Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Kendalikan Inflasi Pangan dari Rumah Tangga, BI Bali Berikan Bantuan Bibit Cabai

BALIILU Tayang

:

Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali foto bersama usai menyerahkan bantuan bibit cabai kepada PKK Kabupaten/Kota se-Bali. (Foto/bi)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memberikan bantuan bibit cabai kepada PKK Kab. Klungkung (26/9), Kab. Jembrana (27/l9), Kab. Tabanan (27/9), Kab. Badung (3/10), Kab. Gianyar (3/10), Kab. Bangli (4/10), dan Kab. Karangasem (4/10).

Pada masing-masing kesempatan tersebut, 3.000 bibit cabai dalam polybag diberikan ke setiap kabupaten. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, para Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, pimpinan OPD serta para penerima bibit cabai dari PKK Kecamatan atau Kelurahan/Desa di setiap Kabupaten.

Hingga bulan September, Bank Indonesia telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membagikan 24.000 bibit cabai. PKK Kota/Kabupaten di Provinsi Bali masing-
masing mendapatkan alokasi 3.000 bibit cabai, kecuali Kab. Buleleng yang akan mendapatkan 6.000 bibit cabai.

Hal ini mengingat Buleleng memiliki luas wilayah lebih besar dan jumlah penduduk paling banyak, serta merupakan sentra cabai di Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa pemberian bantuan bibit pohon cabai ini merupakan implementasi dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia pada 10 Agustus 2022 di Malang dan dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah.

Dalam mengimplementasi gerakan nasional tersebut, Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali mengusung program “Merdeka 77.000” dengan membagikan 77.000 bibit pohon cabai yang didistribusikan kepada PKK di 9 Pemerintah Kota/Kabupaten, Desa dan UMKM binaan Bank Indonesia, Pasraman dan Pesantren
serta Klaster Pangan.

Trisno menambahkan bahwa melalui kegiatan urban farming bibit cabai, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan cabai sehari-hari dari pekarangan rumah.

Baca Juga  Survei Konsumen Februari 2023, Optimisme Konsumen Bali Tetap Terjaga

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengapresiasi langkah pengendalian inflasi nyata yang ditempuh oleh Bank Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang tidak menyadari bahaya inflasi bagi suatu negara, padahal masyarakat kecil yang paling terdampak dari gejolak ekonomi khususnya inflasi. Nyoman Suwirta menyampaikan saat ini tengah mencari Bumdes yang bersedia untuk mendistribusikan komoditas pangan dengan selisih harga yang tidak terlalu besar dengan skema subsidi angkutan oleh Pemerintah Kabupaten. Diharapkan skema subsidi angkutan tersebut dapat menstabilkan inflasi di Kabupaten Klungkung.

Lebih lanjut, Nyoman menambahkan bahwa menjaga inflasi yang paling mudah dimulai dari rumah tangga, sejalan dengan program “Aku Hatinya PKK”. Jika program “Aku Hatinya PKK” dijalankan dengan baik, maka rumah tangga tersebut dapat memenuhi beberapa kebutuhan pangannya dari perkarangan sehingga inflasi tidak berdampak signifikan terhadap keluarga tersebut.

Ketua TP PKK Jembrana, Candrawati Tamba menyampaikan apresiasi atas bantuan bibit cabai yang diberikan. Kolaborasi dan sinergi diharapkan dapat terus berlanjut guna menjaga stabilitas dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Kondisi perekonomian kembali menurun akibat kenaikan harga beberapa komoditas pangan. Ia juga meminta kepada Ketua PKK tingkat kecamatan untuk meneruskan bibit cabai kepada masyarakat.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan Kab. Tabanan juga telah memberikan stimulus 13.000 bibit cabai kepada TP PKK Desa se-Kabupaten dengan tujuan penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Bupati Tabanan mengapresiasi bantuan Bank Indonesia sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang langsung berasal dari pekarangan rumah masing-masing.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta berharap bantuan bibit cabai dapat menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan halaman atau pekarangan. Salah satunya menanam pohon cabai sehingga ketergantungan terhadap kebutuhan di pasar bisa dikurangi dan ancaman inflasi dapat dilawan.

Baca Juga  Jelang Nataru 2023, TPID Bali Bersinergi Kendalikan Inflasi

Bupati Karangasem, I Gede Dana mengapresiasi upaya Bank Indonesia dalam membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi terutama harga pangan. Gede Dana mengajak seluruh PKK Kecamatan dan Desa/ Kelurahan di Kab. Karangasem untuk merawat bibit cabai yang diberikan tersebut. Untuk itu, seluruh PKK di Kab. Karangasem diberikan tantangan oleh Bupati untuk memelihara pohon cabai dengan baik dan akan dinilai pada akhir tahun.

Ketua TP PKK Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, mengapresiasi program ini sebagai bentuk sinergi dalam pengendalian inflasi dan pengurangan biaya keluarga. Program ini sejalan dengan program Puspa Aman (pusat pangan alami mandiri asri dan nyaman). Puspa Aman merupakan program pemberdayaan rumah tangga dan masyarakat dalam penyediaan sumber pangan dan gizi melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan lahan sekitar tempat tinggal.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Gusti Agung Diah Utari menyampaikan bahwa perlu adanya pembentukan unit usaha/UMKM/Perusda yang berfungsi sebagai off taker pascapanen. Hal tersebut diperlukan agar seluruh hasil produksi panen petani khususnya cabai terserap dan harga tetap stabil. Oleh karenanya, perlu dipertimbangkan untuk membentuk usaha pengolahan atau hilirisasi untuk hasil pertanian cabai seperti pembuatan bubuk cabai, pasta dan lainnya. Lebih lanjut, Diah Utari menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat mengantisipasi kenaikan harga cabai yang berdasarkan data historis di Provinsi Bali biasanya mengalami kenaikan di bulan November / Desember, seiring dengan peningkatan kebutuhan dengan adanya event besar puncak G20, perayaan Natal dan Tahun Baru dan periode liburan.

Selain itu, diharapkan masyarakat dapat
memenuhi kebutuhan cabai sehari-hari dari pekarangan rumah terdekat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Baca Juga  Sinergitas TPID Provinsi Bali Berhasil Tahan Inflasi Januari

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Resmikan Edukator Dewata pada Kick-Off SERAMBI BI 2026 di Bali

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Sinergitas TPID Provinsi Bali Berhasil Tahan Inflasi Januari

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca