Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kukuhkan 11 Orang Guru Besar Tetap, Unud Kini Miliki 222 Guru Besar Tetap

BALIILU Tayang

:

guru besar unud
KUKUHKAN GURU BESAR: Universitas Udayana (Unud) mengukuhkan 11 orang Guru Besar Tetap dalam Upacara Akademik, yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (25/11/2023). (Foto: Hms Unud)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) kembali mengukuhkan 11 orang Guru Besar Tetap dalam Upacara Akademik, yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (25/11/2023). Sebelumnya, pada bulan September 2023 lalu Universitas Udayana juga telah mengukuhkan 18 orang Guru Besar Tetap. Dengan adanya penambahan 11 orang Guru Besar Tetap yang dikukuhkan hari ini, saat ini Universitas Udayana memiliki 222 Guru Besar Tetap dari berbagai fakultas.

Adapun 11 orang Guru Besar Tetap Unud yang dikukuhkan terdiri dari (1) Prof. Dr. I Made Sarjana, S.H., M.H. (Fakultas Hukum) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Intervensi Negara ke dalam Kontrak Komersial (Prinsip CETIHK)’’, (2) Prof. Dr. I Putu Gde Sukaatmadja, S.E., M.P. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dengan judul Orasi Ilmiah: ‘’Bali Brand Love Perspektif Wisatawan Domestik’’, (3) Prof. Dr. dr. Bagus Komang Satriyasa, S.Ked., M.Repro., (Fakultas Kedokteran) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Mengenal Obat KB Pria Merupakan Inovasi Terbaru dalam Pengendalian Kelahiran’’, (4)  Prof. Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes. (Fakultas Kedokteran) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Mikrobiota Usus: Fungsi Pentingnya dalam Menjaga Kesehatan serta Perannya dalam Menimbulkan Penyakit pada Manusia’’, (5) Prof. Dr. Dra. Ni Made Suryati, M.Hum.,(Fakultas Ilmu Budaya) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Linguistik Historis Komparatif dan Penerapannya’’, (6) Prof. Dr. Drs. I Ketut Sudewa, M.Hum., (Fakultas Ilmu Budaya) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana Gunung Agung di dalam Novel di Bawah Letusan Gunung Agung Karya Djelantik Santha’’, (7)  Prof. Dr. Eng. Ni Nyoman Pujianiki, S.T., M.T., M.Eng., (Fakulas Teknik) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Pemetaan Perubahan Garis Pantai di Pulau Bali’’, (8) Prof. Dr. Gde Made Swardhana, S.H., M.H., (Fakultas Hukum) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Obstruction of Justice dalam Tindak Pidana Konvensional dan Non-Konvensional’’, (9) Prof. Dr. Ir. I Gusti Lanang Oka Cakra, M.Si., (Fakultas Peternakan) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Upaya Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia melalui Manipulasi Rumen’’, (10)  Prof. Ir. Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, S.T., M.Sc., Ph.D., I.P.M.,(Fakultas Teknik) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’G-Orthogonal Frequency Division Multiplexing Sebagai Pilar Teknologi Telekomunikasi Masa Depan’’, dan (11) Prof. Dr. Ir. Ni Wayan Sri Ariyani M.M., I.P.M., ASEAN Eng., (Fakultas Teknik) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Transformasi Digital IKM/UMKM Bali untuk Membangun Digital Ekosistem dengan Menggunakan Kaidah Technopreneurship’’.

Baca Juga  Berhiaskan Pita Magenta, Maba FKH Unud Ikuti PKKMB 2022

rektor unudRektor Unud Prof. Gede Suardana saat memberikan sambutan. (Foto: Hms Unud)

Rektor dalam kesempatan ini menyebutkan bahwa saat ini Unud memiliki 518 orang Lektor dan 334 orang Lektor Kepala untuk kemudian nantinya akan didorong untuk menjadi Guru Besar. Tinggal kita dorong sedikit saja mereka sudah bisa menjadi Guru Besar. Dengan demikian saya kira dalam kurun waktu 2 tahun peningkatan jumlah Guru Besar pasti akan bertambah di Universitas Udayana. Kepada seluruh Guru Besar yang dilantik untuk tidak berhenti dan tidak berpuas diri, tetapi harus selalu mengembangkan keilmuannya untuk bisa diimplementasikan ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi ada pendidikan, penelitian, dan pengabdian, bagaimana mengintegrasikan ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi ini untuk bisa saling terintegrasi sedemikian rupa sehingga menghasilkan pencapaian yang optimal, tidak hanya risetnya saja, tidak hanya pendidikan saja, pengabdian saja, akan tetapi harus ketiga-tiganya.

“Kemudian riset-riset yang dihasilkan selain untuk pendidikan juga harus mampu untuk pengabdian. Hilirisasi dari penelitian ini tidak hanya sekedar menjadi paper atau jurnal namun juga harus berdampak kepada masyarakat. Jadi kita tegaskan agar mereka tetap harus berkinerja dan berkontribusi, karena tuntutan Guru Besar ini tidak putus sampai disini saja. Setiap tahun kita harus punya karya tulis untuk selanjutnya dapat memberikan impact serta outcome kepada masyarakat,” ucap Rektor.

Rektor berharap para Guru Besar mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya, memiliki tanggung jawab besar untuk dapat menjadi teladan, mampu mengayomi serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat melalui keilmuan yang dimiliki, guna memajukan bangsa dan negara, memberikan motivasi kepada para junior maupun rekan sejawat. Dengan meningkatnya jumlah SDM unggul, Universitas Udayana diharapkan makin meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga  BEM Unud Gelar Workshop PKM 2022 "Shine With More Innovation Towards Achievment"

Bertambahnya jumlah Guru Besar di lingkungan Universitas Udayana diyakini juga dapat menunjang peningkatan kualitas proses pendidikan tinggi yang berlangsung di Universitas Udayana. Hal ini yang kemudian turut andil dalam mewujudkan visi Universitas Udayana, yang Unggul, Mandiri, dan Berbudaya.

guru besar unudKetua Forum Guru Besar Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD (Foto: Hms Unud)

Sementara itu Ketua Forum Guru Besar Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengucapkan selamat pada para Guru Besar baru beserta keluarga dan kerabat yang telah mendukungnya selama ini. Pada kesempatan Prof Suastika menambahkan bahwa Indonesia saat ini masih banyak ketergantungan dari negara lain, baik di bidang pangan, ekonomi, teknologi, dan sebagainya. Untuk itu kita harus terus melangkah lebih maju. Jumlah manusia, luasnya geografi, kemudian juga banyaknya sumberdaya alam ternyata tidak berbanding lurus dengan kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, unsur yang paling penting ada pada SDM-nya.

Ditambahkan bahwa mencetak SDM yang berpengetahuan, terampil dan mampu bersaing menjadi salah satu tugas para guru besar. Untuk itu diharapkan agar para guru besar dapat memberikan kontribusinya bagi institusi, masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Dengan penambahan jumlah Guru Besar ini, peranan Unud di masyarakat akan lebih kita tingkatkan. Karena sudah memiliki berbagai tenaga ahli di bidangnya, yang tentu saja akan membantu masyarakat dalam segi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kepada kesebelas Guru Besar yang dikukuhkan, kontribusinya akan selalu ditunggu untuk memberikan benefit yang lebih besar bagi Universitas Udayana dan masyarakat,” ujar Ketua Forum Guru Besar. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6140-Kukuhkan-11-Orang-Guru-Besar-Tetap-Universitas-Udayana-Kini-Miliki-222-Guru-Besar-Tetap.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang, Tim Gabungan Sisir Pesisir Gianyar hingga Sukawati

Published

on

By

Nelayan Hilang Pantai Saba, Pencarian SAR Gianyar, Polres Gianyar, Pantai Sukawati
Polisi saat melakukan pencarian hari ketiga nelayan yang hilang. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Lebih yang dilaporkan hilang saat melaut, tim gabungan melaksanakan penyisiran melalui jalur laut dan darat pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan pencarian dipusatkan di kawasan Pantai Rangkan, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, dengan area penyisiran meliputi Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Pabean, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng.

Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, TNI, serta unsur terkait lainnya.

Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51), seorang nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Korban dilaporkan hilang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA di perairan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh.

Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan, kemudian dibagi menjadi dua tim. Tim laut melakukan pencarian menggunakan dua unit rubber boat milik Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar, serta didukung satu unit drone untuk pemantauan udara. Sementara itu, tim darat melaksanakan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang garis pantai guna mencari keberadaan korban maupun petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian.

Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal melalui jalur laut maupun darat. Setiap sektor pencarian disisir secara sistematis dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar proses pencarian berjalan efektif dan aman,” ujar AKP I Gede Budarasa.

Baca Juga  Fakultas Pertanian Unud Konsisten Mendorong Mahasiswa Menangi Kompetisi Wirausaha Muda Nasional

Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada petugas guna mendukung proses pencarian. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PUPR Gianyar – Rekanan Tanda Tangani Kontrak Perbaikan Jalan 2026

Bupati Mahayastra Targetkan Seluruh Jalan Kabupaten Gianyar Tuntas dalam Tiga Tahun

Loading

Published

on

By

Bupati Gianyar I Made Mahayastra hadiri Kick Off Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng
KICK OFF: Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off  kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off  kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). Kegiatan menjadi penanda dimulainya pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan K, ST., MT. menyampaikan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan 36 paket pekerjaan penanganan jalan. Program ini merupakan bagian dari percepatan peningkatan kualitas jalan kabupaten yang telah menjadi prioritas pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, berdasarkan data kondisi di Kabupaten Gianyar tahun 2026, persentase jalan mantap di Kabupaten Gianyar telah mencapai sekitar 80,66 persen. Melalui pelaksanaan paket-paket pekerjaan tahun 2026, angka tersebut ditargetkan terus meningkat secara signifikan. Disebutkan, dari 36 paket pekerjaan penanganan jalan, 5 paket telah dikerjakan, 10 paket sedang dikerjakan, sisanya segera dikerjakan.

Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 189,875 miliar untuk menangani 36 paket pekerjaan di berbagai wilayah Kabupaten Gianyar.

Keto seriusne bupati membangun infrastruktur. Kami memasang target waktu tiga tahun seluruh jalan kabupaten dapat dituntaskan,” tegas Bupati Mahayastra.

Bupati Mahayastra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Gianyar telah melaksanakan 55 paket pekerjaan jalan dengan total anggaran mencapai Rp 191.513.938.800. Selanjutnya pada tahun 2026 dilanjutkan dengan 36 paket pekerjaan senilai Rp 189.875.000.000, sehingga pada akhir tahun 2026 tingkat kemantapan yang ditargetkan telah mencapai sekitar 85 persen.

Baca Juga  Unud Dapat Kepercayaan dari UNIZAR Mataram Selenggarakan Pelatihan PEKERTI

Menurutnya, kegiatan  kick off  menjadi simbol dimulainya pekerjaan fisik yang akan segera dilaksanakan di lapangan sekaligus memastikan seluruh proses pengadaan telah selesai sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal.

Memasuki tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Gianyar akan memfokuskan pembangunan pada jalan-jalan lingkungan, setelah sebagian besar ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap. “Astungkara, saat saya selesai menjabat sebagai Bupati, tidak ada lagi jalan kabupaten yang rusak,” ungkapnya.

Bupati Mahayastra juga menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan infrastruktur Kabupaten Gianyar saat ini telah melampaui berbagai target yang ditetapkan dan mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang menjadi contoh dalam pembangunan infrastruktur.

“Membangun bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun untuk kepentingan rakyat. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan perekonomian, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Gianyar,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Tim Gabungan Diperkuat, Pemadaman Kebakaran Hutan di Pemuteran Terus Berlangsung

Published

on

By

Tim gabungan lintas instansi melakukan penanganan kebakaran hutan di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Buleleng
KEBAKARAN: Sinergi lintas instansi saat melakukan penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan dalam penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), pemerintah kecamatan dan desa, Satpol PP, LPHD, serta unsur terkait lainnya bahu-membahu melakukan upaya pemadaman di medan yang sulit dijangkau, Sabtu (18/7/2026).

Sejak pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali melaksanakan pendakian menuju titik kebakaran. Kondisi medan yang terjal serta akses yang terbatas membuat proses pemadaman tidak memungkinkan menggunakan kendaraan maupun peralatan pemadam berukuran besar.

Sebagai alternatif, personel membawa kantong air (water bag) dan memanfaatkan dahan pohon untuk memukul serta mengendalikan kobaran api yang terus menyala di sejumlah titik. Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, tim dibagi menjadi dua regu sehingga pemadaman dapat dilakukan dari beberapa arah sekaligus guna menahan laju penyebaran api.

Hingga pukul 15.00 Wita, api masih terlihat membakar kawasan hutan. Cuaca kering yang disertai embusan angin di kawasan perbukitan menyebabkan api terus merambat ke area vegetasi di sekitarnya. Meski demikian, seluruh personel gabungan tetap bertahan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, mengatakan bahwa penanganan kebakaran mengedepankan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat mengingat tantangan medan di lokasi cukup berat.

“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait. Medan yang curam dan sulit diakses membuat pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan water bag dan peralatan sederhana. Meski menghadapi kendala di lapangan, seluruh personel tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan api dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,” ujar Dharma Sudana.

Baca Juga  Unud Dapat Kepercayaan dari UNIZAR Mataram Selenggarakan Pelatihan PEKERTI

Ia menambahkan, hingga sore hari TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih berada di lokasi untuk melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan perkembangan kebakaran.

“Tim masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Perkembangan kondisi di lapangan akan terus kami pantau dan dilaporkan secara berkala,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca