Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ketua MGPSSR Bali Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Panti Pasek Bendesa Hyang Selat

BALIILU Tayang

:

eka
HADIRI KARYA NGENTEG LINGGIH: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua MGPSSR Provinsi Bali menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa di Pura Panti Pasek Bendesa Hyang Selat Kerobokan, Selasa (12/3). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, Selasa (12/4) menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa di Pura Panti Pasek Bendesa Hyang Selat Kerobokan. Karya ngenteg linggih yang dipuput langsung oleh Ida Pandita Mpu Jaya Reka Merta Yoga, Ida Rsi Agung Adnyana Telabah Pemecutan dan Ida Pandita Mpu Siwa Putra Samyoga ini juga melaksanakan pawintenan pemangku dan metatah.

Ketua MGPSSR Provinsi Bali turut medana punia secara pribadi sebesar Rp 20 Juta. Turut hadir DPRD Badung, AA Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra, Yajamana Karya Ida Bhawati Gede Ngurah Eka Susila, Perwakilan MGPSSR Badung dan undangan lainnya.

Seusai melaksanakan persembahyangan bersama, Bupati Giri Prasta dalam sambrama wacananya mengatakan, Karya Ngenteg Linggih di Pura Panti Pasek Bendesa Hyang Selat yang jatuh pada Buda Wage Wuku Ukir ini merupakan bagian dari swadarma Semeton Pasek Bendesa Hyang Selat, Desa Kerobokan.

Bupati berharap melalui Karya Ngenteg Linggih ini Semeton Pasek agar selalu astiti bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Saya dan Semeton Pasek lainnya, merupakan keluarga besar satu darah. Mari kita sebagai Keluarga Besar Pasek membangun persaudaraan yang kuat, bersatu membangun Bali yang seutuhnya dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada umumnya, saya ingin keluarga besar Pasek juga menjadi tuan di tanahnya sendiri. Yang dulu ada hal tidak baik, kita tinggalkan, yang baik kita pertahankan, kita kuatkan dan kita lestarikan, yang sekarang kita lakukan dengan baik dan yang ke depan kita sempurnakan,” tegasnya.

Pihaknya juga mengatakan, merupakan sebuah kewajiban bagi dirinya untuk mengingatkan Semeton Pasek agar selalu eling pada jati diri dalam melaksanakan Catur Swadarmaning Kepasekan dan Sesana Kepasekan. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta juga mengajak Semeton Pasek untuk menunjukkan jati diri, dengan mengedepankan rasa bakti ring Ida Hyang Widhi Wasa, bakti ring kawitan, tindih ring bhisama dan guyub ring semeton.

Ke depannya Bupati Giri Prasta juga akan melihat secara langsung dadia-dadia yang perlu diperbaiki dan membuat big data dengan melakukan pendataan terhadap keberadaan dadia, Sulinggih Pasek dan Semeton Pasek di seluruh kecamatan yang ada di Bali.

Baca Juga  Fraksi Golkar DPRD Badung Dukung Postur Perubahan APBD 2026 Menuju Pembangunan Pariwisata Berkualitas

“Saya menginginkan tidak ada lagi friksi dan faksi dalam urusan mahagotra. Saya siap selalu berdiri paling depan untuk Semeton Pasek, jangan sampai terjadi diskriminasi dan jangan sampai terpecah belah. Saya mohon untuk semuanya kita bersatu. Karena kalau kita bersatu, setengah perjuangan kita berhasil. Apabila tidak bersatu setengah perjuangan kita gagal. Saya akan perjuangkan semua hak-hak Semeton Pasek ini,” ujarnya.

Sementara Yajamana Karya Ida Bhawati Gede Ngurah Eka Susila mengatakan, rampungnya perbaikan pura tidak terlepas dari dukungan Bupati dan Pemkab Badung serta swadaya masyarakat. Kami atas nama krama pengempon pura menghaturkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan DPRD Badung yang telah mendukung pembangunan pura termasuk yadnya yang kami laksanakan.

Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa Mapedudusan Pura Panti Pasek Bendesa Hyang Selat Kerobokan di mana puncak karya dilaksanakan hari ini. Sebelumnya tanggal 5 maret dilakukan ngatur piuning dan bendu guru piduka serta 21 maret dilaksanakan nunas pekuluh dan nunas tirta pengingsahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wabup Alit Sucipta “Upasaksi Nebes Tapakan” di Pura Dwijendra Batanbuah

Pemkab Badung Kucurkan Hibah Rp 1 Miliar

Loading

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta Hadiri Upacara Nebes Tapakan Batanbuah
HADIRI UPACARA: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, balillu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026).

Karya yang bertepatan dengan Purnama Kapat ini dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Tegeh Abiansemal dan dihadiri oleh Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Penglingsir Puri, unsur Tripika, serta para perbekel setempat.

Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi tinggi semangat gotong-royong krama Banjar Adat Batanbuah yang secara swadaya mengumpulkan iuran demi menyukseskan upacara luhur ini.

“Semangat kebersamaan ini merupakan bentuk sradha dan cihna bhakti yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Badung selalu hadir untuk memastikan setiap niat suci krama dalam melestarikan tradisi tetap berjalan lancar. Kami juga mengajak seluruh warga menjaga persatuan demi mendukung program pelestarian seni, adat, agama, dan budaya berbasis kearifan lokal,” ujar Bagus Alit Sucipta.

Sebagai bukti nyata komitmen daerah, Pemkab Badung resmi mengalokasikan bantuan dana hibah pada Anggaran Perubahan 2026 sebesar Rp 1 miliar.

Sementara itu, perwakilan panitia karya, I Made Budayasa, menjelaskan bahwa persiapan rangkaian upacara ini sejatinya telah dirancang matang selama 9 bulan. Sebanyak 545 Kepala Keluarga (KK) secara mandiri mengumpulkan urunan sebesar Rp 600.000 per KK hingga berhasil menghimpun dana awal Rp 300 juta, dari total keseluruhan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 1,3 miliar.

Pihak panitia pun menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran jajaran pemerintah dan gelontoran dana hibah tersebut. Rangkaian prosesi Ngodak Tapakan (Ratu Gede, Ratu Sakti/Ratu Lingsir, Ratu Ayu, Ratu Alit) ini dijadwalkan akan terus bergulir hingga mencapai puncak prosesi upacara Melaspas pada 9 Desember 2026 mendatang. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua Komisi II DPRD Badung Hadiri Penanaman Mangrove Serentak Se-Indonesia

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Persembahyangan Bersama Jajaran Pemkab Tabanan di Pura Penataran Agung Lempuyang Madya

Published

on

By

Bupati Sanjaya, Pemkab Tabanan, Karya Melaspas, Budaya Bali
KARYA MELASPAS: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir dalam pelaksanaan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya, Desa Lempuyang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Tbn)

Karangasem, baliilu.com – Nuansa sradha bhakti dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya, Desa Lempuyang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (26/9/2026). Dalam momentum sakral yang bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir mengikuti persembahyangan Bhakti Penganyar Pemerintah Kabupaten Tabanan sebagai wujud bhakti sekaligus dukungan terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya Bali.

Didampingi Sekda dan Pimpinan perangkat daerah terkait dan staf, menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung pelaksanaan karya keagamaan, termasuk upaya penataan dan penyempurnaan sarana prasarana Pura Penataran Agung Lempuyang Madya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, Wakapolda Bali, anggota DPD RI, anggota DPR RI, serta undangan terkait lainnya.

Dalam rangkaian karya tersebut, Bupati Sanjaya turut mengikuti prosesi Mendem Pedagingan di Pura Luhur Lempuyang, khususnya pada kawasan Batu Payogan Dukuh, sebagai bagian dari rangkaian upacara setelah dilaksanakannya penataan dan penyempurnaan pura. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam mengembalikan fungsi, kesucian, dan kelengkapan niskala pura sebagai tempat suci yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian karya dan Pujawali tersebut. Menurutnya, penataan dan penyempurnaan pura bukan hanya berkaitan dengan pembangunan secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan tempat suci serta keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan para leluhur.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga keajegan Bali melalui semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penanaman bambu yang dilaksanakan setelah rangkaian persembahyangan, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam Bali.

Baca Juga  Pusat Kebudayaan Bali akan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Melalui pelaksanaan Bhakti Penganyar ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap rangkaian Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya dapat berjalan lancar dan membawa kerahayuan bagi seluruh umat. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kesucian tempat suci, melestarikan adat dan budaya, serta mempertahankan semangat sradha bhakti dan gotong-royong dalam kehidupan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Rahina Purnama Kapat, Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pujawali Padudusan Alit Banjar Pegok” 

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Banjar Pegok
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Pujawali Padudusan Alit Pura Begawan Penyarikan lan Pura Kesumasari, di Banjar Pegok, Sesetan, Sabtu (26/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Saniscara Umanis Bala, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Pujawali Padudusan Alit Pura Begawan Penyarikan lan Pura Kesumasari, di Banjar Pegok, Sesetan, Sabtu (26/9).

Turut hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar, Putu Melati Purbaningrat Yo, Camat Denpasar Selatan, I Kadek Ermanto, Kabag Kesra Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, undangan terkait lainnya.

Usai karya Pujawali ini berlangsung, Wawali Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Banjar Pegok ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Arya Wibawa juga menekankan pentingnya implementasi Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari, dan juga semangat gotong royong yang sejalan dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam. Pihaknya berharap, nilai-nilai luhur ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Lebih dari itu, Arya Wibawa juga menyampaikan, setelah dilaksanakannya upacara ini seluruh umat terutama warga Banjar Pegok dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Semoga upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif di lingkungan banjar setempat,” katanya.

Manggala Karya, Made Setiadi menyampaikan, pelaksanaan karya ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga untuk menetralisir aura negatif yang mengganggu kehidupan manusia, khususnya krama Banjar Pegok, Sesetan.

“Karya Pujawali ini kami laksanakan bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat. Astungkara, semoga dapat dianugerahi karahayuan bagi seluruh Krama Banjar Pegok,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  DPRD Badung Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2575
Lanjutkan Membaca