Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

KKL, Prodi Sastra Bali Unud Sambut Rombongan FKIP Universitas Lampung

BALIILU Tayang

:

kunjungan universitas lampung ke unud
SAMBUT HANGAT: Prodi Sastra Bali FIB Unud saat menyambut hangat rombongan dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Lampung (S1) FKIP Universitas Lampung sebagai rangkaian dari Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang berlangsung pada Kamis (23/11/2023) bertempat di Gedung Aula Widya Sabha Mandala, Gedung Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. (Foto: Hms Unud)

Denpasar, baliilu.com – Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menyambut hangat rombongan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung (S1) FKIP Universitas Lampung sebagai rangkaian dari Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang berlangsung pada Kamis (23/11/2023) bertempat di Gedung Aula Widya Sabha Mandala, Gedung Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.

Rombongan Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung (S1) FKIP Universitas Lampung, Dr. Iqbal Hilal, M.Pd., bersama 9 orang dosen pendamping dan 86 mahasiswa ini diterima oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIB Unud, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si., Koordinator Program Studi Sastra Bali FIB Unud, Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M.Hum. beserta para dosen dan mahasiswa angkatan 2021 Program Studi Sastra Bali FIB Unud.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIB Unud, Dr. Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, S.S., M.Si  menyampaikan rasa senangnya atas kedatangan rombongan dari FKIP Universitas Lampung dan sangat antusias dengan diadakannya Kuliah Kerja Lapangan ini karena dapat menjadi ajang saling bertukar informasi dan pengalaman dalam belajar bahasa.

“Saya sangat senang atas diadakannya KKL ini karena kita dapat bertukar informasi dan pengalaman dalam mempelajari bahasa di nusantara, dan generasi muda menjadi penerusnya,” ungkap Dr. Puji.

Koordinator Program Studi Sastra Bali, Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M.Hum mengungkapkan bahwa Program Studi Sastra Bali merupakan program studi yang sangat menjunjung kelestarian bahasa daerah. Ia menambahkan bahwa bahasa merupakan kunci dari kehidupan. Kegiatan pelestarian bahasa daerah di FIB Unud ditunjang dengan adanya Unit Lontar Universitas Udayana yang memiliki koleksi lontar lebih dari 150 naskah lontar dan unit ini selalu rutin mengadakan konservasi.

Baca Juga  Prodi Ilmu Sejarah FIB Unud Terima Kunjungan Departemen Sejarah FIS UNM

“Saya yakin betul belajar bahasa sangatlah penting, namun melestarikan bahasa daerah jauh lebih penting demi keberlangsungan identitas suatu daerah. Kami dari Sastra Bali sangat menyambut kegiatan ini karena dapat saling bertukar informasi mengenai bahasa-bahasa di Nusantara,” ungkap I Ketut Sulibra, M.Hum.

Salah seorang dosen pendamping mahasiswa KKL Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung FKIP Universitas Lampung, Dr. Munaris, M.Pd. menyampaikan bahwa pada kunjungan ini FKIP Universitas Lampung membawa 86 orang mahasiswa dan merupakan angkatan pertama dari Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung.

“Kami datang membawa 86 orang mahasiswa yang merupakan angkatan pertama dan baru punya adik tingkat 2 bulan lalu. Terbentuknya program studi ini merupakan bentuk sinergritas pemerintah Lampung dalam merevitalisasi bahasa daerah kami,” ungkap Dr. Munaris.

Selain itu, di sela-sela acara, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung memperkenalkan dialog salam khas Lampung yang diajarkan pada mahasiswa Program Studi Sastra Bali yaitu “Tabik pun” dan dibalas dengan “iya pun” serta memperkenalkan makanan khas daerah Lampung. Tidak mau kalah, Program Studi Sastra Bali mengenalkan gending gita pengendag, pengenalan himpunan dan lambang himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Bali (Mahasaba) pada mahasiswa FKIP Universitas Lampung. Hal ini juga mengundang antusias tersendiri bagi seluruh peserta yang terlibat dalam acara ini. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas4014-Program-Studi-Sastra-Bali-FIB-Unud-Sambut-Rombongan-FKIP-Universitas-Lampung-dalam-Rangka-Kuliah-Kerja-Lapangan.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kurangi Kemacetan di Pecatu, Dishub Badung Mulai Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Published

on

By

rekayasa pecatu
REKAYASA LALIN: Dinas Perhubungan Kabupaten Badung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Desa Pecatu, Badung yang berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Guna mengurangi kemacetan di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan dan sekitarnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Perubahan arus ini pun berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6).

Dalam pelaksanaannya ada sejumlah perubahan, yakni ada ruah jalan yang tidak boleh dilewati kendaraan roda empat. Seperti kendaraan dari simpang Jalan Baler Setra – Jalan Belimbing sari menuju arah barat di Jalan Uluwatu hanya boleh sepeda motor. Kemudian untuk kendaraan dari Jalan Uluwatu dilarang menuju Jalan Toya Ning II. Selanjutnya kendaraan dari Jalan Toya Ning II dilarang menuju arah barat di Jalan Uluwatu. Seluruh rekayasa arus lalu lintas ini hanya berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gede Rahmadi mengatakan, rekayasa lalu lintas ini untuk mengurai kemacetan. Sebab sehari-harinya saat menuju Pura Uluwatu, di Desa Pecatu kondisi jalan akan mengalami kemacetan. Bahkan ia menyatakan, dalam perjalanan akan memakan waktu sekitar tiga jam.

“Untuk mengurangi kemacetan tersebut agar pariwisata merasa nyaman dan masyarakat juga merasa nyaman, maka kita mengurai dengan mengadakan rekayasa lalu lintas,” ujar Gung Rahmadi.

Pihaknya menyebutkan, perubahan arus lalu lintas ini akan berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita. Hal ini dipilih lantaran pada waktu tersebut kerap terjadi peningkatan kendaraan bermotor. Dalam penerapannya, akan dilakukan pengawasan di Simpang Kantor Perbekel, simpang Belimbing Sari, Simpang Toya Ning, Simpang Matsuka, Simpang Nirmala dan terakhir di Simpang Politeknik.

“Karena pagi agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, sedangkan terjadi peningkatan itu ketika masyarakat, wisatawan menuju ke objek-objek wisata nonton kecak dan melihat sunset biasanya,” ungkapnya.

Baca Juga  I Kadek Sara Mandiyasa Raih Gelar Doktor Manajemen di FEB Unud

Gung Rahmadi pun berharap, seluruh pengendara kendaran bermotor dapat mengikuti ketentuan yang telah diterapkan. Meski ada kondisinya sedikit memutar, namun tujuannya agar menciptakan perjalanan yang lebih lancar.

“Jadi waktu singkat tapi jarak tempuhnya mungkin lebih panjang sedikit, tapi masyarakat dan wisatawan merasa nyaman menuju ke Uluwatu,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pembukaan Bina Posyandu VI Tahun 2026  

Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM di Tabanan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
HADIRI BINA POSYANDU: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu dengan menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). Kehadiran Bunda Rai menjadi wujud sinergi dan dukungan nyata dalam akselerasi implementasi Posyandu 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi di seluruh Bali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas para pengurus dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas. Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, para kepala OPD terkait dari Kabupaten Tabanan dan Badung, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, serta para camat dan peserta pelatihan.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata selaku Pengarah Posyandu menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan memperbarui pemahaman pengurus Posyandu, khususnya dalam tata kelola pelayanan di lapangan.

Ia menjelaskan, penguatan enam bidang SPM meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial menjadi langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat. “Kegiatan Bina Posyandu ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan. Tim Pembina Posyandu memiliki peran vital dalam mendampingi kader agar operasional Posyandu berjalan aktif dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  I Kadek Sara Mandiyasa Raih Gelar Doktor Manajemen di FEB Unud

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM secara terpadu.

Bunda Rai menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Posyandu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader Posyandu semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, terpadu, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Bunda Rai.

Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ny. Ni Komang Sriani, menyampaikan kegiatan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus Posyandu dalam pembinaan kader serta penguatan pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Pelaksanaan Bina Posyandu Angkatan VI diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Dari Kabupaten Tabanan, peserta terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur beserta jajaran pengurus yang akan menjadi penggerak penguatan Posyandu di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Apresiasi Generasi Muda, Ketua TP PKK Badung Hadiri Malam Purna Paskibraka 2025v

Published

on

By

Ketua TP PKK Badung
MALAM PURNA PASKIBRAKA: Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025 di Hotel Made Bali, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025. Acara penuh kebanggaan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6), di Hotel Made Bali.

Momen ini menandai penutupan resmi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025. Acara dilaksanakan setelah seluruh anggota Paskibraka Badung 2025 sukses menuntaskan tugas pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dengan khidmat dan bertanggung jawab.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung beserta jajaran, Tim Perumus Kebijakan Pemkab Badung, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, orang tua murid, tim pelatih, serta seluruh anggota Purna Paskibraka Badung 2025.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan anggota Paskibraka. Penyerahan ini menjadi bentuk apresiasi resmi atas rampungnya masa pembinaan dan tugas negara oleh pemuda-pemudi pilihan Badung.

Rasniathi Adi Arnawa turut mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat juang seluruh peserta selama masa pendidikan hingga bertugas.

“Kepada seluruh Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025, kami sampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kalian telah membuktikan bahwa generasi muda Badung memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan berjiwa nasionalis yang tinggi dalam mengemban amanah negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan kebanggaan besar bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Badung. Terima kasih tulus juga disampaikan kepada orang tua dan tim pelatih atas dukungan dan pendampingan yang menjadi kunci utama pembentukan karakter para anggota.

Baca Juga  Dekan FIB Unud Lantik 20 Pengurus Baru Organisasi Mahasiswa

Dirinya berharap pengalaman, ilmu, dan nilai luhur selama pelatihan dapat menjadi bekal seumur hidup. Nilai Pancasila wajib dijaga dan dijadikan pedoman harian.

“Semoga pengalaman berharga ini menjadi bekal untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang berprestasi, berkarakter luhur, dan senantiasa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa Indonesia tercinta,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca