Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kukuhkan 11 Orang Guru Besar Tetap, Unud Kini Miliki 222 Guru Besar Tetap

BALIILU Tayang

:

guru besar unud
KUKUHKAN GURU BESAR: Universitas Udayana (Unud) mengukuhkan 11 orang Guru Besar Tetap dalam Upacara Akademik, yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (25/11/2023). (Foto: Hms Unud)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) kembali mengukuhkan 11 orang Guru Besar Tetap dalam Upacara Akademik, yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (25/11/2023). Sebelumnya, pada bulan September 2023 lalu Universitas Udayana juga telah mengukuhkan 18 orang Guru Besar Tetap. Dengan adanya penambahan 11 orang Guru Besar Tetap yang dikukuhkan hari ini, saat ini Universitas Udayana memiliki 222 Guru Besar Tetap dari berbagai fakultas.

Adapun 11 orang Guru Besar Tetap Unud yang dikukuhkan terdiri dari (1) Prof. Dr. I Made Sarjana, S.H., M.H. (Fakultas Hukum) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Intervensi Negara ke dalam Kontrak Komersial (Prinsip CETIHK)’’, (2) Prof. Dr. I Putu Gde Sukaatmadja, S.E., M.P. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dengan judul Orasi Ilmiah: ‘’Bali Brand Love Perspektif Wisatawan Domestik’’, (3) Prof. Dr. dr. Bagus Komang Satriyasa, S.Ked., M.Repro., (Fakultas Kedokteran) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Mengenal Obat KB Pria Merupakan Inovasi Terbaru dalam Pengendalian Kelahiran’’, (4)  Prof. Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes. (Fakultas Kedokteran) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Mikrobiota Usus: Fungsi Pentingnya dalam Menjaga Kesehatan serta Perannya dalam Menimbulkan Penyakit pada Manusia’’, (5) Prof. Dr. Dra. Ni Made Suryati, M.Hum.,(Fakultas Ilmu Budaya) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Linguistik Historis Komparatif dan Penerapannya’’, (6) Prof. Dr. Drs. I Ketut Sudewa, M.Hum., (Fakultas Ilmu Budaya) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana Gunung Agung di dalam Novel di Bawah Letusan Gunung Agung Karya Djelantik Santha’’, (7)  Prof. Dr. Eng. Ni Nyoman Pujianiki, S.T., M.T., M.Eng., (Fakulas Teknik) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Pemetaan Perubahan Garis Pantai di Pulau Bali’’, (8) Prof. Dr. Gde Made Swardhana, S.H., M.H., (Fakultas Hukum) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Obstruction of Justice dalam Tindak Pidana Konvensional dan Non-Konvensional’’, (9) Prof. Dr. Ir. I Gusti Lanang Oka Cakra, M.Si., (Fakultas Peternakan) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Upaya Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia melalui Manipulasi Rumen’’, (10)  Prof. Ir. Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, S.T., M.Sc., Ph.D., I.P.M.,(Fakultas Teknik) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’G-Orthogonal Frequency Division Multiplexing Sebagai Pilar Teknologi Telekomunikasi Masa Depan’’, dan (11) Prof. Dr. Ir. Ni Wayan Sri Ariyani M.M., I.P.M., ASEAN Eng., (Fakultas Teknik) dengan judul Orasi Ilmiah ‘’Transformasi Digital IKM/UMKM Bali untuk Membangun Digital Ekosistem dengan Menggunakan Kaidah Technopreneurship’’.

Baca Juga  Kementerian PPN Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa

rektor unudRektor Unud Prof. Gede Suardana saat memberikan sambutan. (Foto: Hms Unud)

Rektor dalam kesempatan ini menyebutkan bahwa saat ini Unud memiliki 518 orang Lektor dan 334 orang Lektor Kepala untuk kemudian nantinya akan didorong untuk menjadi Guru Besar. Tinggal kita dorong sedikit saja mereka sudah bisa menjadi Guru Besar. Dengan demikian saya kira dalam kurun waktu 2 tahun peningkatan jumlah Guru Besar pasti akan bertambah di Universitas Udayana. Kepada seluruh Guru Besar yang dilantik untuk tidak berhenti dan tidak berpuas diri, tetapi harus selalu mengembangkan keilmuannya untuk bisa diimplementasikan ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi ada pendidikan, penelitian, dan pengabdian, bagaimana mengintegrasikan ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi ini untuk bisa saling terintegrasi sedemikian rupa sehingga menghasilkan pencapaian yang optimal, tidak hanya risetnya saja, tidak hanya pendidikan saja, pengabdian saja, akan tetapi harus ketiga-tiganya.

“Kemudian riset-riset yang dihasilkan selain untuk pendidikan juga harus mampu untuk pengabdian. Hilirisasi dari penelitian ini tidak hanya sekedar menjadi paper atau jurnal namun juga harus berdampak kepada masyarakat. Jadi kita tegaskan agar mereka tetap harus berkinerja dan berkontribusi, karena tuntutan Guru Besar ini tidak putus sampai disini saja. Setiap tahun kita harus punya karya tulis untuk selanjutnya dapat memberikan impact serta outcome kepada masyarakat,” ucap Rektor.

Rektor berharap para Guru Besar mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya, memiliki tanggung jawab besar untuk dapat menjadi teladan, mampu mengayomi serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat melalui keilmuan yang dimiliki, guna memajukan bangsa dan negara, memberikan motivasi kepada para junior maupun rekan sejawat. Dengan meningkatnya jumlah SDM unggul, Universitas Udayana diharapkan makin meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga  Universitas Udayana Gelar Seminar Presidensi G20

Bertambahnya jumlah Guru Besar di lingkungan Universitas Udayana diyakini juga dapat menunjang peningkatan kualitas proses pendidikan tinggi yang berlangsung di Universitas Udayana. Hal ini yang kemudian turut andil dalam mewujudkan visi Universitas Udayana, yang Unggul, Mandiri, dan Berbudaya.

guru besar unudKetua Forum Guru Besar Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD (Foto: Hms Unud)

Sementara itu Ketua Forum Guru Besar Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengucapkan selamat pada para Guru Besar baru beserta keluarga dan kerabat yang telah mendukungnya selama ini. Pada kesempatan Prof Suastika menambahkan bahwa Indonesia saat ini masih banyak ketergantungan dari negara lain, baik di bidang pangan, ekonomi, teknologi, dan sebagainya. Untuk itu kita harus terus melangkah lebih maju. Jumlah manusia, luasnya geografi, kemudian juga banyaknya sumberdaya alam ternyata tidak berbanding lurus dengan kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, unsur yang paling penting ada pada SDM-nya.

Ditambahkan bahwa mencetak SDM yang berpengetahuan, terampil dan mampu bersaing menjadi salah satu tugas para guru besar. Untuk itu diharapkan agar para guru besar dapat memberikan kontribusinya bagi institusi, masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Dengan penambahan jumlah Guru Besar ini, peranan Unud di masyarakat akan lebih kita tingkatkan. Karena sudah memiliki berbagai tenaga ahli di bidangnya, yang tentu saja akan membantu masyarakat dalam segi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kepada kesebelas Guru Besar yang dikukuhkan, kontribusinya akan selalu ditunggu untuk memberikan benefit yang lebih besar bagi Universitas Udayana dan masyarakat,” ujar Ketua Forum Guru Besar. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6140-Kukuhkan-11-Orang-Guru-Besar-Tetap-Universitas-Udayana-Kini-Miliki-222-Guru-Besar-Tetap.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Mahayastra Lepas Penerima Bantuan Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Published

on

By

bantuan pendidikan gianyar
MELEPAS PENERIMA BANTUAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. Program ini merupakan salah satu implementasi misi keempat Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing melalui pendidikan yang maju dan berkualitas.

Dalam arahannya, Bupati Mahayastra menegaskan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan memiliki keahlian khusus terus meningkat seiring perkembangan dunia kerja. Salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

“Kebutuhan atas tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan ahli saat ini semakin meningkat. Salah satu solusinya adalah dengan mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja,” ujar Bupati Mahayastra.

Bupati asal Payangan itu juga menyoroti perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), yang berlangsung sangat cepat di era revolusi industri. Menurutnya, lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Perubahan ini telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi para pekerja dan pengusaha. Namun, kami yakin pada sektor hospitality masih banyak fungsi dan pekerjaan yang tidak akan tergantikan oleh tenaga mesin,” imbuhnya.

Selain kompetensi teknis, Bupati Mahayastra menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dan keberanian dalam menunjukkan kemampuan diri. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak dibarengi dengan keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan.

Baca Juga  UKM Koperasi Mahasiswa Unud Gelar Pendidikan Dasar Koperasi 2023

“Setinggi apapun pengetahuan yang dimiliki, apabila tidak berani menunjukkan kemampuan dan tampil di depan, maka kita akan tetap berada pada titik yang sama. Karena itu, tunjukkan kemampuan yang dimiliki. Jika melakukan kesalahan, kita masih bisa memperbaikinya,” tegasnya.

Bupati Mahayastra juga mengungkapkan rasa syukurnya karena program bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada hari ini saya merasa sangat berbahagia karena proses bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi sudah dapat berjalan dengan baik. Ini juga menjadi hari yang membahagiakan bagi adik-adik sekalian karena telah memperoleh kesempatan untuk mengakses program pemerintah daerah guna meningkatkan kompetensi sehingga siap bersaing dan diterima di pasar kerja,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra juga berpesan kepada para pengelola LPK agar terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan agen pemberangkatan maupun perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Saya berharap LPK fokus pada tugas utamanya, yaitu memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta menjalin kerja sama dengan agen atau perusahaan penempatan untuk mempercepat proses penyaluran lulusan ke dunia kerja. Kepada adik-adik yang telah diterima di LPK, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Raihlah masa depan melalui pendidikan berbasis kompetensi, fokus pada tujuan, sehingga tahun depan dapat lulus dengan sertifikat kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing. Program ini juga memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.

Baca Juga  Universitas Udayana Gelar Seminar Presidensi G20

“Peserta penerima manfaat merupakan lulusan SMA/SMK sederajat yang termasuk dalam angkatan kerja produktif dengan batas usia maksimal 25 tahun, serta berasal dari masyarakat Kabupaten Gianyar yang masih memerlukan bantuan pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suardana Putra menjelaskan bahwa dari target 400 penerima bantuan yang dicanangkan pada tahun 2026, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 345 orang.

“Setelah melalui sosialisasi yang dilakukan pada berbagai media, jumlah pendaftar mencapai 345 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang tidak lolos seleksi administrasi karena melebihi batas usia dan ber-KTP di luar Kabupaten Gianyar. Pada tahap wawancara, 26 orang dinyatakan tidak lolos, terdiri atas enam orang tidak mengikuti wawancara, enam orang memilih beasiswa program S1 dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, dan 14 orang mengundurkan diri. Selanjutnya, pada tahap seleksi akhir melalui visitasi rumah, ditetapkan sebanyak 204 penerima manfaat. Sebanyak 20 calon penerima mengundurkan diri, sedangkan sisanya berada pada kelompok desil 6–10 berdasarkan data Kementerian Sosial,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dobrak Stigma Kaku, Satpol PP Buleleng Luncurkan Inovasi “SABA POL PP” di Bulan Bung Karno

Published

on

By

SABA POL PP
SABA POL PP: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng meluncurkan program inovasi teranyar bertajuk "SABA POL PP" (Satu Hari Bersama Satpol PP). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng melakukan terobosan berani untuk mengikis stigma negatif di masyarakat. Melalui program inovasi teranyar bertajuk “SABA POL PP” (Satu Hari Bersama Satpol PP), korps penegak peraturan daerah (Perda) ini membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat untuk merasakan langsung dinamika bertugas di lapangan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono dikonfirmasi, Rabu (3/6) selaku penanggung jawab utama menegaskan bahwa inovasi ini lahir sebagai jawaban atas tantangan komunikasi publik. Selama ini, sebagian masyarakat masih memandang Satpol PP dengan sudut pandang lama—sebagai aparat yang kaku, galak, dan konfrontatif.

“Melalui SABA yang menawarkan pengalaman langsung ini, kepatuhan hukum masyarakat diharapkan tumbuh secara tulus atas dasar kesadaran internal (commitment), bukan lagi karena takut dihukum (compliance),” tambah Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng.

Menariknya, peluncuran program ini sengaja diselenggarakan dalam momentum memperingati Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Langkah ini diambil bukan sekadar seremonial, melainkan untuk mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya nilai “Berkepribadian dalam Kebudayaan”. Semangat nasionalisme dan kemanusiaan sang Proklamator diadopsi untuk membentuk pola penegakan hukum yang berkarakter, sopan, serta mengutamakan musyawarah dan gotong-royong.

Program ini menyasar berbagai elemen masyarakat di Wilayah Kabupaten Buleleng, mulai dari masyarakat umum, anggota Satlinmas desa/kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan pelajar dan mahasiswa.

Langkah berani ini diharapkan mampu meruntuhkan tembok pembatas yang selama ini memisahkan petugas dengan masyarakat. Dengan mengubah pendekatan dari yang semula berbasis kekuasaan (power-based) menjadi berbasis hubungan (relationship-based), wajah penegakan hukum di Gumi Denbukit kini selangkah lebih maju—berkarakter, berbudaya, dan yang terpenting: humanis. Pada akhirnya, ketertiban wilayah yang damai tidak akan bisa tegak jika hanya mengandalkan anggota Satpol PP di lapangan, melainkan harus lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang merasa memiliki kotanya sendiri. (gs/bi)

Baca Juga  Dua Mahasiswa TPB FTP Unud Berhasil Meraih 1st Winner Student Project

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Buka Marga Fest II Tahun 2026, Dorong Pelestarian Seni Budaya dan Penguatan Potensi Lokal

Published

on

By

Marga Festival
MARGA FESTIVAL II 2026: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. Pembukaan festival ditandai dengan prosesi nepak punggelan Barong Ket oleh Bupati Sanjaya sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 2 hingga 6 Juni 2026.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimcam Marga, para Perbekel, Bendesa Adat se-Kecamatan Marga, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Camat Marga, unsur Forkopimcam, para Perbekel, Bendesa Adat, tokoh masyarakat, serta seluruh panitia yang telah berhasil menyelenggarakan Marga Festival untuk kedua kalinya. Festival Kecamatan dikatakannya merupakan gagasan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai potensi desa melalui ruang-ruang kreativitas yang dapat diaktualisasikan oleh masyarakat.

Menurutnya juga, festival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni budaya, melainkan juga sarana menggerakkan berbagai potensi daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. “Festival kecamatan ini digagas untuk memantik munculnya potensi-potensi terbaik dari desa. Jika kegiatan lahir dari bawah dan berasal dari kebutuhan masyarakat, maka manfaatnya akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Sanjaya.

Selain itu, Ia juga menaruh harapan besar agar Marga Festival terus berkembang menjadi agenda kebanggaan masyarakat Kecamatan Marga sekaligus menjadi sarana pelestarian seni budaya, peningkatan prestasi generasi muda, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif seluruh komponen daerah.

Baca Juga  Delegasi NMCC FH Unud Raih Juara 2 Kompetisi Peradilan Semu Piala Dalihan Natolu 2023

“Saya yakin Marga Festival akan semakin semarak dari tahun ke tahun. Dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat, Kecamatan Marga mampu menunjukkan kualitas dan potensi terbaiknya sebagai kebanggaan Kabupaten Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” imbuh Sanjaya.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi daerah yang dimiliki. “Kita tunjukkan bahwa Kecamatan Marga tidak kalah saing dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Tabanan. Melalui festival ini, seni budaya, pendidikan, ekonomi masyarakat hingga potensi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas politisi asal Dauh Pala Tabanan tersebut.

Sementara itu, Camat Marga, I Gede Putu Adhi Putra Adiksa selaku Ketua Panitia Marga Festival II Tahun 2026, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini mengusung tema “Melestarikan Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dan Pariwisata” yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Selama lima hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa dinas, desa adat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku UMKM. Beragam atraksi seni budaya seperti tari, baleganjur, barong, gong kebyar, dolanan tradisional, lomba aksara Bali, pidarta Bahasa Bali, lomba bahasa Inggris, hingga penampilan kreativitas siswa sekolah turut meramaikan festival.

Tidak hanya itu, sebanyak 70 pelaku UMKM dilibatkan dalam festival guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Berbagai kegiatan sosial juga diselenggarakan, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, donor darah, serta vaksinasi rabies gratis melalui kolaborasi bersama instansi terkait. Puncak kegiatan festival akan dimeriahkan dengan Lomba Barong Bangkung se-Kabupaten Tabanan yang diikuti 30 peserta dengan total hadiah pembinaan sebesar Rp 15 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Tim Mahasiswa Prodi Arsitektur Unud Raih Juara 2 dan 3 Lomba International Student Competition of Architecture and Construction of Bamboo 2023

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca