaya, RSD Mangusada Badung, Kamis (23/7).

Pada kegiatan tersebut, Nyonya Rasniathi didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Badung, dr. I Nyoman Gunarta, Direktur RSD Mangusada, dr. I Wayan Darta, beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas komitmen RSD Mangusada dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang ramah anak melalui penyediaan lingkungan perawatan yang nyaman, aman, dan bernuansa anak-anak, khususnya di Ruang Cilinaya. Menurutnya, suasana yang mendukung dapat membantu balita merasa lebih nyaman selama menjalani perawatan.

Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang layak dalam mengakses pendidikan, kesehatan, serta tumbuh kembang yang optimal. Karena itu, orang tua diharapkan semakin meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak, mulai dari pemenuhan gizi hingga aktivitas sehari-hari.

“Anak-anak harus diberikan kesempatan yang layak untuk memperoleh pendidikan, tumbuh kembang yang optimal, serta pelayanan kesehatan yang baik. Kepada bapak dan ibu yang sedang mendampingi putra-putrinya menjalani perawatan, kami berharap agar perhatian dan pengawasan terhadap anak semakin ditingkatkan, mulai dari pemenuhan gizi hingga aktivitasnya. Dengan demikian, kunjungan ke rumah sakit dapat diminimalkan dan diharapkan hanya untuk pemeriksaan kesehatan atau check-up secara berkala,” ujarnya.

Bunda PAUD menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak semata menjadi agenda seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 12 Orang, Terendah Sejak 3 Bulan Terakhir

Menurutnya, pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor agar setiap anak memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, serta mendapatkan perlindungan dalam lingkungan yang sehat, aman, dan berkualitas.

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, memperoleh pendidikan yang baik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat sehingga mampu menjadi generasi penerus yang cemerlang,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi juga mengucapkan selamat Hari Anak Nasional “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat dan pemerintah terhadap pentingnya menjamin kesejahteraan, perlindungan, serta masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca