Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kukuhkan 11 Orang Guru Besar Tetap, Unud Kini Miliki 222 Guru Besar Tetap

BALIILU Tayang

:

guru besar unud
KUKUHKAN GURU BESAR: Universitas Udayana (Unud) mengukuhkan 11 orang Guru Besar Tetap dalam Upacara Akademik, yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (25/11/2023). (Foto: Hms Unud)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) kembali mengukuhkan 11 orang Guru Besar Tetap dalam Upacara Akademik, yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (25/11/2023). Sebelumnya, pada bulan September 2023 lalu Universitas Udayana juga telah mengukuhkan 18 orang Guru Besar Tetap. Dengan adanya penambahan 11 orang Guru Besar Tetap yang dikukuhkan hari ini, saat ini Universitas Udayana memiliki 222 Guru Besar Tetap dari berbagai fakultas.

Adapun 11 orang Guru Besar Tetap Unud yang dikukuhkan terdiri dari (1) Prof. Dr. I Made Sarjana, S.H., M.H. (Fakultas Hukum) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Intervensi Negara ke dalam Kontrak Komersial (Prinsip CETIHK)’’, (2) Prof. Dr. I Putu Gde Sukaatmadja, S.E., M.P. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dengan judul Orasi Ilmiah: ‘’Bali Brand Love Perspektif Wisatawan Domestik’’, (3) Prof. Dr. dr. Bagus Komang Satriyasa, S.Ked., M.Repro., (Fakultas Kedokteran) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Mengenal Obat KB Pria Merupakan Inovasi Terbaru dalam Pengendalian Kelahiran’’, (4)  Prof. Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes. (Fakultas Kedokteran) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Mikrobiota Usus: Fungsi Pentingnya dalam Menjaga Kesehatan serta Perannya dalam Menimbulkan Penyakit pada Manusia’’, (5) Prof. Dr. Dra. Ni Made Suryati, M.Hum.,(Fakultas Ilmu Budaya) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Linguistik Historis Komparatif dan Penerapannya’’, (6) Prof. Dr. Drs. I Ketut Sudewa, M.Hum., (Fakultas Ilmu Budaya) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana Gunung Agung di dalam Novel di Bawah Letusan Gunung Agung Karya Djelantik Santha’’, (7)  Prof. Dr. Eng. Ni Nyoman Pujianiki, S.T., M.T., M.Eng., (Fakulas Teknik) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Pemetaan Perubahan Garis Pantai di Pulau Bali’’, (8) Prof. Dr. Gde Made Swardhana, S.H., M.H., (Fakultas Hukum) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Obstruction of Justice dalam Tindak Pidana Konvensional dan Non-Konvensional’’, (9) Prof. Dr. Ir. I Gusti Lanang Oka Cakra, M.Si., (Fakultas Peternakan) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Upaya Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia melalui Manipulasi Rumen’’, (10)  Prof. Ir. Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, S.T., M.Sc., Ph.D., I.P.M.,(Fakultas Teknik) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’G-Orthogonal Frequency Division Multiplexing Sebagai Pilar Teknologi Telekomunikasi Masa Depan’’, dan (11) Prof. Dr. Ir. Ni Wayan Sri Ariyani M.M., I.P.M., ASEAN Eng., (Fakultas Teknik) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Transformasi Digital IKM/UMKM Bali untuk Membangun Digital Ekosistem dengan Menggunakan Kaidah Technopreneurship’’.

Baca Juga  Seminar Kebijakan Publik dalam Kajian Budaya

rektor unudRektor Unud Prof. Gede Suardana saat memberikan sambutan. (Foto: Hms Unud)

Rektor dalam kesempatan ini menyebutkan bahwa saat ini Unud memiliki 518 orang Lektor dan 334 orang Lektor Kepala untuk kemudian nantinya akan didorong untuk menjadi Guru Besar. Tinggal kita dorong sedikit saja mereka sudah bisa menjadi Guru Besar. Dengan demikian saya kira dalam kurun waktu 2 tahun peningkatan jumlah Guru Besar pasti akan bertambah di Universitas Udayana. Kepada seluruh Guru Besar yang dilantik untuk tidak berhenti dan tidak berpuas diri, tetapi harus selalu mengembangkan keilmuannya untuk bisa diimplementasikan ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi ada pendidikan, penelitian, dan pengabdian, bagaimana mengintegrasikan ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi ini untuk bisa saling terintegrasi sedemikian rupa sehingga menghasilkan pencapaian yang optimal, tidak hanya risetnya saja, tidak hanya pendidikan saja, pengabdian saja, akan tetapi harus ketiga-tiganya.

“Kemudian riset-riset yang dihasilkan selain untuk pendidikan juga harus mampu untuk pengabdian. Hilirisasi dari penelitian ini tidak hanya sekedar menjadi paper atau jurnal namun juga harus berdampak kepada masyarakat. Jadi kita tegaskan agar mereka tetap harus berkinerja dan berkontribusi, karena tuntutan Guru Besar ini tidak putus sampai disini saja. Setiap tahun kita harus punya karya tulis untuk selanjutnya dapat memberikan impact serta outcome kepada masyarakat,” ucap Rektor.

Rektor berharap para Guru Besar mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya, memiliki tanggung jawab besar untuk dapat menjadi teladan, mampu mengayomi serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat melalui keilmuan yang dimiliki, guna memajukan bangsa dan negara, memberikan motivasi kepada para junior maupun rekan sejawat. Dengan meningkatnya jumlah SDM unggul, Universitas Udayana diharapkan makin meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga  Tim Bantuan Medis Janar Dūta FK Unud Gelar ‘’Technical Meeting’’

Bertambahnya jumlah Guru Besar di lingkungan Universitas Udayana diyakini juga dapat menunjang peningkatan kualitas proses pendidikan tinggi yang berlangsung di Universitas Udayana. Hal ini yang kemudian turut andil dalam mewujudkan visi Universitas Udayana, yang Unggul, Mandiri, dan Berbudaya.

guru besar unudKetua Forum Guru Besar Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD (Foto: Hms Unud)

Sementara itu Ketua Forum Guru Besar Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengucapkan selamat pada para Guru Besar baru beserta keluarga dan kerabat yang telah mendukungnya selama ini. Pada kesempatan Prof Suastika menambahkan bahwa Indonesia saat ini masih banyak ketergantungan dari negara lain, baik di bidang pangan, ekonomi, teknologi, dan sebagainya. Untuk itu kita harus terus melangkah lebih maju. Jumlah manusia, luasnya geografi, kemudian juga banyaknya sumberdaya alam ternyata tidak berbanding lurus dengan kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, unsur yang paling penting ada pada SDM-nya.

Ditambahkan bahwa mencetak SDM yang berpengetahuan, terampil dan mampu bersaing menjadi salah satu tugas para guru besar. Untuk itu diharapkan agar para guru besar dapat memberikan kontribusinya bagi institusi, masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Dengan penambahan jumlah Guru Besar ini, peranan Unud di masyarakat akan lebih kita tingkatkan. Karena sudah memiliki berbagai tenaga ahli di bidangnya, yang tentu saja akan membantu masyarakat dalam segi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kepada kesebelas Guru Besar yang dikukuhkan, kontribusinya akan selalu ditunggu untuk memberikan benefit yang lebih besar bagi Universitas Udayana dan masyarakat,” ujar Ketua Forum Guru Besar. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6140-Kukuhkan-11-Orang-Guru-Besar-Tetap-Universitas-Udayana-Kini-Miliki-222-Guru-Besar-Tetap.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

3 Desa di Nusa Penida Jadi Sasaran Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Provinsi Bali

Perkuat Pemberdayaan Keluarga, Edukasi Pengelolaan Sampah, dan Pencegahan Stunting

Loading

Published

on

By

TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menyerahkan sembako saat menghadiri aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4).

Adapun tiga desa yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Desa Bunga Mekar, Desa Batukandik, dan Desa Suana.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam sambutannya menyampaikan bahwa TP PKK terus bergerak aktif mendukung program pemerintah melalui berbagai aksi nyata di masyarakat. Fokus utamanya adalah memberdayakan perempuan, meningkatkan kualitas keluarga, serta menyukseskan pembangunan daerah.

Putri Koster menjelaskan bahwa salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Bali saat ini adalah penanganan masalah lingkungan, khususnya sampah, melalui pengelolaan berbasis sumber.

Penanganan sampah dari rumah tangga dilakukan melalui pemilahan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu. Pengelolaan yang efektif melibatkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), pengolahan sampah dapur menjadi kompos, serta penyediaan tempat sampah terpisah guna meningkatkan efisiensi daur ulang dan mengurangi volume sampah ke TPA.

“Di Nusa Penida jangan sampai ada sampah yang menumpuk seperti di TPA Suwung. Untuk itu, kita harus bisa menyelesaikan sampah dari sumbernya, mulai dari rumah tangga. Nusa Penida sebagai daerah wisata harus dijaga keindahan alamnya dengan baik,” ujarnya sembari mengajak masyarakat mendukung kebijakan kepala daerah.

Di sisi lain, Putri Koster juga menyoroti gangguan kesehatan pada anak-anak atau generasi muda yang seharusnya dapat dicegah sejak masa kehamilan. Untuk itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan guna mencegah stunting.

“Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak guna memaksimalkan fase tumbuh kembangnya. Ikan juga mengandung omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak. Konsumsi ikan sangat direkomendasikan karena kaya protein dan zat gizi penting yang mendukung perkembangan kognitif, daya ingat, serta kesehatan mata dan jantung,” ungkapnya.

Baca Juga  Winter Camp KUI Unud Diikuti 53 Peserta dari 4 Universitas di Cina

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Provinsi Bali atas pelaksanaan aksi sosial di Kecamatan Nusa Penida.

“Terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali yang telah menyerahkan bantuan kepada masyarakat kami di Kecamatan Nusa Penida,” ujarnya.

Di masing-masing desa tersebut, diserahkan berbagai bantuan, antara lain 50 paket Gemarikan yang berisi 1 kg ikan tuna bluefin, 1 kg ikan nila, dan 1 kg ikan kembung; 10 paket sembako yang terdiri atas beras 10 kg, minyak goreng 2 pcs, gula pasir 3 kg, kopi bubuk 2 bungkus, serta makanan ringan.

Selain itu, diberikan pula paket susu SGM Explor 150 gram (@2 kotak) kepada 10 balita dan paket susu SGM Bunda 150 gram (@2 kotak) kepada 10 ibu hamil. Bantuan lainnya berupa paket multivitamin untuk balita dan dewasa, 50 pak telur (@40 butir), 1.000 bibit cabai, 25 bibit jambu kristal, 25 bibit nangka, serta buku resep kuliner olahan kue dan pangan lokal dalam rangka kegiatan aksi sosial tahun 2026.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis dan demo memasak yang menghadirkan Bali Chef Community.

Selain melaksanakan aksi sosial, TP PKK Provinsi Bali juga melakukan kunjungan ke tempat pengolahan rumput laut menjadi kerupuk yang diproduksi oleh Sarining Segara Semaya di Banjar Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Klungkung.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Kusuma Surya Putra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali Sagung Mas Dwipayani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, Direktur Utama Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, serta Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma. (gs/bi)

Baca Juga  Kembangkan Teh Herbal “Ecobestea”, Yani Siap Harumkan Nama Unud di Kancah Internasional

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ribuan Umat, Menko PMK dan Gubernur Koster Serukan Harmoni di Tengah Kebisingan Global pada Dharma Santi Nyepi 1948

Published

on

By

Dharma Santi Nyepi
DHARMA SANTI NYEPI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.500 umat tersebut menjadi puncak rangkaian Hari Raya Nyepi sekaligus momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.

Acara diisi dengan dharma wacana (siraman rohani), pertunjukan seni budaya, serta hiburan musik yang memperkuat nuansa spiritual sekaligus kebersamaan. Selain digelar secara nasional di Bali, Dharma Santi juga dilaksanakan di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Sumatera Selatan sebagai bentuk perayaan serentak umat Hindu di seluruh Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, anggota DPR RI dan DPD RI dapil Bali, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan tokoh masyarakat Hindu dari berbagai daerah.

Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Dharma Santi merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat merayakan Dharma Santi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di tanah air,” ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan keharmonisan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong-royong serta nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Menuju ‘’Word Class University’’, Unud Gencarkan Pembangunan Infrastruktur

“Kita adalah bangsa besar yang rukun dalam perbedaan. Berbeda tetapi tetap satu. Kita harus terus saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengajak umat Hindu untuk senantiasa mengamalkan ajaran Tri Hita Karana sebagai fondasi menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional.

Menko PMK Pratikno dalam sambutannya menyoroti tantangan kehidupan modern yang dipenuhi “kebisingan” informasi. Ia menilai derasnya arus media sosial dan informasi digital seringkali membuat masyarakat kehilangan ruang untuk hening dan refleksi diri.

“Kadang kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan, ketersinggungan lebih cepat daripada pengertian,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai Nyepi seperti amati geni, amati karya, dan amati lelungan sangat relevan untuk membangun pribadi yang lebih tenang, reflektif, dan bijaksana. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah meningkatnya bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan bahwa Dharma Santi bukan sekadar perayaan, melainkan momen kembali pada keheningan diri. Ia mengaitkannya dengan ajaran dalam Bhagavad Gita tentang karma yoga—bertindak tanpa keterikatan pada hasil.

Acara ini menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam—satu bumi satu keluarga—yang diharapkan semakin memperkuat kerukunan umat beragama serta kesadaran kolektif menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Usai acara, suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat di area pelataran Taman Budaya Art Center Denpasar. Gubernur Wayan Koster menjadi pusat perhatian para peserta yang berebut kesempatan untuk berfoto bersama. Dengan ramah, ia melayani permintaan swafoto dari masyarakat, tokoh adat, hingga generasi muda. (gs/bi)

Baca Juga  Seminar Kebijakan Publik dalam Kajian Budaya

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPA Suwung, TPST Kertalangu, Tahura I dan II hingga TOSS Center Klungkung

Menteri LH Minta Jangan Kendurkan Semangat Memilah Sampah dan Semua Bupati/Walikota Mengakhiri Praktik “Open Dumping”

Loading

Published

on

By

gubernur koster
DAMPINGI MENTERI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P saat meninjau Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, TPST Kertalangu di Kota Denpasar serta melakukan kunjungan kerja ke pengelolaan sampah TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026).

Dalam tinjauannya di TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster yang didampingi oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara melihat langsung pengelolaan sampah organik dan anorganik yang dikerjakan secara sistematis oleh puluhan pekerja di TPST.

Menteri Lingkungan Hidup RI menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali, Walikota Denpasar serta Bupati Badung, karena dalam kurun waktu satu bulan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Kabupaten Badung telah mampu memilah sampah lebih dari 50 persen. Semangat ini dimintanya tidak boleh kendur. Ada upaya yang harus kita lakukan lagi untuk membangun kapasitas TPST.

“Sampai saat ini, pengelolaan sampah di TPST terus kita pantau, karena itu TPST Tahura I kita minta ditingkatkan kapasitasnya menjadi 200 ton per hari dan TPST Tahura II menjadi 100 ton per hari,” pesan Menteri LH seraya menjelaskan tadi alat – alat sudah datang dan saya yakin akhir bulan Juli sampah bisa ditangani dengan baik.

Selain memberikan perhatian terhadap TPST, Menteri Lingkungan Hidup juga berharap agar Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung meningkatkan kapasitas TPS-3R. “Untuk di kawasan Denpasar – Badung, kami minta kapasitas pengelolaan sampah di TPS-3R ditingkatkan.

Baca Juga  Mahasiswi Unud Raih Gelar Puteri Pendidikan Provinsi Bali 2023

Kemudian terkait Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi yang melanggar aturan pemilahan sampah, Saya minta Pangdam IX Udayana, Kejati Bali, Kapolda Bali dan Kasi Intel agar mendukung sepenuhnya dari Bupati/Walikota untuk segera mempertajam pelaksanaan Tipiring, karena tidak adil, bilamana masyarakat yang sudah pilah, tidak dilindungi dengan perlindungan hukum, pada saat ada yang tidak pilah,” tegas Menteri Hanif Faisol Nurofiq saat didampingi Gubernur Wayan Koster di TPA Suwung.

Mengakhiri kunjungannya di TPA Suwung dan TPST Tahura I – TPST Tahura II, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan pihaknya akan mendatangi semua TPA di Bali. Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga meminta Gubernur Wayan Koster untuk memanggil semua Bupati/Walikota se-Bali tanpa terkecuali, agar diingatkan untuk mengakhiri praktik open dumping.

“Jadi, ini kita maknai sebagai upaya bersama dalam menyelesaikan sampah tidak hanya di Bali, namun kami menggunakan kewenangan yang diberikan Undang – Undang untuk memaksa kita semua mengakhiri open dumping di seluruh tanah air,” tegasnya.

Usai meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II di Kota Denpasar, Menteri Lingkungan Hidup RI bersama Gubernur Bali langsung bergerak ke Kabupaten Klungkung melihat kondisi pengelolaan sampah TOSS Centre di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda.

Setibanya di TOSS Center, kehadiran Menteri Lingkungan Hidup bersama Gubernur Bali disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster melihat kondisi TOSS Center yang telah melakukan pengolahan sampah organik sampai menjadi pupuk. Kata Sekda Klungkung, hasil pupuk organik yang diolah ini, kami berikan kepada petani secara gratis.

Baca Juga  Penelitian Klausa Relatif dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Sunda Didiseminasikan dalam Senastek 2022

Selain melihat adanya pupuk organik, Menteri Lingkungan Hidup kemudian menyoroti adanya tumpukan sampah plastik dan anorganik di bagian Selatan TOSS Center.

Atas kondisi itu, Menteri Hanif Faisol Nurofiq meminta Sekda Klungkung untuk menjaga kawasan TOSS Centre, supaya tidak ada open dumping, dan meminta Pemerintah Klungkung untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat melakukan pemilahan sampah.

“Ini cukup terpilah, kalau tercampur akan tambah parah lagi. Kalau bisa dijaga di hulunya, agar lebih murah anggaran dalam kelola sampahnya. Untuk tumpukan sampah ini harus ditangani, agar tidak ada potensi kerusakan lingkungan.

Jadi seluruh Bali sampai bulan Agustus ini agar mengakhiri open dumping,” tutupnya sembari langsung menuju ke Embung Tukad Unda, Klungkung untuk melihat Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca