Connect with us

KRIMINAL

Lakukan Live Pornografi, RH Diamankan Sat Reskrim Polresta Denpasar

BALIILU Tayang

:

KONFERENSI PERS: Kapolresta Denpasar KBP Jansen Avito Panjaitan saat konferensi pers soal selegram pronografi, Senin (20/9) di Mako Polresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Satuan Reskrim Polresta Denpasar berhasil mengamankan seorang wanita berinisial RH alias kuda poni (32) yang diduga sebagai pelaku pornografi dengan mempertontonkan aurat secara live di aplikasi Mango pada Jumat, 17 September 2021 pukul 02.00 Wita di wilayah Denpasar Selatan. Saat diamankan pelaku sedang melakukan live.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa dua HP Iphone beserta sim card milik pelaku, kursi, pakaian pelaku, mainan menyerupai alat kelamin dan kartu ATM milik pelaku.

“Pelaku sebagai selebgram secara terang-terangan melakukan live mempertontonkan aurat melalui aplikasi Mango, pelaku mengakui sudah melakukan kegiatan ini sudah selama sembilan (9) bulan dengan penghasilan 25-50 juta per bulan,” ungkap Kapolresta Denpasar KBP Jansen Avito Panjaitan saat konferensi pers, Senin (20/9) di Mako Polresta Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pelaku selain memiliki akun di aplikasi Mango juga memiliki akun di aplikasi Bigo untuk mencari penghasilan memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan pengakuan pelaku bahwa dirinya tidak menerima bo (boking order) hanya melakukan live.

Pasal yang disangkakan terhadap pelaku Pasal 4 ayat (1) UU No 44 Tahun 2008 tentang pornorafi dan atau Pasal 45 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE. Diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. (gs/rls)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Sat Resnarkoba Polresta Denpasar Sebulan Amankan 51 Tersangka

Published

on

By

de
JUMPA PERS: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Losa Lusiano Araujo, S.I.K. saat jumpa pers pengungkapkan kasus narkoba, Kamis (14/10) di Mako Polresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Satuan Res Narkoba Polresta Denpasar berhasil mengamankan 51 (lima puluh satu) pelaku penyalahgunaan narkoba dalam kurun waktu dari tanggal 1 September sampai 11 Oktober 2021 dengan jumlah 36 kasus.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Losa Lusiano Araujo, S.I.K. menjelaskan, barang bukti yang berhasil diamankan dari semua pelaku berupa ganja 1.181 gram (1 kg), sabu 175,6 gram, ekstasi 211 butir dan tembakau sintetis 4,62 gram.

“Ada enam kasus dengan barang bukti besar, salah satunya pasangan suami istri asal Jakarta yang saat diamankan memiliki sabu seberat 42,46 gram ditangkap di Jalan Juwet Sari Densel,” ungkap Kapolresta Denpasar, Kamis (14/10) saat jumpa pers di Mako Polresta Denpasar. 

Kemudian ada pelaku Ruliff (18) dan Faris (23) TKP Jalan Kawasan Pecatu Kutsel dengan barang bukti 1 kg ganja kering, Teguh (42) TKP Jalan Pulau Bungin Denpasar Selatan dari pelaku diamankan sabu seberat 59,02 gram dan 117  butir ekstasi.

Haryono (27) ditangkap di Jalan Pura Demak Denbar dengan barang bukti dari tangan pelaku berupa sabu 15,99 gram dan 25 butir ekstasi, Ryan (25) yang berprofesi sebagai buruh diamankan di Jalan Alam Sari Denpasar Barat dari pelaku disita sabu 25,92 gram dan Benny (30) di TKP Jalan Glogor Carik Denpasar Selatan dengan 25 butir ekstasi.

Menurut dari daerah pelaku, asalnya dari Jawa 32 orang, Bali 17 orang, NTB 1 orang dan Ambon 1 orang. Peran dari pelaku sebagai kurir dan bandar.

“Modus operandi para pelaku yaitu menyimpan, mengantar / menempel narkotika dimana mereka melakukan perbuatan itu karena faktor ekonomi,” Jelas Kombes Jansen Avitus.

Sedangkan pasal yang disangkakan terhadap para pelaku yaitu Pasal 111 ayat (2) Pasal 112 ayat 1 dan 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Enam Pelaku Curas di Bawah Umur Diamankan Sat Reskrim Polresta Denpasar

Published

on

By

de
JUMPA PERS: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, SIK, MH, didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S H.,S.I.K.,M.H. saat jumpa pers kasus curas di bawah umur, Senin (11/10/2021).

Denpasar, baliilu.com – Satuan Reskrim Polresta Denpasar berhasil mengamankan enam pelaku pencurian dengan kekerasan, empat di antaranya pelaku merupakan anak di bawah umur.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan., S.I.K.,M.H. menjelaskan, pengungkapan kasus ini  berawal dari laporan korban bernama Jefriyanto (20) yang mengaku pada Sabtu 2 Oktober 2021, sekira jam 02:56 Wita. Korban memesan kapsul obat kuat kepada pelaku Nanda melalui aplikasi Mi Chat, selanjutnya pelaku bersama – sama menuju TKP di Jl. Gn. Talang VI.C No. 12 Denpasar.

Saat di TKP, pelaku dan korban ngobrol dan korban hendak membayar, namun dompet korban ditarik oleh pelaku dan pelaku yang berjumlah enam orang secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan double stik memukul kepala korban hingga kepala korban luka mengeluarkan darah. Pelaku kemudian merampas HP dan dompet korban.

Pelaku enam orang berinisial ART (19), DD (19), KSA (15), PT LD (13), MD SW (15), dan GD CSF (17), melakukan penganiayaan dilakukan secara bersama-sama terhadap korban.

“Setelah kita kembangkan terhadap keenam pelaku, ternyata mereka sudah beraksi sebanyak 13 (tiga belas) kali di wilayah Denpasar,” kata Kapolresta Denpasar didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S H.,S.I.K.,M.H. (11/10/2021).

Dijelaskan Kapolresta, ketiga belas TKP tersebut di antaranya di Jalan Bikini 3 kali , Jl. Mahendradata Gg. Akasia 4 kali, Jalan Gunung Talang Denpasar sebanyak 5 kali dan di Jalan Pura Demak Denpasar  1 kali. Kapolresta menegaskan perbuatan mereka sangat meresahkan masyarakat, sedangkan hasil dari kejahatannya pelaku gunakan untuk berfoya-foya.

“Pasal yang dilanggar Pasal 365 ayat 2 ke 1e dan 2e KUHP, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun (12) dan karena ada pelaku anak di bawah umur tentunya ada pengurangan masa hukuman,” jelas Kombes Jansen Avitus. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Bareskrim Kerahkan Tim Asistensi Terkait Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur

Published

on

By

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Jakarta, baliilu.com – Bareskrim Polri mengerahkan tim asistensi terkait dengan kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, tim asistensi itu untuk melakukan pendampingan terhadap Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), terkait dengan proses hukum kasus tersebut.

“Hari ini tim asistensi Wasidik Bareskrim, dipimpin Kombes Helfi Assegaf dan tim berangkat ke Polda Sulsel,” kata Argo kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (9/10).

Menurut Argo, tim asistensi Bareskrim Polri tersebut bakal bekerja secara profesional. Bahkan, ditegaskan Argo, apabila nantinya ditemukan bukti baru maka, polisi bakal kembali membuka perkara tersebut.

Diketahui, Polres Luwu Timur dan Polda Sulsel menghentikan proses penyelidikan kasus itu. Pasalnya, aparat tidak menemukan barang bukti yang kuat terkait dengan perkara tersebut.

“Kalau ada bukti baru bisa dibuka kembali,” ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

Argo sebelumnya memastikan bahwa penanganan proses hukum mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, hingga penghentian kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam hal ini pihak kepolisian sudah melakukan tindaklanjut dari adanya laporan terkait hal itu ke Polres Luwu Timur pada tanggal 9 Oktober 2019.

Setelah menerima laporan itu, polisi mengantar ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Repertum bersama dengan ibunya serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

“Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan,” ucap Argo.

Sementara itu, dari laporan hasil asesamen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

“Karena setelah sang ayah datang di kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk di pangkuan ayahnya,” ujar Argo.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut dalam melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal. Serta hubungan dengan orangtua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Argo mengungkapkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga.

Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur pun pada 5 Desember 2019 melakukan gelar perkara. Adapun kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

“Tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan,” ucap Argo.

Sementara, Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020 juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca