Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Komponen Pariwisata Bali Berterima Kasih ke Gubernur Koster, Berhasil Perjuangkan PPLN Tanpa Karantina dan Gunakan VoA ke Bali

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Bali, Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC Bali), dan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par)-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali mendoakan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Ardana Sukawati di dalam memimpin Pulau Bali agar diberikan kesehatan dan sukses untuk mewujudkan Bali bangkit dan Bali tumbuh.

Doa tersebut disampaikan pada Rabu (Buda Wage Kelawu) 9 Maret 2022, pasca-Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan kompak mengumumkan kebijakan baru bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) atau Wisatawan Mancanegara (Wisman) tanpa karantina dan bisa menggunakan Visa on Arrival (VoA) ke Pulau Bali mulai 7 Maret 2022.

Ketua DPD IHGMA Bali, Agus Yoga Iswara. (Foto: Ist)

Ketua DPD IHGMA Bali, Agus Yoga Iswara menyatakan selama 2 tahun lamanya sungguh luar biasa pembelajaran yang kita dapatkan semenjak pandemi Covid-19 merebak dengan berbagai variannya, namun syukur varian Omicron tidak berbahaya.

Dalam proses penanganan pandemi Covid-19, DPD IHGMA Bali sangat memahami bagaimana kita semua lelah, apalagi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur mungkin jauh lebih lelah dari kami, karena banyak yang tidak terlihat di belakang layar. “Sehingga saya yakin banyak dari kita yang belum sadar bahwa Bapak Gubernur berjuang keras sekali. Salah satu buktinya mampu membawa Bali pada tanggal 7 Maret 2022 bebas karantina untuk Wisman dan menggunakan VoA. Ini merupakan hasil perjuangan yang membuat kita tidur tersenyum dan merupakan perasaan yang tidak bisa kami ekspresikan. Dari lubuk hati yang terdalam kami ucapkan suksma agung kepada Bapak Gubernur, Wagub dan seluruh jajaran. Semoga Bapak dan semua diberikan kesehatan,” ujar Agus Yoga Iswara.

Baca Juga  Pastikan Aman, Bupati Giri Prasta Pejabat Pertama Penerima Vaksin Covid-19 di Badung

Untuk menyambut kedatangan Wisman ke Bali, Ketua DPD IHGMA Bali, Agus Yoga Iswara mengajak seluruh komponen pelaku pariwisata untuk menjaga destinasi pariwisata di Bali, hingga harga kamar dan akomodasi diharapkan tidak ditarif terlalu mahal, serta kita harus bersama-sama mempromosikan destinasi wisata Bali yang seatraktif mungkin. “Saya sempat berdiskusi dengan pihak US tentang kebijakan Bali, karena berita sudah sampai disana. Mereka bahkan bertanya kenapa Bali sudah bisa VoA dan bebas karantina, sedangkan mereka tidak bisa? Lantas saya katakan, karena kita (Bali, red) punya Gubernur Wayan Koster,” kata Agus Yoga Iswara.  

Guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan infrastruktur pariwisata di Pulau Bali, DPD IHGMA Bali lebih lanjut mengapresiasi pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Gubernur Bali jebolan ITB tersebut. “Tidak hanya menjadi legacy luar biasa, namun pembangunan ini masuk ke dalam roh-nya Pulau Bali. Juga konsep-konsep seperti Ekonomi Kerthi Bali yang sangat tepat momentumnya untuk penyelamatan Bali setelah pandemi,” ujar Agus Yoga Iswara kembali sembari menegaskan saya salut atas kebijakan Bapak Gubernur Wayan Koster.

Ketua Harian Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Bali, Nyoman Sugiarta. (Foto: Ist)

Sementara Ketua Harian Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Bali, Nyoman Sugiarta menyampaikan, kami beserta seluruh stakeholder pariwisata yang tergabung dalam Forum Bali Bangkit atas dibukanya gembok pintu gerbang internasional Bali dengan diberlakukannya VoA dan Wisman bebas karantina menyampaikan terima kasih ke Gubernur Bali, Wayan Koster.

“Mudah-mudahan ini suatu kebangkitan untuk pariwisata Bali. Kami berharap, semuanya para pelaku pariwisata di Bali bergerak semaksimal mungkin mengawal dan mengimplementasikan protokol kesehatan Covid-19, sehingga kebijakan pemerintah pusat bisa terjaga dan aman,” kata Nyoman Sugiarta seraya berulang kali menyatakan terima kasih kepada Pemda Bali yang dipimpin Gubernur Wayan Koster untuk terus berjuang bernegosiasi dengan Pemerintah Pusat, sehingga kini kebijakan tersebut bisa terwujud.

Baca Juga  Kasus Sembuh Harian Covid-19 di Kota Denpasar Tembus 314 Orang
Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC Bali), I Ketut Darmayasa. (Foto: Ist)

Sedangkan, Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC Bali), I Ketut Darmayasa mengatakan saya mewakili IFBEC Bali mengungkapkan apresiasi yang sangat mendalam dan luar biasa kepada Bapak Gubernur Koster yang berusaha sangat kuat sekali di dalam mendukung kebangkitan pariwisata Bali. Dari beberapa agenda yang direkomendasikan oleh Forum Bali Bangkit, semuanya sudah terkabulkan berkat kerja keras Bapak Gubernur, salah satunya dengan adanya regulasi VoA dan bebas karantina.

Untuk itu, masyarakat terutama masyarakat pariwisata sangat antusias sekali, sangat bergembira untuk menunggu kebijakan ini. Oleh karena itu kami atas nama asosiasi, sangat berterima kasih sekali. Semoga selalu diberikan kesehatan dan selalu bisa berkarya untuk Bali ke depan.

I Gusti Ayu Ketut Budiasih selaku Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par)-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali. (Foto: Ist)

Kemudian, I Gusti Ayu Ketut Budiasih selaku Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par)-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali menyampaikan nada yang sama. “Saya sangat berterima kasih untuk kebijakan VoA dan Bali bebas karantina bagi Wisman atau PPLN. Kebijakan ini seperti sudah membuka cahaya baru bagi kami sebagai pelaku pariwisata di Bali.  Kami sepenuh hati akan bisa tersenyum kembali setelah 2 tahun tidak punya penghasilan tetap dan semoga pariwisata Bali bisa bangkit. Untuk itu, saya apresiasi perjuangan Bapak Gubernur Wayan Koster yang berjuang keras untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

3 Desa di Nusa Penida Jadi Sasaran Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Provinsi Bali

Perkuat Pemberdayaan Keluarga, Edukasi Pengelolaan Sampah, dan Pencegahan Stunting

Loading

Published

on

By

TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menyerahkan sembako saat menghadiri aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4).

Adapun tiga desa yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Desa Bunga Mekar, Desa Batukandik, dan Desa Suana.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam sambutannya menyampaikan bahwa TP PKK terus bergerak aktif mendukung program pemerintah melalui berbagai aksi nyata di masyarakat. Fokus utamanya adalah memberdayakan perempuan, meningkatkan kualitas keluarga, serta menyukseskan pembangunan daerah.

Putri Koster menjelaskan bahwa salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Bali saat ini adalah penanganan masalah lingkungan, khususnya sampah, melalui pengelolaan berbasis sumber.

Penanganan sampah dari rumah tangga dilakukan melalui pemilahan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu. Pengelolaan yang efektif melibatkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), pengolahan sampah dapur menjadi kompos, serta penyediaan tempat sampah terpisah guna meningkatkan efisiensi daur ulang dan mengurangi volume sampah ke TPA.

“Di Nusa Penida jangan sampai ada sampah yang menumpuk seperti di TPA Suwung. Untuk itu, kita harus bisa menyelesaikan sampah dari sumbernya, mulai dari rumah tangga. Nusa Penida sebagai daerah wisata harus dijaga keindahan alamnya dengan baik,” ujarnya sembari mengajak masyarakat mendukung kebijakan kepala daerah.

Di sisi lain, Putri Koster juga menyoroti gangguan kesehatan pada anak-anak atau generasi muda yang seharusnya dapat dicegah sejak masa kehamilan. Untuk itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan guna mencegah stunting.

“Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak guna memaksimalkan fase tumbuh kembangnya. Ikan juga mengandung omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak. Konsumsi ikan sangat direkomendasikan karena kaya protein dan zat gizi penting yang mendukung perkembangan kognitif, daya ingat, serta kesehatan mata dan jantung,” ungkapnya.

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster Ucapkan Rahajeng Rahina Tumpek Krulut

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Provinsi Bali atas pelaksanaan aksi sosial di Kecamatan Nusa Penida.

“Terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali yang telah menyerahkan bantuan kepada masyarakat kami di Kecamatan Nusa Penida,” ujarnya.

Di masing-masing desa tersebut, diserahkan berbagai bantuan, antara lain 50 paket Gemarikan yang berisi 1 kg ikan tuna bluefin, 1 kg ikan nila, dan 1 kg ikan kembung; 10 paket sembako yang terdiri atas beras 10 kg, minyak goreng 2 pcs, gula pasir 3 kg, kopi bubuk 2 bungkus, serta makanan ringan.

Selain itu, diberikan pula paket susu SGM Explor 150 gram (@2 kotak) kepada 10 balita dan paket susu SGM Bunda 150 gram (@2 kotak) kepada 10 ibu hamil. Bantuan lainnya berupa paket multivitamin untuk balita dan dewasa, 50 pak telur (@40 butir), 1.000 bibit cabai, 25 bibit jambu kristal, 25 bibit nangka, serta buku resep kuliner olahan kue dan pangan lokal dalam rangka kegiatan aksi sosial tahun 2026.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis dan demo memasak yang menghadirkan Bali Chef Community.

Selain melaksanakan aksi sosial, TP PKK Provinsi Bali juga melakukan kunjungan ke tempat pengolahan rumput laut menjadi kerupuk yang diproduksi oleh Sarining Segara Semaya di Banjar Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Klungkung.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Kusuma Surya Putra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali Sagung Mas Dwipayani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, Direktur Utama Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, serta Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma. (gs/bi)

Baca Juga  Kaji Konsep Ekologi Berkelanjutan, Antarkan IB Surya Suamba Raih Gelar Doktor di FT Unud

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ribuan Umat, Menko PMK dan Gubernur Koster Serukan Harmoni di Tengah Kebisingan Global pada Dharma Santi Nyepi 1948

Published

on

By

Dharma Santi Nyepi
DHARMA SANTI NYEPI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.500 umat tersebut menjadi puncak rangkaian Hari Raya Nyepi sekaligus momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.

Acara diisi dengan dharma wacana (siraman rohani), pertunjukan seni budaya, serta hiburan musik yang memperkuat nuansa spiritual sekaligus kebersamaan. Selain digelar secara nasional di Bali, Dharma Santi juga dilaksanakan di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Sumatera Selatan sebagai bentuk perayaan serentak umat Hindu di seluruh Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, anggota DPR RI dan DPD RI dapil Bali, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan tokoh masyarakat Hindu dari berbagai daerah.

Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Dharma Santi merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat merayakan Dharma Santi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di tanah air,” ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan keharmonisan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong-royong serta nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Kasus Sembuh Harian Covid-19 di Kota Denpasar Tembus 314 Orang

“Kita adalah bangsa besar yang rukun dalam perbedaan. Berbeda tetapi tetap satu. Kita harus terus saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengajak umat Hindu untuk senantiasa mengamalkan ajaran Tri Hita Karana sebagai fondasi menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional.

Menko PMK Pratikno dalam sambutannya menyoroti tantangan kehidupan modern yang dipenuhi “kebisingan” informasi. Ia menilai derasnya arus media sosial dan informasi digital seringkali membuat masyarakat kehilangan ruang untuk hening dan refleksi diri.

“Kadang kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan, ketersinggungan lebih cepat daripada pengertian,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai Nyepi seperti amati geni, amati karya, dan amati lelungan sangat relevan untuk membangun pribadi yang lebih tenang, reflektif, dan bijaksana. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah meningkatnya bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan bahwa Dharma Santi bukan sekadar perayaan, melainkan momen kembali pada keheningan diri. Ia mengaitkannya dengan ajaran dalam Bhagavad Gita tentang karma yoga—bertindak tanpa keterikatan pada hasil.

Acara ini menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam—satu bumi satu keluarga—yang diharapkan semakin memperkuat kerukunan umat beragama serta kesadaran kolektif menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Usai acara, suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat di area pelataran Taman Budaya Art Center Denpasar. Gubernur Wayan Koster menjadi pusat perhatian para peserta yang berebut kesempatan untuk berfoto bersama. Dengan ramah, ia melayani permintaan swafoto dari masyarakat, tokoh adat, hingga generasi muda. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster Ucapkan Rahajeng Rahina Tumpek Krulut

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPA Suwung, TPST Kertalangu, Tahura I dan II hingga TOSS Center Klungkung

Menteri LH Minta Jangan Kendurkan Semangat Memilah Sampah dan Semua Bupati/Walikota Mengakhiri Praktik “Open Dumping”

Loading

Published

on

By

gubernur koster
DAMPINGI MENTERI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P saat meninjau Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, TPST Kertalangu di Kota Denpasar serta melakukan kunjungan kerja ke pengelolaan sampah TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026).

Dalam tinjauannya di TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster yang didampingi oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara melihat langsung pengelolaan sampah organik dan anorganik yang dikerjakan secara sistematis oleh puluhan pekerja di TPST.

Menteri Lingkungan Hidup RI menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali, Walikota Denpasar serta Bupati Badung, karena dalam kurun waktu satu bulan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Kabupaten Badung telah mampu memilah sampah lebih dari 50 persen. Semangat ini dimintanya tidak boleh kendur. Ada upaya yang harus kita lakukan lagi untuk membangun kapasitas TPST.

“Sampai saat ini, pengelolaan sampah di TPST terus kita pantau, karena itu TPST Tahura I kita minta ditingkatkan kapasitasnya menjadi 200 ton per hari dan TPST Tahura II menjadi 100 ton per hari,” pesan Menteri LH seraya menjelaskan tadi alat – alat sudah datang dan saya yakin akhir bulan Juli sampah bisa ditangani dengan baik.

Selain memberikan perhatian terhadap TPST, Menteri Lingkungan Hidup juga berharap agar Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung meningkatkan kapasitas TPS-3R. “Untuk di kawasan Denpasar – Badung, kami minta kapasitas pengelolaan sampah di TPS-3R ditingkatkan.

Baca Juga  Gubernur Koster Tutup Bulan Bahasa Bali IV 2022, Ke Depan Sasaran Utama Generasi Muda

Kemudian terkait Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi yang melanggar aturan pemilahan sampah, Saya minta Pangdam IX Udayana, Kejati Bali, Kapolda Bali dan Kasi Intel agar mendukung sepenuhnya dari Bupati/Walikota untuk segera mempertajam pelaksanaan Tipiring, karena tidak adil, bilamana masyarakat yang sudah pilah, tidak dilindungi dengan perlindungan hukum, pada saat ada yang tidak pilah,” tegas Menteri Hanif Faisol Nurofiq saat didampingi Gubernur Wayan Koster di TPA Suwung.

Mengakhiri kunjungannya di TPA Suwung dan TPST Tahura I – TPST Tahura II, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan pihaknya akan mendatangi semua TPA di Bali. Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga meminta Gubernur Wayan Koster untuk memanggil semua Bupati/Walikota se-Bali tanpa terkecuali, agar diingatkan untuk mengakhiri praktik open dumping.

“Jadi, ini kita maknai sebagai upaya bersama dalam menyelesaikan sampah tidak hanya di Bali, namun kami menggunakan kewenangan yang diberikan Undang – Undang untuk memaksa kita semua mengakhiri open dumping di seluruh tanah air,” tegasnya.

Usai meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II di Kota Denpasar, Menteri Lingkungan Hidup RI bersama Gubernur Bali langsung bergerak ke Kabupaten Klungkung melihat kondisi pengelolaan sampah TOSS Centre di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda.

Setibanya di TOSS Center, kehadiran Menteri Lingkungan Hidup bersama Gubernur Bali disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster melihat kondisi TOSS Center yang telah melakukan pengolahan sampah organik sampai menjadi pupuk. Kata Sekda Klungkung, hasil pupuk organik yang diolah ini, kami berikan kepada petani secara gratis.

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster Ucapkan Rahajeng Rahina Tumpek Krulut

Selain melihat adanya pupuk organik, Menteri Lingkungan Hidup kemudian menyoroti adanya tumpukan sampah plastik dan anorganik di bagian Selatan TOSS Center.

Atas kondisi itu, Menteri Hanif Faisol Nurofiq meminta Sekda Klungkung untuk menjaga kawasan TOSS Centre, supaya tidak ada open dumping, dan meminta Pemerintah Klungkung untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat melakukan pemilahan sampah.

“Ini cukup terpilah, kalau tercampur akan tambah parah lagi. Kalau bisa dijaga di hulunya, agar lebih murah anggaran dalam kelola sampahnya. Untuk tumpukan sampah ini harus ditangani, agar tidak ada potensi kerusakan lingkungan.

Jadi seluruh Bali sampai bulan Agustus ini agar mengakhiri open dumping,” tutupnya sembari langsung menuju ke Embung Tukad Unda, Klungkung untuk melihat Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca