Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sektor Horeka dan DTW di Denpasar Komitmen Wujudkan Pengolahan Sampah Mandiri

Walikota Jaya Negara Sebut Sebagai Kerja Sama Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Loading

BALIILU Tayang

:

pengolahan sampah denpasar
SOSIALISASI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster serangkaian sosialisasi bagi pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus bergerak dalam optimalisasi penanganan sampah di berbagai sektor. Kali ini, melalui Dinas Pariwisata, turut mengumpulkan pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5). Dalam kesempatan tersebut, pengusaha sektor Horeka dan DTW siap berkomitmen dalam mewujudkan pengolahan sampah berbasis sumber untuk pariwisata berkelanjutan.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Pusdal LH Bali Nusra Ni Nyoman Santi, Kasubdit Penegakan Peraturan LH, Kementerian LH, Antonius Sarjanto, Pimpinan OPD, Stakeholder serta undangan lainnya.

General Manager Prama Sanur Beach Hotel, IGB Surya Candra Sasmita dalam sambutannya menekankan bahwa Sektor Horeka dan DTW memiliki komitmen dalam penanganan sampah. Terlebih, sebagai elemen penting pariwisata, sektor Horeka dan DTW rata-rata telah memiliki standarisasi pengolahan limbah, meski harus terus dioptimalkan.

Gung Surya mengatakan bahwa, sektor Horeka dan DTW memiliki standarisasi yang baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya sertifikasi ISO dan penghargaan Tri Hita Karana Award yang keduanya berdasar pada isu lingkungan, termasuk pengolahan sampah.

“Tentunya kami siap berkomitmen untuk pengolahan sampah berbasis sumber, dan kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, atas dukungan dan komitmen dalam mendukung penanganan persampahan untuk pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas dukungan pengusaha atau pimpinan sektor Horeka dan DTW dalam penanganan persampahan. Hal ini tentu menjadi bukti sinergitas dan komitmen kerja bersama dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Baca Juga  Langkah Berani Gubernur Koster, Panggil Danone dan Semua Produsen

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini sektor Horeka dan DTW menjadi salah satu penyokong perekonomian Denpasar. Karenanya, penting untuk mendukung terciptanya iklim pariwisata yang berkelanjutan serta ramah terhadap lingkungan, khususnya persampahan.

Jaya Negara menambahkan, saat ini Pemkot Denpasar terus menggenjot pengolahan sampah berbasis sumber dengan menyasar berbagai sektor. Karenanya, usaha ini memerlukan komitmen serta dukungan bersama agar pelaksanaannya dapat berlangsung optimal.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama pimpinan di sektor Horeka dan DTW, ke depan kami di Pemerintah Kota Denpasar akan melaksanakan audit pengolahan limbah dengan seksama seperti CHSE, dan semoga upaya ini dapat mendukung terwujudnya pengolahan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe yang hadir mengikuti sosialisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah di Bali saat ini menjadi isu serius yang harus ditangani bersama, terutama karena sekitar 41 persen persoalan sampah bersumber dari sektor pariwisata Horeka.

Menurutnya, langkah dan pemetaan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung dalam pengelolaan sampah sudah sangat lengkap, mulai dari identifikasi sumber masalah, pola penanganan, hingga strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Ia mengaku terus memantau secara ketat perkembangan pengelolaan sampah di Bali, khususnya di wilayah Kota Denpasar.

“Sudah ada kemajuan signifikan sejak dilakukan pengendalian sangat ketat pasca-penutupan TPA Suwung. Ini harus terus ditingkatkan karena Bali yang bersih merupakan kebutuhan lingkungan kita agar masyarakat hidup sehat, dan kami juga memberikan apresiasi atas capaian pemilahan sampah di Kota Denpasar yang sudah di atas 80 persen,” ujarnya.

Gubernur Koster menekankan bahwa Kota Denpasar memiliki tanggung jawab besar lantaran menjadi ibukota Provinsi Bali dengan sektor hotel dan restoran masih menjadi tulang punggung perekonomian. Ia juga menyoroti kondisi TPA Suwung yang sudah mengalami overload dan menimbulkan polusi lingkungan sehingga pola lama pengelolaan sampah harus segera diakhiri.

Baca Juga  Bali Tetap Indah: Desa Serangan dan Kura Kura Bali Buktikan Sampah Plastik Bisa Jadi Berkah Ekonomi

“Kebiasaan nyaman harus kita akhiri. Kita harus mengubah perilaku. Saya sudah tidak takut, saya harus berani. Kalau pariwisata Bali mau dijaga berkelanjutan, maka persoalan sampah harus diselesaikan,” tegasnya.

Karena itu, Gubernur Koster meminta seluruh pelaku usaha pariwisata mulai membangun kesadaran bersama untuk mengelola sampah secara mandiri di lingkungan usahanya masing-masing. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah di hotel tidak boleh hanya mengandalkan dana CSR, melainkan harus menjadi bagian dari anggaran operasional usaha.

Usai memberikan arahan kepada pelaku sektor Horeka dan DTW, Gubernur Wayan Koster yang didampingi Walikota Jaya Negara beserta Wakil Walikota Arya Wibawa turut meninjau stand inovasi dan kreativitas siswa di Kota Denpasar yang mengikuti kegiatan Denpasar Education Festival (DEF) Tahun 2026. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ngobrol Lebih Dekat, Kadisdikpora Badung Dengarkan Langsung Curhatan Guru di Safari Pendidikan

Published

on

By

safari pendidikan badung
MENYAPA: Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana saat menyapa para guru pada kegiatan Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Di balik tugas mengajar dan tanggung jawab membentuk generasi muda, banyak guru menyimpan cerita yang jarang terdengar. Mulai dari tantangan di sekolah, kebutuhan fasilitas pendidikan, hingga harapan agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih maksimal.

Lewat Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026), para guru akhirnya memiliki ruang untuk menyampaikan semuanya secara langsung kepada Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana.

Kegiatan yang diselenggarakan Disdikpora Badung bersama PGRI Kecamatan Abiansemal dalam rangka Hardiknas 2026 ini menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah dan tenaga pendidik. Tidak hanya hadir untuk menyapa, Kadisdikpora Badung juga duduk bersama para guru mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Dalam sesi talkshow interaktif, para guru menyampaikan aspirasi mulai dari kondisi sarana prasarana sekolah, pola kerja di lingkungan pendidikan, hingga tantangan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar sekolah.

Kadisdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengatakan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tenaga pendidik di lapangan.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal yang diselenggarakan oleh PGRI Kecamatan Abiansemal dan didukung oleh seluruh guru di Kabupaten Badung serta PGRI Badung. Dalam rangka memperingati Hardiknas, tadi pagi kegiatan diawali dengan bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Gerih dan dilanjutkan dengan talkshow. Di sesi ini saya ingin mendengar langsung keluh kesah para guru, apakah ada kendala di sekolah, persoalan sarana prasarana, ataupun masalah lainnya,” ujarnya.

Menurut Dwipayana, komunikasi langsung seperti ini penting agar pemerintah mengetahui kondisi nyata yang dihadapi para guru setiap hari. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama yang kuat di lingkungan sekolah agar proses pembelajaran berjalan lebih baik.

Baca Juga  Operasional TPST Tahura 1 Denpasar Terus Dikebut, Ditarget Olah Sampah 200 - 300 Ton/Hari

“Guru-guru harus menjadi tim yang solid di sekolah. Kepala sekolah harus mampu memanage teman-temannya agar bisa menjadi tim yang kuat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang baik di sekolah. Selain itu, sekolah juga harus bisa menyatu dengan desa ataupun lingkungan di sekitarnya, karena sebagian besar sekolah berada di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Disdikpora Badung akan terus mendorong peningkatan kualitas guru agar mampu melahirkan generasi muda Badung yang unggul dan siap bersaing di masa depan.

“Kedepannya kita akan terus meningkatkan kualitas guru-guru di Kabupaten Badung sehingga mampu mendidik anak-anak Badung menjadi generasi unggul yang siap bersaing, baik di Kabupaten Badung maupun Bali secara umum,” tambahnya.

Selain talkshow, kegiatan Safari Pendidikan juga diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Adat Gerih, penyerahan tanaman dari Ketua PGRI Abiansemal untuk Perbekel Desa Gerih dan Kepsek SMPN 5 Abiansemal, serta pemberian apresiasi kepada guru-guru yang mengikuti lomba di tingkat kecamatan, kabupaten hingga nasional.

Lewat kegiatan ini, Disdikpora Badung ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan ruang kelas. Mendengar guru, memahami keresahan mereka, lalu mencari solusi bersama juga menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang lebih kuat di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Rancang Penataan Besar Kuta

Trotoar 4 Meter hingga Transportasi Listrik

Loading

Published

on

By

bupati adi arnawa
TINJAU LAPANGAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi kawasan Kuta secara menyeluruh. Penataan ini mencakup pembenahan tata ruang, pengentasan kemacetan, hingga restorasi kawasan pantai guna mengembalikan citra Kuta sebagai ikon pariwisata dunia.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). Menurutnya, solusi tepat sasaran hanya bisa lahir dengan melihat realita di lapangan, bukan sekadar koordinasi di balik meja.

Pemkab Badung telah merancang transformasi besar ini untuk mulai dieksekusi pada tahun 2026. Fokus awalnya adalah menciptakan estetika kawasan yang rapi melalui pelebaran jalur pedestrian dan penataan kabel utilitas bawah tanah.

“Kita tidak bisa bekerja di atas meja saja, tetapi harus langsung ke lapangan melihat kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah-langkah solusi yang harus dilakukan. Kita akan buat estetika kawasan ini secantik mungkin. Pedestrian akan diperlebar kurang lebih sampai 4 meter, dilengkapi taman dan landscape hijau sehingga suasananya nyaman dan layak menjadi kawasan tujuan wisata,” jelasnya.

Selain estetika, Bupati Adi Arnawa menyoroti kemacetan kronis yang dipicu oleh sempitnya ruas jalan dan maraknya parkir liar. Sebagai solusi, ia telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyediakan kantong-kantong parkir terpusat. Langkah ini akan diikuti dengan penerapan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan utama Kuta. Sebagai kompensasi mobilitas, Pemkab Badung berencana memperkenalkan sistem transportasi publik berbasis listrik.

“Dengan kondisi jalan yang sempit seperti sekarang, ditambah parkir liar di sepanjang jalan, tentu akan memperparah kemacetan. Ini yang akan kita tata. Saya sudah perintahkan Bapak Sekda untuk menyiapkan kantong-kantong parkir. Setelah itu baru kita berlakukan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan ini. Nanti akan ada jalur khusus transportasi publik listrik, mungkin dibuat dengan penanda warna tertentu. Jadi masyarakat maupun wisatawan bisa menikmati kawasan Kuta dengan lebih nyaman,” imbuhnya.

Baca Juga  Bag Komposter Jadi Solusi, Pemkot dan PKK Denpasar Edukasi Warga Dentim

Di sektor pesisir, penanganan abrasi menjadi prioritas utama. Saat ini, pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai sedang membangun breakwater dari wilayah Tuban hingga Kuta. Melengkapi hal tersebut, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 250 miliar untuk melanjutkan penanganan abrasi hingga ke wilayah Canggu.

Rencana besarnya adalah membangun jalur pedestrian pesisir raksasa dengan lebar 8 meter yang menghubungkan Tuban hingga Canggu. Jalur ini nantinya akan memisahkan area jogging track dan jalur khusus sepeda listrik. “Setelah breakwater selesai dan pasir kembali ditata, pantai akan lebih lebar dan nyaman. Setelah itu kita rancang pedestrian pesisir dari Tuban sampai Canggu dirancang memiliki lebar hingga sekitar 8 meter dan dibagi menjadi jalur jogging track serta jalur sepeda listrik. Nantinya wisatawan maupun masyarakat dapat menikmati kawasan pesisir dengan sistem transportasi modern berbasis digital,” katanya.

Bupati Adi Arnawa meminta masyarakat untuk bersabar karena proses penataan ini akan dilakukan secara bertahap. Ia memastikan koordinasi dengan desa adat dan tokoh masyarakat akan terus diperkuat demi kesuksesan visi ini.

“Kita ingin mengembalikan Kuta seperti dulu, sebagai ikon pariwisata, turisme, dan surfing yang menjadi kebanggaan Bali,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Horeka Pilah Sampah, Bupati Badung Turun Langsung ke Kuta

Wabup Pantau Pengelolaan Sampah di Kelurahan Tuban

Loading

Published

on

By

bupati adi arnawa
AKSI PENGAWASAN: Bupati Wayan Adi Arnawa memimpin aksi Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada sektor Horeka serta sektor perdagangan di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin aksi Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) serta sektor perdagangan di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). Di saat yang sama, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta juga memantau pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah di wilayah Kelurahan Tuban.

Hadir mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB Surya Suamba bersama jajaran Kepala OPD, Camat Kuta D. Ngurah Bayudhewa, Lurah Kuta Putu Dedik Ardiana, serta jajaran TNI dan ASN di lingkungan Pemkab Badung.

Seusai kegiatan, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa secara umum wilayah Kuta sudah terlihat bersih. Meski demikian, ia mencatat masih adanya oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan di lokasi tertentu. Sebagai solusi, pihak Kelurahan Kuta telah menginisiasi titik penampungan sampah sementara di Kantor Kelurahan.

“Saya melihat di Kantor Lurah Kuta, upaya yang dilakukan oleh Lurah adalah mencoba mengedukasi masyarakat untuk memastikan bahwa sampah-sampah yang ada di Kuta ini memang sudah dipilah. Jadi, Bapak Lurah sudah menyiapkan tempat di Kantor Lurah sekaligus dia memastikan bahwa itu sudah dipilah. Dan dari pihak DLHK sudah siapkan truk yang standby untuk membawa sampah ke TPST,” ujarnya.

Bupati memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan, Kelurahan, Kepala Lingkungan (Kaling), serta masyarakat Kuta yang mulai sadar akan pentingnya pemilahan sampah. Untuk mendukung gerakan ini, Pemkab Badung berkomitmen menyediakan infrastruktur penampungan sampah terpilah yang lebih memadai di Kelurahan Kuta.

“Dan sekaligus juga nanti kita akan siapkan petugas untuk memastikan bahwa sampah-sampah yang dibawa ke sana itu memang sudah-sudah terpilah. Sambil itu juga, kami juga sudah perintahkan tadi Lurah, untuk segera melaksanakan pemantauan secara rutin. Karena masyarakat masih nyari celah-celah untuk menempatkan sampah di pinggir jalan, yang mana tidak ada pengawasan. Karena seiring dengan itu, kita akan melakukan penegakan hukum. Penegakan hukum bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Baca Juga  Operasional TPST Tahura 1 Denpasar Terus Dikebut, Ditarget Olah Sampah 200 - 300 Ton/Hari

Selain memantau lingkungan warga, Bupati Adi Arnawa beserta jajaran juga meninjau langsung beberapa unit usaha Horeka di wilayah Kuta. Berdasarkan pantauannya, sektor Horeka secara umum telah melakukan pemilahan sampah, meski belum sepenuhnya melakukan pengolahan secara mandiri di lokasi usaha.

“Harapan kita adalah semua Horeka itu mengolah sampah sendiri di tempat usahanya masing-masing, sehingga tidak perlu ada lagi membuang sampah ke TPST, atau ke TPA Suwung sudah tidak ada lagi, mudah-mudahan dengan kegiatan semacam ini rutin melakukan turun ke lapangan seperti ini kita langsung melihat situasi di lapangan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca