Monday, 4 July 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Dialog Interaktif di RRI Singaraja, Ny. Putri Koster Jelaskan Kiat Melawan Pikun di Masa Tua

BALIILU Tayang

:

ny. putri koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Dalam Dialog Interaktif "Mencegah Pikun di Masa Tua’’, di RRI Singaraja, Senin (20/6). (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Tim Penggerak PKK yang salah satu tugas pokoknya adalah berperan untuk melakukan aksi sosial dan sosialisasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum, secara berkelanjutan terus turun ke lapangan, selain untuk menyentuh langsung kondisi masyarakat yang sesungguhnya, juga digunakan untuk melakukan sosialisasi pemahaman tentang pengetahuan bagi usia anak-anak hingga lanjut usia.

Untuk menyebarkan informasi secara menyeluruh, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster melakukan sosialisasi melalui media elektronik, seperti yang dilaksanakan pada Senin (20/6) ini di RRI Singaraja, Ny. Putri Koster didampingi NS. Cokorda Istri Inten Purwaningsih (Koordinator Alzhiemer Wilayah Bali) menjelaskan sejumlah kiat melawan pikun di masa tua.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster. (Foto: Ist)

Pada umumnya kondisi pikun yang dialami oleh orang yang lanjut usia menjadi hal biasa yang dimiliki setiap orang. Namun, berbeda dari segi kesehatan bahwa pikun itu merupakan salah satu gangguan yang dimiliki seseorang karena mengalami faktor kehilangan konsentrasi dan disebut dimensia.

Dimensia ini bisa terjadi atau dialami oleh orangtua bahkan remaja usia muda yang pasif atau memilih tidak aktif lagi dalam berkegiatan. Dimensia atau pikun ini dapat muncul karena kebanyakan diam, kebanyakan tidur, jarang olahraga, stres, memendam masalah tanpa ada penyelesaian dan memilih untuk mengkhawatirkan kehidupan yang terlalu berlebihan.

“Ketakutan ini menyebabkan kita malas untuk beraktivitas sehingga mengganggu otot untuk bergerak. Hal ini tentu saja mempengaruhi otak yang mengalami perubahan sehingga mempengaruhi mental dan fisik,” ungkap Ny. Putri Koster.

“Untuk mencegah terjadinya pikun dini atau pikun berkelanjutan, maka harus ditentukan pola hidup yang sehat dengan istirahat yang cukup, pola makan yang sehat serta melaksanakan aktivitas yang fokus di samping juga tetap melakukan komunikasi yang baik dengan anggota keluarga dan orang lain di sekitar kita,” imbuh Ny. Putri Koster yang memiliki prinsip untuk tidak berhenti belajar selama ada kesempatan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Duta GenRe Berkolaborasi, Wujudkan Keluarga Cerdas dan Berbudi Pekerti Luhur

Agar tidak terjadi dimensia dini, wajib disosialisasikan agar setiap orang tidak menganggap hal kecil adalah hal sepele agar tidak semakin menjadi masalah besar.

NS. Cokorda Istri Inten Purwaningsih selaku Koordinator Alzhiemer Wilayah Bali menjelaskan bahwa pikun atau dimensia adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja dan mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari yang diakibatkan oleh pola hidup yang dilakukan saat usia mudanya.

“Pola hidup semasa muda, contohnya kurang olahraga, menyimpan masalah dalam hati, menutup komunikasi dengan orang lain sehingga cenderung menyebabkan stres menjadi pemicu atau faktor pikun bagi kita. Sehingga saya sarankan bagi semua orang untuk menerapkan pola hidup yang sehat dan teratur dengan perencanaan matang baik itu pola makan, melakukan kegiatan (hobi) yang disukai, pola istirahat dan membuka pertemanan/ komunikasi dengan siapa saja selama itu membawa hal positif,” ungkapnya.

Untuk menjadikan hidup yang baik dan sejahtera, perlu kita tanamkan bagi seluruh anggota keluarga untuk hidup damai berdampingan, terbuka dalam menyelesaikan masalah dan menjaga orangtua (apakah itu ibu dan ayah atau kakek dan nenek kita) agar para lansia mampu hidup damai dengan ingatan yang kuat dan tentunya menjadi lansia yang berkualitas.

Ny. Putri Koster foto bersama didampingi NS. Cokorda Istri Inten Purwaningsih, Kadis PMD dan Dukcapil Bali, Pengurus TP PKK Bali, dan Jajaran RRI Singaraja. (Foto: Ist)

Dijelaskannya lagi bahwa pikun tidak dapat diobati namun dapat dicegah. Karena ciri-ciri pikun dapat kita deteksi yakni akan terlihat sulitnya seseorang fokus atau konsentrasi dalam mengerjakan kegiatan sehari-hari, cepat lupa menaruh sesuatu dalam jangka yang secara terus-menerus, dis-orientasi waktu (tidak tahu jalan pulang ke rumah, tidak tahu nama anggota keluarga) dan sulit memberikan keputusan kepada anak-anaknya.

Membangkitkan partisipasi aktif dari masyarakat di sekitar agar dapat berdaya guna kecerdasan, sehingga mampu untuk dapat maju dan berkembang dengan berbekal akhlak mulia dan berbudi luhur yang sudah tertanam di dalam karakteristik pribadinya sendiri.

Baca Juga  Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Koster Terima Audiensi Sejumlah Lembaga dan Elemen Masyarakat

Untuk menghindari terjadinya dimensia atau pikun, lansia harus sering diajak untuk melakukan kegiatan yang familiar, berkumpul dengan teman-teman dan menghibur diri dengan sesama lansianya. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Buktikan Peran Probiotik Dalam Pencegahan Kanker Usus Besar, Ketut Mariadi Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

Published

on

By

doktor
Promovendus dr. I Ketut Mariadi, Sp.PD.,K-GEH., FINASIM (kiri) saat menerima SK kelulusan doktor ilmu kedokteran. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Promovendus dr. I Ketut Mariadi, Sp.PD.,K-GEH., FINASIM berhasil meraih gelar doktor dalam ilmu kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana setelah membuktikan ‘’Peran Probiotik Dalam Pencegahan Kanker Usus Besar’’ melalui ujian disertasi yang berlangsung secara luring di ruang sidang Pascasarjana Lt III, Denpasar, pada Jumat, 1 Juli 2022.

Ketut Mariadi mengangkat judul disertasi “Probiotik Lactobacillus Rhamnosus SKG34 Menyebabkan Kadar Malondialdehyd, Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alfa Programmed Death Ligand-1 dan Insiden Kanker Kolorektal yang Lebih Rendah pada Mencit Balb/c yang Diinduksi dengan Azoxymethane dan Dextran Sodium Sulfat”.

Di depan dewan penguji, Mariadi memaparkan bahwa Kanker Kolorektal (KKR) masih menjadi masalah kesehatan dunia, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan. Stres oksidatif dan peradangan kronis berperanan penting pada inisiasi KKR. Sedangkan imunosupresi berperanan pada fase akhir perubahan adenoma menjadi karsinoma. Penghambatan terhadap stres oksidatif, peradangan dan imunosupresi merupakan strategi untuk pencegahan KKR. Saat ini belum ada penelitian yang membuktikan peranan probiotik Lactobacillus rhamnosus SKG34 untuk pencegahan KKR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah L. rhamnosus SKG34 mampu menghambat stres oksidatif, peradangan dan imunosupresi sehingga bisa menurunkan kejadian KKR.

Hasil dari penelitian, kata Mariadi bahwa pemberian probiotik L. rhamnosus SKG34 mampu menghambat stres oksidatif, peradangan dan menghambat imunosupresi yang dibuktikan dengan kadar MDA yang lebih rendah, ekspresi TNF-alfa yang lebih rendah, dan ekspresi PD-L1 tumor yang lebih rendah serta mengakibatkan insiden KKR yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif.

‘’Mekanisme probiotik yang terbukti berperanan bermakna pada karsinogenesis KKR adalah melalui penghambatan terhadap ekspresi TNF alfa dan PD-L1. Pemberian probiotik L. rhamnosus SKG34 mampu menurunkan risiko terjadinya KKR sebesar 44%,’’ ungkap Mariadi.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Ibu Harus Jadi Garda Terdepan Penuhi Gizi Keluarga di Tengah Pandemi

Pengembangan ilmu baru (novelty) pada penelitian ini adalah Lactobacillus rhamnosus SKG34 adalah probiotik pertama yang dibuktikan memiliki efek menghambat ekspresi PD-L1 tumor kolon. Sehingga akan meningkatkan aktivitas imun antitumor. L. rhamnosus SKG34 juga baru diketahui memiliki efek menekan ekspresi TNF alfa. L. rhamnosus SKG34 terbukti mampu menurunkan insiden KKR melalui mekanisme penghambatan ekspresi PD-L1 tumor dan ekspresi TNF alfa. Temuan ini melengkapi mekanisme probiotik untuk pencegahan KKR, yang diketahui dari penelitian-penelitian sebelumnya.

Implikasi hasil penelitian ini, ungkap Mariadi adalah L. rhamnosus SKG34 dapat dilanjutkan dengan penelitian uji klinis pada subjek manusia khususnya pada individu yang berisiko tinggi untuk melihat efek pencegahan pada manusia. Lactobacillus rhamnosus SKG34 bisa dikembangkan sebagai agen imunoterapi tambahan untuk melengkapi terapi utama pada KKR karena memiliki efek menghambat ekspresi PD-L1 tumor. Adanya Efek anti-TNF-alfa bisa dimanfaatkan untuk diujikan lebih lanjut pada penyakit terkait peradangan usus.

Ujian dipimpin oleh Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, dengan tim penguji Prof. Dr. dr. I Dewa Nyoman Wibawa, Sp. PD-KGEH (Promotor), Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp. PD-KHOM (Kopromotor I), Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si.,Sp.MK (K) (Kopromotor II), Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, M.Phil, Prof. Dr. dr. Ketut Suega, Sp. PD-KHOM, Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si, Ir. I Nengah Sujaya, M. Agr. Sc,. Ph.D, dr. Ni Nengah Dwi Fatmawati, S.Ked., Sp. MK(K)., Ph.D, Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, S.Ked., M.Kes.

Sedangkan undangan akademik adalah Dr. dr.Yenny Kandarini, Sp. PD-KGH, Dr. dr. I Ketut Agus Somia, Sp. PD-KPTI,FINASIM, Dr. dr. Ni Made Linawati, M.Si, Dr. dr. Putu Ayu Asri Damayanti, M.Kes, Dr. dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp. PK(K).

Baca Juga  Ny. Putri Koster Dampingi Ketum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono Kunjungi Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 4

Pada ujian kali ini, Dr. dr. I Ketut Mariadi, Sp.PD., K-GEH., FINASIM dinyatakan lulus sebagai doktor lulusan ke- 349 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1300-Doktor-Baru-Ilmu-Kedokteran-Buktikan-Peran-Probiotik-Dalam-Pencegahan-Kanker-Usus-Besar.html (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

FK Unud dan WHO Indonesia Jalin Kerja Sama Pasca-Pandemi

Dalam Penguatan Layanan Penyakit Tidak Menular di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Pasca-Pandemi Covid-19

Published

on

By

kerja sama
PSSKM FK Unud menyelenggarakan dialog ‘’Kebijakan Penguatan Layanan PTM di FKTP Pasca-Pandemi’’ secara daring. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah berlangsung lebih dari 2 tahun yang telah memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dan kesehatan. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi dan sebaran populasi yang luas di 34 provinsi juga terdampak nyata oleh pandemi ini. Pada periode awal pandemi, sistem layanan kesehatan termasuk layanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mengalami disrupsi karena adanya pengalihan sumber daya, rasa ketakutan akan tertular dan kebijakan pembatasan mobilitas sosial oleh pemerintah.

Berlatar belakang tersebut, Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat (PSSKM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana didukung oleh World Health Organization (WHO) Indonesia melakukan kajian mengenai dampak situasi pandemi terhadap cakupan layanan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan upaya adaptasi yang dilakukan untuk mengatasi disrupsi layanan di FKTP. Sehubungan dengan sedang dilakukannya kajian ini, PSSKM FK Unud menyelenggarakan dialog ‘’Kebijakan Penguatan Layanan PTM di FKTP Pasca-Pandemi’’ secara daring pada Kamis (30/6/2022).

Coordinator for Health Research Covid-19, Health System Research and Health Information System WHO Indonesia, Maria Intan Josi, dalam sambutannya mengapresiasi tim peneliti dari Universitas Udayana atas keterlibatannya dalam penelitian ini. 

“WHO Indonesia ingin mengundang institusi yang secara khusus yang memiliki peran dan mandat dalam menginformasikan para pemangku kebijakan, serta memiliki pengalaman sebelumnya dalam hal sintesa penelitian untuk kebijakan,’’ ujarnya.

Dikatakan, para peneliti dari Universitas Udayana merupakan member of Experts Network yang terpilih oleh WHO Indonesia. ‘’Maka dari itu kami berharap melalui dialog ini, kita dapat berdiskusi aktif dalam memberikan masukan terdahap kajian yang dilakukan. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan menumbuhkan lingkungan yang kondusif terhadap kebijakan yang berdasarkan penggunaan bukti,” ucapnya. 

Baca Juga  Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Koster Terima Audiensi Sejumlah Lembaga dan Elemen Masyarakat

Tim peneliti yang tergabung dalam Network of Expert WHO untuk kegiatan ini adalah dr. I Nyoman Sutarsa, MPH., PhD., FHEA, dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH., Ph.D, Prof. dr. I Md Ady Wirawan., MPH., Ph.D, Ni Made Dian Kurniasari, SKM., MPH, dr. Wayan Citra Wulan Sucipta Putri, MPH, dr. I Made Dwi Ariawan, Ngakan Putu Anom Harjana, SKM., MPH.

Sementara itu, Koordinator PSSKM FK Unud dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH., Ph.D. dalam sambutannya berharap semoga para stakeholder hari ini dapat memberikan masukan dan berbagi pengalamannya guna memperkuat kajian yang dilakukan.

“Terima kasih kepada WHO Indonesia dan Australia Indonesia Center atas kesempatan, kerja sama dan pelatihan yang diberikan kepada kami. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan kita mendapat hasil yang optimal dari dialog ini,” ucapnya.

Agenda utama dialog ini adalah pemaparan hasil Rapid Review tentang dampak Covid-19 terhadap layanan penyakit tidak menular di layanan primer dan coping mechanism-nya, oleh dr. I Nyoman Sutarsa, MPH, Ph.D, FHEA. Selanjutnya diikuti oleh pembicara undangan.

Acara ini mengundang 3 orang narasumber yaitu Plt Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. A.A Dharmayudha, M.Kes, dan Kepala Puskesmas II Denpasar Barat dr. Lanawati, M.Kes serta penanggap dari WHO.

Tujuan diselenggarakannya dialog ini adalah untuk menyampaikan hasil temuan awal (preliminary finding) dari kajian terhadap dampak dan strategi mitigasi layanan PTM pada masa pandemi, mendiskusikan temuan dari kajian dari berbagai perspektif pemangku kepentingan, dan mendapatkan arahan terkait rencana policy brief yang akan disusun.

Peserta yang hadir dalam dialog ini berasal dari perwakilan Dinas Kesehatan se-Provinsi Bali, perwakilan Puskesmas di Provinsi Bali, perwakilan sekolah tinggi/perguruan di bidang kesehatan, BPJS Kesehatan, dan staf pengajar di bidang Kesehatan Masyarakat. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1298-Kerja-Sama-FK-Unud-dan-WHO-Indonesia-Dalam-Penguatan-Layanan-Penyakit-Tidak-Menular-di-Fasilitas-Kesehatan-Tingkat-Pertama-Pasca-Pandemi.html (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Serahkan Bansos kepada Penyandang Tunanetra Abiansemal

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Positif Bertambah 65 Orang, Pasien Sembuh 93 Orang

Published

on

By

covid
Data Covid-19 di Bali. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Bali pada Senin, 4 Juli 2022 terjadi pertambahan kasus terkonfirmasi positif 65 orang terdiri dari WNI 41 orang dan WNA 24 orang. Namun di hari yang sama pasien sembuh bertambah 93 orang dan kasus meninggal dunia nihil. Sementara itu, realisasi Vaksinasi Suntik 3 (Booster) di Bali sudah mencapai 70,48%.

Made Rentin yang juga menjabat Kalaksa BPBD Bali ini menginformasikan dengan semakin melandainya kasus Covid-19 di Bali, Pemerintah Pusat melalui Inmendagri No. 29 Tahun 2022 menetapkan seluruh kabupaten/kota di Bali berada pada level 1 atau zone kuning/risiko rendah berlaku dari 7 Juni sampai 4 Juli 2022.

Dengan tingkat kesembuhan yang semakin tinggi, kasus aktif Covid-19 tercatat 562 orang yang kini berada di RS Rujukan 69/12,28 %, Isolasi Terpusat = 0/0,00 %, dan Isolasi Mandiri = 493/87,72%. Sedangkan rincian tempat Isolasi Terpusat dengan kapasitas 739 bed, terisi = 0 bed (0,00 %) dan tersisa = 739 bed (100 %). Terdapat 6 tempat Isolasi Terpusat tersebar di seluruh kab / kota dan Provinsi Bali. Disampaikan juga perkembangan BOR Intensif (ICU) = 8,14 % dan BOR Non-Intensif (Non-ICU) = 3,01 %. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Baca Juga  Ny. Putri Koster Dampingi Ketum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono Kunjungi Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 4
Lanjutkan Membaca