Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Pembangunan Pariwisata Kota Senja Kaimana, Bupati Kaimana Percayakan pada Universitas Udayana

BALIILU Tayang

:

de
Survei udara Kampung Wisata Namatota. (Foto: Ist)

Kaimana, baliilu.com – Bupati Kaimana Freddy Thie menyatakan sangat berterima kasih kepada Universitas Udayana yang telah membantu perencanaan pembangunan pariwisata  di wilayahnya. Orang nomor 1 di wilayah yang berjuluk kota senja itu menyebut Pusat Unggulan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PUPAR LPPM) Universitas Udayana sebagai lembaga yang berpengalaman dan terpercaya menjadi kiblat perencanaan pariwisata.

“Saya sudah jatuh hati dan yakin PUPAR mampu membantu perencanaan pariwisata dengan baik,” ujar Bupati Freddy Thie, saat jamuan makan malam bagi tamu Pemkab Kaimana di Tanjung Simora, Kaimana, Papua Barat, pada Sabtu (2/4) malam.

Survei di Pantai Kampung Marsi. (Foto: Ist)

Pada jamuan itu ada penulis asal Jakarta Ayu Arman yang observasi penulisan buku Pariwisata Kaimana dan Tim PUPAR Unud yang menggali data berkaitan dengan penyusunan Masterplan Pembangunan Pariwisata.

Lebih jauh Bupati Freddy Thie mengungkapkan masterplan kepariwisataan yang disusun PUPAR harus mampu menjadi “motor” penggerak percepatan pembangunan pariwisata di kabupaten dengan peringkat toleransi dan kerukunan sosial tinggi di Papua Barat maupun Indonesia itu. Masyarakat Kaimana, kata Bupati Freddy Thie, sudah sangat tidak sabar menyaksikan Kaimana sebagai daerah tujuan wisata yang menjadi idaman wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Kabupaten Kaimana memiliki potensi pariwisata yang sangat beragam yang perlu dipoles dan dikelola dengan lebih baik.

“Masyarakat Kaimana sering membandingkan kemajuan pariwisata Kaimana terutamanya di Teluk Triton dengan Raja Ampat. Di Raja Ampat sudah sangat maju, di sini masih begini-begini saja alias tidak ada kemajuan padahal Kabupaten Kaimana dan Raja Ampat sama-sama berdiri 19 tahun lalu,” ujar Bupati Fressy Thie.

Bupati Kaimana Freddy Thie menerima audiensi Tim PUPAR. (Foto: Ist)

Ditambahkan, percepatan pembangunan pariwisata selain dilakukan dengan penyusunan masterplan yang menjadi panduan pengembangan pariwisata secara sistematis dan bertahap. Pemkab Kaimana juga mengundang penulis untuk mengeksplorasi keindahan alam dan keragaman budaya setempat. Tujuannya, segala potensi itu dapat dirangkum dalam sebuah buku untuk memberikan gambaran luas dan mendalam tentang bumi “Senja di Kaimana”. Pendekatan pembangunan simultan ini diyakini mampu menyeimbangan pembangunan pariwisata secara fisik dan nonfisik. Fisik melalui penyediaan sarana dan prasarana, penyiapan sumber daya manusia, dan lain-lain. Sementara non-fisiknya menjelaskan kepada calon wisatawan melalui dokumentasi kepariwisataan (buku) bahwa Kaimana sudah dikunjungi.

Baca Juga  Universitas Udayana Terima Audiensi PT. Kimia Farma, Tbk

Koordinator Tim PUPAR LPPM Unud Dr. I Made Sarjana, M.Sc., menyatakan PUPAR Unud menyampaikan penghargaan yang tinggi dan berterima kasih atas kepercayaan Pemkab Kaimana dan masyarakat setempat atas penunjukkan PUPAR sebagai mitra penyusunan masterplan. Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa fungsi dan peran PUPAR dalam mendorong pembangunan pariwisata yang merata di seluruh nusantara. “PUPAR sudah terlibat dalam penyusunan masterplan dan kajian kepariwisataan lainnya di sejumlah daerah seperti Kabupaten Maluku Tenggara, Merauke, Mahakam Ulu, Sumatra Utara, Masgelang, Yogyakarta dan lain-lain. Pengalaman ini menjadi referensi saih dalam penyusunan masterplan di Kaimana,” tutur dosen pengasuh Mata Kuliah Agrowisata di Unud itu.

Tim Pupar berpose di Kampung Lobo dengan latar belakang Gunung Amansiri yang menjadi bagian dari legenda burung garuda. (Foto: Ist)

Dijelaskan, dalam pembangunan masterplan mencakup empat dimensi pembangunan kepariwisataan yakni pengembangan destinasi, industri, pemasaran dan kelembagaan pariwisata. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci kesuksesan penyusunan masterplan, karena masyarakat yang paling paham potensi daerah masing-masing. Setiap masterplan disusun berdasarkan kearifan lokal sehingga pariwisata di masing-masing daerah memiliki keunikan tersendiri.  

Tim PUPAR yang diterjunkan untuk menggali data di Kabupaten Kaimana akhir Maret 2022 antara lain Dr. I Made Sarjana, S.P., M.Sc., Ir. I Putu Eka Nila Kencana, M.T., I Wayan Yuda Manik, S.T., M.T., Putu Perdana Kusuma Wiguna, S.Si., M.Sc. , dan I Gusti Bagus Arya Yudiastina, S.TP serta Ar Bramana Ajasmara Putra, S. Ars., M.Ars., IAI. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Universitas Udayana Terima Audiensi PT. Kimia Farma, Tbk

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Dies Natalis Ke-60, Universitas Udayana Bergerak Bersama Menuju PTN BH

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Buka Pelatihan Kerajinan Bambu
Lanjutkan Membaca