Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kebut Tuntaskan Sampah dan Gunakan Energi Baru Terbarukan, Gubernur Koster: Butuh Tindakan Kolektif Bukan hanya Pemerintah

BALIILU Tayang

:

gubernur koster
PENANDATANGANAN: Gubernur Bali Wayan Koster berswafoto usai memberikan sambutan dan menyaksikan penandatanganan antara PT Hatten Tbk dengan PT Nusa Solar sebagai Penyedia Solar Panel, Komunitas MaluDong, dan PT Bersih Dari SAmpah, bertempat di Private Dining Room-Hatten Wine, Jln. Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, pada Senin (21/4). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas langkah PT Hatten Bali Tbk, akan kepedulian terhadap lingkungan alam Bali. Hal itu diwujudkan langsung melalui aksi nyata penandatanganan dengan pihak-pihak terkait yang peduli dengan lingkungan Bali.

Demikian dikatakan oleh Gubernur Koster saat memberikan sambutan dan menyaksikan penandatanganan antara PT Hatten Tbk dengan PT Nusa Solar sebagai Penyedia Solar Panel, Komunitas MaluDong, dan PT Bersih Dari Sampah, bertempat di Private Dining Room-Hatten Wine, Jln. Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, pada Senin (21/4).

Menurutnya hal ini sejalan dengan program Pemprov Bali yang ingin Bali bersih dari sampah plastik dan menggunakan energi baru terbarukan. Apalagi belum lama ini Gubernur Koster telah meluncurkan SE Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Di dalam SE tersebut juga mengatur tentang pelarangan peredaran air minum kemasan di bawah satu liter.

“Periode ini akan saya kebut, baik penanganan sampah dari hulu dan hilir, pengolahan sampah berbasis sumber, pelarangan penggunaan bahan plastik, hingga penggunaan energi baru terbarukan. Periode pertama terhalang pandemi Covid-19 sehingga program-program tersebut tidak berjalan maksimal padahal sudah dicanangkan, maka periode ini saya akan kebut,” tegasnya.

Gubernur asal Desa Sembiran tersebut juga mengatakan dirinya tidak gentar memberlakukan pelarangan penjualan minuman kemasan di bawah satu liter. Meskipun banyak perusahaan melayangkan protes, namun dirinya menyampaikan akan maju terus.

“Tidak adil rasanya jika mereka terus mengeruk keuntungan dengan menjual minuman tanpa memberikan solusi sampah ke depannya, namun kita yang membereskan, komunitas MaluDong yang sibuk padahal mereka tidak dibayar. Persepsi seperti ini harus diluruskan,” imbuhnya.

Baca Juga  <strong>Akademisi Sambut Baik Perjuangan Gubernur Koster Memperdakan Haluan Pembangunan Masa Depan Bali</strong>

Ia pun mengatakan selambat-lambatnya program ini berhasil dalam kurun waktu dua tahun. “Desember 2025 produsen sudah harus selesai mendistribusikan minuman kemasan di bawah satu liter, Januari 2026 sudah tidak ada minuman itu beredar dan dalam kurun waktu dua tahun semua sudah beres,” tegasnya seraya mengatakan bahwa dirinya yang akan benar-benar memantau keberhasilan program tersebut.

Mengenai penggunaan energi baru terbarukan, ia pun mendorong agar Bali menjadi pulau yang menggunakan energi ramah lingkungan. Komitmen itu menurutnya dilakukan agar masyarakat bisa menghirup udara yang bersih tanpa polusi. Selain itu, ia juga berharap ke depan Bali bisa mandiri dalam energi, sehingga tidak perlu menunggu pasokan energi dari tempat lain.

“Semua usaha ini dilakukan agar Bali benar-benar menjadi bersih dan nyaman. Bali sebagai destinasi wisata dunia selalu menjadi sorotan. Setidaknya dengan lingkungan yang bersih dan nyaman membuat wisatawan semakin banyak datang ke Bali dan perekonomian Bali lebih baik lagi. Jadi komitmen ini memerlukan tindakan bersama, bukan hanya tugas pemerintah saja,” tegasnya seraya berharap semakin banyak perusahaan yang mengikuti jejak PT Hatten Bali Tbk dalam menangani masalah sampah di Bali.

Sebelumnya Presiden PT Hatten Bali Tbk Ida Bagus Rai Budiarsa menyampaikan bahwa masalah sampah sangat pelik ditangani di Bali, bahkan media asing sempat menyorot Bali dan menjadikan pulau yang tidak layak dikunjungi di tahun 2024. Sehingga pihaknya pun ambil bagian dalam menjaga lingkungan alam Bali. Dalam menjaga alam Bali, pihaknya telah membuat Teba Modern untuk mengolah sampah organik. Sedangkan untuk sampah residu pihaknya bekerja sama dengan PT Bersih Dari Sampah. “Harapan kami PT Hatten Bali Tbk tidak membawa sampah ke TPA, kami selesaikan semua sampah kami,” tandasnya.

Baca Juga  TP PKK Kota Denpasar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Banjar-banjar 

Hal senada juga disampaikan oleh Founder MaluDong Komang Sudiarsa. Sejak berdirinya komunitasnya dari tahun 2009, permasalahan sampah masih sangat sulit ditangani di Bali. Menurutnya hal yang sangat sulit adalah edukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan hingga mengolah sampah. Untuk itu pihaknya terus berupaya mengedukasi masyarakat terutama anak-anak sekolah tentang menjaga lingkungan. “Untuk itu kami sangat perlu support dari Bapak Gubernur sehingga kami tetap semangat mengedukasi, karena masih banyak pekerjaan dan sekolah-sekolah yang harus kami edukasi,” gugahnya.

Sementara perwakilan dari PT Bersih Dari Sampah AA Dewi Andayani menyatakan pihaknya berkomitmen mengelola sampah berkelanjutan melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), dan tempat pengolahan sampah residu yang ramah lingkungan yang tidak mengeluarkan asap sehingga tidak mencemari udara, air dan tanah Bali. Menurutnya, solusi pemilahan sampah dan penyelesaian sampah dari sumber secara konsisten bisa menyelamatkan alam Bali, sehingga diperlukan komitmen dan kesadaran bersama segenap lapisan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Rasniathi Adi Arnawa Apresiasi Mangusada Menyapa, Wujud Peduli Kesehatan Masyarakat

Published

on

By

Ketua K3S Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan bingkisan sembako pada acara Mangusada Menyapa di Bongkasa Pertiwi.
SERAHKAN SEMBAKO: Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan bingkisan sembako saat acara "Mangusada Menyapa" di Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Minggu (30/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memberikan apresiasi dan dukungan atas aksi nyata RSD Mangusada yang menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui “Mangusada Menyapa” di Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Minggu (30/8).

Pemeriksaan kesehatan serangkaian HUT Ke-24 RSD Mangusada ini mendapat respons positif dari masyarakat dengan hadirnya ratusan lansia Desa Bongkasa Pertiwi memanfaatkan layanan kesehatan tersebut. Mangusada menyapa juga diisi penyerahan sembako bagi masyarakat disabilitas dan lansia.

Menurut Rasniathi, kegiatan Mangusada Menyapa sangat positif sebagai pengabdian masyarakat dan peduli terhadap kesehatan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi pelayanan kesehatan RSD Mangusada, semoga dapat berlanjut di kecamatan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nyonya Rasniathi juga menjelaskan, PKK Badung akan rutin mengadakan jalan sehat dan senam bersama di Puspem Badung. Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat Badung mengikuti kegiatan olahraga tersebut. Selain itu berkolaborasi dengan RSD Mangusada juga diharapkan untuk memberikan pemeriksaan masyarakat yang berolahraga di Puspem.

Direktur RSD Mangusada menjelaskan, Mangusada Menyapa merupakan rangkaian pengabdian masyarakat, dalam rangka Dirgahayu Ke-24 RSD Mangusada. Mangusada Menyapa menghadirkan berbagai layanan mulai dari pemeriksaan dan konsultasi kesehatan penyakit dalam, pemberian obat-obatan, screening gizi, screening varises serta screening gigi. Ditambahkan, HUT Ke-24 RSD Mangusada tahun 2026 mengangkat tema “4 Likur Rahayu Cita Karsa Mangusada, 24 tahun menebar bakti, mengukir karya, mengabdi sepenuh hati. Bersama melangkah, bersama menyehatkan untuk masyarakat Badung yang lebih sehat dan sejahtera”. Dengan kegiatan, Mangusada go to school, Mangusada peduli sehat, Mangusada menyapa, layanan citta dan zumba, dengan puncak acara 4 September mendatang.

Baca Juga  TP PKK Kota Denpasar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Banjar-banjar 

Hadir pada kegiatan tersebut, Plt. Camat Abiansemal, Perbekel Bongkasa Pertiwi, Komunitas Badung Peduli, jajaran Manajemen RSD Mangusada serta masyarakat yang didominasi para Lansia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Uji Coba Badung First Car Free Day Perdana di Kerobokan

Bupati Badung Komitmen Perluas Ruang Terbuka Hijau

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memantau langsung Badung First Car Free Day di Jalan Teuku Umar Barat, Kerobokan Kelod.
BADUNG FIRST CFD: Bupati Wayan Adi Arnawa saat memantau langsung Badung First Car Free Day di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Minggu (30/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Desa Adat Kerobokan secara resmi menggelar uji coba perdana program Badung First Car Free Day (CFD) yang dipusatkan di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, pada Minggu (30/8). Ruang publik bebas kendaraan bermotor yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA ini diinisiasi sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan ruang hidup bagi masyarakat perkotaan.

Agenda yang berlangsung selama tiga jam ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, melainkan juga dirangkaikan dengan aksi nyata penyelamatan lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung mengintegrasikan kegiatan ini dengan melakukan penghijauan lewat penanaman 200 bibit pohon di sepanjang jalur Jalan Teuku Umar Barat. Di saat yang sama, fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat juga dihadirkan secara cuma-cuma oleh Puskesmas I Kuta Utara untuk memeriksa kondisi fisik warga yang datang ke lokasi.

Kegiatan inovatif dari desa adat ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, yang memantau langsung situasi di lapangan bersama Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Orang nomor satu di Badung tersebut menyampaikan bahwa ruang publik seperti ini memberikan wadah yang sangat strategis bagi masyarakat untuk membangun konsistensi gaya hidup sehat (wellness).

Selain memicu kesadaran kesehatan, CFD ini dinilai sukses membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang diizinkan menggelar lapak dagangan di sekitar area komersial.

“Selaku pihak pemerintah, kami akan terus melaksanakan komitmen penataan infrastruktur di wilayah Kerobokan ini. Kita semua tahu bahwa di kawasan padat Kerobokan sangat susah untuk mencari ruang terbuka hijau yang representatif. Melalui momentum kegiatan pada pagi hari ini, saya melihat sebuah langkah positif yang nyata, dan kesannya masyarakat sangat menerima dengan antusias sekaligus berbahagia,” kata Adi Arnawa saat memberikan keterangan di tengah kerumunan warga.

Baca Juga  Kolaborasi Kemenbud dan Pemprov Bali Gelar CHANDI Summit, Gubernur Koster: Nuansa Budaya Harus Kuat

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa penutupan jalur sepanjang kurang dari 1 kilometer ini masih berstatus tahap uji coba awal. Pemkab Badung berencana untuk terus mengevaluasi dan melanjutkan proyek penataan visual di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat hingga menembus perempatan Petitenget. Langkah jangka panjang ini diambil guna mengurangi titik-titik kemacetan parah di Kuta Utara, sekaligus mengubah koridor jalan menjadi ruang produktif yang aman serta ramah bagi pejalan kaki.

“Meskipun ini baru uji coba dengan jarak yang relatif pendek, kami bergerak cepat. Saya sudah menghubungi Kepala Dinas PUPR Badung untuk segera merancang penambahan pedestrian atau fasilitas trotoar yang lebih luas. Selain itu, Kasat Pol PP Badung juga telah diinstruksikan untuk melaksanakan penertiban terhadap bangunan-bangunan kumuh, serta Kadis DLHK untuk melakukan program beautifikasi atau memperindah estetika di sepanjang jalan strategis ini,” tutur Bupati Badung memaparkan rencana taktisnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Ngurah Putra Suryaninggrat, dalam sambutannya menjelaskan bahwa terwujudnya kegiatan Badung First CFD ini merupakan buah pemikiran dan inisiatif murni dari para prajuru (pengurus) desa bersama organisasi yowana (pemuda) Desa Adat Kerobokan.

Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar CFD biasa, melainkan sebuah bentuk pengimplementasian langsung dari nilai kearifan lokal Tri Hita Karana, khususnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan alam sekitar (Palemahan).

“Pada kesempatan yang baik ini, saya mewakili krama desa menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang secara masif telah menata dan memperindah kawasan jalan ini. Kita semua ingat dulu jalan ini masih sangat sempit dan belum memiliki fasilitas pedestrian atau trotoar yang lebar seperti sekarang. Astungkara, sekarang pemandangan wilayah kami sudah jauh lebih indah, jalanan rapi, dan fasilitas trotoarnya sudah sangat lebar untuk kenyamanan bersama,” jelasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Dukung ICANN87 Digelar di Bali

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa, beserta unsur Tripika kecamatan, Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan, Lurah Kerobokan Ni Putu Budhiyani, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, kepala lingkungan beserta prajuru se-Desa Adat Kerobokan, dan berbagai komunitas masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 Resmi Ditutup, Sukses Perkuat Pelestarian Budaya dan Pariwisata Tabanan  

Published

on

By

Wabup Tabanan I Made Dirga menutup Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 di Wantilan DTW Tanah Lot.
DITUTUP: Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya” resmi ditutup, Minggu (30/8), di Wantilan DTW Tanah Lot. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Tiga hari penuh semarak seni, budaya, dan kuliner serta hiburan akhirnya mencapai pengujungnya. Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya” resmi ditutup, Minggu (30/8), di Wantilan DTW Tanah Lot. Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Tabanan yang dalam hal ini diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan festival yang menjadi ruang untuk mengangkat sekaligus mempromosikan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan.

Dimulai sejak 28 hingga 30 Agustus 2026, festival tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan kekayaan Tabanan kepada khalayak yang lebih luas. Kegiatan tersebut turut dihadiri Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para Asisten Setda, para kepala perangkat daerah, Camat se-Kabupaten Tabanan, Penglingsir Puri Kediri, Manajer DTW Tanah Lot, tokoh masyarakat setempat serta para undangan terkait.

Bupati Tabanan yang dalam sambutannya disampaikan Wabup Dirga, menegaskan bahwa Tanah Lot memiliki posisi istimewa sebagai destinasi wisata yang telah dikenal hingga mancanegara. Menurutnya, panorama alam yang dimiliki Tanah Lot merupakan anugerah sekaligus warisan leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya. Pihaknya juga mengapresiasi beragam pertunjukan seni, budaya, hingga kuliner tradisional yang ditampilkan selama festival.

Ia menilai keberagaman tersebut menjadi bukti kuat, bahwa Tabanan memiliki potensi lokal yang kaya dan layak terus dikembangkan. “Selama tiga hari ini kita telah menyaksikan berbagai pertunjukan seni, budaya dan kuliner tradisional yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa daerah kita sangat kaya akan seni, budaya, kuliner tradisional dan berbagai potensi menarik lainnya,” ujar Dirga saat itu.

Baca Juga  <strong>Akademisi Sambut Baik Perjuangan Gubernur Koster Memperdakan Haluan Pembangunan Masa Depan Bali</strong>

Mengangkat tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya” yang dimaknai sebagai menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta, momentum festival diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan laut sebagai warisan yang bernilai bagi generasi mendatang.

“Event ini bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat identitas budaya kita serta memperkenalkan kekayaan warisan nenek moyang kepada generasi muda dan dunia,” tutur Dirga.

Pihaknya menambahkan, festival ini menjadi langkah strategis dalam mempromosikan seni, budaya, adat istiadat, kuliner serta berbagai kearifan lokal Tabanan, sekaligus sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan.

Menutup sambutannya, Wabup Dirga berharap Tanah Lot Art and Food Festival dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahun sebagai ruang hiburan bagi masyarakat dan wisatawan sekaligus penggerak promosi kawasan wisata Tanah Lot.

“Saya sangat berharap event ini bisa dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Dibutuhkan kerja keras, kreativitas dan inovasi baru agar kunjungan wisata bisa terus meningkat dan DTW Tanah Lot semakin terkenal,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca