Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kembangkan Potensi Pangan di Setiap Polsek, Pj. Lihadnyana Apresiasi Polres Buleleng dalam Pengendalian Inflasi

BALIILU Tayang

:

pasar murah polres buleleng
PASAR MURAH: Kegiatan Pasar murah Polres Buleleng yang berlangsung di Taman Kota Singaraja, Minggu (16/6). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan harga, menjaga stock pangan serta mengembangkan UMKM yang ada di Buleleng dengan membangkitkan potensi-potensi di masing-masing wilayah tentunya bersinergi dengan Kepolisian di masing-masing sektor yang ada di Kabupaten Buleleng.

“Polres Buleleng telah melakukan kegiatan serangkaian HUT Bhayangkara ke-78 dengan olahraga bersama dan berbagi kebahagian, kegembiraan serta doorprize. Polres juga bersinergi dengan Pemkab Buleleng mengadakan pasar murah jelang hari besar keagamaan. Semua terlibat dalam upaya pengendalian inflasi,” jelas Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana di Taman Kota Singaraja, Minggu (16/6), dikutip dari bulelengkab.go.id.

Lebih lanjut ujar Pj. Lihadnyana, keterlibatan semua pihak dipastikan untuk menjaga ketahanan pangan dengan harga yang terjangkau. Inovasi seluruh polsek-polsek dalam mengembangkan potensi pangan dan UMKM di wilayah kerjanya sangat diapresiasi oleh Pemkab Buleleng. ”Kepolisian tidak hanya menjaga kondusifitas wilayah namun juga menyediakan pangan yang terjangkau. Tidak semata-mata seremonial dalam rangka HUT Bhayangkara namun ikut bergerak dalam pengendalian inflasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan sinergi, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan TNI dalam penanganan inflasi jelang hari raya untuk menjaga daya beli masyarakat. ”Kami menghadirkan berbagai jenis makanan sekaligus disetiap kecamatan ada kekhasan makanan seperti makanan Plonos di Seririt, Garam Tejakula, kerajinan tangan di Tigawasa, buah Bekul di Banjar. Kita mengenalkan potensi setiap wilayah produk-produk UMKM,” ungkapnya.

Kapolres Widwan Sutadi berpesan kepada seluruh elemen masyarakat Buleleng sebentar lagi menyongsong pemilihan Gubernur dan Bupati untuk berpartisipasi turut serta menjaga kamtibnas dalam pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada agar berjalan aman dan kondusif.

Disisi lain Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama I Putu Suardhana menjelaskan terkait harga kebutuhan pokok saat ini masih stabil, meski jelang hari raya, karena pihaknya selalu menjaga harga dengan supply chain manajemen. “Disaat harga akan cenderung naik seperti cabe, Pemkab Buleleng sudah punya lahan produksi yang siap kita panen nanti, selain itu beras SPHP kita jual lebih rendah dari harga dipasaran, intervensi ini kita lakukan agar harga terus stabil,” jelasnya.

Baca Juga  Monitoring Kebermanfaatan Bendungan Titab, Staf Ahli Sekkab RI Kunjungi Buleleng

Ditemui saat CFD, pengunjung bernama Eka dan Egar dari Desa Penglatan mengatakan sengaja datang untuk membeli beras dan buah karena harganya lebih murah. ”Ya sambil jalan-jalan kita membeli jajanan dari UMKM dan kebutuhan pokok. Saya beli kosmetik skincare juga,” ucap anaknya Egar.

Umtuk diketahui Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah melibatkan 45 pedagang, baik dari UMKM, Perumda Pasar dan Swatantra, serta Bulog dengan hasil transaksi mencapai hampir Rp 34 juta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  DWP Buleleng Perkuat Kolaborasi dan Fokuskan Program Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Buleleng Terima Bantuan Traktor dan Perbaikan Irigasi, Dorong Produktivitas Pertanian Menuju Kemandirian Pangan

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Keributan Dipicu Live TikTok di Jimbaran, Polisi Amankan Situasi dan Mediasi Damai

Published

on

By

keributan di taman griya
DAMAI: Peristiwa keributan yang terjadi di sebuah minimarket Coco Mart, Jalan Taman Griya, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Jumat (1/5/2026) malam akhirnya berakhir damai. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Peristiwa keributan terjadi di sebuah minimarket Coco Mart, Jalan Taman Griya, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Jumat (1/5/2026) malam. Insiden yang sempat mengundang kerumunan warga ini dipicu kesalahpahaman saat siaran langsung (live) TikTok yang berujung aksi saling emosi antar-pihak.

Keributan bermula saat saksi bersama rekannya melakukan live TikTok dengan konsep challenge gift. Dalam aktivitas tersebut, salah satu pihak merasa tersinggung karena adanya aksi mengetok kepala yang dianggap berlebihan. Kesalahpahaman kemudian berkembang menjadi cekcok. Situasi semakin memanas setelah masing-masing pihak saling membela, termasuk melibatkan kerabat.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kuta Selatan segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi, membubarkan kerumunan, serta membawa pihak-pihak yang terlibat ke Mapolsek guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolsek Kuta Selatan AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, S.I.K. menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cepat dalam penanganan kejadian tersebut, termasuk menerima laporan, mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta memfasilitasi penyelesaian masalah.

“Permasalahan ini pada akhirnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan telah membuat surat pernyataan bersama, serta berkomitmen tidak mengulangi dan tidak melakukan aksi balasan,” ujarnya.

Situasi di lokasi saat ini telah kembali kondusif. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik di ruang publik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Buleleng Raih Dua Penghargaan Terbaik dari Kanreg X BKN Bali NTB NTT
Lanjutkan Membaca