Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Laksanakan Pengecekan, Tim Biro Provos Divpropam Polri Kunjungi Polresta Denpasar

BALIILU Tayang

:

de
KUNJUNGI POLRESTA: Tim Biro Provos Divpropam Polri beserta rombongan yang dipimpin oleh KBP Jannus P. Siregar, S.I.K., M.H. mengunjungi Polresta Denpasar, pada Rabu, 25 Agustus 2021. Tim diterima Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana, S.H., S.I.K., M.Si., di Lobby Mako Polresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Tim Biro Provos Divpropam Polri beserta rombongan yang dipimpin oleh KBP Jannus P. Siregar, S.I.K., M.H. mengunjungi Polresta Denpasar, pada Rabu, 25 Agustus 2021. Tim diterima Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana, S.H., S.I.K., M.Si., di Lobby Mako Polresta Denpasar.

Tujuan Tim Biro Provos Divpropam Polri berkunjung ke Polresta Denpasar untuk melaksanakan pengecekan penjagaan Mako, VIP, tahanan serta protokol kesehatan Covid-19 di Polda Bali dan jajarannya.

‘’Terimakasih atas penerimaannya dan selanjutnya tim akan melaksanakan pengecekan. Kegiatan ini tidak terlepas dari kesiapan kita dalam pengamanan markas termasuk juga adanya terobosan kreatif dalam pengamanan ruang tahanan yang ada di Mako Polresta Denpasar,’’ ujar Ketua Tim  KBP Jannus P. Siregar, S I.K, M.H.

Siregar mengaku sudah sempat diskusi dengan Wakapolda Bali terkait dengan tahanan, dimana selama ini masih dualisme dalam penjagaan tahanan baik dilaksanakan oleh Tahti ataupun yang dilaksanakan oleh Yanma. Di dalam Perkap masalah perawatan tahanan merupakan tugas dari Tahti dan penjagaannya oleh Yanma.

‘’Jangan sampai ada jurang pemisah bila terjadi sesuatu sebagai misal ada tahanan lari ataupun tahanan gantung diri biar tidak tumpang tindih masalah tanggungjawabnya,’’ ujarnya.

Penempatan khusus (patsus) yang dibuatkan jangan sampai hanya pajangan. Namun tujuannya adalah untuk membuat efek jera bagi anggota yang melakukan pelanggaran, laksanakan patsus selama 24 jam terhadap anggota.

Ruang gerak bagi si pelanggar harus dibatasi seperti jangan diberikan membawa HP, selama berada di dalam patsus harus tetap menggunakan pakaian dinas serta pintu sel harus tetap terkunci sehingga dapat membuat efek jera dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan SKHT ataupun kalau ada dari Paminal yang mengamankan terduga pelanggar dimasukkan ke patsus disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya. Sebagai contoh ada anggota kita yang membuat keributan karena mabuk kita memiliki waktu pengamanan selama 2 x 24 jam dan itu sudah sesuai dengan perkap.

Baca Juga  PPKM Darurat, Polresta Denpasar Bersama Instansi Terkait Gelar Patroli Gabungan Cegah Penyebaran Covid

Patsus tersebut diberlakukan untuk benar-benar memberikan efek jera kepada personil Polri ataupun PNS Polri yang melakukan pelanggaran bukan hanya sebagai pelampiasan, namun dalam pelaksanaannya tetap harus ada pembatasan-pembatasan. Patsus itu sama pemberlakuannya seperti tahanan dari orang umum seperti pemakaian baju tahanan dan siapkan buku-buku yang ada kaitannya dengan kerohanian, jangan saja kerena sama-sama anggota Polri kita biarkan saja personil tersebut yang menjalankan patsus kita tempatkan di luar ruangan.

‘’Khususnya dalam penegakan prokes saya lihat sudah bagus yaitu sudah dilaksanakan  patroli prokes dan perlu kita analisa dalam pelaksanaannya dengan interval naik turunnya inflasi anggota kita yang terpapar Covid-19,’’ ujarnya.

Perlu kita datakan anggota kita yang sudah divaksin, laksanakan pengecekan kartu vaksin terhadap anggota Polri dan PNS Polri dan untuk mengecek keakuratan anggota kita yang sudah vaksin.

Ditegaskan pula bahwa terkait  Sispam Markas agar diberikan masukan bahwa  kita tetap menjaga markas kita jangan sampai terusik oleh masyarakat dengan tidak tertibnya dalam melaksanakan pengamanan markas dengan tetap laksanakan pengecekan terhadap personil yang melaksanakan pengamanan markas.

Sispam Markas ataupun kontijensi dalam situasi darurat seperti bencana alam, teroris serta adanya kejadian menonjol yang perlu penanganan khusus, alarm panggilannya harus ada perbedaan  sehingga personil memahami dan mengerti tentang kejadian yang terjadi di wilayah hukumnya, harus bisa berbuat apa dan siapa yang bertanggung jawab.

Pada kesempatan itu, Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan terkait dengan tahanan yang menghuni Rutan Mako Polresta Denpasar dan sesuai dengan derektif dari Mabes Polri bahwa tahanan yang menghuni Rutan Mako Polresta Denpasar overload.

Yang menjadi kendala untuk tingkat lapas terhadap tahanan yang sudah inkrah penahanannya masih dititip di Rutan Mako Polresta Denpasar dan dari Kasat Tahti Polresta Denpasar sudah koordinasi dengan Kasi Pidum dan juga dengan penuntut umum namun kendala di lapas tahanan penuh dan juga karena Covid-19.

Baca Juga  Polresta Denpasar Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Periode 1 Januari 2026

Untuk tahanan yang menghuni Rutan Mako Polresta Denpasar sebanyak 50% tahanan narkoba, karena Polresta Denpasar gencar melakukan pengungkapan kasus narkoba baik skala kecil ataupun skala besar.

Kegiatan dilanjutkan melakukan pengecekan ruang pelayanan publik SPKT, penjagaan Mako, Rutan Polresta Denpasar oleh Ketua Team KBP Jannus P. Siregar, S.I.K., M.H. didampingi Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana, S.H., S.I.K., M.Si.  beserta Kasubbidprovos Bidpropam Polda Bali, Kabagops, Kabag SDM dan Kasipropam Polresta Denpasar. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Terkait Kamatian WNA Australia dan Dua Anaknya di Legian, Polisi Lakukan Penyelidikan

Published

on

By

Tiga Jenazah Dievakuasi Polisi di Legian
DIEVAKUASI: Tiga jenasah WNA bersama dua anaknya saat dievakuasi personel Polresta Denpasar menuju RS Prof. Ngurah, Denpasar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Kuta, Badung, baliilu.com – Seorang warga negara Australia berinisial SDJ (57) bersama dua anaknya, masing-masing ADS (7) dan LKS (4) ditemukan meninggal dunia di sebuah bungalow di kawasan Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Badung, pada Minggu (13/9/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.14 WITA di Arca Bungalow, Jalan Three Brothers, Legian Tengah. Korban SDJ diketahui merupakan warga negara Australia, sedangkan kedua anaknya berkewarganegaraan Indonesia.

Informasi awal mengenai kondisi korban bermula sekitar pukul 08.30 WITA. Salah seorang saksi, Nur Khamid (51), menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai istri korban yang berada di Jakarta. Dalam sambungan telepon tersebut, saksi diminta membantu mengecek kondisi suami dan kedua anaknya yang tinggal di bungalow karena tidak dapat dihubungi.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, saksi kemudian mendatangi bungalow dan mencoba melihat ke dalam melalui jendela. Namun, tidak terlihat adanya aktivitas maupun orang di dalam. Saksi selanjutnya menemui pemilik bungalow dan menyampaikan informasi yang diterimanya. Keduanya kemudian kembali menuju bungalow untuk melakukan pengecekan.

Setibanya di lokasi, keduanya kembali mencoba melihat ke dalam melalui jendela, namun tidak menemukan tanda-tanda aktivitas. Pemilik bungalow kemudian menghubungi Kelian Lingkungan. Beberapa menit kemudian, Kelian Lingkungan bersama sejumlah tetangga mendatangi lokasi.

Warga sempat mengetuk dan menggedor pintu sambil memanggil penghuni bungalow. Namun, tidak mendapat respons dari dalam. Karena khawatir terjadi sesuatu, pintu akhirnya dibuka secara paksa. Setelah pintu terbuka, warga mendapati SDJ berada dalam kondisi tergantung pada terali besi jendela menggunakan kabel setrika berwarna putih. Sementara itu, kedua anak korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dengan posisi tubuh saling bertindihan.

Baca Juga  Respons Cepat Layanan 110, Polresta Denpasar Tangani Keributan Warga dengan Debt Collector

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar. Dari hasil pemeriksaan luar terhadap kondisi ketiga korban, dari pemeriksaan awal diduga bahwa kedua anak korban meninggal akibat tindakan kekerasan, sementara SDJ diduga meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Saat ini ketiga jenazah telah berada di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., membenarkan kejadian tersebut dan saat ini petugas dari Polsek Kuta masih melakukan penyelidikan.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk olah TKP, pemeriksaan rekaman CCTV di TKP dan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk terhadap istri korban, untuk memastikan penyebab kematian para korban,” ujar Kapolresta Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan pihak Kepolisian Polsek Kuta saat ini telah meminta keterangan dari istri korban dan juga telah memeriksa rekaman CCTV di rumah korban. Selain itu pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Konsulat Australia terkait korban yang merupakan warga negara Australia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tak Ingin Hanya Terima Laporan, Bupati Kembang Tinjau Langsung Perbaikan Sejumlah SD

Published

on

By

Bupati Kembang Tinjau Rehabilitasi SD
TURUN LANGSUNG: Bupati I Made Kembang Hartawan saat turun langsung meninjau proses perbaikan di SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat pada Selasa (15/9). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Perbaikan sejumlah fasilitas sekolah di Kabupaten Jembrana mendapat perhatian khusus dari Bupati I Made Kembang Hartawan. Tak ingin hanya menerima laporan di atas meja, Bupati Kembang turun langsung meninjau proses perbaikan di SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat pada Selasa (15/9).

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora), serta Kepala Sekolah dan Komite Sekolah setempat, Bupati meninjau satu per satu ruang kelas yang sedang direhabilitasi.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kembang menegaskan agar pengerjaan fisik dilakukan sebaik mungkin demi menjamin keamanan dan kenyamanan jangka panjang bagi para siswa.

“Untuk atap yang menggunakan baja, harus baja yang bagus, supaya bisa bertahan hingga 30-40 tahun,” ucapnya.

Selain memantau kondisi fisik bangunan, Bupati Kembang juga menyoroti ketimpangan distribusi tenaga pendidik di sekolah-sekolah, di tengah kondisi Kabupaten Jembrana yang saat ini masih kekurangan ratusan guru.

“Kita saat ini kekurangan 258 guru. Jika dibagi rata, setiap sekolah mungkin hanya kekurangan satu orang guru. Namun praktiknya, ada sekolah yang kekurangan dua sampai tiga guru, sementara sekolah lain jumlah gurunya lengkap,” ujar Bupati Kembang.

Ia menekankan pentingnya pemerataan yang adil agar beban mengajar tidak menumpuk di sekolah tertentu saja. “Mestinya adil. Di sekolah yang kekurangannya cukup banyak guru, kepala sekolah juga harus turun tangan ikut mengajar,” tambahnya.

Sebelum meninjau SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat, Bupati Kembang juga telah meninjau langsung progres perbaikan di SD N 1 Dangintukadaya dan SD N 2 Yehembang pekan lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa program rehabilitasi sekolah tahun ini berjalan melalui mekanisme swakelola dari program e-revitalisasi pemerintah pusat.

Baca Juga  Edarkan Sabu Dua Pria Diamankan Satresnarkoba Polresta Denpasar

“Tahun ini, satuan pendidikan yang sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) mencakup 9 SD, 3 SMP, dan 22 PAUD. Sistemnya berbasis swakelola, di mana pendanaan ditransfer langsung dan dikelola oleh pihak sekolah,” jelas Anom.

Anom menambahkan, saat ini masih terdapat enam SMP susulan yang berada dalam tahap sosialisasi dan menunggu penerbitan PKS resmi dari pusat.

“Untuk enam SMP susulan ini kami masih menunggu kepastian PKS dari pusat. Mengingat batas waktu pengerjaan fisik ditargetkan selesai pada Desember mendatang, kami berharap PKS bagi sekolah yang sudah sosialisasi bisa segera terbit,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Terima Penghargaan “Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism Bali Tourism Award 2026”

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Terima Penghargaan Sport Tourism
TERIMA PENGHARGAAN: Wawali Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism Bali Tourism Award 2026, di The Meru, Sanur, Senin (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026 dalam Bali Tourism Award ke-11 Tahun 2026 yang dilaksanakan pada di The Meru, Sanur, Senin (14/9) petang.

Dalam kesempataan tersebut turut hadir sejumlah tokoh diantaranya Stafsus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, Kadis Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya mewakili Gubernur Bali, Presiden Indonesia Travel Tourism Awards (ITTA), Panca Sarungu, Perwakilan Binus Bussiness School, Dr. Dewi Tamara serta sejumlah perwakilan asosiasi pariwisata di Bali dan undangan terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism yang diterimanya dalam ajang Bali Tourism Award merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi untuk terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga di Kota Denpasar.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi saya pribadi, namun yang lebih penting adalah ini merupakan apresiasi terhadap kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar, masyarakat, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung pengembangan sport tourism di Kota Denpasar,” ujarnya.

Menurutnya, Denpasar memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan sport tourism, mengingat berbagai kegiatan olahraga telah mampu menarik partisipasi masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ke depan, tentu kami akan terus berupaya menghadirkan dan mengembangkan event-event olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata. Sport tourism ini kita harapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi promosi destinasi, UMKM, ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Polresta Denpasar Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Periode 1 Januari 2026

Arya Wibawa menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pengembangan pariwisata harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan karakter, budaya, lingkungan, serta kenyamanan masyarakat Kota Denpasar.

“Kami tidak ingin sport tourism hanya menjadi sebuah event sesaat. Harapannya, kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Apresiasi yang diterima ini dapat menjadi energi positif bagi seluruh pihak untuk terus berinovasi dan menghadirkan kegiatan pariwisata berkualitas di Kota Denpasar,” imbuh Arya Wibawa.

Kadis Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya dalam sambutannya mewakili Gubernur Bali mengatakan pariwisata di Bali bukan hanya terkait ekonomi tapi juga nafas kehidupan masyarakat Bali yang telah diwariskan turun temurun.

“Per Agustus 2026 jumlah kunjungan wisatawan ke Bali adalah 4,6 juta kunjungan, terhitung masih stabil dan mengalami pertumbuhan dibanding tahun 2025. Tugas kita bersama bagaimana mampu menghadirkan pariwisata yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat dimana kualitas pelayanan menjadi faktor-faktor penentu,” ungkapnya.

Pelayanan atau hospitality kata Sumarajaya, tidak hanya terkait hotel yang bagus, tapi bagaimana wisatawan nyaman dan memperoleh pengalaman yang baik dalam berwisata. Pihaknya mengapresiasi ajang penghargaan ini yang tidak hanya menyentuh ranah komersial tapi juga melihat kualitas pelayanan dan keberlanjutan sejalan dengan visi misi pengembangan pariwisata Bali.

“Dalam menghadapi tantangan kepariwisataan ke depan kita harus berkolaborasi bersama agar pariwisata Bali terus maju dan berkelanjutan. Mari kita bangun bersama pariwisata Bali yang berkualitas internasional tanpa meninggalkan adat budaya dan tradisi masyarakat lokal,” ujar Sumarajaya.

Sementara Presiden Indonesia Travel Tourism Awards (ITTA), Panca Sarungu dalam sambutannya mengatakan Bali Tourism Award ke- 11 Tahun 2026 adalah ajang apresiasi pariwisata di Bali yang memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh atau kalangan di bidang pariwisata baik itu di jasa travel tourism, hotel, resort, airlines, theme park dan lain sebagainya.

Baca Juga  Satresnarkoba Polresta Denpasar Amankan Hampir 1 Kg Sabu dari Residivis

Tujuan dilaksanakannya acara ini, tentu untuk kemajuan Pariwisata di Bali. Bahwa bagaimana Bali sebagai destinasi wisata utama dunia yang menginspirasi Indonesia dan dunia, dibaliknya ada sosok – sosok yang percaya kita bisa menjadi lebih baik dan dapat menginspirasi semua orang.

“Kita memberi penghargaan di sejumlah kategori. Di tahun ini kita juga memberikan penghargaan kepada unsur desa adat yang berkontribusi terhadap pariwisata dan kepada unsur pemerintahan dimana peran pemerintah yang penting terhadap kemajuan pariwisata di Bali,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca