Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Komisi X DPR RI Kunjungi Denpasar Terkait Dukungan Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

BALIILU Tayang

:

de
Komisi X DPR RI Kunjungi Denpasar Terkait Dukungan Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Denpasar, baliilu.com – Komisi X DPR RI mendukung upaya pemerintah daerah memulihkan sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti ke Kota Denpasar guna menggali, menyerap aspirasi, dan melakukan pengawasan terhadap implementasi kebijakan pemerintah, termasuk pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI ini diterima langsung Pj. Sekda Kota Denpasar I Made Toya bersama pimpinan OPD terkait lainya di Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (20/11).

“Di tengah pandemi Covid-19, kondisi pariwisata Indonesia sangat terpuruk. Kami perlu mendapatkan gambaran dan data mengenai kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif, dimana Bali khususnya Denpasar kami yakini masyarakatnya bergantung pada kehidupan pariwisata dan ekonomi kreatif. Dimana Negara kehilangan banyak devisa dari pariwisata khususnya Bali sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar untuk Indonesia dengan adanya hantaman pandemi Covid-19 ini, dan Bali pasti sangat merasakannya. Untuk itu kehadiran Komisi X DPR RI yang didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI akan membantu pemulihan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata di Bali,’’ ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti.

Lebih lanjut dikatakan, Kementerian Parekraf RI sangat peduli dengan Bali, dimana setiap minggunya akan ada event yang akan dibuat untuk Bali sebagai komitmen Pemerintah Pusat menyelamatkan Bali dalam masa pendemi ini. Karena pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang harus diselamatkan adalah Bali, dengan cara berbagai  event akan diselenggarakan di Bali. Sebab Bali masih sangat menarik di mata dunia dengan budaya yang kental dan masyarakat yang ramah.

Sementara Pj. Sekda Kota Denpasar I Made Toya menyambut baik dan mengucapkan terimakasih karena sudah mempercayai Bali khususnya Denpasar dalam membantu pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Denpasar. Hal ini mengingat sektor ekonomi kreatif dapat menjadi sektor andalan baru untuk mendukung kemajuan pariwisata berkelanjutan.

“Di Kota Denpasar Pemkot Denpasar memiliki Dharma Negara Alaya Art and Creative Hub sebagai ruang berkreativitas termasuk menciptakan start up bussines bagi anak muda yang dapat membantu menghidupkan perekonomian kota, mengingat Kota Denpasar adalah pusat bergeraknya sektor perdagangan, pariwisata dan pendidikan. Untuk itu salah satu event Denpasar Festival 2020 ini merupakan sebagai ruang bagi insan ekonomi kreatif di Denpasar untuk mengeksplorasi diri, dan kami siap untuk berkolaborasi saling memperkenalkan potensi daerah dan bertukar ide kreatif,” pungkasnya. (eka)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Wagub Cok Ace Minta Pelaku UMKM segera Lakukan Transformasi Digital

Published

on

By

dede
Wagub Cok Ace menghadiri kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) Tahun 2020 yang diselanggarakan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) di Rumah Sanur Creative Hub, Kamis (26/11-2020).

Denpasar, baliilu.com – Agar bisa segera bangkit dari keterpurukan akibat terdampak pandemi Covid-19, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) meminta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) segera melakukan transformasi digital. Hal tersebut diutarakannya saat menghadiri kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) Tahun 2020 yang diselanggarakan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) di Rumah Sanur Creative Hub, Kamis (26/11-2020).

Lebih jauh Cok Ace mengurai, Indonesia tak terkecuali Bali saat ini dihadapkan pada persoalan ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19. Bahkan, Daerah Bali mengalami tekanan ekonomi paling berat jika dibanding provinsi lain. “Pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi hingga minus 12,28% pada triwulan tiga tahun ini,” ujar Cok Ace. Ia menyebut, beratnya tekanan terhadap ekonomi Bali disebabkan besarnya ketergantungan pada sektor pariwisata. Mengacu hasil survei BPS Provinsi Bali, ia merinci ada tiga sektor yang mengalami dampak paling parah yaitu akomodasi makan dan minum sebesar 92,47 %, sektor jasa sebesar 90,90%, sektor transportasi dan perdagangan sebesar 90,34%.

Hasil survei itu memberi gambaran beratnya tantangan yang harus dihadapi sektor perekonomian Bali akibat pandemi Covid-19. Guru Besar ISI Denpasar ini berujar, situasi ini memerlukan daya juang dan kerja keras agar masa-masa sulit ini bisa segera terlewati. Daya juang dan kerja keras itu juga harus dimiliki oleh pelaku UMKM agar mampu bertahan, bangkit dari keterpurukan dan mengembangkan usaha di tengah pandemi. “Salah satu caranya adalah dengan melakukan transpormasi digital melalui pemanfaatan platfom digital,” ucapnya.

Penglingsir Puri Ubud ini menambahkan, teknologi digital saat ini merupakan elemen penting dalam upaya meningkatkan pemasaran produk UMKM. Dengan memanfaatkan platform digital, proses pemasaran bisa dilakukan lebih cepat dan luas. Oleh sebab itu “UMKM go Digital” merupakan kebutuhan mendesak untuk saat ini. Karena dengan ‘UMKM go Digital’, pelaku UMKM diharapkan bisa memenangkan persaingan baik di tingkat lokal maupun global.

Selain memanfaatkan platform digital, Wagub Cok Ace menyarankan pelaku UMKM berkorporatisasi dengan menggabungkan diri dalam wadah koperasi untuk meningkatkan sumber daya dan kemampuan demi memenangkan persaingan. Lebih dari itu, koperasi yang dibentuk oleh para pelaku UMKM hendaknya mempunyai divisi marketing sebagai transformasi untuk sarana meningkatkan penjualan di masa pandemi.

Untuk mempercepat proses digitalisasi UMKM, Cok Ace menyampaikan bahwa Pemprov Bali telah melakukan sinergi dengan berbagai stake holder seperti Perguruan Tinggi, Perbankan, pengusaha, koperasi  dan pihak lainnya. Bahkan, di Bali saat ini sudah ada Market Place Bali Mall yang dikhususkan untuk penjualan produk lokal Bali produksi UMKM lokal. “Kami juga dorong pelaku UMKM lokal bekerja sama dengan platfom digital nasional dalam mengembangkan usahanya,” tandasnya. Sejalan dengan itu, ia memandang kegiatan ICCF sangat relevan dan dapat mendukung kebijakan yang dilaksanakan Pemprov Bali. Ia berharap dengan penyelenggaraan ICCF di Bali, pelaku UMKM di Bali termotivasi untuk bisa naik kelas. Pelaku UMKM Bali diminta memanfaatkan momen ini untuk memperoleh informasi dan peluang bagi pengembangan usahanya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Teten Masduki dalam paparan yang disampaikan secara online sependapat dengan apa yang diutarakan Wagub Cok Ace. Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan berbagai pihak dalam membangkitkan kembali sektor UMKM di tengah pandemi. Menurutnya, transfromasi digital merupakan sebuah keharusan bagi pelaku UMKM dalam menghadapi tata kehidupan era baru.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali Trisno Nugroho mengatakan, UMKM adalah salah satu penopang ekonomi yang jumlahnya saat ini tercatat tak kurang dari  482 ribu. “83 persen PDRB kita disumbang oleh UMKM,” jelasnya. Di tengah pandemi Covid-19, Trisno menyebut hampir seluruh UMKM  mengalami penurunan tingkat penjualan, khususnya yang belum memanfaatkan platform digital dan pemasarannya masih lokal. “Agar bisa segera bangkit, saatnya UMKM melakukan transformasi digital,” ucapnya. Sebagai bentuk dukungan atas upaya transformasi digital, BI meluncurkan sistem pembayaran online QRIS yang saat ini telah diikuti oleh 158.552 merchant. Bahkan menurutnya, dari segi jumlah kepesertaan merchant, Bali masuk dalam 10 besar nasional. (gs)

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Rai Mantra Sambut Kunjungan Mendag RI di Pasar Badung, Apresiasi Sekolah Pasar dan Digitalisasi Pasar Rakyat

Published

on

By

bt
Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima dan mendampingi Kunjungan Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto di Pasar Badung, Kamis (26/11).

Denpasar, baliilu.com – Pasar Badung sebagai pasar rakyat terbesar di Bali mendapat kunjungan Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto pada Kamis (26/11). Kehadiran Mendag di pasar yang revitalisasinya diresmikan Presiden RI, Joko Widodo ini disambut Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Pelataran Pasar Badung.

Tampak hadir Sekjen Kementerian Perdagangan RI, Suhanto, Dirut Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar serta undangan lainnya dengan tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag Agus Suparmanto berkesempatan menyerahkan Bantuan Alat Penunjang Kesehatan kepada Pedagang Pasar Badung, memantau stabilitas harga pokok dengan berkeliling pasar, mengecek timbangan tera ulang serta meninjau Sekolah Pasar bagi pedagang pasar.

Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto saat diwawancarai menjelaskan bahwa kunjungan ke Pasar Badung ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok. Hal ini merupakan serangkaian kesiapsiagaan dalam menyambut Hari Natal dan Tahun Baru.

“Saya ingin melihat kondisi pasar sendiri kemudian juga pedagang-pedagang disini bagaimana kesiapannya dan selain kesiapan juga saya ingin melihat harga-harga menjelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa dari hasil pemantauan secara umum harga bahan pokok di Pasar Badung masih stabil. Selain itu, stok kebutuhan bahan pokok juga aman.

“Saya telah melihat pagi ini harga bahan pokok stabil, baik itu gula, bawang putih, bawang bombai, ayam, dan beras. Ini semuanya dalam kondisi baik, utamanya dalam menyambut Natal dan Tahun Baru serta stok bahan pangan cukup,” ujarnya.

Mendag juga turut mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Pasar dan digitalisasi pasar rakyat untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional. Sehingga keberadaan pasar dapat mendukung terciptanya stabilitas ekonomi berkelanjutan.

“Sekolah pasar dan digitalisasi pasar memang sangat baik untuk mendukung kemajuan pasar tradisional sehingga mampu berdaya saing, hal ini menjadi inovasi positif untuk mendukung kemajuan UMKM sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

“Dan yang paling penting disini adalah semua pedagang dan pengelola pasar ini menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan ini saya sangat senang, sehingga para konsumen dalam kondisi nyaman, sehingga semuanya ini berbelanja dengan nyaman,” pungkasnya.

Sementara Walikota Rai Mantra mengatakan bahwa program Sekolah Pasar merupakan program unggulan sesuai dengan komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung peningkatan daya saing pasar tradisional. Hal ini juga menjadi wahana dalam memberikan pemahaman serta strategi dalam mendukung kemasan, upaya promosi serta menjaga kepercayaan pembeli.

Dikatakan Rai Mantra program Sekolah Pasar ini juga didukung dengan digitalisasi pasar. Dimana, di era yang serba bergerak dengan teknologi saat ini keberadaan pasar rakyat tidak boleh tertinggal. Hal ini menjadi salah satu kesempatan untuk dapat bertransformasi ke arah yang lebih efektif dan produktif. Hal inilah yang menjadi landasan serta dasar dalam menciptakan digitalisasi pasar rakyat dan pasar tradisional.

Rai Mantra menambahkan bahwa digitalisasi pasar rakyat ini dikemas dengan menerapkan pembayaran sistem elektronik menggunakan QRIS, bekerjasama dengan Go Jek, serta inovasi lainnya yang memberikan kemudahan berbelanja dan mendukung penuh penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Jadi terimakasih atas kunjungan Pak Menteri Perdagangan di Pasar Badung, semoga Sekolah Pasar dan digitalisasi pasar ini dapat memberikan inspirasi bagi daerah lainnya dan tentunya dengan berbagai inovasi saat ini diharapkan dapat meningkatkan harkat dan derajat pedagang yang bermuara pada kesejahteraan dan perputaran perekonomian daerah,” harapnya. (eka)

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Pemkot Denpasar Gelar Virtual Plan Action Sister City dengan Mossel Bay Afrika Selatan

Published

on

By

bt
Rapat Pembahasan Virtual Sales Mission Denpasar dengan Mossel Bay, Kamis (26/11).

Denpasar, baliilu.com – Setelah secara resmi dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Sister City bersama Mossel Bay, Afrika Selatan pada 27 November 2019 silam, kini Pemkot Denpasar melalui Bagian Kerjasama Setda Kota Denpasar yang difasilitasi oleh Direktorat Afrika, Kementerian Luar Negeri RI melaksanakan rapat Virtual Plan Action Sister City antara Kota Denpasar dengan Kota Mossel Bay pada Kamis (26/11).

Pelaksanaan rapat virtual plan of action Sister City Denpasar ini dihadiri oleh Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati bersama Pelaku Usaha dan UMKM di Kota Denpasar serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar,  I Gusti Ayu Laxmy Saraswati menjelaskan bahwa pelaksanaan rapat konsolidasi ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan kerjasama yang telah tertuang dalam MoU. Dimana, ruang lingkup kerja sama Sister City Denpasar dengan Mossel Bay meliputi promosi budaya pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif dan kapasitas sumber daya manusia.

“Pelaksanaan rapat kali ini secara khusus mengenai ruang lingkup pengembangan ekonomi kreatif yakni peluang ekspor UMKM Kota Denpasar ke Mossel Bay dan atau tidak menutup kemungkinan peluang ekspor ke wilayah lain di Afrika Selatan,” jelasnya. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pelaksanaan rapat tersebut bertujuan memberikan informasi teknis berkaitan dengan pelaksanaan Sister City. Sehingga kerjasama kedua kota ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan bersama.

Laxmy mengatakan bahwa kedua kota yang difasilitasi oleh ITPC di Johannesburg, Afrika Selatan dan Kedutaan Besar RI serta KJRI Cape Town siap berbagi informasi guna mendukung penguatan UMKM Kota Denpasar serta untuk promosi dan pemasaran produk kreatif Denpasar.

“Dengan adanya kerjasama Sister City ini UMKM Denpasar dapat menitipkan produknya di KJRI Cape Town sesuai dengan demand (permintaan) pasar Mossel Bay, Cape Town, Afrika Selatan. Semoga dengan pelaksanaan kerjasama Sister City ini diharapkan dapat mendukung kemajuan kedua kota,” pungkasnya. (eka)

Lanjutkan Membaca