Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Kembalikan Keharmonisan Alam, Pemkot Denpasar Gelar “Pecaruan Panca Kelud”, “Yamaraja Wraspati Kalpa Agung” Pascabanjir

BALIILU Tayang

:

HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri “Karya Pecaruan Panca Kelud, Yamaraja Wraspati Kalpa Agung” untuk mengembalikan keharmonisan alam di Kawasan Pasar Badung, Kamis (30/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menggelar Karya Pecaruan Panca Kelud, Yamaraja Wraspati Kalpa Agung pascabencana banjir yang melanda wilayah Denpasar sebulan lalu. Upacara yang bertujuan untuk mengembalikan keharmonisan alam dan dipuput Sulinggih Tri Sadaka ini dipusatkan di Kawasan Pasar Badung, Kamis (30/10). Usai pelaksanaan karya, rangkaian dilanjutkan dengan Ngaturang Pakelem di Kawasan Muara Tukad Badung.

Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Dandim 1611, Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan, Forkopimda Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar, Sabha Upadesa, Pimpinan OPD serta undangan lainnya. Diiringi gambelan dan kidung, rangkaian upacara berlangsung khidmat, tampak Tari Rejang Dewa dan Topeng Wali turut dipentaskan. Seluruh rangkaian diakhiri dengan persembahyangan bersama dan ngerebeg caru.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan, upacara besar berupa Panca Kelud, Yamaraja, Pati Kalpa dan Mulang Pekelem digelar Pemerintah Kota Denpasar. Upacara ini bertujuan mengembalikan keharmonisan alam pascabanjir yang menelan korban pada 10 September 2025.

“Setelah mepinunas (meminta petunjuk kepada orang pintar) bahwa yang harus digelar itu Panca Kelud, Yamaraja, Pati Kalpa, Mulang Pekelem sebagai wujud permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi dan mengembalikan keharmonisan alam,” jelasnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Karya Pecaruan Panca Kelud, Yamaraja Wraspati Kalpa Agung ini digelar Pemkot Denpasar ini dilaksanakan sebagai bentuk harmonisasi wilayah Kota Denpasar pascabencana banjir. Hal ini untuk mengembalikan keharmonisan Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan upacara ini juga merupakan bentuk permohonan maaf. Sehingga diharapkan tidak terjadi bencana di wilayah Kota Denpasar. Meski demikian, selain upaya niskala, upaya sekala juga terus digenjot. Seperti halnya normalisasi sungai, penananaman sempadan sungai, early warnning system, serta penataan bantaran sungai.

Baca Juga  Arya Wibawa Salurkan Bantuan Astra Motor Bali dan Komunitas Honda ADV Indonesia untuk Warga Terdampak Banjir

“Semoga melalui berbagai upaya yang terus diotimalkan dapat mendukung optimalisasi penanganan kebancanaan, semoga Kota Denpasar senantiasa terbebas dari bencana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa“ di Banjar Adat Uma Kapal

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri “Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Tawur Madya“ dan “Padudusan Alit“ di Banjar Adat Uma Kapal, Kelurahan Kapal, Mengwi, pada Minggu (29/3). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Tawur Madya dan Padudusan Alit di Banjar Adat Uma Kapal, Kelurahan Kapal, Mengwi, pada Minggu (29/3).

Upacara suci ini dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Tumbak Bayuh. Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Made Suwardana, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, jajaran prajuru Desa Adat Kapal, serta krama Banjar Adat Uma.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama sehingga rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar. “Pelaksanaan yadnya ini tidak hanya menjadi wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ia mengimbau agar warga mulai memilah sampah dari tingkat rumah tangga guna mencegah permasalahan lingkungan sekaligus menghindari potensi sanksi hukum.

Hal ini sejalan dengan kebijakan pembatasan pengiriman sampah ke TPA Suwung per 1 April mendatang, yang nantinya hanya akan menerima sampah residu. Masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah organik dan anorganik secara mandiri.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar pengelolaan sampah dapat berjalan optimal dan menjadi budaya berkelanjutan,” tegasnya seraya mengajak seluruh krama untuk bersama-sama mendoakan terciptanya kedamaian dunia, khususnya bagi negara-negara yang tengah dilanda konflik agar segera mencapai perdamaian.

Sementara itu, Perwataka Karya, I Ketut Catur Sanjaya, melaporkan bahwa pelaksanaan yadnya ini merupakan tindak lanjut dari hasil paruman (rapat) krama Banjar Adat Uma. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan berdasarkan tuntutan para penglingsir banjar serta Bendesa Adat Kapal.

Baca Juga  Arya Wibawa Salurkan Bantuan Astra Motor Bali dan Komunitas Honda ADV Indonesia untuk Warga Terdampak Banjir

Dikatakan pula bahwa upacara ini digelar menyusul tuntasnya pembangunan Balai Banjar Uma. Mengingat karya serupa terakhir kali dilaksanakan 30 tahun silam, krama memandang perlu untuk kembali menggelar yadnya suci ini. Tujuan utamanya adalah untuk Ngadegang Ida Ratu Betara Begawan Penyarikan yang berstana di Balai Banjar Uma, sekaligus menyucikan bangunan balai banjar yang baru serta gedung serbaguna di wilayah Dukuh.

Sebelum menuju puncak acara pada 2 April mendatang, sejumlah rangkaian upacara telah dilaksanakan, diantaranya upakara matur piuning dan nunas tirta di Pura Desa Adat Kapal serta beberapa pura lainnya di lingkungan Desa Adat Kapal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wakil Gubernur Bali Giri Prasta Hadiri “Melaspas” Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin Bangli

Published

on

By

HADIRI UPACARA: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri rangkaian Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin, Desa Adat Guliang Kangin, Bangli, pada Minggu (29/3). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri rangkaian Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin, Desa Adat Guliang Kangin, Bangli, pada Minggu (29/3).

Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, tidak hanya hadir sebagai pejabat pemerintah, namun juga turut ngayah dalam prosesi keagamaan.

Terlihat Giri Prasta mengikuti persembahyangan bersama dan ngaturang ayah-ayahan mendem pedagingan bersama Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menyoroti besarnya pengorbanan krama dalam melaksanakan yadnya serta menjaga tradisi leluhur di Bali. Ia menegaskan bahwa krama telah mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan biaya. Pengorbanan itu juga mencakup pembangunan fisik pura, pengadaan sarana dan prasarana, hingga kelengkapan upacara.

Oleh sebab itu, menurutnya, dukungan pemerintah sangatlah penting untuk membantu masyarakat dalam pembangunan pura, infrastruktur keagamaan, hingga dukungan biaya upakara, sehingga masyarakat Bali ke depan dapat lebih fokus menjalankan kewajiban spiritual melalui ngayah dalam penyelenggaraan upacara tanpa dibebani persoalan biaya.

“Semoga masyarakat Bali, khususnya Semeton Arya Kubon Tubuh, senantiasa hidup rukun sagilik saguluk sabayan taka, serta mencapai kehidupan yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” doanya.

Ia berharap pelaksanaan Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin, Desa Adat Guliang Kangin, Bangli, dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, menyerahkan bantuan pribadi sebagai wujud rasa bhakti kepada krama masyarakat sebesar Rp 25 juta. Sementara itu, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Arya Wibawa Salurkan Bantuan Astra Motor Bali dan Komunitas Honda ADV Indonesia untuk Warga Terdampak Banjir
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Pimpin Prosesi “Matur Piuning” Jelang “Karya Agung” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

Nyukat genah
NYUKAT GENAH: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri upacara “Melaspas, Matur Piuning”, dan “Nyukat Genah” di Pura Luhur Uluwatu, Selasa (24/3). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri upacara Melaspas, Matur Piuning, dan Nyukat Genah di Pura Luhur Uluwatu, Selasa (24/3). Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Karya Padudusan Agung dan Balik Sumpah Agung yang puncaknya direncanakan pada 7 Juli 2026 mendatang.

Upacara yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Tegal, Denpasar, turut dihadiri Angga Puri Jero Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Sekda Badung IB Surya Suamba, Plt. Kadisbud I Made Widiana beserta jajaran, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, serta para pengempon pura.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Adi Arnawa berkesempatan mengikuti Panca Datu di Meru, sementara Sekda Badung mengikuti Panca Datu di Tajuk Baleran, dan Angga Puri Jero Kuta mengikuti Panca Datu di Tajuk Delodan. Seluruh rangkaian prosesi suci ini diakhiri dengan persembahyangan bersama.

Usai persembahyangan, Bupati melaksanakan prosesi matok atau nyukat genah tawur untuk menentukan lokasi pelaksanaan Tawur Agung di area Jaba Pura. Kegiatan ini dilakukan menyusul tuntasnya perbaikan sejumlah bangunan suci di kawasan Pura Luhur Uluwatu, meliputi Meru, Tajuk Kelod, Tajuk Baleran, Pelinggih Prasada, Bale Pemiosan, dan Bale Murda.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkab Badung, pengempon Pura dari Puri Jero Kuta, serta krama Desa Adat Pecatu dalam mempersiapkan Karya Agung yang akan digelar tiga bulan lagi, bertepatan dengan hari Pujawali.

Matur piuning ini merupakan wujud bhakti dan permohonan restu ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, rahayu, serta memberikan kerahayuan bagi jagat,” ujarnya.

Baca Juga  Evaluasi Pascabanjir Bersama Desa Pemogan, BWS Bali Penida Lakukan Pengerukan Waduk Muara

Ia pun berharap seluruh tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan Karya Pedudusan nantinya, dapat berjalan harmonis secara sekala maupun niskala. Menurutnya, kerja sama yang solid antara pemerintah, pengemong, dan krama adalah kunci kesuksesan yadnya suci ini.

“Semoga seluruh rangkaian karya ini berjalan sesuai harapan bersama dan senantiasa mendapatkan tuntunan serta anugerah kerahayuan,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca