Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ketua DPR-RI Puan Maharani: Forum IPU Sangat Strategis Selesaikan Masalah Global

BALIILU Tayang

:

de
KONPRES: Konferensi pers jelang penyelenggaraan IPU ke-144 di Ruang Merdeka Bali Nusa Dua Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Sabtu (19/3). Hadir Ketua DPR-RI Dr. (H.C) Puan Maharani, President of IPU, Duarte Pacheco, Sekretaris Jendral IPU Martin Chungong, beserta Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR-RI. (Foto: Eka)

Badung, baliilu.com – Forum Inter-Parliamentary Union (IPU) menggelar konferensi pers serangkaian acara menuju penyelenggaraan pembukaan IPU ke-144 di Ruang Merdeka Bali Nusa Dua Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Sabtu (19/3). Hadir dalam Konferensi Pers Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Dr. (H.C) Puan Maharani, President of IPU, Duarte Pacheco, Sekretaris Jendral IPU Martin Chungong, beserta Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR-RI.

Ketua DPR-RI, Puan Maharani dalam sambutannya menyampaikan, menjadi suatu kebanggaan dan kehormatan bagi Indonesia bisa menjadi tuan rumah IPU ke-144. IPU di Bali ini akan menjadi sangat strategis karena sebagai tuan rumah, Indonesia dapat berperan aktif dalam menyelenggarakan dan menyelesaikan masalah-masalah global.

Lebih lanjut Puan mengatakan, pada situasi pandemi saat ini, IPU ke-144 akan dihadiri oleh 115 negara dan 1.000 orang delegasi. Serta Ketua Parlemen yang akan hadir berjumlah 33 orang. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang dipercaya oleh dunia international karena dianggap mampu dan nyaman serta aman dalam menyelenggarakan IPU ke-144 ini.

Ketua DPR-RI, Puan Maharani. (Foto: Eka)

“Sebagai tuan rumah penyelenggara maka secara otomatis Ketua DPR-RI akan memimpin seluruh persidangan sebagai President of Assembly. Dan tentu saja harapan kami melalui IPU ini Indonesia akan dapat mencapai keseluruhan resolusi yang diadopsi, dapat menyelesaikan masalah global yang penting dan dianggap perlu,” ungkapnya sembari mengatakan Forum IPU akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Di samping itu, lanjut Puan, adalah untuk mendapatkan perhatian seluruh komunitas yang ada di dunia. Karena itu, sebagai anggota IPU tentu saja peran dari Indonesia untuk ikut dapat menyelesaikan dan mempengaruhi semua kebijakan yang ada di dunia internasional bersama-sama dengan pemerintah dapat kemudian diimplementasikan secara kongkret.

Baca Juga  Wakil Ketua BKSAP DPR-RI Supadma Rudana: IPU jadi Momentum Pulihnya Pariwisata dan Perekonomian Bali

 “Tema dari IPU ini adalah tentang perubahan iklim, dan tema-tema yang lain yang akan kami bahas terkait dengan pandemi Covid-19, SDGs, kesetaraan gender, demokrasi, dan hak asasi manusia serta bagaimana perdamaian dan keamanan di dunia dapat tercipta sebagai satu kesatuan,” urainya.

President of IPU, Duarte Pacheco. (Foto: Eka)

Sementara itu President of IPU, Duarte Pacheco mengungkapkan, dalam berbagai hal IPU bekerja bersama untuk menanggulangi perubahan iklim, untuk menggaungkan demokrasi dan hak asasi manusia di seluruh dunia. “Hal yang paling penting yang diputuskan untuk dibahas dalam forum ini adalah perubahan iklim, karena hal ini merupakan permasalahan yang mempengaruhi kita semua. Dengan perubahan iklim ini kemiskinan akan meningkat, orang-orang akan kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, serta akan berdampak pada perempuan dan anak-anak. Untuk menghadapi hal ini  kita harus berjuang setiap saat. Tentu saja hal ini tidak bisa dilakukan oleh satu negara saja melainkan harus bersama- sama saling bahu-membahu,” papar Pacheco.

Pacheco menegaskan, tentu saja masalah ini tidak cukup hanya sebatas wacana, akan tetapi harus ditindaklanjuti. “Seperti yang telah kita lakukan barusan, kita menanam 1 pohon secara simbolis yang mencerminkan nilai-nilai dari konferensi ini. Begitu juga nantinya setiap delegasi IPU akan menanam 1 pohon  di pulau ini sebagai tonggak bahwa kita pernah berada di sini dan juga sebagai pengingat jika suatu saat kita kembali berkunjung ke Pulau Bali ini lagi,” ujarnya.

Tentu saja selain hal tersebut, kata Pachecho, permasalahan yang lain juga akan dibahas, seperti masalah gender, partisipasi generasi muda di kancah politik, karena masa depan adalah milik generasi muda dan perlu adanya keterlibatan mereka lebih jauh lagi di dalam parlemen.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Terima Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI

Akan tetapi isu yang urgent yang akan dibahas dalam forum ini adalah situasi antara Ukraina dan Rusia. “Karena tidaklah mungkin kita datang kesini dari berbagai belahan dunia untuk membahas berbagai masalah global dalam forum, dan melupakan perang yang mungkin tidak saja mempengaruhi kedua negara tersebut akan tetapi juga berdampak ke seluruh dunia. Mari kita mulai pekerjaan kita, dan saya yakin dengan komitmen dari seluruh anggota parlemen forum IPU akan berjalan sukses,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Published

on

By

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan P. Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi memberikan keterangan pers kepada awak media di Vladivostok, Kamis (3/9/2026).
BERI KETERANGAN: Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, memberikan keterangan pers kepada awak media di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Vladivostok, Federasi Rusia, baliilu.com – Pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026, membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara mulai dari pertanian, energi dan sumber daya mineral, mineral, pertahanan, hingga investasi dan perkapalan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan bahwa salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama tersebut adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya di Vladivostok.

Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri. Kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.

“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ungkapnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman untuk studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global. Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

Baca Juga  Wakil Ketua BKSAP DPR-RI Supadma Rudana: IPU jadi Momentum Pulihnya Pariwisata dan Perekonomian Bali

“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Dirut Pupuk Indonesia.

Selain sektor pupuk, Rosan mengungkapkan adanya peluang kerja sama di bidang perkapalan. Dalam pertemuan bilateral, Presiden Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.

“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.

Menindaklanjuti tawaran tersebut, Presiden Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.

Rosan juga menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia yang diharapkan makin membuka ruang perdagangan dan investasi kedua negara. Terlebih, perdagangan Indonesia–Rusia tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.

“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” pungkas Rosan.

Rangkaian kesepakatan dan peluang tersebut menunjukkan bahwa pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin tidak hanya mempererat hubungan politik Indonesia–Rusia, tetapi juga diarahkan pada kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian, industri, dan ketahanan nasional kedua negara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Ke-11, Presiden Prabowo: Pasifik Bukan Pemisah, tapi Jalan Raya Ekonomi Indonesia–Rusia

Published

on

By

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Far Eastern Federal University, Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026).
HADIRI EEF: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Vladivostok, Federasi Rusia, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026, sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin. Forum ekonomi yang berlangsung pada 1-4 September 2026 tersebut, mengangkat tema The Far East: Development for the Benefit of the People dan menjadi ajang pertemuan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, serta para ahli dari Rusia dan berbagai negara.

Presiden Putin menjadi pembicara pembuka sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya sebagai tamu kehormatan utama. Setelah itu, forum dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari tiga tamu lainnya, yaitu Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Ding Xuexian.

Dalam pidatonya, Presiden Putin menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin dan delegasi dari berbagai negara pada EEF ke-11. Ia menekankan pentingnya kawasan Asia-Pasifik sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

“Kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan pusat pertumbuhan yang kuat dan menentukan laju pembangunan bagi seluruh perekonomian global,” ujar Presiden Putin.

Menurut Presiden Putin, Rusia merupakan salah satu negara yang aktif terlibat dalam kerja sama investasi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik. Ia menegaskan bahwa Rusia membangun kerja sama dengan mitra-mitranya secara setara, termasuk melalui berbagai asosiasi integrasi di kawasan.

”Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur, dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial,” kata Presiden Putin.

Baca Juga  Wakil Ketua BKSAP DPR-RI Supadma Rudana: IPU jadi Momentum Pulihnya Pariwisata dan Perekonomian Bali

Sementara itu, Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Putin, Pemerintah Federasi Rusia, dan Roscongress Foundation atas undangan untuk hadir dan berbicara dalam forum tersebut. Kepala Negara mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya pada tahun yang sama dan berharap hubungan tersebut semakin memperkuat kerja sama kedua negara, sekaligus membuka peluang bagi Presiden Putin serta para peserta forum untuk berkunjung ke Indonesia.

”Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan alasan Indonesia berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan kawasan Rusia Timur Jauh dan Eurasian Economic Union (EAEU). Menurut Presiden Prabowo, posisi geografis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik memberikan peluang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia, termasuk Rusia.

”Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat ke Timur Jauh Rusia dan ke Uni Ekonomi Eurasia,” ungkapnya._

Presiden Prabowo menilai Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan dalam hal bentang wilayah yang luas. Presiden Prabowo juga menyinggung tantangan yang dihadapi negara dengan wilayah luas, ketika pusat pemerintahan dapat terasa jauh dari komunitas yang berada di wilayah perbatasan.

Namun, bagi Presiden Prabowo, jarak geografis antara Vladivostok dan Indonesia tidak semestinya menjadi penghalang. Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Samudra Pasifik tidak seharusnya dipandang sebagai pemisah antara Rusia dan Indonesia.

”Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” kata Presiden Prabowo.

Baca Juga  PLN Amankan Pasokan Listrik Selama IPU ke-144 di Bali

Pesan tersebut menjadi salah satu penegasan utama Presiden Prabowo di EEF ke-11 bahwa Indonesia memandang kawasan Pasifik bukan sebagai batas geografis, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru.

Melalui kemitraan yang semakin erat dengan Rusia dan kawasan Eurasia, Indonesia ingin menjadikan kedekatan geografis di kawasan Pasifik sebagai kekuatan untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Singgih Januratmoko: Kerukunan Masyarakat Tengger Layak Jadi Teladan

Published

on

By

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko bersama Tim melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).
KUNKER: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko bersama Tim melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengapresiasi kuatnya kerukunan dan semangat pluralisme yang terjaga di tengah masyarakat Suku Tengger, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Menurutnya, kehidupan masyarakat Tengger yang saling menghormati dan membantu antarpemeluk agama merupakan teladan nyata bagi daerah lain di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Singgih usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). Ia menilai sikap saling menjaga dalam menjalankan aktivitas keagamaan menjadi bukti bahwa keberagaman dapat berjalan harmonis di tengah kehidupan masyarakat.

“Kita memang sangat menghargai, sangat merekomendasikan sekali. Tadi ada tokoh masyarakat yang menyampaikan di sini pluralisme sangat baik, gotong-royong juga baik sekali,” ujar Singgih.

Ia mencontohkan, ketika umat Hindu melaksanakan kegiatan keagamaan, masyarakat Muslim turut menjaga dan membantu. Begitu pula sebaliknya, ketika umat Islam menjalankan kegiatan keagamaan, masyarakat Hindu turut memberikan dukungan.

“Kalau ada umat Hindu yang acara keagamaan, yang menjaga dari Islam. Kalau Islam ada kegiatan keagamaan, dari Hindu. Itu baik sekali, bisa dicontoh oleh daerah-daerah yang lain,” katanya.

Singgih menyebut kondisi tersebut menjadi semakin penting karena masyarakat Tengger hidup dalam lingkungan yang memiliki keberagaman agama. Dari sekitar 12 ribu hingga 14 ribu penduduk di wilayah tersebut, sekitar 40 persen di antaranya merupakan umat Hindu.

Menurutnya, praktik toleransi, gotong-royong, dan saling menghormati yang berlangsung secara nyata di tengah masyarakat merupakan modal sosial penting dalam memperkuat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita berharap ini bisa dijalankan terus dan menjadi contoh juga untuk daerah-daerah yang lain. Saya rasa sangat membanggakan sekali untuk wilayah Tengger, pluralismenya, kebersamaannya, dan saling menghormatinya,” tutur Singgih.

Baca Juga  Wakil Ketua BKSAP DPR-RI Supadma Rudana: IPU jadi Momentum Pulihnya Pariwisata dan Perekonomian Bali

Dalam kunjungan tersebut, Singgih menegaskan Komisi VIII tidak hanya hadir untuk menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat Hindu Tengger. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dalam pembentukan kebijakan, penyusunan anggaran, serta pengawasan terhadap Kementerian Agama RI.

Komisi VIII, lanjutnya, juga berkomitmen mendorong penguatan layanan keagamaan yang adil, merata, dan inklusif, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana peribadatan serta pendidikan keagamaan. “Nilai-nilai kedamaian, kebersamaan, dan keharmonisan ini merupakan benteng moral yang menjaga keutuhan NKRI dan kebinekaan bangsa kita,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca