Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Korban Terseret Arus di Pantai Pererenan Ditemukan Meninggal

BALIILU Tayang

:

tim sar
EVAKUASI: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban terseret arus di Pantai Pererenan, Badung. (Foto: Hms SAR)  

Badung, baliilu.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban yang terseret arus di Pantai Pererenan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada hari kedua operasi pencarian, Senin (13/7). Korban ditemukan dalam posisi terapung-apung dan kondisi meninggal dunia.

“Korban atau target itu berhasil kita dapat dengan jarak sekitar 300 meter dari LKM, pukul 13.45,” terang I Made Widiantara, koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Korban diketahui bernama Christian Jonathan Made Caesar Halawa (17), warga Jalan Tibung Anyar No. 4, Banjar Kwanji, Dalung, Kabupaten Badung. Sebelumnya, korban dilaporkan terseret arus saat berenang bersama dua rekannya di Pantai Pererenan pada Sabtu (11/7) sekitar pukul 17.40 Wita. Saat kejadian, gelombang laut cukup besar. Satu rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya berhasil diselamatkan oleh Tim Balawista Pantai Pererenan. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dari Polair Polsek Kuta Utara pada hari Minggu.

Operasi SAR hari kedua diawali dengan briefing dan pembagian tugas. Tim SAR gabungan kemudian mengerahkan SRU laut menggunakan 1 unit rubber boat untuk melakukan penyisiran di perairan, sementara SRU darat melakukan penyisiran di sepanjang pesisir ke arah timur dan barat dari lokasi kejadian.

Pada pukul 13.15 Wita diterbangkan drone thermal ke arah barat daya dari lokasi kejadian, dan 15 menit kemudian korban terpantau mengapung. Informasi tersebut segera diteruskan kepada SRU laut yang kemudian bergerak menuju titik lokasi dan selanjutnya mengevakuasi korban.

Jenazah selanjutnya dibawa menuju pesisir Pantai Pererenan. “Pada pukul 15.35 Wita korban dievakuasi dengan menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung menuju ke Rumah Sakit Mangusada,” ungkapnya.

Baca Juga  Tim SAR Temukan Korban yang Tenggelam di Pantai Berawa

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, Satbrimob Polda Bali, Polairud Polres Badung, BPBD Kabupaten Badung, Balawista Munggu, ORARI Bali, serta keluarga korban. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Tinjau Progress Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Karangasem

Pengerjaan Sekolah Rakyat Capai 95 Persen, Akhir Juli 2026 Target Selesai

Loading

Published

on

By

sekolah rakyat
TINJAU PEMBANGUNAN: Gubernur Bali Wayan Koster meninjau progress pembangunan sekaligus Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2026-2027 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem pada, Senin (Soma Umanis, Pujut) 13 Juli 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau progress pembangunan sekaligus Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2026-2027 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem pada, Senin (Soma Umanis, Pujut) 13 Juli 2026.

Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem ini merupakan salah satu program strategis Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto yang berdiri di lahan Pemerintah Provinsi Bali seluas 5,6 hektare, bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem dengan memperluas akses pendidikan yang merata. Program sosial Pendidikan ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan dan fasilitas asrama yang layak.

Dalam kunjungannya, Gubernur Koster menyempatkan waktu menyapa siswa–siswi SD, SMP, dan SMA yang sedang melakukan proses pendaftaran hingga meninjau ruang kelas belajar siswa SD yang dilengkapi dengan meja/kursi untuk siswa dan guru, lemari, media pembelajaran papan tulis, dan infrastruktur pendukung berupa pencahayaan lengkap dengan kipas angin dan ventilasi.

Fasilitas ibadah seperti pura, kantin, toilet, asrama siswa, fasilitas air bersih, tempat nyuci baju, hingga listrik juga menjadi perhatian Gubernur Koster dalam kunjungan tersebut, seraya menanyakan beberapa infrastruktur strategis seperti kesiapan air, listrik, makanan, progress pembangunan, prasarana pendidikan, dan Guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem dihadapan Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, terkait Sekolah Rakyat, Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos, Ketut Supena, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali dan Kepala Sekolah Rakyat, Putu Jaya Negara.

Baca Juga  Korban Terseret Ombak di Pantai Balian Ditemukan Meninggal Dunia

Menjawab pertanyaan Gubernur Bali, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, melaporkan bahwa :

Pertama, Pengerjaan Sekolah Rakyat sudah mencapai 95 persen dan target selesai pada tanggal 30 Juli 2026. Karena 31 Juli, sebanyak 74 siswa akan belajar secara permanen di Sekolah Rakyat.

“Kami mohon waktu perbaikan dan pembersihan di lapangan. Kami komitmen menyelesaikan pekerjaan ini lengkap dengan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Kedua, dijelaskannya bangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem menerapkan bangunan hijau, dimana semua ruangan kelas dan sebagainya tidak terdapat AC, namun memiliki sirkulasi udara yang mempuni.

Ketiga, terkait kebutuhan air di Sekolah Rakyat, sumbernya berasal dari dua titik sumur bor yang izinnya sudah terbit dengan kedalaman mencapai 60 meter dan memiliki volume 1,8 liter per detik.

“Selain kami memanfaatkan saluran air bersih dari PDAM. Untuk jangka panjang, sumber air Sekolah Rakyat secara permanen akan dibangun pada tahun 2027 oleh Dirjen Cipta Karya, Kementrian PU dengan memanfaatkan sumber air di Sungai Telaga Waja,” jelasnya.

Empat, lanjutnya Sumber Daya Listrik di Sekolah Rakyat sudah cukup aman, karena daya listriknya diambil langsung dari Gardu PLN berkekuatan 345.000 VA (setara 345 kVA). Sebagai pendukungnya, kami menyiapkan mesin genset untuk cadangan sumber daya listrik; dan

Kelima, ecara umum, bangunan Sekolah Rakyat yang sudah dikerjakan meliputi Gedung SD sebanyak 18 kelas dengan kapasitas mencapai 540 siswa, Gedung SMP dan Gedung SMA masing – masing memiliki jumlah 9 kelas dengan kapasitas mencapai 270 siswa, Asrama SD memiliki 4 bangunan dengan 8 kamar untuk kapasitas 136 siswa, Asrama SMP dan Asrama SMA masing – masing memiliki 2 bangunan dengan 8 kamar untuk kapasitas 136 siswa, Rusun Guru memiliki 2 bangunan dengan 24 ruang untuk kapasitas 52 guru, dan Gedung Serbaguna berkapasitas 750 siswa, selain juga terdapat Lapangan Sepakbola, Lapangan Basket, dan Tempat Ibadah.

Baca Juga  Tim SAR Cari Korban Terseret Arus Saat Memancing di Pantai Pasir Putih

Sementara berkaitan dengan kesiapan prasarana pendidikan dan makanan anak – anak siswa di Sekolah Rakyat, Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos, Ketut Supena dihadapan Gubernur Koster melaporkan, para siswa disini akan mendapatkan prasarana pendidikan secara gratis yang meliputi dari pakian sekolah, buku, mendapat laptop, hingga makanan bergizi selama 3 kali dalam sehari. Sesuai agenda sebelum belajar, siswa di Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan cek kesehatan gratis, tes kebugaran, tes DNA yang diperuntukan untuk mengetahui potensi dan kekurangan dari masing – masing siswa sekaligus mendeteksi bakat minat yang dimiliki, sehingga kekurangan yang dimiliki bisa kita minimalisir.

Untuk jumlah siswa yang terdaftar di Sekolah Rakyat dan kesiapan tenaga pendidik (Guru), Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali, Kepala Disdikpora Provinsi Bali, dan Kepala Sekolah Rakyat, Putu Jaya Negara melaporkan jumlah siswa yang sudah mendaftar itu SD baru 19 siswa, SMP dan SMA masing – masing ada 90 siswa. Kondisi Guru, untuk sementara Guru SD melibatkan Non-ASN yang sudah memiliki kompetensi dan bekerja selama 3 bulan. Guru SMP saat ini jumlahnya ada 11 orang yang didatangkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, dan Guru SMA masih berstatus Guru Tamu yang berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Sebagai jangka panjang, kebutuhan guru di Sekolah Rakyat sedang direkrut oleh Pemerintah Pusat.

Mendengar hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster meminta Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani untuk mempersiapkan dengan baik finishing pekerjaan asrama, dapur, kamar mandi, ruang kelas belajar dan akhir Juli 2026 ini sudah selesai.

“Jadi Titiang terus pantau perkembangan pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini, berkoordinasi dengan PUPR dan Cipta Karya. Kunjungan hari ini Titiang ingin mendapat laporan detail dan hasil kunjungannya akan saya koordinasikan ke Bapak Menteri Sosial, supaya program strategis Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto berjalan sesuai harapan niat baik Bapak Presiden,” jelas Koster.

Baca Juga  Tim SAR Temukan Korban yang Tenggelam di Pantai Berawa

Gubernur Koster menambahkan, karena target penerimaan siswa baru mulai berproses bulan Juni dan Juli mulai proses pembelajarannya, maka untuk mempersiapkan semuanya berjalan dengan baik dan lancar, Pemprov akan kembali meninjau ke Sekolah Rakyat pada tanggal 31 Juli – 1 Agustus 2026. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

Published

on

By

MGPSSR
HADIRI LOKA SABHA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pesemetonan MGPSSR dalam memperkuat organisasi, menyusun arah program kerja, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Acara turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi Provinsi Bali beserta jajaran pengurus, Ida Sulinggih Pandita Mpu Lanang Istri, Jro Mangku Lanang Istri, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, Asisten Setda, serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas penataan organisasi pesemetonan MGPSSR di Kabupaten Tabanan yang dinilainya telah berjalan dengan baik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberadaan Mahagotra Pasek, tidak hanya di Tabanan, tetapi juga di Bali hingga tingkat Nusantara.

Wagub Giri Prasta juga mengajak seluruh pesemetonan untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam merawat keharmonisan kehidupan masyarakat Bali. Menurutnya, semangat persatuan dan kekeluargaan harus terus dipelihara agar Mahagotra Pasek semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Bali maupun Nusantara.

Sementara itu, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar MGPSSR Kabupaten Tabanan yang selama ini tetap menjaga eksistensi organisasi sekaligus memelihara semangat kebersamaan, pengabdian, serta nilai-nilai budaya warisan leluhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

Menurut Sanjaya, Loka Sabha bukan sekadar forum organisasi untuk melakukan evaluasi dan memilih kepengurusan baru, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat persaudaraan, menyusun program kerja yang visioner, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi pembangunan daerah. “Saya berharap kepengurusan yang akan terbentuk nantinya mampu mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan, serta menjadikan organisasi ini sebagai wadah yang inklusif dan mampu merangkul setiap aspirasi seluruh anggota pesemetonan,” tegasnya.

Baca Juga  Terjatuh Saat Melaut di Selat Lombok, Wayan Tika Belum Ditemukan

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan meyakini setiap organisasi kemasyarakatan, khususnya MGPSSR, memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial sekaligus melestarikan kearifan lokal Hindu Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. “Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan keharmonisan, memperkuat pelestarian budaya, serta mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

D’Youth Fest 6.0, Sukses Wujudkan Kreativitas, Budaya, dan Kepedulian Tumbuh Bersama

Published

on

By

D’Youth Fest
HADIRI D’YOUTH 2026: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat menghadiri pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – D’Youth Fest 6.0 resmi berakhir, namun semangat yang ditinggalkan jauh melampaui sebuah perhelatan festival. Mengusung tema Feel the Grow: Eco Culture, D’Youth Fest tahun ini berhasil menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus membangun kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.

Selama penyelenggaraan, ribuan masyarakat memadati kawasan festival untuk menikmati beragam pertunjukan seni, musik, ekonomi kreatif, workshop, hingga ruang kolaborasi lintas komunitas. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa D’Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu ruang kreatif yang dinantikan anak muda di Kota Denpasar.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah penampilan Ogoh-ogoh Gajah karya STT Yowana Saka Bhuana Br. Tainsiat dengan mentornya maestro yang akrab disapa Kedux dan sukses memikat perhatian pengunjung. Karya G.A.J.A.H (Ganggu Alam Jadi Ancaman Hidup), tidak hanya menghadirkan atraksi visual yang memukau, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan, yang juga selaras dengan tema Eco Culture.

D’Youth Fest 6.0 juga mencatatkan semakin luasnya keterlibatan komunitas kreatif. Berbagai komunitas seni, pelaku UMKM, kreator digital, pegiat lingkungan, hingga petani muda turut mengambil peran dalam festival ini. Kehadiran petani muda menjadi warna baru yang menunjukkan bahwa sektor pertanian juga mampu berkembang melalui inovasi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, didampingi Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjadikan D’Youth Fest sebagai ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami bersyukur D’Youth Fest kembali mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Yang paling membanggakan bukan hanya tingginya antusiasme pengunjung, tetapi juga tumbuhnya kolaborasi antar komunitas, lahirnya ruang bagi anak-anak muda untuk menampilkan karya terbaiknya, serta semakin kuatnya kesadaran bahwa kreativitas harus berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Walikota Denpasar.

Baca Juga  Hari Ke-4 Pencarian 2 Korban yang Hilang di Green Bowl, Kerahkan Helikopter Finns SGi Air Bali

Menurutnya, tema Feel the Growth bukan sekedar slogan, melainkan ajakan untuk bertumbuh bersama dalam berbagai aspek kehidupan. “Kami ingin anak-anak muda datang ke D’Youth membawa ide dan semangat, menikmati setiap cerita, karya, dan kolaborasi yang hadir, kemudian pulang dengan membawa inspirasi serta nilai berharga untuk bertumbuh lebih baik. Itulah makna Eco Culture, bahwa festival bukan hanya tentang menikmati hiburan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, menjaga budaya, dan keberlanjutan” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa mengatakan D’Youth Fest kini telah berkembang menjadi ekosistem yang mempertemukan berbagai potensi kreatif dalam satu ruang kolaborasi.

“D’Youth bukan hanya sebuah festival, tetapi ruang bertumbuh bagi ide, kreativitas, dan kolaborasi. Tahun ini kami melihat semakin banyak komunitas yang terlibat, termasuk hadirnya petani muda yang membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batas sektor. Ketika komunitas, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat bergerak bersama, maka ekosistem ekonomi kreatif akan tumbuh semakin kuat,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengunjung yang telah mendukung kampanye Eco Culture melalui aksi nyata menjaga kebersihan di kawasan festival.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah membiasakan diri memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Memang masih terdapat beberapa sampah yang tercecer dan itu menjadi bahan evaluasi kami. Namun yang lebih penting, kami melihat kesadaran baru mulai tumbuh. D’Youth ingin mengajak masyarakat datang menikmati festival, menikmati setiap ceritanya, lalu pulang dengan meninggalkan jejak baik, bukan meninggalkan sampah,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Rama, salah satu Duta Pemuda Kota Denpasar yang merasakan langsung manfaat dari ruang kolaborasi tersebut.

Baca Juga  Tim SAR Evakuasi Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Abang

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Bkraf Denpasar yang terus memberikan ruang bagi organisasi pemuda dan komunitas untuk berkembang. D’Youth bukan hanya menjadi tempat menampilkan karya, tetapi juga mempertemukan kami dengan komunitas lain, membuka peluang kolaborasi, berbagi pengalaman, hingga memperluas jaringan. Ruang seperti ini sangat berarti bagi anak muda untuk terus belajar, berkarya, dan tumbuh bersama,” tuturnya.

Keberhasilan D’Youth Fest 6.0 menjadi bukti bahwa kreativitas, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Melalui semangat Feel the Growth: Eco Culture, Pemerintah Kota Denpasar bersama BKraf Denpasar berharap D’Youth Fest tidak hanya dikenang sebagai sebuah festival, tetapi sebagai gerakan yang terus menginspirasi lahirnya generasi muda yang kreatif, kolaboratif, mencintai budaya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah festival bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung atau meriahnya panggung, melainkan dari nilai-nilai baik yang tumbuh dan terus hidup setelah festival usai. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca