Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Koster Serahkan Bantuan Paket Sembako kepada Pepabri

BALIILU Tayang

:

de
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menyerahkan paket sembako kepada Ketua DPD Pepabri Provinsi Bali Kombes Pol. Purn Drs. I Wayan Nuada. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan paket sembako kepada Purnawirawan dan Warakauri TNI dan Polri yang tergabung dalam Pepabri. Bantuan paket sembako juga diberikan kepada staf, sopir dan cleaning service yang dalam kesehariannya bertugas di sekretariat PKK, Dekranasda dan PAKIS Bali.

Penyerahan bantuan paket sembako dilaksanakan di Gedung Jayasabha, Minggu (13/3/2022). Total sembako yang diserahkan berjumlah 41 paket dengan perincian, 25 paket untuk Pepabri, 5 paket untuk staf PKK, 7 paket untuk staf Dekranasda dan 4 paket untuk staf PAKIS Bali. Masing-masing paket berisi 25 Kg beras, 2 Kg gula pasir, 1 botol minyak tandusan dan 1 krat telur.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat memberikan sambutan. (Foto: Ist)

Dalam sambutan singkatnya, Ny. Putri Koster yang juga selaku Ketua Dekranasda dan Manggala Utama Pasikian Paiketan Krama Istri Desa Adat di Bali (PAKIS Bali) menghaturkan terima kasih kepada para purnawirawan dan warakauri yang tergabung dalam DPD dan DPC Pepabri Bali. Sebab tanpa dukungan dan keberpihakan dari Pepabri serta komponen masyarakat lainnya, pelaksanaan program pembangunan Bali di bawah kepemimpinan pasangan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) tidak akan berjalan optimal.

“Terima kasih atas dukungan dan keberpihakan jajaran Pepabri, karena dengan ini Bapak Gubernur bisa menjalankan swadharma dengan baik,” ujarnya sembari menyampaikan bahwa melalui Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pembangunan tak hanya diarahkan pada sekala (fisik) tapi juga menyentuh sisi niskala yang menjadi spirit pembangunan daerah Bali. 

Ia juga menambahkan bahwa capaian progres pembangunan fisik Daerah Bali saat ini tak terlepas dari pengalaman Gubernur Bali Wayan Koster yang selama tiga periode duduk di kursi legislatif (DPR RI). Akses di pusat itu kemudian dimanfaatkan dengan baik untuk merealisasikan sejumlah pembangunan fisik yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bali. Sejumlah megaproyek strategis yang mulai bisa diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama yaitu short cut di jalur Denpasar-Buleleng, dimulainya penataan kawasan Pura Besakih dan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di kawasan Gunaksa, pembangunan dermaga segitiga emas yang memudahkan akses Bali daratan menuju Pulau Nusa Penida dan yang terbaru adalah Tol Gilimanuk-Mengwi yang siap dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Baca Juga  Bunda PAUD Provinsi Bali Ny. Putri Koster Menyapa Anak-anak secara Virtual

Untuk memberi informasi lebih detail, Ny. Putri Koster mengajak jajaran Pepabri menyimak tayangan video terkait progres pembangunan yang dicapai. Ia pun memberi ulasan singkat terkait dengan sejumlah megaproyek yang saat ini tengah dibangun dan beberapa bagian diantaranya sudah rampung. Pembangunan fisik berupa akses jalan seperti short cut di jalur Denpasar-Singaraja dan tol Gilimanuk-Mengwi serta pembangunan dermaga segitiga yang menghubungkan Bali daratan dengan Pulau Nusa Penida menurutnya merupakan langkah nyata dalam upaya menyeimbangkan perekonomian Bali.

“Sebelumnya sudah banyak pihak yang berkomentar tentang ketimpangan pembangunan Bali, tapi belum ada action. Inilah langkah nyata yang dilakukan oleh Bapak Gubernur,” ujarnya.

Selanjutnya, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) adalah sebuah mahakarya monumental sebagai program prioritas membangun adat istiadat, seni budaya dan kearifan lokal Bali. PKB yang berdiri di atas lahan seluas 334 hektar menggambarkan penjabaran dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Pengaplikasian di antaranya melalui hutan buatan, taman, fasilitas seni, pameran, kuliner UMKM hingga waduk dan pelabuhan hingga menjadikan kawasan ini merupakan kawasan lengkap yang mengimplementasikan filosofi dari visi pembangunan Bali. Lebih dari itu, di kawasan itu nantinya juga akan dibangun pusat pelatihan bagi kelompok difabel.

Selain membeber sejumlah capaian pembangunan fisik, kesempatan bertatap muka dengan jajaran Pepabri juga dimanfaatkan oleh Ny. Putri Koster untuk menyosialisasikan sejumlah regulasi yang dalam implementasinya sangat membutuhkan peran aktif masyarakat. Regulasi yang dimaksud diantaranya Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Ia sangat berharap, jajaran Pepabri mengambil peran aktif dalam menyukseskan regulasi yang sangat berkaitan dengan upaya pelestarian alam Bali itu.

Baca Juga  Putri Koster Buka Sosialisasi Transformasi Posyandu

Pada bagian lain, perempuan yang dikenal memiliki multitalenta ini juga menyinggung pentingnya upaya memberi perhatian bagi warga senior atau lanjut usia. Ia menjelaskan bahwa Pemprov Bali telah memiliki payung hukum berupa Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. “Mari kita cermati bersama, apa yang bisa dilakukan untuk kesejahteraan warga senior mengacu pada Perda tersebut. Intinya bagaimana para lansia di Bali terjaga kesehatannya, keharmonisan dan kebahagiaannya,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengajak warga senior yang tergabung dalam wadah Pepabri menjauhkan pikiran atau rasa tidak berguna. “Jangan merasa tidak berguna, sudah saatnya para lansia hanya menikmati kebahagiaan. Karena pada masa produktif sudah cukup melakukan hal terbaik untuk keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara,” imbuhnya.

Ketua DPD Pepabri Provinsi Bali Kombes Pol. Purn Drs. I Wayan Nuada menyampaikan komitmen jajarannya untuk mendukung suksesnya program pembangunan yang saat ini tengah dilaksanakan Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Ia pun mengungkap rasa kagum karena banyaknya megaproyek infrastruktur strategis yang terealisasi dengan cepat di bawah kepemimpinan Gubernur asal Desa Sembiran itu.

Pada bagian lain, ia menghaturkan terima kasih atas perhatian Ketua TP PKK Ny. Putri Koster terhadap anggota Pepabri yang rata-rata sudah memasuki usia lanjut. Hal senada diutarakan Ketua DPC Pepabri Kabupaten Klungkung Wayan Mandra. Menurutnya, Gubernur Wayan Koster adalah sosok yang sangat gesit dalam berjuang ke pusat sehingga Bali mendapat aliran dana dalam mempercepat pembangunan yang manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tri Suswanti Tito Karnavian Apresiasi Registrasi Posyandu di Bali

Dorong Kader PKK Berperan Aktif Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Loading

Published

on

By

Pembukaan Sosialisasi Registrasi Posyandu Bali
SOSIALISASI: Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Ny. Tri Suswanti Tito Karnavian, saat membuka Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), Denpasar, Rabu (21/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Ny. Tri Suswanti Tito Karnavian, mengapresiasi capaian Provinsi Bali dalam pelaksanaan registrasi Posyandu yang dinilai lebih maju dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), Denpasar, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TP PKK/Tim Pembina Posyandu Pusat dan TP PKK/Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.

Dalam arahannya, Ny. Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa registrasi Posyandu menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan dan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui registrasi, pemerintah dan Tim Pembina Posyandu dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi kelembagaan, memetakan kebutuhan, serta menyusun program pembinaan dan pengembangan Posyandu secara lebih terarah.

Menurutnya, pelaksanaan registrasi Posyandu di Bali menunjukkan komitmen pemerintah daerah bersama Tim Pembina Posyandu dalam memperkuat tata kelola kelembagaan hingga ke tingkat desa. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi daerah lain untuk mempercepat proses registrasi Posyandu di wilayah masing-masing.

“Saya yakin Bali ini jauh lebih maju karena secara luas yang meregistrasi ini baru Bali. Oleh sebab itu, ini salah satu penghargaan untuk Bali, kita melaksanakan kegiatan ini di sini,” ujar Ny. Tri Tito Karnavian.

Selain menyoroti penguatan kelembagaan Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian juga mengajak seluruh kader PKK dan Posyandu untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, kedekatan kader dengan masyarakat menjadi modal penting untuk memberikan edukasi, mengenali persoalan di lingkungan sekitar, serta membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Baca Juga  Pameran Serangkaian HUT Ke-43 Dekranas, Ny. Putri Koster Gaungkan Kekayaan Kain Tenun Tradisional Bali

Ia menekankan bahwa kader PKK dan Posyandu perlu dibekali pengetahuan mengenai penanganan kasus kekerasan, baik fisik maupun verbal. Dengan pemahaman yang memadai, kader diharapkan tidak hanya berperan dalam upaya pencegahan, tetapi juga mampu memberikan dukungan awal dan membantu menghubungkan korban dengan pihak yang berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Karena kita adalah kader PKK dan kader Posyandu yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, tentunya kita juga harus punya bekal bagaimana penanganan hal-hal tersebut bilamana terjadi di lingkungan kita,” tegasnya.

Ny. Tri Tito Karnavian juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan PKK dan Posyandu agar mampu menjalankan peran secara optimal dalam mendukung berbagai program pemerintah. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta jajaran PKK dan Posyandu terus diperkuat sehingga pelaksanaan program dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan memberikan manfaat nyata.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi seluruh jajaran TP PKK dan Tim Pembina Posyandu se-Bali untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta memperkuat pemahaman mengenai kesadaran hukum keluarga dan tata kelola kelembagaan Posyandu.

“Kami berterima kasih karena telah diberikan kesempatan oleh TP PKK/Tim Pembina Posyandu Pusat sehingga TP PKK/Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali dan kabupaten/kota se-Bali dapat menimba pengetahuan dalam kegiatan ini,” ujar Putri Koster.

Putri Koster juga mengajak seluruh pengurus dan kader PKK serta Posyandu yang mengikuti sosialisasi agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius sehingga materi yang diperoleh tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pembinaan masyarakat di wilayah masing-masing.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Tutup Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 2 Tahun 2023

Menurut Putri Koster, pemahaman mengenai keluarga sadar hukum dan registrasi Posyandu merupakan dua hal penting yang perlu dikuasai oleh jajaran pengurus dan kader. Kesadaran hukum diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan perlindungan keluarga, sedangkan registrasi Posyandu menjadi bagian dari upaya mewujudkan kelembagaan yang tertib, terdata, dan mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ny. Tri Tito Karnavian juga menyerahkan bantuan sanitasi komunal dari pemerintah pusat senilai Rp 500 juta untuk mendukung peningkatan fasilitas sanitasi masyarakat di 10 desa. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan toilet umum permanen di desa-desa yang masih membutuhkan peningkatan sarana sanitasi. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Selain bantuan sanitasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan KTP elektronik bagi pelajar SMA di Bali yang baru pertama kali memiliki KTP serta penyerahan bantuan sembako dari TP PKK/Tim Pembina Posyandu Pusat kepada kader PKK Provinsi Bali. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, kesejahteraan masyarakat, serta pemberdayaan kader PKK dan Posyandu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU BALI Petakan Pengelolaan dan Distribusi Logistik Sebagai Data Awal SILOG 4.0

Published

on

By

FGD Logistik Pemilu KPU Bali
FGD: KPU Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peta Pengelolaan dan Distribusi Logistik Provinsi Bali sebagai Data Awal Sistem Informasi Logistik (SILOG) 4.0 di Ruang Rapat Kantor KPU Provinsi Bali, Selasa (20/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penguatan sistem informasi dan integrasi data menjadi langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan logistik pemilu yang lebih akurat, efisien, dan akuntabel. Untuk mendukung upaya tersebut, KPU Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peta Pengelolaan dan Distribusi Logistik Provinsi Bali sebagai Data Awal Sistem Informasi Logistik (SILOG) 4.0 di Ruang Rapat Kantor KPU Provinsi Bali, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, serta dihadiri Anggota KPU Republik Indonesia, Yulianto Sudrajat, Ketua dan Anggota KPU Provinsi Bali, Sekretaris KPU Provinsi Bali, para Sekretaris KPU Kabupaten/Kota, Kesbangpol Provinsi Bali, serta jajaran sekretariat. Dalam sambutannya, Lidartawan menyampaikan bahwa KPU Bali telah menyiapkan data awal pengelolaan logistik berdasarkan pengalaman Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024. Data tersebut mencakup penerimaan dan penyimpanan logistik, distribusi, pengembalian, hingga penghapusan logistik.

Selain data pengelolaan, KPU Bali juga menyiapkan pemetaan jalur distribusi logistik di kabupaten/kota, termasuk urutan tujuan pengiriman, kebutuhan kendaraan, perkiraan biaya transportasi, serta kebutuhan penyeberangan antarpulau. Pemetaan ini diharapkan menjadi bahan pendukung dalam pengembangan SILOG 4.0, sekaligus membantu penyusunan perencanaan distribusi yang lebih terukur sesuai kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah. KPU Bali juga mengkaji alternatif penanganan logistik untuk memperoleh pola kerja yang lebih efektif dan efisien dari sisi anggaran.

Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat, mengapresiasi inisiatif KPU Bali dalam menyiapkan data dan pemetaan distribusi sebagai masukan bagi pengembangan SILOG 4.0. Ia menegaskan bahwa pengelolaan logistik pemilu harus memenuhi prinsip tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat waktu. Pengalaman Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 perlu menjadi pijakan untuk membangun sistem yang lebih profesional, modern, dan terintegrasi. Dalam diskusi tersebut, Kepala Bagian Dokumentasi dan Pemeliharaan Logistik, Adrian Aditya Nagara, bersama tenaga ahli KPU RI, Ikhwanudin, turut memberikan pembahasan mengenai penguatan perencanaan kebutuhan logistik, pengelolaan persediaan, serta mitigasi risiko distribusi.

Baca Juga  Pameran Serangkaian HUT Ke-43 Dekranas, Ny. Putri Koster Gaungkan Kekayaan Kain Tenun Tradisional Bali

Pembahasan juga menyoroti pentingnya validasi data pada setiap tahapan, mulai dari penerimaan logistik, penyortiran, pelipatan, pengepakan, hingga pendistribusian. Setiap selisih jumlah perlu ditelusuri berdasarkan catatan dan hasil pemeriksaan agar penanganan kekurangan logistik dapat dilakukan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pemetaan rute distribusi perlu didukung data geografis, jarak tempuh, kebutuhan kendaraan, perkiraan waktu perjalanan, serta identifikasi wilayah yang memerlukan penanganan khusus. Penguatan tata kelola gudang, standardisasi prosedur, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam penyempurnaan SILOG 4.0.

Melalui FGD ini, KPU Provinsi Bali berharap data awal dan hasil pemetaan yang telah disiapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan SILOG 4.0. Ke depan, sistem yang terintegrasi diharapkan mampu menjaga kesinambungan pengetahuan kelembagaan, meningkatkan efisiensi pekerjaan, serta memperkuat pengelolaan logistik yang tertib dan akuntabel di seluruh tingkatan KPU. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen KPU Bali untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang semakin profesional dan memastikan kebutuhan pemilih terpenuhi dengan baik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dukung Langkah Kapolri Minta Fatwa MUI Soal Larangan Vape

Published

on

By

Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo
Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo. (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mendukung Langkah Kapolri yang mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengkaji fatwa terkait penggunaan vape. Menurutnya, vape saat ini kerap disalahgunakan untuk peredaran narkoba.

“Saya mendukung langkah Kapolri yang mendorong MUI mengkaji fatwa terkait vape. Jika benar rokok elektrik disalahgunakan sebagai modus peredaran narkoba, persoalan ini harus ditangani secara serius karena menyangkut keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Rudianto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Legislator Fraksi Partai NasDem dari Dapil Sulsel I itu mengatakan fatwa MUI perlu dikaji secara mendalam. Ia berharap peredaran vape yang disalahgunakan bisa ditekan bila ada fatwa MUI.

“Namun, kajian fatwa perlu dilakukan secara mendalam dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, sosial, dan hukum. Yang terpenting, kita harus memastikan vape tidak menjadi celah baru bagi peredaran narkoba,” tukas Rudianto dikutip dari laman dpr.go.id.

Ia mengatakan penegakan hukum harus ditingkatkan oleh Polri dalam memberantas peredaran narkotika melalui vape. Ia berharap edukasi hingga pencegahan digencarkan ke masyarakat. “Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan vape untuk kejahatan harus diperkuat, disertai edukasi dan pencegahan agar masyarakat terlindungi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh menyambut permintaan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto terkait fatwa haram terhadap rokok elektrik atau vape. Niam mengatakan MUI siap menindaklanjuti usulan dari Kapolri.

“Kapolri saat kunjungan silaturrahim ke MUI, menyampaikan bahaya vape, karenanya MUI akan menindaklanjutinya dalam pembahasan mendalam dengan berbagai pendekatan,” kata Niam, Jumat (16/10).

Permintaan Kapolri itu disampaikan saat bertandang ke kantor MUI Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/10). Kapolri menyebut angka penyelundupan narkoba menggunakan modus rokok elektrik saat ini semakin tinggi. (gs/bi)

Baca Juga  Bunda PAUD Provinsi Bali Ny. Putri Koster Menyapa Anak-anak secara Virtual

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca