Tuesday, 5 July 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 7 Orang

BALIILU Tayang

:

Kasus Sembuh
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kasus sembuh Covid-19 di Kota Denpasar kembali melampaui penambahan kasus positif. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Senin (20/6) diketahui kasus meninggal dunia nihil. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh 7 orang.  Namun demikian, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar bertambah 5 orang.

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 51.857 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 50.685 orang  (97,74 persen), meninggal dunia 1.106 orang (2,13 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 66 orang (0,13 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan virus Covid -19 di Kota Denpasar masih terkendali, tetapi masih ditemukan kasus penularan baru.  Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Baca Juga  Tim Yustisi Kota Denpasar Perketat Penertiban, 12 Orang Terjaring Prokes

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak- anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau Booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus Covid -19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), menggencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk Booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi,  Optimalisasi Rumah Sakit Rujukan mulai dari ketersediaan bed, oksigen dan obat- obatan.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.  

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan,  gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M,” kata Dewa Rai. (eka/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru

KESEHATAN

Buktikan Peran Probiotik Dalam Pencegahan Kanker Usus Besar, Ketut Mariadi Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

Published

on

By

doktor
Promovendus dr. I Ketut Mariadi, Sp.PD.,K-GEH., FINASIM (kiri) saat menerima SK kelulusan doktor ilmu kedokteran. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Promovendus dr. I Ketut Mariadi, Sp.PD.,K-GEH., FINASIM berhasil meraih gelar doktor dalam ilmu kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana setelah membuktikan ‘’Peran Probiotik Dalam Pencegahan Kanker Usus Besar’’ melalui ujian disertasi yang berlangsung secara luring di ruang sidang Pascasarjana Lt III, Denpasar, pada Jumat, 1 Juli 2022.

Ketut Mariadi mengangkat judul disertasi “Probiotik Lactobacillus Rhamnosus SKG34 Menyebabkan Kadar Malondialdehyd, Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alfa Programmed Death Ligand-1 dan Insiden Kanker Kolorektal yang Lebih Rendah pada Mencit Balb/c yang Diinduksi dengan Azoxymethane dan Dextran Sodium Sulfat”.

Di depan dewan penguji, Mariadi memaparkan bahwa Kanker Kolorektal (KKR) masih menjadi masalah kesehatan dunia, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan. Stres oksidatif dan peradangan kronis berperanan penting pada inisiasi KKR. Sedangkan imunosupresi berperanan pada fase akhir perubahan adenoma menjadi karsinoma. Penghambatan terhadap stres oksidatif, peradangan dan imunosupresi merupakan strategi untuk pencegahan KKR. Saat ini belum ada penelitian yang membuktikan peranan probiotik Lactobacillus rhamnosus SKG34 untuk pencegahan KKR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah L. rhamnosus SKG34 mampu menghambat stres oksidatif, peradangan dan imunosupresi sehingga bisa menurunkan kejadian KKR.

Hasil dari penelitian, kata Mariadi bahwa pemberian probiotik L. rhamnosus SKG34 mampu menghambat stres oksidatif, peradangan dan menghambat imunosupresi yang dibuktikan dengan kadar MDA yang lebih rendah, ekspresi TNF-alfa yang lebih rendah, dan ekspresi PD-L1 tumor yang lebih rendah serta mengakibatkan insiden KKR yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif.

‘’Mekanisme probiotik yang terbukti berperanan bermakna pada karsinogenesis KKR adalah melalui penghambatan terhadap ekspresi TNF alfa dan PD-L1. Pemberian probiotik L. rhamnosus SKG34 mampu menurunkan risiko terjadinya KKR sebesar 44%,’’ ungkap Mariadi.

Baca Juga  Tekan Penularan Covid-19, Tim Yustisi Denpasar Siang Malam Gencar Penertiban Prokes

Pengembangan ilmu baru (novelty) pada penelitian ini adalah Lactobacillus rhamnosus SKG34 adalah probiotik pertama yang dibuktikan memiliki efek menghambat ekspresi PD-L1 tumor kolon. Sehingga akan meningkatkan aktivitas imun antitumor. L. rhamnosus SKG34 juga baru diketahui memiliki efek menekan ekspresi TNF alfa. L. rhamnosus SKG34 terbukti mampu menurunkan insiden KKR melalui mekanisme penghambatan ekspresi PD-L1 tumor dan ekspresi TNF alfa. Temuan ini melengkapi mekanisme probiotik untuk pencegahan KKR, yang diketahui dari penelitian-penelitian sebelumnya.

Implikasi hasil penelitian ini, ungkap Mariadi adalah L. rhamnosus SKG34 dapat dilanjutkan dengan penelitian uji klinis pada subjek manusia khususnya pada individu yang berisiko tinggi untuk melihat efek pencegahan pada manusia. Lactobacillus rhamnosus SKG34 bisa dikembangkan sebagai agen imunoterapi tambahan untuk melengkapi terapi utama pada KKR karena memiliki efek menghambat ekspresi PD-L1 tumor. Adanya Efek anti-TNF-alfa bisa dimanfaatkan untuk diujikan lebih lanjut pada penyakit terkait peradangan usus.

Ujian dipimpin oleh Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, dengan tim penguji Prof. Dr. dr. I Dewa Nyoman Wibawa, Sp. PD-KGEH (Promotor), Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp. PD-KHOM (Kopromotor I), Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si.,Sp.MK (K) (Kopromotor II), Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, M.Phil, Prof. Dr. dr. Ketut Suega, Sp. PD-KHOM, Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si, Ir. I Nengah Sujaya, M. Agr. Sc,. Ph.D, dr. Ni Nengah Dwi Fatmawati, S.Ked., Sp. MK(K)., Ph.D, Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, S.Ked., M.Kes.

Sedangkan undangan akademik adalah Dr. dr.Yenny Kandarini, Sp. PD-KGH, Dr. dr. I Ketut Agus Somia, Sp. PD-KPTI,FINASIM, Dr. dr. Ni Made Linawati, M.Si, Dr. dr. Putu Ayu Asri Damayanti, M.Kes, Dr. dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp. PK(K).

Baca Juga  Serangkaian HUT Ke-234 Denpasar, IGTKI PGRI dan PKG PAUD Laksanakan Penyemprotan Eco Enzyme

Pada ujian kali ini, Dr. dr. I Ketut Mariadi, Sp.PD., K-GEH., FINASIM dinyatakan lulus sebagai doktor lulusan ke- 349 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1300-Doktor-Baru-Ilmu-Kedokteran-Buktikan-Peran-Probiotik-Dalam-Pencegahan-Kanker-Usus-Besar.html (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

FK Unud dan WHO Indonesia Jalin Kerja Sama Pasca-Pandemi

Dalam Penguatan Layanan Penyakit Tidak Menular di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Pasca-Pandemi Covid-19

Published

on

By

kerja sama
PSSKM FK Unud menyelenggarakan dialog ‘’Kebijakan Penguatan Layanan PTM di FKTP Pasca-Pandemi’’ secara daring. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah berlangsung lebih dari 2 tahun yang telah memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dan kesehatan. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi dan sebaran populasi yang luas di 34 provinsi juga terdampak nyata oleh pandemi ini. Pada periode awal pandemi, sistem layanan kesehatan termasuk layanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mengalami disrupsi karena adanya pengalihan sumber daya, rasa ketakutan akan tertular dan kebijakan pembatasan mobilitas sosial oleh pemerintah.

Berlatar belakang tersebut, Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat (PSSKM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana didukung oleh World Health Organization (WHO) Indonesia melakukan kajian mengenai dampak situasi pandemi terhadap cakupan layanan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan upaya adaptasi yang dilakukan untuk mengatasi disrupsi layanan di FKTP. Sehubungan dengan sedang dilakukannya kajian ini, PSSKM FK Unud menyelenggarakan dialog ‘’Kebijakan Penguatan Layanan PTM di FKTP Pasca-Pandemi’’ secara daring pada Kamis (30/6/2022).

Coordinator for Health Research Covid-19, Health System Research and Health Information System WHO Indonesia, Maria Intan Josi, dalam sambutannya mengapresiasi tim peneliti dari Universitas Udayana atas keterlibatannya dalam penelitian ini. 

“WHO Indonesia ingin mengundang institusi yang secara khusus yang memiliki peran dan mandat dalam menginformasikan para pemangku kebijakan, serta memiliki pengalaman sebelumnya dalam hal sintesa penelitian untuk kebijakan,’’ ujarnya.

Dikatakan, para peneliti dari Universitas Udayana merupakan member of Experts Network yang terpilih oleh WHO Indonesia. ‘’Maka dari itu kami berharap melalui dialog ini, kita dapat berdiskusi aktif dalam memberikan masukan terdahap kajian yang dilakukan. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan menumbuhkan lingkungan yang kondusif terhadap kebijakan yang berdasarkan penggunaan bukti,” ucapnya. 

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Denfest “Nyatur Desa” Ke-14 di Denpasar Timur

Tim peneliti yang tergabung dalam Network of Expert WHO untuk kegiatan ini adalah dr. I Nyoman Sutarsa, MPH., PhD., FHEA, dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH., Ph.D, Prof. dr. I Md Ady Wirawan., MPH., Ph.D, Ni Made Dian Kurniasari, SKM., MPH, dr. Wayan Citra Wulan Sucipta Putri, MPH, dr. I Made Dwi Ariawan, Ngakan Putu Anom Harjana, SKM., MPH.

Sementara itu, Koordinator PSSKM FK Unud dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH., Ph.D. dalam sambutannya berharap semoga para stakeholder hari ini dapat memberikan masukan dan berbagi pengalamannya guna memperkuat kajian yang dilakukan.

“Terima kasih kepada WHO Indonesia dan Australia Indonesia Center atas kesempatan, kerja sama dan pelatihan yang diberikan kepada kami. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan kita mendapat hasil yang optimal dari dialog ini,” ucapnya.

Agenda utama dialog ini adalah pemaparan hasil Rapid Review tentang dampak Covid-19 terhadap layanan penyakit tidak menular di layanan primer dan coping mechanism-nya, oleh dr. I Nyoman Sutarsa, MPH, Ph.D, FHEA. Selanjutnya diikuti oleh pembicara undangan.

Acara ini mengundang 3 orang narasumber yaitu Plt Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. A.A Dharmayudha, M.Kes, dan Kepala Puskesmas II Denpasar Barat dr. Lanawati, M.Kes serta penanggap dari WHO.

Tujuan diselenggarakannya dialog ini adalah untuk menyampaikan hasil temuan awal (preliminary finding) dari kajian terhadap dampak dan strategi mitigasi layanan PTM pada masa pandemi, mendiskusikan temuan dari kajian dari berbagai perspektif pemangku kepentingan, dan mendapatkan arahan terkait rencana policy brief yang akan disusun.

Peserta yang hadir dalam dialog ini berasal dari perwakilan Dinas Kesehatan se-Provinsi Bali, perwakilan Puskesmas di Provinsi Bali, perwakilan sekolah tinggi/perguruan di bidang kesehatan, BPJS Kesehatan, dan staf pengajar di bidang Kesehatan Masyarakat. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1298-Kerja-Sama-FK-Unud-dan-WHO-Indonesia-Dalam-Penguatan-Layanan-Penyakit-Tidak-Menular-di-Fasilitas-Kesehatan-Tingkat-Pertama-Pasca-Pandemi.html (gs/bi)

Baca Juga  Kasus Meninggal Dunia Nihil, 5 Orang Sembuh Covid-19 di Denpasar

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Positif Bertambah 65 Orang, Pasien Sembuh 93 Orang

Published

on

By

covid
Data Covid-19 di Bali. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Bali pada Senin, 4 Juli 2022 terjadi pertambahan kasus terkonfirmasi positif 65 orang terdiri dari WNI 41 orang dan WNA 24 orang. Namun di hari yang sama pasien sembuh bertambah 93 orang dan kasus meninggal dunia nihil. Sementara itu, realisasi Vaksinasi Suntik 3 (Booster) di Bali sudah mencapai 70,48%.

Made Rentin yang juga menjabat Kalaksa BPBD Bali ini menginformasikan dengan semakin melandainya kasus Covid-19 di Bali, Pemerintah Pusat melalui Inmendagri No. 29 Tahun 2022 menetapkan seluruh kabupaten/kota di Bali berada pada level 1 atau zone kuning/risiko rendah berlaku dari 7 Juni sampai 4 Juli 2022.

Dengan tingkat kesembuhan yang semakin tinggi, kasus aktif Covid-19 tercatat 562 orang yang kini berada di RS Rujukan 69/12,28 %, Isolasi Terpusat = 0/0,00 %, dan Isolasi Mandiri = 493/87,72%. Sedangkan rincian tempat Isolasi Terpusat dengan kapasitas 739 bed, terisi = 0 bed (0,00 %) dan tersisa = 739 bed (100 %). Terdapat 6 tempat Isolasi Terpusat tersebar di seluruh kab / kota dan Provinsi Bali. Disampaikan juga perkembangan BOR Intensif (ICU) = 8,14 % dan BOR Non-Intensif (Non-ICU) = 3,01 %. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Denfest “Nyatur Desa” Ke-14 di Denpasar Timur
Lanjutkan Membaca