Connect with us

KRIMINAL

Dua Akun FB Duga Hina Gubernur Bali dan Hoax serta Menyesatkan Dilaporkan ke Polda Bali

BALIILU Tayang

:

de
I Dewa Nyoman Rai

Denpasar, baliilu.com – Sejumlah orang dari berbagai kalangan pada Senin, 21 Desember 2020 melaporkan dua akun media sosial facebook atas nama Made Nanda dan Sudiarsa Wayan ke Polda Bali. Dua akun ini dilaporkan karena diduga telah menghina Gubernur Bali Wayan Koster dan membuat postingan yang mengandung muatan berita bohong (hoax-red) serta menyesatkan.

Sesuai isi laporan diketahui bahwa akun media sosial facebook (FB) atas nama Made Nanda membuat postingan berupa gambar/foto Bapak Wayan Koster dan juga disertai dengan kalimat yang bunyinya sebagai berikut: ”Makan Kelengkeng Sambil Naik Sekuter Naskleng KOSTER!”

I Dewa Nyoman Rai, salah seorang dari pelapor menyampaikan dalam isi laporan jelas maksudnya ditujukan langsung kepada Bapak Wayan Koster yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Bali. Menurut para pelapor, isi kalimat dalam postingan tersebut khususnya pada penggalan kata ”Naskleng Koster” nyata-nyata merendahkan martabat seseorang dan patut diduga mengandung unsur penghinaan.

Mengingat kata “naskleng” tersebut dalam kehidupan masyarakat Bali pada umumnya mengandung arti yang tidak baik/patut dan kasar, lanjut I Dewa Nyoman Rai asal Desa Tembok Buleleng ini, sesuai siaran persnya kepada awak media,  sehingga sangat tidak patut untuk digunakan, disampaikan/diucapkan dan ditujukan kepada siapa pun, terlebih kepada Bapak Wayan Koster yang merupakan Gubernur Bali.

Maka dari itu patut diduga akun media sosial facebook atas nama Made Nanda telah melakukan tindak pidana penghinaan dan/atau pencemaran nama baik melalui media sosial.

Sedangkan, ungkap Dewa Rai yang mantan anggota DPRD Bali dari PDI P tiga periode ini, akun media sosial facebook atas nama Sudiarsa Wayan membuat postingan diduga mengandung berita bohong dan menyesatkan. Dalam postingannya memuat gambar/foto Gubernur Bali Bapak Wayan Koster dengan kalimat sebagai berikut: “Gubernur Bali menghimbau agar seluruh anak muda Khususnya di Bali agar mabuk pada malam Tahun Baru  dan diusahakan sampai benar-benar mabuk”.

Baca Juga  Pjs. Bupati Lihadnyana Harapkan Pimpinan OPD Bersinergi dalam Jalankan Tugas

Postingan yang diduga mengandung berita bohong tersebut jelas merupakan informasi yang menyesatkan. Seolah-olah bahwa Bapak Wayan Koster selaku Gubernur Bali mengimbau masyarakat Bali untuk “mabuk-mabukan” pada saat perayaan malam tahun baru. Sehingga, patut diduga akun media sosial facebook atas nama Sudiarsa Wayan telah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong/hoax dan menyesatkan.

Dewa Rai, salah seorang pelapor melalui siaran persnya menyampaikan langkah hukum ini sangat penting dikarenakan perbuatan tersebut menimbulkan keresahan bagi para pelapor sebagai bagian dari warga masyarakat Bali yang sangat mengharapkan terwujudnya kehidupan yang harmonis dan kondusif dalam masyarakat khususnya dalam penggunaan media sosial.

‘’Dalam hal terjadi perbedaan pandangan dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah termasuk oleh Bapak Wayan Koster selaku Gubernur Bali khususnya dalam menghadapi masa pandemi Covid-19, maka segala perbedaan pandangan/pendapat seharusnya disampaikan dengan cara-cara yang beretika dan sopan santun serta mengarah pada solusi-solusi bersama yang bermanfaat, dan bukan dengan cara-cara yang bertentangan dengan hokum,’’ pungkas Dewa Rai melalui siaran persnya. (gs)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Polda Bali Tetapkan 5 Tersangka Judi Tajen, 1 Anak di Bawah Umur

Published

on

By

de
Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Syamsi saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (15/1/2021).

Denpasar, baliilu.com – Polda Bali melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) berhasil mengungkap praktik judi sabung ayam (tajen) yang digelar di tengah pandemi Covid-19. Pengungkapan kasus tindak pidana judi tajen ini terjadi di arena sabung ayam di Dusun Sangambu Desa Madenan, Tejakula, Buleleng, Bali, Kamis (14/1-2021).

Hal ini disampaikan Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Syamsi saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (15/1-2021).

Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., di depan awak media memaparkan kronoligis kejadian pengungkapan kasus judi tajen di Dusun Sangambu Madenan bermula ditemukan ada kerumunan orang pada Kamis (14/1) sekira pukul 13.00 Wita. Saat itu, Tim Resmob Polda Bali menemukan masyarakat berkerumun tidak menggunakan masker. ‘’Mereka tidak peduli dengan situasi pandemi Covid-19,” kata Rahardjo Puro.

Setelah dicek, lanjut Rahardjo Puro, ternyata kerumunan orang tersebut sedang melakukan tindak perjudian sabung ayam. Tim Resmob Dit Reskrimum Polda Bali yang dipimpin Kompol Made Adiguna, SE, SH, MH langsung mengamankan pelaku dan barang bukti kemudian digelandang ke Polda Bali guna dilakukan penyidikan.

Dari 10 orang yang diamankan, setelah melalui proses pemeriksaan lebih lanjut akhirnya ditetapkan 5 orang sebagai pelaku dengan perannya masing-masing, ada sebagai penyelenggara, wasit (saye), tukang kembar, dan tugas membantu lainnya.

Kelima tersangka yakni berinisial GS 45 tahun (penyelenggara), KEA 14 tahun (pemegang uang cuk), INR 56 tahun (pekembar), IKM 38 tahun (saye/wasit) dan GM 44 tahun (saye/wasit). Satu di antara 5 orang tersangka merupakan anak di bawah umur yang berperan sebagai pengambil cuk atau uang para pelaku judi sabung ayam tersebut.

Baca Juga  Rapat Evaluasi Pemanfaatan 30 Persen Dana Hibah Pariwisata 2020, Wabup Suiasa Tekankan sesuai Aturan dari Pusat

“Peran anak di bawah umur ini membantu orangtuanya yang merupakan penyelenggara, anak di bawah umur ini akan ditangani khusus,” kata Rahardjo Puro.

Dari pengungkapan kasus tindak pidana judi sabung ayam ini, polisi mengamankan barang bukti di antaranya 35 ekor ayam aduan, 1 terpal warna coklat, 1 buah pisau/blakas, 1 buah spanduk pengumuman, 1 buah handuk warna merah muda, 5 gulung benang warna merah, 20 buah plaster luka, 1 buah kurungan ayam, 2 buah tas taji beserta isinya, dan uang tunai sebesar Rp 6,9 juta.

Atas perbuatannya, kata Rahardjo Puro, para tersangka dijerat Pasal 303 KUHP Jo Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1974 Jo Pasal 93 Jo Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2018 tentang Karantinaan Kesehatan dengan hukuman kurungan pidana 1 tahun.

Selama penahanan kelima pelaku juga menjalani swab test untuk memastikan tidak ada indikasi terpapar Covid-19. Untuk sementara hasilnya masih menunggu dari Biddokkes Polda Bali.

Sementara itu, Dit Reskrimum Polda Bali mengerahkan Polres Jajaran untuk menyisir wilayah-wilayah atau titik-titik yang disinyalir kerap digunakan menjadi arena judi sabung ayam. Jika ditemukan akan dilakukan tindakan tegas.

Dikatakan, ada 1 TKP lainnya sedang proses lidik dan masih berjalan patut menduga kerumunan di Karangasem. Walaupun tidak ada kegiatan tajen, penegakan hukum terhadap kerumunan tetap dilakukan.

Melalui kegiatan patroli Polda Bali berfokus menekan angka kriminalitas serta segala gangguan Kamtibmas dan menegakkan aturan di masa pandemi Covid-19 di wilayah hukum Polda Bali. Terlebih lagi, saat ini masih ada peningkatan jumlah kasus Covid-19. “Ini menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Bali dan juga Polda Bali,” pungkasnya. (*/gs)

Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Hampir Sejuta Benih Lobster Diselamatkan dari Penyelundupan Selama 2020

Published

on

By

de
Benih bening lobster (BBL) hasil selundupan berhasil digagalkan oleh aparat selama tahun 2020. (Foto: BKIPM)

Jakarta, baliilu.com – Sebanyak 896.238 ekor benih bening lobster (BBL) hasil selundupan berhasil digagalkan oleh aparat selama tahun 2020. Benih tersebut kemudian ditangani oleh Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). Jumlah ini merupakan akumulasi dari sejumlah kasus penyelundupan yang digagalkan aparat gabungan yang terdiri dari BKIPM, Polri, dan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta Bea Cukai di seluruh Indonesia.

“Selama 2020, ada 21 kasus penyelundupan yang kita tangani,” kata Kepala BKIPM, Rina di Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Rina menjabarkan sebaran daerah yang menggagalkan penyelundupan benih-benih lobster. Daerah tersebut di antaranya, Stasiun KIPM Jambi 8 kasus, kemudian Stasiun KIPM Surabaya I sebanyak 4 kasus.

Sisanya, Balai Besar KIPM Makassar, Stasiun KIPM Pekanbaru, Balai KIPM Jakarta II, Balai KIPM Medan I, Stasiun KIPM Palembang, Stasiun KIPM Bengkulu, Balai KIPM Denpasar, Balai KIPM Semarang dan Stasiun KIPM Batam masing-masing 1 kasus. “Dari sebaran ini, kita bisa melihat Jambi yang paling tinggi,” urainya.

Guna menekan angka penyelundupan, Rina menegaskan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan terhadap penyelundupan benih lobster. Selain itu, BKIPM juga akan meningkatkan kapasitas para penjaga perbatasan untuk mencegah penyelundupan benih dan ikan dilindungi.

“Kita akan terus bersinergi dengan lembaga lain untuk memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap penyelundupan benih ini,” tegasnya.

Adapun benih lobster tersebut kemudian dilepasliarkan ke alam. Pelepasliaran dilakukan setelah adanya koordinasi dengan Ditjen Pengelolaan Ruang Laut terkait rekomendasi penetapan lokasi pelepasliaran. “Semuanya sudah kita lepasliarkan, dan dalam hal ini kita berkoordinasi dengan Ditjen PRL,” tandasnya. (*/gs)

Baca Juga  Penyerahan Apresiasi Lomba Pilem Mebarung dan Lomba Kreatif Denfest 2020
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Kurir Shabu Berinisial IMA Diciduk Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli

Published

on

By

de
Seorang pria berinisial IMA asal Karangasem diciduk Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli, Jumat (1/1) lalu di Jalan Brigjen Ngurah Rai Kelurahan Kawan Bangli.

Bangli, baliilu.com – Seorang pria berinisial IMA asal Karangasem diciduk Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli, Jumat (1/1) lalu di Jalan Brigjen Ngurah Rai Kelurahan Kawan Bangli. Pelaku ditangkap dengan barang bukti berupa serbuk kristal yang diduga Narkotika Golongan I jenis Shabu seberat 0,34 gram bruto atau 0,18 gram.

Saat jumpa pers di Ruang Sat Narkoba Polres Bangli, Rabu (6/1), Kasat Narkoba AKP I Nyoman Sudarma menjelaskan selain menyita barang bukti berupa Shabu seberat neto 0,18 gram pihaknya juga menyita satu buah handphone merek Oppo, satu buah celana panjang warna hitam dan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat membawa barang haram tersebut.

“Sebelum penangkapan kali ini, pelaku sebelumnya pernah tertangkap di Polsek Bangli karena melakukan pencurian HP di salah satu counter di Bangli,” ujar Kasat Narkoba

Dari pengakuan pelaku, dirinya hanya mengantarkan barang haram tersebut kepada seseorang dengan sistem tempel dan mendapatkan imbalan sebesar Rp 100.000. “Dari keterangan pelaku, pelaku disuruh oleh seseorang dari Denpasar dan sedang dilakukan pengembangan,” ujarnya.

Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. ”Pelaku kita jerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat empat tahun penjara dan paling lama 12 tahun dan denda paling banyak delapan miliar rupiah,” tandas Nyoman Sudarma. (tri)

Baca Juga  Update Covid-19 (7/12), Kasus Sembuh Bertambah 27 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 44 Orang
Lanjutkan Membaca