Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Komposter Bag, Solusi Anti Ribet Sampah Organik Rumah Area Terbatas

Komposter bag bisa dibeli di online

Loading

BALIILU Tayang

:

komposter bag
Komposter bag, solusi atasi sampah organik di rumah tangga. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Belakangan jagat maya di Pulau Bali, riuh rendah oleh pro kontra tentang pengolahan sampah. Polemik berkepanjangan muncul pasca ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung bagi sampah organik. Sempat muncul pula pemandangan sampah bertumpuk tidak terangkut di ruas-ruas jalan di beberapa wilayah Kota Denpasar. Padahal Sejatinya sampah organik jika dikelola dengan baik, justru dapat mendatangkan manfaat.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Kota Denpasar Gde Wirakusuma kepada media pada Kamis (14/8). “Sampah organik jika dikelola dengan baik dapat menghasilkan kompos yang bisa menjadi bahan penyubur tanaman,” ujar pria yang akrab disapa Wira ini. Jadi bahan dari alam akan kembali ke alam dan tidak menimbulkan masalah bau serta pemandangan kurang sedap.

Menurutnya ada beberapa pilihan untuk pengolahan sampah organik yang kerap dipopulerkan dengan teba modern atau teba vertikal. “Mulai dari berbahan buis beton, tong komposter, tabung pipa komposter serta lubang biopori termasuk komposter bag,” ujar bapak tiga anak ini. Dari sekian pilihan, pria yang juga ASN di Pemkot Denpasar ini memilih komposter bag. Teba vertikal berupa kantong berbahan terpal plastik ini mirip drum besar berisi tutup di bagian atas untuk menghindarkan serangga serta jendela bukaan di bagian bawah untuk memudahkan ambil komposnya. Baginya komposter bag menjadi salah satu pilihan yang mudah, murah dan efektif di rumah dengan area terbatas, seperti perumahan di perkotaan yang luasan lahannya rata-rata  1 are atau bahkan kurang, jelasnya.

Komposter bag berukuran 200 liter hanya memerlukan landasan dengan diameter 50 cm x 50 cm dengan tinggi 102 cm serta mampu mengolah sampah rumah tangga dalam jangka waktu yang cukup panjang. “Saya sudah menggunakan selama 1 tahun lebih dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik,” tegasnya. Dengan harga di kisaran Rp 30.000 – Rp 60.000, komposter bag juga menjadi pilihan yang cukup terjangkau. “Tinggal beli online dan langsung pasang, sudah bisa digunakan untuk mengolah sampah,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Siap Dukung Percepatan Pelaksanaan Gerakan Bali Bersih Sampah

Tanpa memerlukan perlakuan khusus, sampah daun dan sampah dapur langsung dibuang ke dalam bag. “Dalam 2 sd 3 bulan sudah terbentuk kompos dan bisa dipanen untuk dipergunakan menyuburkan tanaman,” ujar warga di Br. Tangguntiti Kelurahan Tonja Denut ini. Penambahan booster berupa cairan pengompos dan ecoenzyme tentu akan lebih baik untuk mempercepat proses kompostingnya. Dengan komposter bag ini pengambilan kompos hasil pengolahan sampah organik juga relatif mudah. “Tinggal ambil dari bukaan di bagian bawah, tidak perlu tenaga dan waktu yang lama,” ujar penggemar tanaman jepun ini.

Menurutnya pedoman pengolahan sampah berbasis rumah tangga cukup simple. “Yang terbuat dari alam (organik) kita olah dengan komposter agar menjadi pupuk yang dikembalikan ke alam, sedangkan sampah anorganik yang berbahan pabrik kita kembalikan ke pabrik untuk diolah kembali (recycle) melalui bank sampah,” jelas mantan wartawan ini.

Berdasarkan pengamatan dalam mengolah sampah sejak 2018, pihaknya menyatakan bahwa komposisi sampah harian rumah tangga : 50-60 persen sampah organik, 30-40 perse sampah anorganik dan 5-10 persen adalah residu yang tidak bisa dimanfaatkan/diolah kembali berupa tisue, slip belanja, cotton bud, pampers, pembalut, kapas dan sejenisnya. “Jika kita bisa mengelola sampah dengan baik di rumah tangga dan hanya membuang residu ke TPA, tentu beban TPA akan semakin ringan dan pemrosesan sampah residu jauh lebih mudah dibanding sampah tercampur seperti saat ini,” ujar alumnus Universitas Jember ini.

Pengolahan sampah berbasis rumah tangga dengan komposter dan pelibatan bank sampah akan jauh lebih bermanfaat jika dibarengi dengan upaya pengurangan timbulan sampah sekali pakai. “Caranya dengan selalu membawa kemasan makanan dan minuman pakai ulang seperti rantang, meal box dan tumbler air minum serta tote bag dari kain saat ke luar rumah untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai,” ujar pria yang juga aktivis KMHDI ini. Memang penggunaan kemasan plastik, kaleng dan kaca tidak terhindarkan, terutama dalam produk makanan. Namun jika kita bijak mengelolanya dengan mengolah kembali sampah anorganik tersebut melalui bank sampah, tentu akan lebih bermanfaat dengan tidak berdampak pada lingkungan.

Baca Juga  Gandeng Pesona Plastik, PKK Se-Desa Pemogan Ikuti Workshop Upcycle Plastik

Sebenarnya Gubernur Bali telah menerbitkan dua peraturan dalam mengelola sampah. Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai  dimana aturan ini melarang penggunaan kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik, serta membatasi penggunaan plastik sekali pakai di berbagai sektor. Ditambah lagi Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber serta Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021 yang lebih rinci mengatur pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis sumber di desa/kelurahan dan desa adat. “Kedua peraturan ini sebenarnya ingin mengajak masyarakat untuk mengolah sampah agar mandiri dan tidak berdampak negatif pada lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, terbitnya kedua peraturan tersebut sebagai upaya melindungi alam dan masyarakat Bali sehingga wajib dipatuhi dan dilaksanakan mengingat pengelolaan sampah yang buruk akan berdampak pada alam, masyarakat dan pariwisata. “Bali adalah pulau kecil dan sebagian besar perkonomian kita bertumpu pada sektor pariwisata,” tegasnya. Jika kemudian sampah, khususnya yang anorganik semacam plastik, kaleng dan kaca malah mengotori laut, danau, sungai, sawah, hutan dan tempat lainnya yang menjadi destinasi wisata unggulan serta sumber kehidupan kita lainnya tentu akan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Mari sayangi Bali, sayangi alam dan lingkungan maka alam dan lingkungan akan menjaga kita.

Komposter bag, solusi atasi sampah organik di rumah tangga. (Foto: gs)

9 Langkah Mudah Olah Sampah Organik

Langkah no. 9 paling menentukan keberhasilan komposting.

  1. Siapkan komposter bag berbahan terpal. Bisa dibeli online dengan mengetik Composter Bag.
  2. Letakkan di area yang cukup sirkulasi sinar dan udara serta berlandaskan tanah untuk penyerapan air sisa pengomposan.
  3. Pasang penahan/penguat di keempat sisi komposter bag agar tidak meleyot saat hampir penuh.
  4. Awali dengan membuat dasar serapan di bagian bawah bag dengan hanya memasukkan sampah kebun.
  5. Setelah beberapa waktu tambahkan sampah dapur (mentah atau matang). Lalu tutup lagi dengan sampah kebun supaya terhindar dari kerubungan lalat.
  6. Proses ini diulang terus sampai terbentuk kompos di bagian bawah yang bisa diambil secara rutin nantinya.
  7. Pantangannya : sama sekali tidak boleh ada sampah anorganik (plastik mika kaca kaleng dll) karena membuat gas dan air terperangkap sehingga memunculkan bau busuk.
  8. Hindari memasukkan langung ranting dan janur karena menghambat pembusukan (ranting dan lidi janur menghalangi sampah turun. Sedangkan daun janur mengandung lilin sehingga lambat diurai). Sampah janur dan ranting agar dicincang menjadi remah kecil untuk mempercepat pembusukan.
  9. Lakukan sekarang. Semakin cepat dilakukan semakin cepat terbebas dari problem sampah. (gs/bi)
Baca Juga  Sektor Horeka dan DTW di Denpasar Komitmen Wujudkan Pengolahan Sampah Mandiri

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

KPU Bali Gelar Bimtek, Samakan Persepsi Pelaksanaan PAW Anggota DPRD

Published

on

By

KPU Provinsi Bali menggelar Bimbingan Teknis pelaksanaan Penggantian Antarwaktu Anggota DPRD di Ruang Rapat KPU Kabupaten Buleleng.
BIMTEK: KPU Bali saat menggelar bimtek pelaksanaan Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPRD, Jumat (7/8/2026), bertempat di Ruang Rapat KPU Kabupaten Buleleng. (Foto: Hms KPU Bali)

Buleleng, baliilu.com – KPU Provinsi Bali memperkuat pemahaman dan menyamakan persepsi terkait pelaksanaan Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPRD melalui Bimbingan Teknis Tata Cara dan Mekanisme PAW Anggota DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota se-Bali Tahun 2026, Jumat (7/8/2026), bertempat di Ruang Rapat KPU Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman serta memastikan proses PAW dapat berjalan secara cermat, tertib administrasi, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kesamaan pemahaman antarpemangku kepentingan menjadi penting agar setiap proses PAW dapat dilaksanakan secara tepat dan memberikan kepastian hukum.

Bimbingan teknis dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Bali dan menghadirkan Anggota KPU Republik Indonesia, Idham Holik, sebagai narasumber. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris DPRD Provinsi Bali, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bali, pimpinan partai politik tingkat Provinsi Bali, serta Ketua dan Anggota KPU Kabupaten/Kota yang membidangi Divisi Teknis Penyelenggaraan se-Bali.

Anggota KPU Provinsi Bali Divisi Teknis Penyelenggaraan, Luh Putu Sri Widyastini, memandu jalannya bimbingan teknis.

Dalam pemaparannya, Idham Holik menyampaikan sejumlah arahan terkait tata kelola kepemiluan dan kepartaian, termasuk pentingnya pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

Partai politik didorong untuk secara proaktif melakukan pemutakhiran data dan tidak menganggap data keanggotaan bersifat tetap. KPU Kabupaten/Kota juga diharapkan terus membangun komunikasi dengan partai politik agar data kepengurusan dan keanggotaan yang tercatat dalam Sipol tetap akurat dan mutakhir.

Dalam konteks PAW Anggota DPRD, bimbingan teknis menekankan pentingnya ketelitian dalam pemeriksaan dokumen, pemenuhan persyaratan calon pengganti sesuai ketentuan, serta koordinasi yang efektif antara KPU, DPRD, pemerintah daerah, dan partai politik.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Dorong Optimalisasi Teba Modern Atasi Sampah Organik, Siapkan PDU untuk An-Organik

Pelaksanaan PAW saat ini berpedoman antara lain pada Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penggantian Antarwaktu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Menutup kegiatan, Luh Putu Sri Widyastini menegaskan bahwa PAW merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Karena itu, komunikasi dan koordinasi yang baik antarpihak menjadi salah satu kunci agar setiap proses PAW dapat dilaksanakan secara tepat, tertib, dan berkepastian hukum.

Melalui kegiatan ini, KPU Provinsi Bali berharap jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Bali semakin memiliki pemahaman yang seragam dan mampu menangani setiap proses PAW secara profesional, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Penuh Semangat, Bupati Sanjaya Semarakkan Lomba Antar-OPD Sambut HUT Ke-81 RI

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Lomba Lari Karung dan Lomba Tarik Tambang antar-OPD di Lapangan Alit Saputra.
HADIRI LOMBA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri Lomba Lari Karung dan Lomba Tarik Tambang antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Lapangan Alit Saputra, Jumat (7/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin membara di Kabupaten Tabanan. Jumat (7/8), keceriaan dan jiwa sportivitas mewarnai Lapangan Alit Saputra saat Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Lari Karung dan Lomba Tarik Tambang antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Suasana penuh semangat dan gelak tawa menjadi cerminan kuatnya kebersamaan dalam memaknai peringatan hari bersejarah bangsa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta jajaran pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta para Asisten Setda, para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta jajaran direktur instansi vertikal di lingkungan Pemkab Tabanan. Kehadiran seluruh unsur pimpinan daerah semakin menambah semarak jalannya perlombaan.

Keseruan lomba semakin terasa karena Bupati Sanjaya tidak hanya hadir menyaksikan, tetapi juga tampil memandu jalannya kegiatan sebagai pembawa acara. Dengan gaya yang hangat dan penuh semangat, orang nomor satu di Tabanan tersebut sukses menghidupkan suasana, mengundang sorak sorai para peserta maupun pendukung dari masing-masing OPD.

Lomba Lari Karung antar-OPD diikuti oleh enam peserta dalam satu tim beregu campuran, sementara Lomba Tarik Tambang diikuti oleh dua belas peserta dalam satu regu campuran. Setiap pertandingan berlangsung meriah, menampilkan semangat juang, kerja sama, serta kekompakan antarpegawai yang menjadi nilai utama dalam setiap perlombaan.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh antusias. Menurutnya, perlombaan tradisional seperti ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Perbekel/Lurah, Unsur Desa Adat dan Pengurus TP PKK Dentim Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber PADAS

Bupati Sanjaya menegaskan, semangat yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi gambaran nyata semangat gotong-royong yang harus terus dijaga dalam membangun daerah. “Saya sangat mengapresiasi kekompakan dan sportivitas seluruh peserta. Semangat seperti ini harus terus dipelihara karena mampu mempererat kebersamaan sekaligus menjadi bagian dari semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Adapun hasil perlombaan, kategori Tarik Tambang berhasil dimenangkan oleh Sekretariat DPRD sebagai Juara I, disusul Satpol PP sebagai Juara II, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai Juara III. Sementara pada Lomba Lari Karung, Juara I diraih Dinas Kebudayaan, Juara II diraih RSUD Tabanan, dan Juara III berhasil diraih Dinas Pendidikan. Perlombaan ini menjadi wujud semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, dan sportivitas di lingkungan OPD dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Buka LKBB HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Tanamkan Semangat Disiplin dan Nasionalisme Generasi Muda

Loading

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya didampingi Wakil Bupati I Made Dirga membuka Lomba Kebangsaan Baris-Berbaris di Taman Perjuangan Singasana.
BUKA LKBB: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga secara resmi membuka Lomba Kebangsaan Baris-berbaris (LKBB) Tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Taman Perjuangan Singasana, Kamis (6/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga secara resmi membuka Lomba Kebangsaan Baris-Berbaris (LKBB) Tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, yang berlangsung di Taman Perjuangan Singasana, Kamis (6/8).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, jajaran pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, para guru pendamping, serta peserta lomba yang terdiri dari 17 regu dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tabanan.

Melalui sambutannya, Bupati Sanjaya secara resmi membuka pelaksanaan lomba, pihaknya menegaskan bahwa Lomba Kebangsaan Baris-berbaris bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kekompakan gerakan dan ketepatan langkah, melainkan memiliki makna yang jauh lebih besar sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, tertanam nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, ketangguhan, serta semangat pantang menyerah yang akan menjadi bekal penting bagi para pelajar sebagai calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah pembangunan daerah maupun bangsa.

“Lomba ini mungkin tampak sederhana, namun pada dasarnya memiliki makna yang luar biasa. Melalui setiap langkah yang ditampilkan, terkandung nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah. Inilah karakter yang harus terus dibangun dalam diri generasi muda kita,” ujar Sanjaya.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pembina, dan sekolah yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, dedikasi, kreativitas, serta semangat kompetitif yang sehat yang ditunjukkan para peserta merupakan cerminan kualitas generasi muda Tabanan yang patut dibanggakan. Oleh karena itu, Bupati Sanjaya mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, berprestasi, menjaga nama baik sekolah, keluarga, serta Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Ny Putri Koster Ajak Pelindo Sinergi Wujudkan Bali Bersih Sampah

Lebih lanjut, Politisi asal Dauh Pala tersebut mengingatkan bahwa tujuan utama perlombaan bukan semata-mata mengejar kemenangan, melainkan membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dalam memaknai kemerdekaan Indonesia. Ia pun mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, dan menikmati setiap proses serta penampilan yang ditunjukkan selama perlombaan berlangsung. “Menjadi juara tentu menjadi kebanggaan. Namun kebersamaan, persaudaraan, dan semangat memeriahkan Hari Kemerdekaan merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Kemeriahan perlombaan semakin terasa dengan antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Taman Perjuangan Singasana untuk menyaksikan setiap penampilan peserta. Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri dari unsur Polres Tabanan, Kodim 1619 Tabanan, dan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tabanan, SMA Negeri 2 Tabanan berhasil meraih Juara I, SMA Negeri 1 Kediri meraih Juara II, dan SMA Negeri 1 Tabanan menempati Juara III pada Lomba Kebangsaan Baris-Berbaris Tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan Tahun 2026.

Melalui penyelenggaraan LKBB ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi muda melalui kegiatan yang positif, edukatif, dan membangun karakter. Semangat disiplin, nasionalisme, persatuan, serta sportivitas yang tumbuh dari kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca