Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Komisi XII Pastikan Stok BBM Mencukupi untuk Hadapi Libur Nataru

BALIILU Tayang

:

stok bbm nataru
Ketua Komisi XII Bambang Patijaya, bersama tim saat Kunjungan Kerja Reses Komisi XII ke Provinsi Riau. (Foto: Ulfi/vel/dpr.go.id)

Riau, baliilu.com – Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) disebut dalam kondisi aman. Walakin, Komisi XII terus melakukan pemantauan langsung di beberapa daerah untuk memastikan ketersediaan BBM mencukupi kebutuhan masyarakat selama momen libur panjang tersebut.

“Tentu saat ini kita memastikan stok BBM untuk Nataru tidak menjadi masalah. Saya juga akan berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama Patra Niaga agar stok ini terus diperhatikan,” ujar Ketua Komisi XII Bambang Patijaya saat memimpin Kunjungan Kerja Reses ke Provinsi Riau, Senin (9/12/2024).

Menurut Bambang, pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan menaikkan rata-rata stok BBM nasional dari 21 hari menjadi 30 hari. Langkah ini dinilai sebagai bentuk antisipasi yang baik untuk menghindari kekurangan pasokan selama puncak permintaan pada akhir tahun.

“Secara umum, kami pantau di daerah, stok BBM ini sudah menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Ini adalah satu hal positif dalam mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama Nataru,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Meski stok saat ini aman, ia tetap menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar tanpa hambatan. Ia menambahkan bahwa Komisi XII akan terus memantau perkembangan ketersediaan BBM, baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil.

“Sampai sejauh ini, situasinya masih terkendali, tetapi kita tetap harus mengawasi agar distribusi berjalan optimal, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kendala logistik,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalani perayaan Natal dan Tahun Baru, sekaligus memastikan kelancaran mobilitas selama periode tersebut. Komitmen Komisi XII dalam memantau ketersediaan energi menjadi bagian dari upaya mendukung stabilitas nasional. (gs/dpr.go.id)

Baca Juga  Pemerintah Akan Segera Umumkan Penurunan Harga Tiket Pesawat Menjelang Libur Nataru

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bupati Buleleng Buka Festasada 2026

Published

on

By

Festasada
BUKA FESTASADA: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra buka Festival Seni, Adat, dan Budaya (Festasada) di Taman Bung Karno Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (17/4). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Festival Seni, Adat, dan Budaya (Festasada) resmi dibuka di Taman Bung Karno Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (17/4). Bertajuk “Abhyudaya”, festival tiga hari ini bertujuan memperkuat pelestarian dan pengenalan seni, adat, serta budaya lokal Buleleng.

Festival ini menampilkan beragam pertunjukan seni budaya, mulai dari pawai, baleganjur, tari tradisional, bondres, dan lain sebagainya. Berlangsung hingga 19 April 2026. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra resmi membuka bersama jajaran petinggi Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui tradisi ngoncang secara simbolis.

Dalam sambutannya, Sutjidra menekankan pentingnya memahami dan membesarkan warisan budaya yang dimiliki setiap wilayah kecamatan.

“Kita harus memahami dan membesarkan budaya yang ada di wilayah kita sendiri. Ini adalah salah satu cara untuk memahami kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melestarikan budaya,” ujar Sutjidra.

Sutjidra menambahkan bahwa potensi seni, tradisi, dan budaya di setiap kecamatan sering kali tidak terlihat secara langsung, padahal kekayaan tersebut sangat besar. Menurutnya, festival seperti Festasada menjadi wadah untuk menampilkan ciri khas dan tradisi masing-masing desa di Kecamatan Sukasada.

“Kita tidak boleh hanya melihat potensi yang ada di permukaan. Setiap desa punya seni, tradisi, dan budaya yang khas. Festival ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendalami dan mempromosikan kekayaan budaya Kecamatan Sukasada,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Cek Kesiapan Angkutan Nataru di Pelabuhan Gilimanuk
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Adat dan Dinas, Desa Adat Denpasar Komitmen Dukung Penanganan Sampah Organik di Sumber

Published

on

By

pengolahan sampah denpasar
SOSIALISASI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Bendesa Adat Denpasar, I Gusti Ngurah Alit Wirakesuma saat menghadiri sosialisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Wantilan Setra Agung Badung, Desa Adat Denpasar, Minggu (19/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen penanganan sampah berbasis sumber terus mendapat dukungan dari berbagai stakeholder. Kali ini datang dari Desa Adat Denpasar yang berkomitmen untuk mendukung pengolahan sampah organik di sumber.

Demikian diungkapkan Bendesa Adat Denpasar, I Gusti Ngurah Alit Wirakesuma dihadapan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat sosialisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Wantilan Setra Agung Badung, Desa Adat Denpasar, Minggu (19/4).

Bendesa Adat Denpasar, I Gusti Ngurah Alit Wirakesuma dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa permasalahan sampah merupakan tantangan bersama. Karenanya, penanganannya pun memerlukan komitmen dari seluruh pihak, termasuk dari pemerintah, lembaga hingga masyarakat itu sendiri.

Lebih lanjut dijelaskan, sinergi antara dinas dan adat memang tidak dapat dipisahkan. Karenanya, Desa Adat juga memiliki peran sentral dalam kebijakan penanganan persampagan. Mewilayahi 106 banjar, Desa Adat Denpasar memiliki wilayah luas. Karenanya, diperlukan kesepakatan serta kesepahaman dalam penanganan sampah.

“Tentunya kami berkomitmen untuk penanganan sampah, utamanya sampah organik dari sumber, dan ini juga sudah disepakati oleh para Prajuru Banjar Adat yang hadir, harapan kami bisa optimal dalam penanganan sampah organik di sumber,” ujarnya.

Alit Wirakesuma menjelaskan bahwa saat ini Desa Adat Denpasar terus berupaya menangani sampag organik secara mandiri, terutama sampah upakara. Namun demikian, penanganannya hanya akan optimal jika masyarakat mendukung dengan memilah dan mencacah sampah organik.

“Jadi perlu kerja sama dan sinergitas, pemerintah menangani yang anorganik dan residu, kita di masyarakat termasuk Desa Adat Denpasar menangani yang organik, dan yang paling penting, jika nanti ada Tong Komposter, Teba Modern dan Bag Komposter yang siap panen namun tidak tertampung di wilayah Desa Adat Denpasar, kita di Desa Adat Denpasar sudah menyiapkan lahan untuk penampungan yang nantinya akan kita jadikan taman atau ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Baca Juga  Antisipasi dan Atasi Polusi dengan Penerapan BBM Standar Euro IV

Sementara, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengaku bersyukur atas sinergi dan komitmen dari Desa Adat Denpasar dalam penanganan sampah organik. Hal ini tentu menjadi wujud nyata bahwa penanganan persampahan wajib dilaksanakan secara bersama-sama.

“Kami berharap, budaya baik dalam memilah sampah agar terus ditularkan, sehingga nanti kita di Kota Denpasar bisa optimal dalam penanganan sampah sampai PSEL beroperasi, dan kita sangat berterima kasih atas komitmen dari Desa Adat Denpasar,” ujarnya.

Jaya Negara menjelaskan, walaupun dalam praktiknya, PSEL mampu mengolah sampah campuran namun kualitas dan dampak pengolahan sangat dipengaruhi oleh kondisi sampah yang masuk ke dalam sistem. Sehingga sampah yang dihasilkan oleh masyarakat harus tetap dipilah untuk memastikan input sampah yang digunakan benar-benar berkualitas.

“Untuk diketahui bersama, bahwa Waste to Energy memerlukan sampah berkualitas, sehingga sampah yang terpilah akan mendukung optimalisasi dari PSEL tersebut,” jelasnya.

Sampah yang sudah dipilah dari sumber (seperti pemisahan sampah organik, anorganik dan residu) memiliki nilai kalori yang lebih stabil dan kandungan air yang lebih rendah. Kondisi ini membuat proses pembakaran di PSEL menjadi lebih efisien, menghasilkan energi listrik yang lebih optimal serta dapat menekan potensi emisi berbahaya.

“Terima kasih kepada Bendesa Adat Denpasar serta seluruh prajuru banjar adat yang hadir, semoga sinergi ini dapat optimal mendukung penanganan sampah di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Dalam sosialisasi tersebut turut hadir Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, Perbekel/Lurah di wilayah Desa Adat Denpasar, Klian Adat/Prajuru Adat di wilayah Desa Adat Denpasar serta Pecalang Desa Adat Denpasar. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Apresiasi Aksi Peduli Lingkungan MPK SMAN 2 Denpasar di Pantai Mertasari

Published

on

By

wawali arya wibawa
TANAM POHON: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menanam pohon saat menghadiri kegiatan bakti sosial yang digelar Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 2 Denpasar di Pantai Mertasari, Minggu (19/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menghadiri kegiatan bakti sosial yang digelar Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 2 Denpasar di Pantai Mertasari, Minggu (19/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan peduli lingkungan sebagai upaya preemtif untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut,  Arya Wibawa menyampaikan apresiasi tinggi kepada para siswa, khususnya MPK SMAN 2 Denpasar, yang telah menginisiasi kegiatan bakti sosial melalui aksi bersih-bersih pantai serta penanaman pohon. Menurutnya, langkah ini menjadi contoh nyata kepedulian terhadap lingkungan yang patut ditiru oleh sekolah lain.

“Saya ucapkan terima kasih kepada anak-anak, khususnya MPK SMAN 2 Denpasar, yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga hal ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, keterlibatan generasi muda dalam aksi nyata seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan wisata yang rentan terhadap permasalahan sampah.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Denpasar, I Gede Eka Mahendra, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan peduli lingkungan yang menekankan langkah nyata, bukan sekadar teori. Ia menyoroti bahwa permasalahan sampah kini telah menjadi isu global yang membutuhkan solusi komprehensif dan kolaboratif dari semua pihak.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan aksi nyata bahwa kami peduli terhadap lingkungan. Harapannya, ke depan ada solusi yang lebih komprehensif dalam penanganan sampah, khususnya di Bali,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pantai Mertasari merupakan salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berolahraga dan rekreasi, sehingga memiliki potensi besar dalam menimbulkan sampah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kawasan ini menjadi sangat penting agar dapat menjadi contoh pengelolaan kawasan wisata yang bersih dan nyaman.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Cek Kesiapan Angkutan Nataru di Pelabuhan Gilimanuk

Dalam kegiatan tersebut, turut juga dilakukan penanaman 20 pohon ketapang sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Namun demikian, menurutnya, hal yang paling utama adalah upaya berkelanjutan dalam menanggulangi permasalahan sampah.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti LSM Malu Dong, siswa SMP di kawasan Mertasari, termasuk SMPN 2 Denpasar, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa (perbekel) dan jajaran Dinas Pendidikan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat gerakan peduli lingkungan secara luas di masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan bakti sosial ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh organisasi sekolah, baik OSIS maupun MPK, dengan agenda minimal dua kali dalam setahun sebagai bentuk implementasi pendidikan karakter bagi siswa.

Pihak sekolah berharap kegiatan positif ini dapat terus berlanjut dan mampu membangun empati serta semangat generasi muda untuk menjaga lingkungan. Dukungan dari sekolah, lingkungan sekitar, dan masyarakat luas dinilai sangat penting agar gerakan ini menjadi berkelanjutan dan memberikan dampak nyata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca