Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Berhiaskan Pita Magenta, Maba FKH Unud Ikuti PKKMB 2022

BALIILU Tayang

:

Fakultas Kedokteran Hewan
Mahasiswa baru (maba) saat mengikuti kegiatan PKKMB 2022 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana yang dilaksanakan di Ruang Sidang Lt. 4 Gedung Student Center, Universitas Udayana, Denpasar. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sebanyak 150 mahasiswa baru (maba) mengikuti kegiatan PKKMB 2022 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana yang dilaksanakan di Ruang Sidang Lt. 4 Gedung Student Center, Universitas Udayana, Denpasar.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni tanggal 10—11 Agustus 2022. PKKMB 2022 FKH Unud mengusung tema yang menarik yakni “Membangun Karakter Insan Muda Veteriner yang Loyal, Mandiri, dan Berprestasi Menuju Generasi yang Profesional, Beretika, dan Berbudaya”. Makna dari tema yang diangkat yaitu ingin membuat para mahasiswa baru menumbuhkan karakter yang loyal dan mandiri serta berprestasi untuk menjadi seorang dokter hewan yang nantinya mempunyai jiwa yang profesional dengan dilandasi oleh etika dan budaya. 

Berdasarkan Buku Panduan PKKMB 2022, PKKMB atau Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa baru merupakan suatu wahana untuk menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Kegiatan PKKMB 2022 FKH Unud dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si., yang secara simbolis dilaksanakan dengan pengalungan name tag peserta kepada dua perwakilan mahasiswa baru FKH Unud. Kegiatan pembukaan ini diikuti dengan pengenalan para pimpinan FKH, meliputi Dekan, Wakil Dekan I, II, III, Kaprodi, Direktur RSH, Kepala Departemen, Kepala LAB – UPIL, UP2M, UP3M, Teaching Farm, Kepala TU, dan Sub Koordinator.  

Kegiatan selama dua hari diisi pemaparan sejumlah materi yakni “Pengenalan Sistem Pendidikan Kedokteran Hewan FKH Unud” oleh Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si., selaku Dekan FKH Unud. AKBP drh. Ketut Gede Bumin Jaya, M.H., membawakan materi “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara”. Bumin Jaya mengingatkan kesadaran bela negara harus ditanamkan kepada seluruh warga negara untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi ancaman yang ingin mengganggu kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Ia juga menjelaskan tentang bagaimana contoh penerapan bela negara di kampus. 

Baca Juga  Prodi Sarjana Ekonomi Udayana Gelar Pelatihan Penyusunan Proposal

Materi ketiga “Peran Kampus di Era Revolusi Industri 4.0 serta Motivasi dari Alumni” oleh Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP selaku Peneliti Madya sekaligus Kepala BPTP Bali. Rai Yasa menjelaskan, begitu banyak peran seorang dokter hewan bagi kehidupan manusia mengingat besarnya populasi hewan serta luasnya lahan di negeri Indonesia itu sendiri. Mengingat luasnya lapangan pekerjaan bagi lulusan kedokteran hewan mulai dari praktik mandiri, bekerja di perusahaan pakan ternak, terjun di bidang politik, hingga menjadi dokter hewan di TNI dan Polri tentunya membuat kita bangga menjadi seorang veterinarian.

Pemateri keempat Pejabat Fungsional Penata Penanggulangan Bencana dan Sub-Koordinator Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Bali Ida Bagus Gede Widnyana Putra, S.Kom, M.T., dengan materi “Manajemen Resiko, Tanggap Bencana dan Kampus Sehat”. Kali ini ia menjelaskan mengenai bagaimana kondisi geologis Pulau Bali, potensi bencana di Bali, definisi dan klasifikasi bencana, serta penanganan prabencana. Di samping itu, ia juga memaparkan mengenai tiga pilar satuan pendidikan dan apa saja indikator program kampus sehat.

Sesi pemaparan materi selesai, kegiatan PKKMB dilanjutkan dengan Isbama, yaitu peserta akan beribadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

Usai Isbama, masuklah ke sesi pengenalan PA dan diskusi pimpinan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr. drh. I Gusti Ngurah Sudisma, M.Si. Setelah itu, peserta diajak untuk melakukan praktik penggunaan dan pengisian data SIMAK yang diarahkan oleh Dewa Aries Prabowo Awanda P, S.Kom. Kegiatan dilanjutkan menuju Gedung FKH Unud untuk diperkenalkan ruangan dan fasilitas yang ada.

Kegiatan PKKMB 2022 FKH Unud hari ke-2, para mahasiswa baru kembali mendengarkan pemateri. Pertama dibawakan oleh Dr. drh. Hapsari Mahatmi, M.P., dengan materi mengenai pengembangan karakter mahasiswa agar mempunyai sikap sebagai intelektual dan anti kekerasan (anti perundungan). Mahatmi memberikan arahan untuk bisa terbuka dengan dosen mengenai masalah yang sedang dialami oleh mahasiswa sehingga dapat dibantu. Lalu mengarahkan kepada mahasiswa agar bisa untuk menjaga diri dari tindakan pelecehan seksual. Jangan merasa takut jika tindakan yang dilakukan itu benar. Mengajak para mahasiswa untuk bisa lebih percaya diri dengan diri sendiri dan membangun karakter yang baik. Bagi para mahasiswa yang memiliki masalah dalam perkuliahan bisa untuk menghubungi beliau secara pribadi. 

Baca Juga  Tindak Lanjut Kerja Sama, FEB Unud Terima Kunjungan Magister Ilmu Ekonomi FEB Universitas Palangka

Selanjutnya pembahasan mengenai IMAKAHI yang dibawakan oleh Giovani Owen Girsang yang merupakan perwakilan dari anggota IMAKAHI. Penjelasan yang dilakukan mengenai seperti apa program kerja yang dilaksanakan. Lalu, anggota-anggota yang berada di IMAKAHI berasal dari berbagai mahasiswa seluruh fakultas kedokteran hewan yang ada di universitas di Indonesia. 

Materi selanjutnya sharing alumni mengenai betapa pentingnya seorang mahasiswa untuk bergabung organisasi yang ada di FKH Unud. Karena dari sebuah organisasi, kita akan diajarkan untuk melatih sebuah tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan menambah sebuah relasi dengan orang lain. Selain itu juga, melatih untuk berani tampil di depan banyak orang. 

Selanjutnya pengenalan organisasi atau senat yaitu LPM SS yang dibawakan oleh kak Anisa sebagai pemimpin umum, DPM yang diwakilkan oleh kak Surya, dan BEM yang diwakilkan oleh kak Marta. Juga pemaparan minat dan bakat yang dapat diikuti oleh para mahasiswa. 

Dilanjutkan sesi games dan bagian yang paling ditunggu-tunggu yaitu penampilan yel-yel. Setiap gugus diminta untuk maju satu-persatu sesuai dengan gugus yang dipanggil. Seluruh peserta terlihat sangat antusias dalam menampilkan yel-yel dari kelompoknya masing-masing dan ditutup pembacaan pemenang yel-yel. 

PKKMB 2022 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana telah berjalan dengan baik dan lancar. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini mahasiswa baru dapat memahami dan mengenali lingkungan barunya, terutama organisasi dan struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran, dan kemahasiswaan yang ada di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1604-BERHIASKAN-PITA-MAGENTA-MAHASISWA-BARU-FAKULTAS-KEDOKTERAN-HEWAN-UNIVERSITAS-UDAYANA-SIAP-MENGIKUTI-PKKMB-2022-FKH-UDAYANA.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Soroti Krisis Air Bersih, Dorong Teknologi SWRO hingga Pelebaran Jalan

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Serahkan Dokumen PU Fraksi kepada Bupati
SERAHKAN DOKUMEN: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyerahkan dokumen PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung, Kamis (5/11/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Kamis, 5 November 2026, menggelar Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua dan segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam rapat tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna ini adalah mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi yang ada di DPRD Badung—yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PDI Perjuangan—terhadap empat Raperda, yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam keterangannya usai rapat, Anom Gumanti menyoroti sejumlah catatan penting dari dewan, salah satunya terkait penuntasan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Dewan mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama tidak hanya bergantung pada sumber air konvensional, tetapi juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO).

“Ketika melaksanakan penyelesaian kebutuhan air di Badung ini, dewan mendorong agar direksi melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO, artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  Kelas Kolaborasi Unud Hadirkan Prilly Latuconsina Sebagai Dosen Praktisi

Ia menambahkan, sebelumnya pasokan air di Kuta Selatan hanya mengandalkan Dam Estuari. Dengan adanya tambahan penyertaan modal yang baru, pihak perumda kini berencana mengambil air di wilayah Tukad Mati guna menambah suplai ke wilayah selatan, di samping harapan agar teknologi SWRO dapat segera direalisasikan.

Selain masalah air bersih, rapat paripurna juga menyoroti persoalan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Kuta Selatan seperti Desa Pecatu. Dewan menerima usulan dari sejumlah fraksi agar jalan-jalan utama yang ada diperlebar atau dijadikan jalur operatif alternatif agar mobilitas pariwisata tidak terganggu.

Di sektor ketenagakerjaan dan keuangan, dewan mencatat adanya usulan untuk mengevaluasi dan meningkatkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Terkait tren peningkatan pendapatan daerah, Anom Gumanti menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan anggaran yang realistis.

“Intinya bahwa anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan kemudian lagi bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Anom Gumanti memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana penyertaan modal yang telah disetujui. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kinerja pengelolaan sumber daya manusia dan program kerja benar-benar berada di jalur yang tepat (on the track) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Terima Empat Raperda Strategis, Krisis Air di Bukit Jadi Sorotan Utama

Published

on

By

Fraksi PDI Perjuangan Serahkan Pandangan Umum di DPRD Badung
SERAHKAN DOKUMEN PU FRAKSI: Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom menyerahkan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan kepada Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung menyatakan dapat menerima empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kendati demikian, persetujuan tersebut disertai berbagai catatan, koreksi, serta rekomendasi rinci yang akan dibahas lebih mendalam melalui rapat alat kelengkapan dewan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sikap politik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap empat Raperda strategis. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua serta segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom., memaparkan tanggapan fraksinya terhadap keempat Raperda yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Terkait penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebesar Rp 150 miliar hingga tahun anggaran 2029—dengan alokasi Rp 37 miliar pada APBD 2027—Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya landasan hukum yang kuat guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Fraksi PDI Perjuangan berharap penambahan modal ini dapat menyelesaikan masalah menahun di wilayah Bali Selatan.

Baca Juga  Tingkatkan Akses Pendidikan, Rektor Unud Berencana Dirikan Prodi di Luar Kampus Utama

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, kami berharap Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mampu mengatasi krisis air di daerah Bukit, seperti Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan sekitarnya di Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi direksi untuk mengeluhkan kekurangan modal guna menuntaskan krisis air tersebut,” tegas Rai Wirata.

Sementara itu, untuk Raperda penyertaan modal kepada PT Jamkrida Bali Mandara, fraksi menyetujui pemenuhan kewajiban Pemkab Badung pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10 miliar dari total rencana penyertaan modal Rp 150 miliar hingga 2030.

Terkait Raperda Pencabutan Perda No. 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan, fraksi menilai substansi aturan tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi tumpang tindih. Pengaturan teknis kependudukan skala kabupaten dinilai cukup diatur melalui peraturan kepala daerah.

Rincian APBD Kabupaten Badung Tahun 2027

Dalam pandangannya terhadap Raperda APBD 2027, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan daerah dalam menunjang pelayanan publik. Komposisi keuangan daerah dirancang dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah: dirancang sebesar Rp 11.634.722.053.183,00, yang terdiri atas: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 10.904.723.845.178,00, Pendapatan Transfer: Rp 729.998.208.005,00.

Belanja Daerah: Dirancang Rp 13.379.086.523.923,00, yang terdiri atas: Belanja Operasi: Rp 7.009.193.884.288,00, Belanja Modal: Rp 4.310.626.626.071,00, Belanja Tidak Terduga: Rp 145.421.455.883,00, dan Belanja Transfer: Rp 1.913.844.557.681,00.

Penerimaan Pembiayaan Daerah: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp 534.528.799.452,00 dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp 2.614.248.087.124,00 (termasuk pinjaman daerah Rp 2.079.719.287.672,00).

Pengeluaran Pembiayaan: Mencakup penyertaan modal pada Perumda Tirta Mangutama (Rp 37 miliar) dan PT Jamkrida Bali Mandara (Rp 10 miliar), serta pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp 822.883.616.384,00.

Baca Juga  Kelas Kolaborasi Unud Hadirkan Prilly Latuconsina Sebagai Dosen Praktisi

Usulan Infrastruktur, Penataan Kawasan, dan Evaluasi Kebencanaan

Selain memberikan persetujuan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, di antaranya:

Penuntasan pavingisasi gang, pelebaran serta pengaspalan Jalan Cemongkak menuju Buana Sari, pembuatan akses menurun ke Pantai Labuan Sait, dan pengaspalan Jalan Merpati di Desa Pecatu, Kuta Selatan.

Penataan Pantai Cemagi secara tuntas untuk kepentingan keagamaan, serta kelanjutan program trotoarisasi dari Mengening ke Munggu dan pembangunan jalan alternatif dari Banjar Seseh ke SD 2 Cemagi guna mengurai kemacetan.

Pembebasan lahan di sebelah utara Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sarana olahraga, rekreasi keluarga, serta wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Di sektor penanggulangan bencana, Fraksi menyampaikan duka mendalam atas tragedi tanah longsor di kawasan glamping eco park Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didorong untuk segera melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi potensi kerawanan bencana alam guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Menutup pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung beserta jajaran eksekutif atas kerja keras dalam mengatasi kemacetan melalui pembukaan akses jalan baru di Kuta Selatan serta koordinasi intensif yang membuat pembahasan penyertaan modal dapat berjalan lebih cepat dari target. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Koordinasi Pencegahan Korupsi, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Published

on

By

Bupati Sanjaya Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi
HADIRI RAKOR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus mendorong penyelamatan aset dan keuangan daerah melalui langkah-langkah pencegahan korupsi.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali yang diwakili Kabid Pendapatan Hak dan Pendaftaran David Cristhian, Tim KPK RI, serta para Bupati dan Sekretaris Daerah se-Kabupaten/Kota di Bali.

Dalam sambutan Gubernur Bali yang disampaikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, ditegaskan bahwa perbaikan tata kelola merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan korupsi. Ia mengapresiasi pendampingan dan arahan KPK yang selama ini mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan, salah satunya melalui capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) di wilayah Bali yang menunjukkan hasil tinggi.

“Tata kelola itu sifatnya dinamis. Maka, kita terus melakukan langkah-langkah dan penyempurnaan sesuai dengan perubahan regulasi, perkembangan keadaan, serta dinamika pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda menekankan pentingnya penyelamatan keuangan daerah melalui pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel. Menurutnya, aset daerah memiliki nilai ekonomi yang harus dijaga agar tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan daerah.

“Kalau aset-aset kita tidak ditangani dengan baik, apalagi bermasalah, upaya efisiensi dan penghematan yang dilakukan pemerintah tentu tidak akan memberikan hasil optimal. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa manfaat dan perbaikan bagi penyelamatan keuangan daerah di seluruh wilayah Bali,” ungkapnya.

Baca Juga  FK Unud Berikan Edukasi Pencegahan Bullying kepada Siswa SD di Jatim

Dalam koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada progres sertifikasi aset milik pemerintah daerah, khususnya berupa tanah dan bangunan, serta penyelesaian tindak lanjut hasil review dan pendampingan KPK. Masing-masing pemerintah daerah juga diberikan kesempatan untuk memaparkan perkembangan penertiban dan sertifikasi aset sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang transparan, tertib, dan bertanggung jawab.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan koordinasi tersebut. Menurutnya, sinergi dan komitmen seluruh pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menjaga aset serta keuangan daerah demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Kami menyambut baik dan mendukung upaya pencegahan korupsi melalui penguatan tata kelola pemerintahan. Melalui koordinasi dan pendampingan ini, kami berharap pengelolaan aset dan keuangan daerah semakin tertib, transparan, serta akuntabel,” tegas Bupati Sanjaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca