Connect with us

KRIMINAL

Langgar Perda Ketertiban Umum, Satpol PP Denpasar Tipiring 2 Pengusaha Angkringan

BALIILU Tayang

:

de
Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat ikuti sidang Tipiring di persidangan, Rabu (2/12).

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali  menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Denpasar terhadap para pelanggar Perda Ketertiban Umum, Rabu (2/12).

Sidang Tipiring yang dipimpin Hakim I Dewa Made Budi Watsara didampingi  Panitera  I Wayan Catra menjatuhkan hukuman denda sebanyak 200 ribu atau hukuman kurungan 7 hari kepada 2 pemilik angkringan yang melanggar Perda Ketertiban Umum. Hal ini disampikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat ditemui usai persidangan.

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 pelaksanaan Sidang Tipiring ini tetap harus dilaksanakan kepada pelanggar perda. Sebagai upaya atau untuk memberikan efek jera kepada pelanggar dan menciptakan ketertiban di Kota Denpasar.

Semestinya di tengah pandemi Covid-19 masyarakat selain mematuhi protokol kesehatan juga tetap mematahui perda yang telah ditetapkan. Dengan demikian Kota Denpasar tetap aman, nyaman dan bersih.

Dalam pandemi Covid-19 pihaknya menyadari banyak masyarakat yang mengalami kesusahan karena kehilangan pekerjaan namun bukan berarti mereka bebas berjualan tanpa mengikuti peraturan yang ada. “Bagi yang ingin berusaha jangan sembarangan karena Pemerintah Kota Denpasar telah memiliki peraturan yang harus dilaksanakan,” jelas Sayoga.

Sayoga mengaku sidang tipiring bagi pelanggar perda akan terus dilakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, sekaligus memberikan efek jera dan sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat. Dengan demikian Sayoga berharap agar masyarakat terus mematuhi peraturan yang ada.

Salah satu pelanggar Gede Moreno minta maaf karena tidak menaati aturan yang ada. Dia berjanji tidak akan membuat kesalahan lagi. “Ini sebagai pengalaman saya, saya minta maaf dan tidak akan melanggar lagi,” katanya. (eka)

Baca Juga  Ketua DPR-RI Puan Maharani Serahkan BST, BSB dan Sembako di Abiansemal

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Satpol PP Kota Denpasar Tipiringkan 12 Orang Pelanggar Perda

Published

on

By

de
Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap para pelanggar Peraturan Daerah (Perda) ketertiban umum yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (22/1).

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap para pelanggar Peraturan Daerah (Perda) ketertiban umum yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (22/1).

“Dalam Sidang Tipiring kali ini Tim Penyidik mengajukan 12 orang pelanggar. Dimana 2 orang tersebut merupakan pelanggaran berjualan dengan mobil di badan jalan yang bertempat di utara Gor Ngurah Rai Denpasar. Sementara 10 orang lainnya merupakan pelanggaran membuang sampah sembarangan. Sehingga Hakim Angeliky Handayani, S.H., M.H. selaku pemimpin sidang  memvonis masing-masing pelanggar dengan denda sebesar 100 ribu rupiah dan subsider kurungan selama 3 hari,” ujar Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga.

Lebih lanjut, Dewa Sayoga mengatakan walaupun dalam situasi pandemi Covid-19, sidang Tipiring ini tetap dilaksanakan kepada pelanggar Perda. Hal ini sebagai upaya  untuk memberikan efek jera kepada pelanggar agar dapat menciptakan ketertiban dan kenyamanan di Kota Denpasar. Semestinya, di tengah pandemi Covid-19 masyarakat selain mematuhi protokol kesehatan juga tetap mematuhi Perda yang telah ditetapkan. Dengan demikian Kota Denpasar tetap aman, nyaman dan bersih.

Kemudian, dalam pandemi Covid-19 pihaknya menyadari banyak masyarakat yang mengalami kesulitan karena kehilangan pekerjaan, namun bukan berarti  bebas berjualan di area yang diinginkan. Sedangkan Pemerintah Kota Denpasar telah menyediakan tempat atau lapak untuk masyarakat yang ingin berjualan di pasar-pasar rakyat.

“Kami berharap masyarakat terus mematuhi peraturan daerah yang ada, terlebih saat ini dalam situasi pandemi Covid-19 agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga dapat terbebas dari penularan virus,” pungkas Dewa Sayoga. (eka)

Baca Juga  Update Covid-19 (5/10) di Denpasar, 1 Pasien Meninggal, Kasus Positif Bertambah 27 Orang
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Dua Pemuda Asal Klungkung Ditangkap Sat Narkoba saat akan Gunakan Shabu

Published

on

By

de
Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli mengamankan dua orang pengguna narkotika golongan I jenis shabu seberat 0,19 gram asal Klungkung, Kamis (14/1) lalu.

Bangli, baliilu.com – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli kembali mengamankan dua orang pengguna narkotika golongan I jenis shabu seberat 0,19 gram, pada Kamis (14/1) lalu.

Dalam pres release hari ini, Kamis (21/1) Kasat Narkoba Polres Bangli AKP I Nyoman Sudarma, S.H.,M.H., yang didampingi Kasubbag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, SH menerangkan pelaku IKEA yang berasal dari Lingkungan Bendul, Semara Pura Tengah ditangkap bersama rekannya INS yang berasal dari Banjarangkan, Klungkung, dengan barang bukti berupa satu klip bening yang diduga narkotika jenis shabu seberat 0,19 gram, satu potong pipet yang digunakan untuk menghisap shabu, satu buah botol kaca, satu buah handphone dan satu unit sepeda motor.

Pelaku IKEA dan INS ditangkap di kawasan jalan Tirta Empul LC Subak Aya Kelurahan Kawan Kecamatan Bangli saat akan melakukan pesta shabu di seputaran tempat tersebut.

Dari hasil pemeriksaan INS yang bekerja serabutan ini mengaku telah mengkonsumsi shabu dari tahun 2019 karena depresi ditinggal istri. Sedangkan IKEA yang bekerja sebagai pedagang makanan khas Bali mengaku menggunakan barang haram tersebut sejak tahun 2020 dengan alasan sebagai doping saat lelah bekerja.

Keduanya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang bertempat tinggal di wilayah Denpasar. Kini keduanya harus meringkuk di balik jeruji besi rutan Polres Bangli untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kedua kami sangkakan Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda paling banyak delapan milyar rupiah,” tandas Nyoman Sudarma. (tri)

Baca Juga  Tekan Laju Penularan Covid-19, Rai Mantra: Maksimalkan 3T dan Siapkan Standarisasi Isolasi Mandiri
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Selang 3 Jam Polresta Denpasar Tangkap Pembunuh WN Slovakia di Sanur

Published

on

By

DE
Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., gelar konferensi pers, Kamis sore (21/1-2021) di lobi Polsek Densel.

Denpasar, baliilu.com – Berselang 3 jam sejak dilaporkan terjadi pembunuhan terhadap korban Adriana Simeonova, warga negara Slovakia di Jalan Pengiasan III No. 88 Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar, Selasa (20/1), Polresta Denpasar berhasil menangkap tersangka pelaku berinisial LP asal Sorong Papua Barat.

Demikian terungkap saat konferensi pers yang dihadiri Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., Kamis sore (21/1-2021) di lobi Polsek Densel. Turut hadir pada press release tersebut Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kapolsek Densel Kompol Citra Fatwa Rahmadani, S.Sos, S.I.K , M.M., Waka Polsek Densel AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari, S.E., Kanit Reskrim Densel AKP Hadimastika KP, S.I.K., M.H., Kanit Intelkam Polsek Densel Iptu Wibowo Sidi, S.H., M.H.

Kapolresta Jansen Avitus Panjaitan lanjut menguraikan, penangkapan terhadap tersangka pelaku LP beralamat di Jalan Taman Baruna Perum Bougenvile No. 9 A, Kamar No. 20 Jimbaran, Kec. Kuta Selatan, Badung bermula dari laporan Akbar Natsir asal Desa Bonto Duri Sulawesi Selatan, pekerjaan karyawan swasta yang tinggal di Jalan Gumitir No. 72 Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur. Natsir pada Selasa, 19 Januari 2021, sekitar pukul 14.42 Wita mencoba menghubungi korban dengan pesan WA dan beberapa kali menelpon HP korban namun tidak aktif.

Pada Rabu 20 Januari 2021, sekitar pukul 08.45 Wita, Akbar Narsir datang ke alamat korban. Saat sampai di depan rumah korban, Natsir berulang kali menggedor pintu gerbang dan memanggil korban namun tidak ada jawaban. Natsir lalu masuk ke dalam rumah dan sambil memanggil-manggil namanya, dan posisi saat berada di depan bar dan menoleh ke arah dapur melihat korban sudah tergeletak dengan posisi menengadah. Kepala menghadap ke timur, kaki ke arah barat, dengan bersimbah darah.

Baca Juga  Hari Ini Pasien Sembuh Bertambah 63 Orang dan Kasus Positif Bertambah 82 Orang di Denpasar

Mengetahui hal itu Akbar Natsir langsung berlari keluar dan sambil menangis dan mencoba menghubungi polisi namun tidak bisa. Beberapa saat tetangga di depan rumah keluar satu orang perempuan dan Akbar Natsir menceritakan bahwa ada pembunuhan, dan disarankan langsung ke kantor polisi. Ia bergegas menuju kantor polisi dan bersama-sama datang ke TKP. Selanjutnya polisi melakukan olah TKP.

Berdasarkan laporan tersebut, Kanit Reskrim AKP Hadimastika K.P., S.I.K., M.H., melakukan penyelidikan bersama dengan anggota Buser dan Unit Jatanras Polresta Denpasar sehingga berdasarkan bukti-bukti yang ada berhasil menangkap tersangka pelaku LP dan mengamankan ke Polsek Densel.

Tersangka pelaku pembunuhan WN Slovakia berinisial LP

Barang bukti yang disita satu unit sepeda motor Kawasaki warna merah nomor kendaraan DK 4196 FI, satu pasang mantel / jas hujan berbentuk baju dan celana warna hijau, satu buah celana traning warna hitam, satu baju kaos oblong warna hitam, sepasang sarung tangan warna hitam bertuliskan KALIBRE, sepasang sepatu warna biru putih merk Adidas,  satu buah pisau belati warna hitam bergagang besi yang dililit tali warna hitam beserta sarung warna hitam, satu buah HP merk Samsung warna hitam dalam kondisi patah terbagi dua.

Latar belakang pembunuhan, papar Kapolresta, tersangka membunuh korban karena merasa sakit hati diputuskan sepihak oleh korban Adriana Simeonova.

Dijelaskan, antara pelaku dan korban sudah kenal lama. Bahkan dulu pernah berpacaran saat pelaku dan korban satu manajemen di salah satu resort di Raja Ampat Papua Barat. Korban sebagai manajernya dan si pelaku sebagai kapten kapal. Saat pacaran pelaku sempat diajak oleh korban ke negaranya.  Seiring berjalan sejak 2020 korban pindah ke Bali melakukan aktivitas secara online dan pelaku juga ikut ke Bali sebagai kapten kapal motor. Setelah berhubungan lama, si korban memutuskan untuk tidak mau berhubungan lagi dengan pelaku. Pelaku beberapa kali meminta maaf hingga terjadi pembunuhan.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Kukuhkan Pengurus BPC PHRI Jembrana, Pariwisata Bali akan segera Bangkit Kembali

Atas kejadian ini, pelaku dijerat dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

Dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun.

Dan penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun. (*/gs)

Lanjutkan Membaca