Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Kembangkan Daerah Tujuan Wisata, Bali dan Lombok Tak Mesti Saling Salip

BALIILU Tayang

:

de
Sekretaris Dewan DPRD Nusa Tenggara Barat Mahdi Muhammad, S.H., M.A. (tengah) didampingi Humas DPRD Bali dan NTB serta Forum Wartawan DPRD Bali dan DPRD NTB. (Foto: Gs)

Mataram, NTB, baliilu.com – Untuk mengembalikan keterpurukan pariwisata Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Bali di tengah pascapandemi Covid-19, dibutuhkan sinergitas dengan mengedepankan karakteristik daerahnya masing-masing. Promosi bisa dilakukan secara bersama-sama sehingga tidak saling salip, tidak saling mendahului tetapi saling memback-up dan saling mendukung di dalam memperkuat daerah tujuan wisata masing-masing.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Dewan DPRD Nusa Tenggara Barat Mahdi Muhammad, S.H., M.A. saat menerima rombongan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan (Forward) DPRD Provinsi Bali bersama Humas DPRD Bali, Kamis (31/3/2022) di Kantor Sekretariat DPRD NTB, Mataram.

Rombongan Forward Bali yang terdiri dari wartawan media cetak, elektronik dan online ini dipimpin Kasubag Tata Usaha, Kepegawaian, Humas dan Protokol DPRD Bali I Kadek Putra Suantara dan Ketua Forward Bali Komang Suparta.

‘’Banyak hal yang bisa bersama-sama dikembangkan. Pertama dari sisi objek dan daya tarik wisatanya. Apa yang sudah ada di Bali, Lombok tidak harus meniru apa yang ada di Bali, tetapi harus dikembangkan sesuai karakteristik daerahnya masing-masing,’’ ujar Mahdi yang didampingi Kabag Humas DPRD NTB dan Ketua Forum Wartawan Parlemen NTB Irul Mustofa.

Kedua, lanjut Mahdi mengatakan di dalam promosi bisa dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan karakteristik daerah tujuan wisata masing-masing sehingga tidak saling salip, tidak saling mendahului tetapi saling membackaup dan saling mendukung di dalam memperkuat daerah tujuan kita masing-masing.

Seperti kunjungan rekan-rekan media dari Forward DPRD Bali yang luar biasa menyatukan pemikiran kita, bagaimana mempererat hubungan antara anak bangsa di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia di dalam pengembangan pariwisata. ‘’Insyaallah, ke depan kita akan menyatu di dalam mensejahterakan masyarakat kita. Semangat rekan-rekan wartawan Bali luar biasa di dalam mempererat tali silaturahmi di antara anak bangsa,’’ ucapnya.

Baca Juga  Gelar Lawatan ke Praha, Wagub Cok Ace Bahas Potensi Kerja Sama Antara Bali dan Ceko
Sekretaris Dewan DPRD Nusa Tenggara Barat Mahdi Muhammad, S.H., M.A. menyerahkan cinderamata kepada Kasubag Tata Usaha, Kepegawaian, Humas dan Protokol DPRD Bali I Kadek Putra Suantara. (Foto: Gs)

Mahdi memaparkan Bali sudah dikenal sebagai destinasi pariwisata sejak seabad yang lalu, sementara Lombok baru dikenal oleh masyarakat internasional sejak tahun 1990-an. Jadi Lombok sebagai daerah tujuan wisata tetap hormat kepada Bali sebagai daerah tujuan wisata yang duluan berkembang. Dikatakan, strategi promosi, strategi pengembangan daerah tujuan wisata, pengembangan objek wisata semuanya ada di Bali. ‘’Jadi ilmu pariwisata ada di Bali. Kami belajar di Bali tentang bagaimana konsep memadukan antara daerah pegunungan, daerah persawahan dan daerah pantai,’’ bebernya.

Dikatakan, kontur biografi Lombok hampir sama dengan Bali. Di Lombok selain bisa melihat gunung, ngarai, persawahan dan langsung melihat pantai. Namun kelebihan ke Bali, sekali keliling Bali bisa melihat gunung, sawah dengan subaknya, dan Pantai Kuta dalam satu kali kunjungan. Tinggal ke depan bagaimana Lombok melihat potensi itu.

Mahdi menyontohkan, sirkuit Pertamina Mandalika yang dibangun dengan event internasional Pertamina MotoGP 2022 lalu bukan warga NTB saja yang mendapatkan kemakmuran, tetapi juga teman-teman Bali yang juga mendapatkan dampak ekonominya. Misalnya pengusaha hotel lebih dulu menjual paket menginap plus menonton MotoGP, mobil-mobil mewah untuk transportasi justru datang dari Bali, Surabaya dan Jakarta. Di sini benar-benar kita saling mendukung dan berbagi rejeki.

‘’Dan masyarakat Lombok tidak akan menyaingi Bali dan kami tetap belajar dari Bali dan Bali itu menjadi poros pengembangan pariwisata Indonesia dan dunia. Tinggal teman Bali bagaimana menciptakan yang sudah kondusif ini dipertahankan. Jika Bali bergejolak, Indonesia akan bergejolak, pariwisata dunia juga akan bergejolak. Ini perlu dipahami, bahwa Bali kondisinya luar biasa, orang dari manapun merasa nyaman dan enak karena menjadi barometer pariwisata dunia,’’ pungkasnya.

Baca Juga  Pengembangan Subway Bali Masuk Tahap Penunjukan Mitra Strategis dan Pemimpin Konsorsium Investor

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha, Kepegawaian, Humas dan Protokol DPRD Bali Kadek Putra Suantara, S.STP, MAP. menambahkan, salah satu dari lima unsur mendasar dalam pengembangan pariwisata yang berbudaya, berkelanjutan dan berdampak terhadap perekonomian masyarakat adalah dengan melibatkan kerja sama dengan media.

Kadek Putra menyontohkan betapa besar kekuatan media dalam ikut membangun pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Seperti Bali kini mulai menggeliat di tengah kebijakan pemerintah pusat dan provinsi dengan adanya kelonggaran tidak lagi menggunakan rapid test dengan syarat sudah vaksin dua kali dan seterusnya. Kadek Putra berharap dengan menggeliatnya pariwisata dimana media ikut bersumbangsih dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat Bali. Dengan pendapatan masyarakat meningkat, maka program-program pemerintah pusat maupun provinsi dapat tercapai dengan maksimal.

Dengan kunjungan bersama Forum Wartawan DPRD ke NTB, Kadek Putra juga berharap bisa menggali seluas-luasnya informasi yang tentunya dapat memberikan masukan khususnya kepada Dewan sesuai dengan tugas dan fungsi Dewan yaitu pembentukan perda, pengawasan, dan penganggaran. Dukungan dari Dewan ini tentunya bersinergi dengan masukan-masukan dari media yang arahnya untuk pembangunan Bali terutama sektor pariwisata ke depan menjadi lebih baik. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Paparkan Pembangunan Infrastruktur di Bali, Ny. Putri Koster: Masyarakat Bali Harus Berpartisipasi Aktif, Jangan Jadi Penonton

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Pengembangan Subway Bali Masuk Tahap Penunjukan Mitra Strategis dan Pemimpin Konsorsium Investor

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Vaksinasi Booster Capai 63,05%, Kasus Aktif 187 Orang
Lanjutkan Membaca