Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Klaim Tanah di Serangan, BTID-Pemkot Denpasar Lakukan Pertemuan Tertutup

BALIILU Tayang

:

pertemuan
PT Bali Turtle Island Development (BTID), saat melakukan pertemuan tertutup dengan Pemkot Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Terkait klaim tanah di Serangan, PT Bali Turtle Island Development (BTID), Rabu (20/4/2022) melakukan pertemuan tertutup dengan Pemkot Denpasar yang dihadiri Asisten I Pemkot Denpasar Made Toya dan Kabag Hukum Ni Komang Lestari Kusuma Dewi.

Pada pertemuan itu juga hadir perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Bali yang diwakili I Ketut Subandi, BPN Kota Denpasar yang diwakili I Made Suanta dan Camat Densel, I Made Sumarsana. Kapolsek Densel, Kompol I Gede Sudiatmaja juga hadir dalam pertemuan itu. Sementara dari pihak PT. BTID dihadiri General Manager (GM) Security Emergency Response & Community Partnership, I Made Sumantra dan Bagian Legal BTID yaitu Saputra dan Agung Buana.

Tak ketinggalan pula hadir Kasi Pengukuran BPN Kota Denpasar, Made Subrata, Lurah Serangan, I Wayan Karma, Bendesa Adat Serangan, I Made Sedana, Bendahara Desa Adat Serangan, I Nyoman Kemuk Antara serta perwakilan Prajuru, Kaling dan warga Desa Adat Serangan.

Usai pertemuan, Bendahara Desa Adat Serangan I Nyoman Kemuk Antara kepada media memaparkan pada pertemuan tertutup itu, masing-masing yaitu antara pihak Desa Adat dan PT BTID sama-sama memaparkan dan menunjukkan bukti kepemilikan yang sah atas lahan tersebut.

Kemuk Antara menyampaikan, sangat lucu bila BTID mengklaim tanah itu miliknya. Sebab yang jelas sampai terbitnya sertifikat, pihak desa mengacu pada sejarah tanah itu dari tahun 1957 dan adanya keputusan dari Mahkamah Agung (MA) di tahun 2020.

“Tidak mungkin kami memohon sertifikat tanpa dasar. Selain itu juga sebelum memohonkan sertifikat tanah itu, kami sudah menelusuri,” kata Kemuk usai pertemuan tertutup di salah satu rumah makan di kawasan Renon, Denpasar.

Dalam pertemuan, Kemuk dan beberapa warga Serangan yang hadir sempat dibuat terkejut dengan data yang dimiliki oleh pihak BTID. Di mana BTID mengeluarkan dokumen yang sebenarnya dokumen itu dimiliki oleh pihak Desa, BPN dan Pemkot Denpasar.

Baca Juga  Pemkot dan Kopitu Tanda Tangani Kesepakatan Bersama Pengembangan Kerja Sama Lintas Sektor

Dokumen atau gambar yang dimaksud adalah peta batas-batas kawasan kehutanan yang ada di Serangan. Dalam dokumen yang ditunjukkan oleh pihak BTID, ada yang diwarnai atau diarsir dengan warna kuning.

“Terus terang kami merasa terkejut bahwa baru kali ini BTID mengeluarkan dokumen tersebut. mengklaim terkait tanah itu (tanah atas nama desa adat) yang ditandai dengan tanda kuning,” papar Kemuk.

Ia pun bersama pihak terkait meminta beberapa pihak termasuk Badan Pertahanan Nasional (BPN) untuk menelusuri lalu mencari tahu prosesnya agar permasalahan tersebut bisa lebih jelas.

Di samping itu, pihaknya juga meminta agar pihak kehutanan bisa menentukan tapal batas kehutanan tanah yang diserahkan kepada PT. BTID. Hal ini dimaksud agar ada kejelasan.

“Yang jelas, kami di desa sudah mengantongi bukti-bukti sebelum BTID ada di Serangan, yaitu dari tahun 1957 kami sudah punya dokumen tersebut. Kalau yang kami punya ini dianggap salah, lalu apakah yang sekarang itu benar, kan gak logis. Makanya sekarang pasti dengan adanya sejarah yang terdahulu,” tegasnya.

Dikatan pula, dalam petemuan pihak kehutanan sudah jelas mengatakan bahwa gambar yang ditandai warna kuning bukan kawasan kehutanan yang diserahkan ke BTID.

Yang terakhir, kata Kemuk, dari hasil pertemuan kali ini ada kesimpulan agar ada permohonan dalam hal ini pihak BTID untuk memohon, karena ini menyangkut lembaga sehingga penyampaiannya pun harus formal.

Sementara dari pengakuan dua orang sumber yang juga ikut dalam pertemuan tertutup yang tidak mau namanya tulis mengatakan, pihak BTID tidak bisa berbuat banyak saat dicecar pertanyaan soal dokumen atau gambar batas-batas kawasan kehutanan yang diarsir dengan warna kuning.

“Saya merasa aneh aja, gambar atau dokumen batas kawasan kehutanan yang ditunjukkan oleh pihak BTID ini kan baik Desa, BPN dan Pemkot Denpasar juga punya. Tapi yang ada pada kami, BPN, Pemkot dan Dinas Kehutanan tidak ada bagian yang diberi warna kuning itu,” jelas sumber.

Baca Juga  Tekan Penularan Covid-19, Satgas Kecamatan Dentim Lakukan Pemantauan Prokes

Atas hal menurut sumber tadi, pihak BTID dipermalukan karena dokumen yang ada padanya kenapa tidak sama dengan dokumen yang petama kali diserahkan. Anehnya lagi, gambar yang diwarnai itu sebut tanah milik BTID.

“Akhirnya sama pak Kemuk dijawab data itu kenapa baru dimunculkan, sedangkan gambar kesepakatan antara desa dengan BTID yang dikasih ke Walikota tidak ada yang diwarnai kuning,” katanya.

Pihak BTID sendiri saat ditanya kenapa didata awal tidak ada bagian yang diwarnai kuning, menurut sumber tadi BTID hanya menjawab lupa. Masih menurut sumber, atas adanya coretan kuning pihak BPN Denpasar pun beraksi.

Pihak BPN, kata sumber tadi langsung membantah dan mengatakan itu bukan lupa tapi memang tidak ada di Peta Blok Tanah di BPN. Sehingga tanah itu tidak bisa diklaim oleh BTID karena tanah itu tidak masuk di data yang ada di BPN, tapi jika itu ada maka itu bukan produk BPN Kota Denpasar.

Di tempat terpisah Kabag Humas Pemkot Denpasar, Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi awalnya mengatakan tidak tahu ada pertemuan tertutup ini. Tapi setelah disebut bahwa dalam pertemuan ada Asisten I, pejabat yang akrab disapa Dewa Rai ini langsung mencari informasi dan membenarkan adanya pertemuan ini.

Dewa Rai menjelaskan, informasi yang didapat dari Asisten I, dalam pertemuan Pemkot Denpasar hanya sebagai penengah saja. Dan dalam pertemuan itu juga belum ada kesimpulan apa-apa terkait tanah itu.

“Informasi dari pak Asisten I dalam pertemuan itu belum ada kesimpulan apa-apa antara BTID, Desa, BPN dan Dinas Kehutanan,” pejabat asal Klungkung ini.

Intinya, kata Dewa Rai bahwa Pemkot hanya menjadi penengah antara BTID dan Desa. Dikatakan lagi, Pemkot dalam hal ini hanya melihat bukti dan apa permasalahannya.

Baca Juga  Pemkot Kembali Terima Bantuan Sembako dari Yayasan Bina Ilmu Korsel, Segera Disalurkan kepada Masyarakat

“Pemkot hanya melihat bukti yang punya dan apa masalahnya, karena dulu BTID yang menyerahkan ke Pemkot dan kemudian ada yang mengklaim, nah disini lah Pemkot mau pihak mana yang punya bukti kuat,” jelasnya. Lantas soal tanah warga yang diaspal, dikatakan bahwa dasarnya adalah adanya penyerahan lahan dari pihak BTID.

“Karena dulu BTID bilang tanah itu punya dia dan diserahkan ke Pemkot, sehingga bisa diaspal. Lalu muncul ada pihak yang mengklaim tanah yang diaspal miliknya, nah ini yang sedang dibahas supaya ada kejelasan,” pungkasnya.

Dewa Rai sempat meminta agar langsung menghubungi Asisten I agar mendapat data yang lengkap. Tapi saat wartawan mencoba menghubungi melalui telepon, Made Toya tidak mengangkat telpon.

Seperti diketahui, polemik tanah warga di kawasan Pulau Serangan, Denpasar Selatan yang berawal dari ditutupnya Jalan Tukad Punggawa oleh warga yang secara hukum tanah itu miliknya masih terus bergulir.

Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar yang sebelumnya melalui Camat Denpasar Selatan, sempat menyatakan bahwa lahan yang menjadi Jalan Tukad Punggawa adalah milik Pemkot berdasarkan SK, saat ini terkesan tidak mau berbicara.

Atas hal itu, Siti Sapura alias Ipung yang diketahui adalah ahli waris dari Daeng Abdul Kadir selaku pemilik tanah pun sempat heran dan bertanya-tanya atas dasar apa Pemkot Denpasar mengaspal tanah miliknya tersebut. (elie/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  HUT Ke-50 TK Dharma Putra Banjar Kedaton Sumerta

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  RDP Pansus TRAP DPRD Bali Hadirkan BTID Bahas Tukar Guling Mangrove BTID 

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Pemkot Bertekad Wujudkan Denpasar Kota Sehat ‘’Swasti Saba Wistara’’

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  HUT Ke-50 TK Dharma Putra Banjar Kedaton Sumerta

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca