Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Pulihkan Perekonomian di Masa Pandemi, IKM dan UKM Denpasar Gelar Gema Tridatu

BALIILU Tayang

:

de
Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya pemulihan ekonomi bagi IKM/UKM Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar bekerjasama dengan Plaza Denpasar dan Bank BPD Bali Cabang Utama Denpasar akan menggelar Gema Tridatu (Gelar Bersama Industri dan Perdagangan Bermutu).  Kegiatan ini akan berlangsung mulai  tanggal 24 – 30 November mendatang di areal basement Matahari Denpasar.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, kegiatan Gelar Bersama Industri dan Perdagangan Bermutu juga akan dilaksanakan secara online. Untuk pelaksanaan secara online akan tergabung dalam market place Denpasar Festival 2020 melalui link : dmarket.id.

Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada IKM/UKM Kota Denpasar untuk mempromosikan produk – produknya secara offline dan online, pemulihan ekonomi bagi IKM/UKM Kota Denpasar yang terdampak Covid-19, menambah omzet IKM dan UKM di masa pandemi Covid-19 serta membiasakan IKM/UKM Kota Denpasar untuk menggunakan teknologi digital dan pembayaran secara non-tunai yaitu QRIS (Quick Response Indonesian Standard) Bank BPD Bali.

Lebih lanjut ia mengatakan, keadaan ekonomi saat ini mengharuskan semua elemen masyarakat saling bahu-membahu untuk bersama bangkit. Maka dengan adanya kegiatan ini akan saling menguntungkan bagi pihak pengelola maupun IKM/UKM, dimana untuk membangkitkan kembali daya beli masyarakat diperlukan suatu event yang kreatif agar menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja.

Di samping itu juga akan membuat suasana baru pada mall atau pusat perbelanjaan juga bisa menjadi momentum untuk memberikan kesan yang baik bahwa mall atau pusat perbelanjaan yang ada di Kota Denpasar. “Tentunya tetap dapat dikunjungi dan aman karena telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan peraturan yang ada,” jelas Sri Utari.

Kegiatan Gelar Produk Industri dan Perdagangan ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan yang telah berlangsung di Gedung Dharmanegara Alaya Denpasar pada waktu lalu. Pelaksanaan kali ini akan melibatkan 26 pelaku IKM / UKM yang merupakan binaan Pemerintah Kota Denpasar.

Dalam rangka pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka dalam kegiatan tersebut seluruh peserta pameran diwajibkan menyediakan hand sanitizer di setiap stand masing- masing, menggunakan masker, selalu mencuci tangan sebelum memasuki areal Duta Plaza Denpasar, setiap harinya sebelum dan sesudah pameran stand akan disemprot menggunakan cairan disinfektan. Untuk pengunjung, seperti protokol kesehatan yang sudah dijalankan sebelumnya oleh pihak pengelola Duta Plaza Denpasar.

Ke depan Sri Utari berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung, sehingga dapat membantu IKM/UKM Kota Denpasar yang tengah mengalami situasi sulit  pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Karena kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan keperansertaan Duta Plaza Denpasar kepada IKM/UKM untuk dapat kembali memulihkan ekonomi seperti sebelum adanya pandemi Covid-19, karena IKM/UKM memiliki peran yang sangat penting dalam perputaran perekonomian masyarakat, sehingga akan mempercepat proses pemulihan ekonomi secara nasional. (eka)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Lestarikan Endek, Lomba Busana Endek ke Kantor Meriahkan Gema Tridatu

Published

on

By

de
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar kembali menggelar lomba Busana Endek ke Kantor dengan protokol kesehatan yang ketat di areal basement Matahari Denpasar, Minggu (29/11)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar kembali menggelar lomba  Busana Endek ke Kantor dengan protokol kesehatan yang ketat di areal basement Matahari Denpasar  Minggu (29/11) . Acara ini merupakan rangkaian  kegiatan Gema Tridatu (Gelar Bersama Industri dan Perdagangan Bermutu). Hal ini disampaikan Kadis Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari saat ditemui awak media di sela sela acara.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan lomba  busana endek ke kantor ini diikuti para pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar, BUMD, dan BPD Bali, dengan tujuan  untuk  mempromosikan tenun ikat endek bahwa kita punya, kita pakai, kita bangga pakai endek. Selain itu juga untuk mengubah mainset orang bahwa endek bisa dipakai kapan dan dimana saja, baik dalam acara resmi, santai, maupun acara pesta. Yang paling penting  adalah  untuk menginformasikan bahwa pakaian ke kantor ada etika busana sesuai peraturan yang berlaku.

Terselenggaranya kegiatan ini di tengah pandemi Covid-19 adalah untuk meningkatkan kreativitas dan juga inovasi dari para perajin terutama di Kota Denpasar.

Menurutnya pandemi Covid-19 membuat perekonomian para UKM mengalami keterpurukan. Meskipun demikian dengan adanya lomba seperti ini mereka akan terus berkreativitas. “Dengan digelarnya lomba busana maka dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 mereka akan tetap berkreativitas mengahasilkan karya-karya yang terbaik,” ungkap Sri Utari.

Untuk menjaga independensi kejuaraan pihaknya mendatangkan dua orang dewan juri dari Duta Endek Kota Denpasar dan  satu orang dari Perajin Endek Sari Dewi Kwace Bali. “Agar peserta bisa memenangkan lomba ini harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan,” tegasnya.

Dari kriteria yang telah ditentukan lomba juara satu dalam lomba ini diraih oleh Juara I diraih I Gusti Ayu Agung Nilla Cahyaninggaluh, Juara II AA Ayu Manik Pratiwiningrat, Juara III Ni Made Listya Dewi. Sedangkan juara Harapan I diraih Ida Ayu Putri  Ratna Dewi, Harapan II Ida Ayu Gayatri Pradnya Kumala, Harapan III Ida Ayu Candra Lestari. Untuk Favorit diraih oleh I Made Adi Suryadharma. (eka)

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Sekda Dewa Indra Apresiasi Penyaluran KUR bagi Pelaku UMKM

Published

on

By

Sekda Bali Dewa Made Indra menghadiri acara Sosialisasi Penyaluran KUR yang digelar Kementerian Koodinator Perekonomian RI di The Westin Resort Nusa Dua, Sabtu (28/11-2020).

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui sejumlah lembaga perbankan.

Menurutnya, penyaluran KUR sangat membantu pelaku UMKM bisa tetap bertahan di tengah guncangan ekonomi akibat dampak Covid-19. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Sosialisasi Penyaluran KUR yang digelar Kementerian Koodinator Perekonomian RI di The Westin Resort Nusa Dua, Sabtu (28/11-2020).

Lebih jauh Dewa Indra mengurai, UMKM adalah salah satu sektor yang mempunyai daya tahan dan terbukti mampu survive dalam situasi krisis. Hal tersebut, menurut Dewa Indra, terbukti dari beberapa gelombang krisis yang sempat dihadapi perekonomian Daerah Bali. “Sebelumnya kita telah melewati beberapa gelombang krisis, mulai dari dampak teror, bencana alam erupsi Gunung Agung. Sekarang yang paling dahsyat yaitu pandemi Covid-19,” urainya.

Dari sekian banyak gelombang krisis yang telah terlewati, birokrat kelahiran Singaraja ini menyebut UMKM membuktikan diri sebagai salah satu sektor yang paling mampu bertahan. “Ketika sektor lain kolaps, UMKM masih mampu survive, segmen usaha ini masih berdenyut,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia menilai langkah pemerintah menyalurkan KUR bagi UMKM di tengah pandemi Covid-19 merupakan sebuah kebijakan yang sangat tepat. Ia menilai, kegiatan sosialisasi penyaluran KUR yang dilaksanakan Kemenko Perekonomian punya makna yang sangat penting karena bertujuan untuk menjamin optimalisasi penyerapan KUR.

“Sosialisasi ini penting, khususnya bagi Pemerintah Kabupaten/Kota agar lebih memahami regulasi penyaluran KUR. Sehingga ketika ada UMKM yang mengalami kendala, bisa dibantu untuk difasilitasi,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Dewa Indra berharap kepada lembaga perbankan yang ditugaskan untuk menyalurkan KUR agar memperluas penyaluran kredit ini, sehingga makin banyak UMKM yang tercover. Dari perbincangan dengan perwakilan perbankan yang hadir, ia memperoleh informasi bahwa penyaluran KUR telah mencapai 80 persen.

“Itu menandakan penyerapan dana ini cukup baik dan itu artinya sektor UMKM masih menggeliat di tengah pandemi,” sebutnya sembari mengajak seluruh komponen agar ke depannya memberi perhatian lebih serius terhadap UMKM.

Masih dalam sambutannya, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali ini menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kemenko Perekonomian yang menggelar kegiatan di Bali. Kata dia, event-event yang mulai digelar pemerintah pusat di Bali memberi secercah harapan bagi pelaku pariwisata yang telah cukup lama mati suri.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam arahannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran KUR bagi UMKM khususnya di wilayah Provinsi Bali. Sependapat dengan Sekda Dewa Indra, Iskandar juga menyebut UMKM sebagai sektor yang punya daya tahan paling kuat. Oleh sebab itu, ia sepakat kalau ke depannya pemerintah memberi perhatian lebih serius terhadap sektor ini. Acara sosialisasi juga diisi dengan penyerahan KUR kepada sejumlah pelaku UMKM. (gs)

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Dinas Pertanian Denpasar Kembangkan Nanas Madu Subang, Sekali Produksi Capai 31,6 Ton/Ha

Published

on

By

Suasana panen Nanas Madu Subang di Subak Sembung beberapa waktu lalu.

Denpasar, baliilu.com – Komoditas hortikultura seperti buah dan sayur ternyata memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Kota Denpasar. Salah satunya buah Nanas Madu Subang yang berhasil dikembangkan di beberapa wilayah pertanian Subak Kota Denpasar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putera, M Agb saat dikonfirmasi Sabtu (28/11) menjelaskan dalam sekali panen, tingkat produksi mencapai 31,6 ton /ha. Produksi tersebut menggambarkan Nanas Madu Subang dapat tumbuh dengan baik di Denpasar.

“Dengan bobot per buah mencapai rata-rata 2,5 kg kualitas yang dihasilkan petani Nanas Madu Subang di Subak Sembung memenuhi kriteria pasar supermarket,” jelasnya.

Menurut Ambara percontohan Nanas Madu Subang ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada para petani untuk berani melakukan diversifikasi komoditas dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Namun tentunya kelemahannya adalah karena masa panen Nanas Madu yang terlalu panjang mencapai satu tahun lebih. Sehingga dalam penanamannya diperlukan model penanaman tumpang sari dengan tanaman sayuran.

“Jadi sambil menunggu panen nanas petani bisa mendapat hasil yang lainnya dari menanam sayuran yang umur panennya lebih pendek,” kata Ambara.

Nanas Madu Subang yang ditanam di Subak Sembung seluas 10 are dengan lokasi di dua tempat yaitu Munduk Palak dan Umapuan dengan bibit yang digunakan berasal dari tunas. Pemupukan tidak dilakukan dengan menabur melainkan dengan pupuk NPK tablet dengan cara ditanam di samping tanaman sehingga pemupukannya menjadi lebih efektif dan efisen dan diberikan sebanyak 3 kali.

“Di samping pupuk tablet juga diberikan pupuk cair yang diberikan setiap 3 bulan sekali agar tanaman nanas dapat tumbuh dengan optimal. Rasa buah nanas yang dihasilkan manis dengan banyak air,” jelasnya.

Ambara mengharapkan ke depannya Nanas Madu Subang dapat berkembang di Subak Sembung sebagai salah satu daya tarik agrowisata. Sambil berolahraga pengunjung dapat membeli buah nanas. Selain itu, kehadiran komoditi Nanas Madu Subang juga diharapkan dapat menjadi pilihan bagi petani. Serta diharapkan mampu mendukung produktivitas petani lantaran pasar yang kian diminati.

“Harapan kami komoditi Nanas Madu Subang ini dapat menjadi pilihan bagi petani dalam bercocok tanam dan menjadi komoditi dengan permintaan yang cukup baik untuk mendukung produktivitas petani, dan secara jangka panjang dapat menjadi agrowisata dan obyek penelitian pertanian perkotaan,” pungkasnya. (eka)

Lanjutkan Membaca