Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kunjungi SMA/SMK Negeri Bali Mandara, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Yakin Para Siswa Bisa Meneruskan Estafet Menjaga Bali

BALIILU Tayang

:

SMA/SMK Negeri Bali Mandara
KUNJUNGI BALI MANDARA: Penjabat (Pj) Gubernur Bali, S. M. Mahendra Jaya, didampingi oleh Ny. drg. Ida Mahendra Jaya berfoto bersama saat mengunjungi SMA/SMK Negeri Bali Mandara yang berlokasi di Kubutambahan, Buleleng, pada Sabtu (12/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Untuk pertama kalinya, Penjabat (Pj) Gubernur Bali, S. M. Mahendra Jaya, didampingi oleh Ny. drg. Ida Mahendra Jaya, menginjakkan kaki di SMA/SMK Negeri Bali Mandara yang berlokasi di Kubutambahan, Buleleng, pada Sabtu (12/10).

Kehadiran Pj. Gubernur Mahendra Jaya beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala SMA Negeri Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati, serta Kepala SMK Negeri Bali Mandara, Ketut Susila Widiarsana.

Pada kesempatan ini, Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyampaikan rasa syukur dapat hadir langsung untuk pertama kalinya di SMA/SMK Negeri Bali Mandara. Ia mengaku kagum dan bangga dengan keberadaan SMA/SMK Negeri Bali Mandara yang selama ini telah berhasil menorehkan berbagai prestasi, baik nasional maupun internasional.

“Saya sangat bangga dengan para guru dan siswa-siswi SMA/SMK Negeri Bali Mandara yang luar biasa. Pertama kali menginjakkan kaki di sini, saya disambut dengan sangat baik. Mengikuti acara ini—mulai dari pembawa acara, cara pelaksanaannya, hingga testimoni siswa serta prestasi yang telah diraih—sangat pantas menjadikan sekolah ini luar biasa,” ungkap Mahendra Jaya.

Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, Mahendra Jaya menyatakan bahwa SMA/SMK Negeri Bali Mandara pantas menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya. Pada kesempatan ini, Pj. Gubernur Mahendra Jaya mengajak siswa-siswi SMA/SMK Negeri Bali Mandara untuk berani bermimpi, namun tidak terlalu lama tenggelam dalam mimpi. Mereka harus berupaya keras untuk mewujudkannya.

“Raih mimpi kalian. Memang prosesnya tidak mudah, tapi harus diperjuangkan. Saya yakin kalian akan menjadi luar biasa. Saya percaya, semesta akan merestui dan memudahkan siswa-siswi SMA/SMK Negeri Bali Mandara untuk mewujudkan mimpinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, melihat pola asuh dan pendidikan yang diterapkan, Mahendra Jaya yakin bahwa siswa-siswi SMA/SMK Negeri Bali Mandara dapat meneruskan estafet menjaga Bali di masa depan.

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Sambut Baik Penyelenggaraan Temu Karya Nasional di Bali

“Saya berharap dan yakin setelah melihat langsung pola asuh dan pendidikan di sini, mereka mampu menerima tongkat estafet untuk menjaga Bali, menjaga warisan budaya Bali. Sekali lagi, saya sangat senang bisa hadir di tengah-tengah orang-orang yang luar biasa. Terima kasih kepada para guru yang telah mendidik mereka dengan luar biasa,” imbuhnya.

Mahendra Jaya juga berpesan kepada siswa-siswi SMA/SMK Negeri Bali Mandara untuk menjaga diri dan tidak melupakan orang tua serta keluarga yang telah membesarkan mereka.

“Kalian harus selalu ingat dan mendoakan orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kalian. Jaga diri kalian di sini, dan kalian harus bisa mengangkat harkat dan martabat orang tua kalian di rumah. Saya yakin dengan niat yang baik, semua itu pasti bisa terwujud,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati, dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pj. Gubernur Mahendra Jaya, Ny. drg. Ida Mahendra Jaya, serta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

“Atas nama seluruh keluarga besar SMA dan SMK Negeri Bali Mandara, saya sampaikan selamat datang, terima kasih, serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Pj. Gubernur Bali beserta seluruh jajaran atas waktu yang diluangkan untuk berkunjung ke SMA dan SMK Negeri Bali Mandara. Sekolah ini, selain mengelola layanan umum/reguler bagi kelas 11 dan 12, tetap mempertahankan marwah pendirian sekolah ini yang memberikan akses kepada siswa-siswi tamatan SMP/MTs di Provinsi Bali yang berpotensi namun berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah bagi kelas 10,” ungkapnya.

Sri Narawati menjelaskan bahwa seluruh siswa yang diterima melalui jalur seleksi beasiswa pendidikan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali diwajibkan tinggal di asrama sehingga diperlukan pengawasan ekstra selama 24 jam.

Baca Juga  Tiga Prestasi TP2DD, Bali Percepat Digitalisasi Daerah di 2024

“Hari ini, kami merasa sangat terhormat dan berbahagia atas kedatangan Bapak/Ibu di sekolah kami. Kehadiran Bapak/Ibu adalah sebuah kehormatan dan motivasi besar yang memantik semangat bagi seluruh keluarga besar SMA dan SMK Negeri Bali Mandara untuk terus berkontribusi nyata dalam meningkatkan kemajuan di bidang pendidikan, khususnya melalui pola asuh berasrama maupun layanan umum/reguler,” terangnya.

Sri Narawati menambahkan bahwa siswa-siswi di SMA/SMK Negeri Bali Mandara berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Oleh karena itu, langkah pertama yang diambil adalah mengajak mereka untuk berani bermimpi.

“Mereka menuliskan apa tujuan hidup mereka, cita-cita, dan impian. Impian yang telah tertulis di secarik kertas itu dimasukkan ke dalam botol kecil yang disebut time capsule. Botol itu kemudian kami simpan dalam kotak yang disebut The Calling Chest. Itulah yang mereka kejar selama tiga tahun menjadi murid di sekolah ini,” jelasnya.

Dengan pendidikan yang diberikan di SMA/SMK Negeri Bali Mandara, diharapkan siswa-siswi dapat memberikan kontribusi terbaik sehingga mampu mengubah status sosial ekonomi keluarga mereka, serta memberikan sumbangsih nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa!

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga Jembrana saat groundbreaking proyek PLTS Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana.
ANTUSIAS: Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga Jembrana saat groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp, di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Istana Kepresidenan mengapresiasi luar biasa atas antusiasme dan sambutan hangat warga Kabupaten Jembrana, Bali, saat menyambut kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam rangka groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk berkapasitas 100 Gwp, di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Ribuan warga lokal hingga anak-anak sekolah memadati sepanjang rute dari lapangan Gilimanuk tempat pendaratan Heli Kepresidenan sampai dengan Monumen Lintas Laut tempat dilaksanakannya groundbreaking.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya disela obrolan singkat bersama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menyatakan rasa terima kasihnya atas ketertiban dan energi positif yang ditunjukkan masyarakat Jembrana. Istana menilai suasana hangat tersebut mencerminkan kedekatan yang kuat antara pemimpin dan rakyatnya.

Bupati Kembang pun menyambut baik apresiasi dari pihak Istana tersebut. Ia menegaskan bahwa antusiasme warga merupakan bentuk rasa bangga dan kerinduan masyarakat terhadap hadirnya orang nomor satu di Indonesia di tanah Mekepung tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan terharu melihat antusiasme masyarakat Jembrana. Kehadiran Bapak Presiden membawa angin segar dan harapan baru bagi kemajuan daerah kami, khususnya di bidang infrastruktur dan ekonomi daerah,” ujar Bupati Kembang.

Ia menambahkan, pemerintah daerah dan seluruh warga Jembrana siap mendukung penuh agenda strategis nasional yang tengah digulirkan pemerintah pusat di Jembrana, Bali. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama percepatan pembangunan di Bali Barat.

“Apresiasi dari Istana ini milik seluruh warga Jembrana. Ini membuktikan bahwa keterlibatan dan keramahan warga kita mendapat tempat tersendiri di hati Bapak Presiden,” pungkasnya.

Disisi lain, kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Jembrana ini dalam rangka groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa berkapasitas 100 (Gwp),

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Dukung Bali Jadi Lokasi International Airshow 2024

Pengembangan PLTS skala masif ini menjadi tonggak sejarah baru. Tidak hanya mempercepat transisi energi bersih nasional, proyek ini menjadi jawaban mutlak bagi kemandirian energi di Bali.

Peresmian PLTS Gilimanuk menjadi bagian dari peluncuran dan groundbreaking program PLTS yang tersebar di 14 lokasi.

PLTS Gilimanuk dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan sistem kelistrikan Bali terhadap pembangkit berbahan bakar minyak (BBM). PLTS Gilimanuk akan memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 100 Gwp, sementara BESS yang disiapkan memiliki kapasitas 1.000 megawatt hour (MWh).

Dengan kapasitas tersebut, PLTS Gilimanuk diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sekitar 470 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Turut hadir pada kesempatan itu, Menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Wakil Pangloma TNI, Direktur Utama PLN beserta jajaran, Gubernur Bali beserta Forkopimda Prov dan Kabupaten Jembrana serta instansi terkait. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda PAUD Gianyar Monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD, Tekankan Pendidikan Ramah Anak

Published

on

By

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar.
MONITORING: Bunda PAUD Kabupaten Gianyar melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar dan SD Kiddos Elementary School, Rabu (26/8). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bunda PAUD Kabupaten Gianyar melakukan monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal di SD Genta Saraswati Gianyar dan SD Kiddos Elementary School, Rabu (26/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke jenjang Sekolah Dasar (SD) berjalan secara menyenangkan, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Monitoring juga dirangkaikan dengan kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana peringatan kemerdekaan di lingkungan sekolah turut dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai nasionalisme, kebersamaan, serta semangat gotong royong kepada anak-anak sejak usia dini.

Melalui Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal, satuan pendidikan didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, sehingga peserta didik dapat beradaptasi dengan suasana sekolah dasar tanpa tekanan dan tetap menikmati proses belajar.

Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan penguatan transisi dari PAUD ke jenjang SD sekaligus memantau perkembangan anak-anak di lingkungan sekolah.

“Kami mengunjungi dan melihat langsung untuk memantau anak-anak, sekaligus memonitor pelaksanaan penguatan transisi PAUD ke SD kelas awal. Setiap tahun kami memiliki program MPLS di tujuh kecamatan,” ujar Surya Adnyani.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan secara menyeluruh, mulai dari jenjang TK dan PAUD hingga pendidikan dasar, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Ini bukan saingan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menyediakan pendidikan kepada anak-anak Gianyar. Kita patut bangga karena pondasi generasi bangsa dimulai dari pendidikan tingkat PAUD hingga jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Sambut Baik Penyelenggaraan Temu Karya Nasional di Bali

Dalam monitoring tersebut, Surya Adnyani juga melihat secara langsung bagaimana proses transisi anak dari PAUD menuju SD berlangsung. Menurutnya, komunikasi antara orang tua, anak, dan guru menjadi hal penting dalam mengetahui perkembangan serta kebutuhan masing-masing anak.

Ia juga mendorong penerapan tujuh kebiasaan anak indonesia hebat untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, serta Tidur Cepat. Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk mengawasi dan mengontrol penggunaan teknologi, khususnya telepon seluler, agar tidak mengganggu tumbuh kembang dan proses belajar anak.

Surya Adnyani menegaskan, pendidikan anak usia dini perlu dilaksanakan secara holistik dan integratif dengan memperhatikan berbagai kebutuhan dasar anak, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi. Pelayanan tersebut diberikan tanpa membedakan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus atau dalam pendidikan inklusif.

“PAUD holistik integratif bukan hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga pemenuhan layanan dasar anak, termasuk kesehatan dan kebutuhan gizinya. Semua anak harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama, baik anak yang berkembang secara umum maupun anak dalam pendidikan inklusif,” jelasnya.

Selain itu, Surya Adnyani juga menegaskan bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) tidak menjadi persyaratan wajib bagi anak untuk masuk SD dan tidak seharusnya menjadi beban bagi peserta didik di kelas awal. Proses pembelajaran perlu dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.

Berbagai program turut mendukung penguatan transisi PAUD ke SD di Kabupaten Gianyar. Program tersebut antara lain Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Gelari Gianyar Wajar (Gerakan Gianyar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah), Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS), Seragam Gratis PAUD Negeri (SERGAP NEGRIKU), Bunda Gianyar Pandai, Pemberian Makanan Tambahan Gizi Seimbang Stunting Berkurang (PMT GIRANG), penerbitan Komik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pemberian sarana penunjang pembelajaran serta field trip atau pembelajaran di luar kelas.

Baca Juga  Panen Jagung di Kantor Gubernur, Hasilnya Dibagi untuk Kelompok Tani dan Ternak

Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan bantuan sarana penunjang pembelajaran berupa tas sekolah, tumbler, dan kotak makan kepada 100 anak, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak inklusif. Berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menciptakan layanan pendidikan yang ramah anak, inklusif, sehat, dan menyenangkan sejak jenjang PAUD hingga sekolah dasar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lomba Mewarnai dan LKBB Tongkat Ramaikan Rangkaian Hari Pramuka di Buleleng

Published

on

By

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Buleleng menggelar Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga dan Lomba Ketangkasan Baris-berbaris Tongkat bagi Pramuka Penggalang di GOR Bhuana Patra.
LOMBA: Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng saat menggelar Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga serta Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) Tongkat bagi Pramuka Penggalang dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65 pada Rabu (26/8) pagi bertempat di GOR Bhuana Patra. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng menggelar serangkaian kegiatan menarik dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65. Salah satunya pada Rabu (26/8) pagi bertempat di GOR Bhuana Patra, semarak kreativitas dan kedisiplinan berpadu lewat digelarnya Lomba Mewarnai bagi Pramuka Siaga serta Lomba Ketangkasan Baris-berbaris (LKBB) Tongkat bagi Pramuka Penggalang.

Ketua Panitia Made Suartha saat ditemui di sela-sela kegiatan membeberkan bahwa kegiatan pagi ini diikuti oleh Pramuka Siaga yaitu adik-adik tingkat sekolah dasar dari sembilan kecamatan di Buleleng. Sebanyak 82 orang peserta yang mendaftar secara online tumpah ruah di GOR Bhuana Patra menuangkan imajinasi dan ekspresi kreatif mereka dalam Lomba Menggambar.

Menurut Suartha, ajang ini disiapkan sebagai wadah penyaluran kreativitas dengan sistem penilaian terpisah antara regu putra dan putri, konsisten dengan prinsip satuan terpisah di tubuh Pramuka.

Di arena terpisah, ketegangan dan kekompakan tersaji lewat LKBB Tongkat yang melibatkan 16 regu Pramuka Penggalang dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mengandalkan tongkat pramuka sebagai instrumen utama, para peserta berlomba memamerkan kelihaian formasi, ketepatan aba-aba, serta keselarasan gerak.

“Tujuan kami mengarahkannya adalah menunjukkan kekompakan mereka, kemandirian mereka, dan kebersamaan mereka. Sehingga dengan kebersamaan dan kemandirian itu, mereka akan memberikan yang terbaik bagi diri mereka sendiri dan lingkungan,” jelas Made Suartha.

Rangkaian agenda Kwarcab Buleleng tahun ini menurutnya merentang dari aksi sosial kemanusiaan hingga adaptasi teknologi digital. Menurutnya, Pramuka dituntut untuk hadir adaptif di tengah dinamika zaman tanpa kehilangan akar karakter kebangsaan.

“Kegiatan eksplor dan berbagai program kami tunjukkan bahwa kegiatan pramuka itu tidak hanya tepuk tangan, tidak hanya berkemah. Itu untuk menemukan kemandirian. Di samping itu pula, kita ada sentuhan dengan teknologi, seperti misalnya turnamen e-Sport Mobile Legends, justru itu yang kita lombakan untuk adik-adik di Penggalang,” kata Made Suartha.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Kunjungi Dua Perangkat Daerah, Sampaikan Apresiasi dan Pamitan

Sebelum gelaran lomba hari ini, dirinya mengatakan Kwarcab Buleleng telah lebih dulu menggerakkan roda organisasi lewat peluncuran Bumbu Kemanusiaan serta program Bedah Rumah yang kini telah merampungkan 95 persen pengerjaannya di Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, dan Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

Seluruh rangkaian kegiatan padat tersebut, lanjut Suartha, bermuara pada tema besar tahun ini: “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai manifestasi nyata peran strategis Pramuka dalam membina anak-anak berkarakter tangguh yang siap menyongsong satu abad Republik Indonesia.

Melalui kombinasi kreativitas seni, penguasaan teknologi digital, ketangkasan baris-berbaris, serta kepekaan sosial, kata Suartha Kwarcab Buleleng membuktikan bahwa tunas-tunas kelapa di Bali utara tidak sedang berjalan di tempat. Mereka tengah memancang sauh, merajut asa, dan menyiapkan langkah paling mantap menuju masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca