Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Ketua Dekranasda Bali Buka Pameran IKM Bali Bangkit IX

Ny. Putri Koster: Melalui Pameran IKM Bali Bangkit secara Tidak Langsung Memberikan Kesempatan kepada Perajin untuk Berinovasi Ciptakan Karya Kerajinan Khas Daerahnya

Loading

BALIILU Tayang

:

ny koster
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster bersama Ketua Dekranasda Provinsi NTB Ibu Niken Saptarini Widyawati foto bersama usai membuka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap IX Tahun 2022, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center -Denpasar, Rabu (2/11). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster dihadapan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB Ibu Niken Saptarini Widyawati menjelaskan bahwa sejak pandemi Covid-19 Dekranasda Provinsi Bali bergerak bersama perajin IKM Bali memantapkan gerak dalam melestarikan warisan budaya Bali melalui sejumlah pameran baik offline maupun online guna memperkenalkan produksi kerajinan tangan yang diciptakan perajin Bali, termasuk memanfaatkan Taman Budaya Art Center sebagai tempat untuk memamerkan sekaligus tempat bertransaksi kerajinan tangan (handmade) Bali.

“Di sini IKM yang bisa ikut berpartisipasi adalah mereka perajin IKM yang sudah terseleksi dan memiliki kerajinan produksi asli dari daerah (Kabupaten/ Kota) yang karakter kerajinannya adalah khas daerahnya sendiri. Kami arahkan mereka untuk menata display, kemasan dan harga tetap (tidak perlu ada tawar-menawar antarpenjual dan pembeli) agar pengunjung yang datang dapat memilih barang (kerajinan jenis kain, tas atau souvernir lain) yang dikehendakinya dengan nilai harga, kemasan dan kualitas yang sesuai. Selama masa pandemi kami mengadakan pameran offline di areal Art Center dan beberapa mall besar di Bali, sekaligus kami juga memanfaatkan market place “Balimall.id” sebagai platform digital yang dapat dimanfaatkan oleh perajin IKM untuk memasarkan produknya sekaligus memperkenalkan ke seluruh dunia yang dapat diakses oleh siapa saja,” ungkap Ny. Putri Koster saat membuka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap IX Tahun 2022, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Rabu (2/11).

ny koster
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster. (Foto: ist)

Tidak pernah bosan dan lelah, Ny. Putri Koster selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali mengingatkan agar perajin asal Bali di sembilan (9) Kabupaten/ Kota untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur berupa rajutan kain tenun tradisional daerahnya masing-masing untuk tidak dirubah terlalu banyak dari aslinya, terutama pada tumpukan benang yang mengakibatkan semakin mudah ditiru dan berbeda dari ke-khasan daerah asalnya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Pastikan Kualitas dan Harga Wajar Produk IKM Bali Bangkit

“Jangan sampai satu desain kain tenun tradisional kita mudah ditiru oleh daerah lain, sehingga warisan yang harusnya hanya milik daerah kita (dan yang harusnya hanya bisa ditemukan di daerah kita) ke depannya bisa ditemukan di mana-mana, itu akan menyebabkan perajin kita akan semakin malas untuk berkreasi dan memproduksi tenun tradisional (endek dan songket) lagi,” tegas Ny. Putri Koster.

Melalui pameran IKM Bali Bangkit yang sampai saat ini memasuki tahap ke-9 secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada perajin untuk berinovasi menciptakan karya kerajinan khas daerahnya tanpa harus menghilangkan nilai budaya yang sudah dimiliki sejak dulu. “Dengan aktif memasarkan kerajinan tangannya, setiap perajin tentu akan semakin kreatif juga menciptakan inovasi tanpa menggeser ciri khas kain daerahnya. Karena jika bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan warisan budaya leluhur yang kian hari semakin mudah ditiru oleh pihak lain dengan memanfaatkan sistem teknologi, yang dengan mudah menghasilkan kain jiplakan melalui printing mesin atau sablon tanpa harus menyusun benang,” imbuh Ny. Putri Koster yang selalu setia mengawal perajin IKM untuk menjaga kelestarian kain tenun sesuai khas daerahnya masing-masing.

ny. koster
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali Ny. Putri Koster (kanan) bersama Ketua Dekranasda Provinsi NTB Ibu Niken Saptarini Widyawati. (Foto: ist)

Pameran Bali Bangkit ini dilakukan secara berkelanjutan yang memberikan wadah bagi perajin dan penenun secara gratis dan mendatangkan para ASN sebagai pengunjung dan pembeli  bertujuan untuk mendorong agar sesuatu yang tergerus dari tanah Bali terkait kerajinan bisa bangkit kembali. “Apa pun itu perilaku yang menyebabkan tergerusnya karya warisan para leluhur yang mestinya kita lestarikan kita perbaiki langkah-langkah kita. Kain tenun di masa bisnis yang semakin fragmatis yang diproduksi dan dijual harus tetap memperhatikan kualitas, terlebih kain tenun double ikat ‘Pagringsingan’ yang langka dan di dunia hanya ada tiga (3) yakni di Jepang, India dan Indonesia (Desa Tenganan-Bali) sudah memiliki indikasi geografis dengan motif yang dikenal memiliki filosofi tinggi tentang tatanan kehidupan manusia. Sehingga diharapkan kepada masyarakat khususnya perajin dan penenun asal Desa Tenganan yang sudah memegang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk dapat menjaga dan merawat warisan leluhur, tanpa mengurangi kesakralan kain tenun, agar tidak ada pihak yang tidak bertanggung jawab memindahkan motif Gringsing ke jenis kain atau bentuk lainnya agar tidak turun nilai kesakralan dan filosofinya,” tegas Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Bali Gelar Webinar Perlindungan HAKI bagi IKM Bali

“Jangan sampai perilaku kita yang merusak tatanan budaya dan warisan leluhur secara perlahan akan tergerus yang nantinya secara tidak langsung akan menyebabkan Bali tidak memiliki kain tenun endek lagi karena perajin malas menenun yang diakibatkan oleh penjual tidak mau menjual hasil tenunannya dan yang lebih parah karena pembelinya tidak mau memakai. Ini bukan tindakan populis, namun saya hanya ingin segala sesuatunya tetap di tanahnya masing-masing. Saya tidak mengajarkan sesuatu yang bersifat fanatisme sempit, namun saya mengajak kita semua untuk menjaga Indonesia dari daerah dan wilayah kita masing-masing. Mari kita jaga Bali dari Bali, jaga NTB dari dan oleh masyarakat NTB dan jaga Papua dari Papua, sehingga Indonesia akan tetap menjadi Indonesia yang beranekaragam budaya namun tetap satu,” tegas Ketua Dekranasda Bali.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB Ny. Niken Saptarini Widyawati mengatakan bahwa pihaknya sangat senang bangga bisa melakukan kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali. Pelaksanaan Pameran Bali Bangkit menurutnya adalah ide yang sangat cemerlang dalam membantu dan membangkitkan IKM kota yang sebelumnya mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Dan berharap kerja sama yang dilakukan antar-Dekranasda Provinsi NTB dan Dekranasda Provinsi Bali per hari ini akan membawa kemajuan dan perkembangan bagi para perajin IKM yang sedang dibina.

Pihaknya menambahkan bahwa kehadiran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB ini adalah perwujudan kerja sama antara Gubernur Bali (Wayan Koster) dan Gubernur NTB (Zulkieflimansyah) di bidang pendidikan dan ekonomi. “Ini adalah kesempatan untuk saling bekerja sama di segala bidang, salah satunya bidang ekonomi melalui tampilan fashion show yang akan menampilkan sejumlah model dari Nusa Tenggara Barat dan memperkenalkan serta menampilkan sejumlah karya desain khas NTB,” ujarnya.

Baca Juga  Terima Kunjungan DPRD Gunung Mas, Putri Koster Promosikan Kerajinan Bali

Ketua Dekranasda Provinsi NTB pada kesempatan ini mengundang Ny. Putri Koster dan perancang busana Bali untuk hadir dalam Dekranasda Awards serangkaian lomba rancang tenun NTB, karena Bali dan NTB tidak hanya dekat dari geografis namun juga memiliki sejarah budaya yang hampir sama, dan diharapkan menjadi langkah awal untuk sukses bersama.

Berbeda dari sebelumnya, pameran IKM Bali Bangkit kali ini juga menghadirkan pagelaran fashion show yang dibawakan oleh model dari Provinsi NTB dan memperkenalkan desain tenun tradisional dan rajutan khas Nusa Tenggara Barat. Di samping itu juga tampil peragaan busana yang dibawakan oleh pegawai Pemerintah Provinsi Bali dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali. Nampak hadir juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bali Ny. Widiasmini Indra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Balinomics Bank Indonesia Rekomendasikan Langkah Taktis Dorong Pemerataan Ekonomi Bali Utara–Selatan

Published

on

By

Forum Diskusi Balinomics Bank Indonesia di Buleleng
BALINOMICS: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali saat menyelenggarakan kegiatan Forum Diskusi Strategis BALINOMICS pada Kamis, 5 November 2026 bertempat di Kantor Bupati Buleleng. (Foto: ist)  

Buleleng, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali kembali menyelenggarakan kegiatan Forum Diskusi Strategis BALINOMICS pada Kamis, 5 November 2026 bertempat di Kantor Bupati Buleleng. Penyelenggaraan kegiatan Balinomics di Buleleng merupakan salah satu perwujudan semangat mendorong penguatan ekonomi di Bali Utara. Forum dibuka oleh Bupati Buleleng yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni. Forum BALINOMICS kali ini mempertemukan perwakilan instansi vertikal seperti Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Bali, OPD Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, perwakilan akademisi dari Universitas Pendidikan Ganesha, media, dan perwakilan asosiasi pengusaha.

Dalam pembukaannya, Putu Ayu menyampaikan bahwa tantangan ekonomi Bali saat ini yakni masih terkonsentrasinya aktivitas ekonomi di Wilayah Bali Selatan. ”Ke depan, pengembangan Bali Utara sangat esensial yang sejatinya merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi Bali secara keseluruhan, agar manfaat pembangunan yang dapat dirasakan di seluruh wilayah Bali,” tutur Putu Ayu. Putu Ayu menekankan tiga strategi utama untuk mendorong pemerataan ekonomi Bali Utara dan Bali Selatan yakni Penguatan Konektivitas Bali Utara–Selatan, (ii) Pengembangan Pariwisata Bali Utara yang Berkualitas dan Berkelanjutan, (iii) Peningkatan Nilai Tambah Sektor Kelautan, Perikanan, dan Pertanian Melalui Hilirisasi.

Lebih lanjut, Kepala Perwakilan Provinsi Bali, Achris Sarwani dalam sambutannya menyampaikan bahwa Forum Balinomics kali ini merupakan penyelenggaraan keempat di tahun ini yang berfokus pada perumusan strategi taktis untuk mendukung pemerataan ekonomi Bali Utara dan Selatan. Achris menyebutkan kinerja perekonomian Bali tahun 2026 tetap kuat dengan pertumbuhan yang diprakirakan berada pada batas atas kisaran 5,4–5,9% (yoy). Namun demikian, potensi ekonomi Bali belum sepenuhnya optimal karena aktivitas ekonomi masih sangat terkonsentrasi di Bali Selatan. Hal ini tercermin dari, kontribusi PDRB Wilayah Bali Selatan (Daerah Sarbagia) mencapai 58% terhadap PDRB Bali. Realisasi penanaman modal juga terkonsentrasi di Daerah Sarbagia mencapai Rp 30,49 triliun (pangsa 81,64%) sepanjang 2026. Pada Balinomics kali ini, Achris menegaskan pentingnya penciptaan nilai tambah komoditas unggulan daerah sebagai langkah pemerataan ekonomi, termasuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas. Untuk itu pada Balinomics kali ini terdapat sharing dari pengusaha yang telah sukses meningkatkan nilai tambah komoditas lokal unggulan.

Baca Juga  Terima Kunjungan DPRD Gunung Mas, Putri Koster Promosikan Kerajinan Bali

Sharing session disampaikan oleh Founder & CEO PT. Haldin Pacific Semesta, PT. Talasi Tru Origin, Alisjahbana Haliman. Ali menyampaikan Bali memiliki berbagai komoditas unggulan daerah yang sangat dibutuhkan oleh pasar domestik dan internasional, mulai dari kopi, rumput laut, anggur, dsb. Ketersediaan produk lokal menjadi modal untuk meningkatkan value ekonomi melalui strategi substitusi impor. Sebagai contoh, Ali menyebutkan mapple syrup yang selama ini banyak diimpor, dapat disubstitusi dengan aren syrup. Namun Ali menegaskan yang masih menjadi PR untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas lokal adalah penguatan value chain, mulai dari jaminan mutu, keberlanjutan supply, dan perluasan market.

Sejalan dengan Ali, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Bali, Dedy Arief Hendriyanto memaparkan komoditas perikanan Bali telah mampu bersaing di pasar global seperti ikan tuna, udang, dsb yang selalu dijaga mutunya, namun perlu juga untuk dilakukan perluasan pasar ekspor. Turut hadir, Kepala Bappeda Kabupaten Buleleng, menyampaikan harapan kedepannya dapat dibangun satu ekosistem pertumbuhan Bali Utara sehingga lebih banyak nilai ekonomi yang tinggal di Bali Utara.

Penguatan konektivitas fisik, digital, pariwisata, serta penguatan value chain komoditas lokal menjadi langkah taktis untuk pemerataan ekonomi Bali Utara dan Bali Selatan. Ke depan, melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat dengan mitra kerja, BALINOMICS dapat menjadi katalis penguatan sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan Bali yang tumbuh lebih merata, produktif, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, pemerataan pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan akan menjadi fondasi penting bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berdaya tahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

BI Bali: Inflasi Oktober 2026 Terkendali, Sinergi Pengendalian Terus Diperkuat Jelang Akhir Tahun

Published

on

By

Infografis Inflasi Provinsi Bali Oktober 2026 dari Bank Indonesia Bali
Infografis Inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mencatat perkembangan inflasi di wilayah Bali pada Oktober 2026 menunjukkan dinamika yang memerlukan penguatan sinergi lintas instansi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang dirilis pada 2 November 2026, Provinsi Bali secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,32 persen (mtm).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani, dalam keterangan tertulis yang diterima di Denpasar, Senin (2/11), menjelaskan bahwa inflasi bulanan tersebut terutama didorong oleh terbatasnya pasokan pangan, khususnya komoditas hortikultura.

“Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya produksi pada musim kemarau di tengah fenomena El Niño. Selain itu, gangguan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi secara sementara pada pertengahan Oktober turut memberikan tekanan terbatas terhadap kelancaran distribusi barang di beberapa wilayah,” ujar Achris.

Ia menambahkan, kenaikan harga daging babi juga terjadi di tengah terbatasnya pasokan dan tingginya permintaan pasar.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Provinsi Bali meningkat dari 3,79 persen pada September 2026 menjadi 3,87 persen pada Oktober 2026. Capaian tersebut berada di atas inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,23 persen (yoy). Sementara itu, secara tahun kalender (year-to-date/ytd), inflasi Bali naik dari 2,49 persen menjadi 2,74 persen (ytd).

Melihat perkembangan tersebut, BI menilai pengendalian inflasi pada dua bulan terakhir tahun 2026 perlu terus diperkuat agar tetap berada dalam rentang sasaran 2,5%±1% pada akhir tahun.

Perkembangan Spasial dan Komoditas Penyumbang

Secara spasial, seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bali mengalami inflasi bulanan pada Oktober 2026. Kabupaten Badung mencatatkan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,52 persen (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 4,16 persen (yoy).

Baca Juga  Lindungi Warisan Leluhur, Ketua Dekranasda Bali Gandeng Kementerian Hukum dan HAM RI Provinsi Bali

Kota Denpasar menyusul dengan inflasi bulanan sebesar 0,18 persen (mtm) atau 3,63 persen (yoy), Kabupaten Tabanan sebesar 0,16 persen (mtm) atau 4,35 persen (yoy), serta Singaraja sebesar 0,10 persen (mtm) atau 3,67 persen (yoy).

Secara komoditas, inflasi bulanan pada Oktober 2026 bersumber dari peningkatan harga cabai merah, cabai rawit, sawi hijau, kol putih/kubis, buncis, daging babi, serta laptop/notebook. Laju inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, tongkol diawetkan, dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu.

Mitigasi Risiko dan Strategi 4K

Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendukung berbagai langkah strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali, antara lain melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar.

Ke depan, Achris memaparkan beberapa risiko yang perlu diwaspadai, di antaranya berlanjutnya fenomena El Niño kuat hingga awal 2027 serta mundurnya awal musim hujan. Sebagian besar wilayah Bali diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026, yang berpotensi menghambat pemulihan produksi serta pasokan pangan, khususnya komoditas tanaman pangan utama seperti padi.

Selain itu, tingginya harga energi global di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dunia berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan tekanan harga pada sejumlah komoditas. Kendati demikian, normalisasi harga sejumlah komoditas pangan setelah kenaikan pada bulan sebelumnya serta potensi pemulihan pasokan hortikultura secara bertahap diprakirakan mampu menahan tekanan inflasi pada November 2026.

Sebagai langkah antisipasi, BI bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali memperkuat sinergi melalui strategi 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.

Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga berkala, fasilitasi distribusi pangan, optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, pemberian bantuan sarana prasarana kepada kelompok tani, serta penguatan koordinasi dan komunikasi publik. Melalui langkah-langkah komprehensif ini, inflasi Bali pada 2026 diprakirakan tetap terkendali dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Baca Juga  Ibu Putri Koster Pastikan Kualitas dan Harga Wajar Produk IKM Bali Bangkit

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Optimisme Dunia Usaha Bali Terus Menguat di Tengah Kinerja Pariwisata dan Sektor Jasa yang Tetap Solid

Published

on

By

Infografis perkembangan tenaga kerja di Provinsi Bali
Infografis perkembangan tenaga kerja di Provinsi Bali. (Foto: BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia mengindikasikan bahwa aktivitas dunia usaha di Provinsi Bali pada Triwulan III 2026 terus menguat. Perbaikan tersebut sejalan dengan terjaganya kinerja ekonomi Bali yang didukung oleh tingginya mobilitas wisatawan, kuatnya konsumsi rumah tangga, serta meningkatnya aktivitas berbagai sektor jasa. Kondisi tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha sebesar 63,06%, meningkat dibandingkan 49,32% pada Triwulan II 2026. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh membaiknya kinerja sektor pariwisata dan sektor jasa yang memiliki keterkaitan luas dengan aktivitas ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani dalam keterangan persnya mengatakan bahwa hasil SKDU Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa optimisme dunia usaha Bali tetap terjaga dan semakin tersebar pada berbagai sektor ekonomi. “Temuan ini memperkuat indikasi bahwa perekonomian Bali masih berada pada jalur pertumbuhan yang solid dengan dukungan kinerja pariwisata, konsumsi rumah tangga, investasi, serta aktivitas jasa yang tetap kuat,” ujarnya.

Menguatnya aktivitas pariwisata tercermin dari peningkatan SBT LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dari 14,62% pada Triwulan II 2026 menjadi 19,12% pada Triwulan III 2026. Penguatan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata pada awal Triwulan III 2026.

Achris Sarwani mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli–Agustus 2026 mencapai sekitar 691,9 ribu kunjungan per bulan, meningkat 19,5% dibandingkan dengan rata-rata Triwulan II 2026 sebesar 578,9 ribu kunjungan per bulan. Rata-rata tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli–Agustus 2026 juga meningkat menjadi 67,74%, dibandingkan dengan rata-rata Triwulan II 2026 sebesar 61,32%.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Terus Kampanyekan HAKI

Menguatnya aktivitas pariwisata tidak hanya meningkatkan kinerja sektor akomodasi dan makan minum, tetapi juga mendorong aktivitas usaha pada sektor transportasi, perdagangan, serta berbagai jasa pendukung lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi motor utama perekonomian Bali dan menghasilkan efek pengganda yang luas terhadap berbagai lapangan usaha. Sejalan dengan hal tersebut, LU Transportasi dan Pergudangan mengalami perbaikan SBT dari -1,39% menjadi 0,00%, sedangkan LU Jasa Lainnya meningkat dari 0,00% menjadi 1,57%. Perkembangan tersebut mengindikasikan perbaikan aktivitas usaha pada sejumlah sektor yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata.

Selain pariwisata, sebut Achris Sarwani, aktivitas pada sektor jasa juga menunjukkan penguatan. SBT LU Informasi dan Komunikasi meningkat dari 3,14% pada Triwulan II 2026 menjadi 6,27% pada Triwulan III 2026, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan layanan komunikasi dan digital dalam mendukung aktivitas masyarakat serta kegiatan ekonomi. LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib juga meningkat dari 3,33% menjadi 5,55%. Perkembangan tersebut berlangsung di tengah pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pemerintah.

Berdasarkan data DJPb, realisasi belanja daerah di Bali hingga Agustus 2026 tumbuh 9,45% (yoy), termasuk peningkatan belanja operasi sebesar 9,75% (yoy). Sementara itu, LU Jasa Pendidikan meningkat dari 2,39% menjadi 4,78%, sejalan dengan dimulainya tahun ajaran baru pada Juli 2026 yang mendorong aktivitas penyelenggaraan pendidikan dan kebutuhan layanan pendukungnya. Di luar sektor tersebut, mayoritas LU lainnya juga mencatat peningkatan SBT, antara lain LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Industri Pengolahan, serta LU Jasa Keuangan yang mengindikasikan perbaikan persepsi pelaku usaha yang lebih luas, tidak hanya terkonsentrasi pada sektor pariwisata dan jasa. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi Bali semakin terdiversifikasi dan ditopang oleh semakin luasnya sumber pertumbuhan antar lapangan usaha.

Baca Juga  Dorong Kreativitas dan Inovasi Pengrajin, Dekranasda Bali Laksanakan Lomba Desain Tas Berbahan Baku Anyaman

Ke depan, kata Achris Sarwani, dunia usaha pada Triwulan IV 2026 di Bali diprakirakan tetap tumbuh positif meskipun lebih rendah dari Triwulan III dengan SBT sebesar 47,76%. Optimisme pelaku usaha didorong oleh prospek konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang periode akhir tahun, serta berlanjutnya aktivitas pariwisata dan berbagai kegiatan ekonomi pendukung. Kinerja Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran diprakirakan meningkat seiring penguatan permintaan domestik dan distribusi barang, sementara Lapangan Usaha Industri Pengolahan didukung oleh kenaikan permintaan terhadap produk makanan-minuman dan produk industri lokal. Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan juga diperkirakan mendorong aktivitas Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Bali hingga akhir tahun 2026. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca