Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Launching SID Kecamatan Kediri, Bupati Sanjaya Duduk Lesehan Bersama Pimpinan OPD

BALIILU Tayang

:

bupati sanjaya
Bupati Sanjaya saat melaunching Sistem Informasi Desa (SID) Kecamatan Kediri sekaligus menyerahkan Perbup Batas Desa, pada Sabtu (1/4) malam. (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Meskipun di tengah guyuran hujan, semangat Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, tak pernah surut untuk mendukung berbagai program inovasi yang dikembangkan oleh OPD di Kabupaten Tabanan. Seperti saat melaunching Sistem Informasi Desa (SID) Kecamatan Kediri sekaligus menyerahkan Perbup Batas Desa, pada Sabtu (1/4) malam. Bupati Sanjaya bersama jajaran duduk lesehan dan berbaur dengan masyarakat yang sangat antusias dengan jalannya acara.

Menurut Bupati Sanjaya, hadirnya Data Desa Presisi di Kabupaten Tabanan akan dapat mengakhiri polemik batas Desa dan membantu terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Hal ini sangat sesuai dengan impian Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan Big Data yang akurat melalui Data Desa Presisi. Pun sangat disyukuri oleh orang nomor satu di Tabanan itu karena mendapat dukungan dari semua pihak. Terlebih, mendapat dukungan penuh DPRD dengan mewujudkan sebuah Perda Desa Presisi, yang nantinya harus diikuti dengan Perbup, sehingga secepat mungkin bisa diimplementasikan di Kabupaten Tabanan.

“Selaku Kepala Daerah, saya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Forum Perbekel Kediri yang telah mengupayakan secara sungguh-sungguh untuk membangun Sistem Informasi Desa di wilayahnya masing-masing. Sehingga, kedepannya terwujud keterpaduan antara perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta pengendalian pembangunan di daerah melalui penyelenggaraan Tabanan Satu Data Desa Presisi,” ujar Sanjaya saat melauncing secara resmi SID Kecamatan Kediri pada malam itu.

Kegiatan yang juga dikatakan sebagai sebuah lompatan besar bagi pembangunan Desa kedepannya ini juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE, anggota DPRD Tabanan Dapil Kediri, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Kediri, Owner Toko Nyoman, Forum Perbekel Kecamatan Kediri, Bendesa Adat serta undangan terkait lainnya yang turut hadir saat itu. Dimana masyarakat sekitar pun turut tumpah ruah merayakan kegiatan launching tersebut.

Baca Juga  Tanah Lot Art & Food Festival 2024, Siap Hadirkan Keindahan dan Keunikan Khas Tabanan

Berbicara tentang Sistem Informasi Desa, pengelolaan data dan kewargaan mampu dilakukan secara terpadu, sistematis dan terukur. Hal itu dikatakan Sanjaya merupakan hal yang mutlak harus diwujudkan, pendataan desa yang meliputi proses penggalian, pengumpulan, pencatatan, verifikasi dan validasi data desa yang memuat lima bidang prioritas, demografi desa, potensi, aset, sumber kekayaan desa dan lainnya akan mampu memberikan gambaran yang utuh.

“Inovasi Forum Perbekel Kediri membuat Sistem Informasi Desa sudah barang tentu nanti akan menjadi suatu roh dari Desa presisi ini. Saya yakin, perencanaan pembangunan Desa di Kecamatan kediri pasti akan baik. Saya yakin itu. Kemarin pun saat mendampingi BPK RI exit meeting, salah satunya Kabupaten Tabanan tata kelola keuangannya berbasis SIPD, berbasis teknologi. Kalau ini dikawinkan, Sistem Informasi Desa dan SIPD, maka transparansi tata kelola keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan pasti akan lebih baik,” imbuh Sanjaya.

Inilah semangat dasar dari Desa Presisi yang sering didengungkan Bupati Sanjaya setiap Berkantor di Desa. Melalui keutuhan data yang dihasilkan dari Sistem Informasi Desa ini akan lahir kebijakan-kebijakan strategis dalam pembangunan Desa, sehingga dalam kepemimpinannya setidaknya ada 3 (tiga) point fundamental yang bisa dicapai, yakni Kebijakan lahir Berbasis Data, Tidak ada lagi program OPD namun OPD membuat program berbasiskan program Desa, serta kedepannya tidak ada lagi program yang dipaksakan di Desa.

“Kalau ini bisa kita wujudkan, kompak di seluruh Kabupaten Tabanan, Kabupaten lain akan belajar ke Kabupaten Tabanan. Saya yakin itu, karena semua nanti muaranya ada di Desa. Astungkara kita mempunyai pejuang-pejuang dulu yang menghapus kelurahan tiada lain adalah tujuannya sekarang kita gampang mengorganisir sebuah wilayah. Ini cikal bakal untuk membuat program berbasis di Desa,” tambah politisi asal Dauh Pala Tabanan itu dan berharap launching Sistem Informasi Desa Kecamatan Kediri menjadi inspirasi bagi Kecamatan lain di Tabanan.

Baca Juga  Bungan Desa Perdana Sanjaya-Dirga Setelah Dilantik di Desa Subamia Tabanan

Senada dengan Bupati Tabanan, Dewa Putu Alit Arta selaku Ketua Forum Perbekel Kediri, mengucap syukur dan kebahagiaannya mampu bersama-sama melaunching Sistem Informasi Desa Kecamatan Kediri ini. Hadirnya SID ini dikatakannya juga tidak terlepas dari peran semua elemen masyarakat Kediri untuk melakukan pembaharuan di Desa menuju Desa terintegrasi seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini.

“Malam hari ini adalah malam yang berbahagia karena kami masyarakat Kediri mencoba sebuah acara yang memang tidak lasim. Kita berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat dalam suasana yang natural. Kesan yang ingin kami sampaikan bahwa bapak pimpinan kita, Bapak Bupati dan Wakil Bupati tidak terpisah dengan rakyatnya sendiri. Semua elemen masyarakat kita libatkan, dari Seka Teruna di setiap Banjar, Karang Taruna, LPM, BPD, perangkat Desa dan lainnya. Hal ini kami terjemahkan karena selalu ingin mendukung program-program Bupati menuju Desa Presisi,” ujar Alit Arta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tri Suswanti Tito Karnavian Apresiasi Registrasi Posyandu di Bali

Dorong Kader PKK Berperan Aktif Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Loading

Published

on

By

Pembukaan Sosialisasi Registrasi Posyandu Bali
SOSIALISASI: Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Ny. Tri Suswanti Tito Karnavian, saat membuka Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), Denpasar, Rabu (21/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Ny. Tri Suswanti Tito Karnavian, mengapresiasi capaian Provinsi Bali dalam pelaksanaan registrasi Posyandu yang dinilai lebih maju dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), Denpasar, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TP PKK/Tim Pembina Posyandu Pusat dan TP PKK/Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.

Dalam arahannya, Ny. Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa registrasi Posyandu menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan dan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui registrasi, pemerintah dan Tim Pembina Posyandu dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi kelembagaan, memetakan kebutuhan, serta menyusun program pembinaan dan pengembangan Posyandu secara lebih terarah.

Menurutnya, pelaksanaan registrasi Posyandu di Bali menunjukkan komitmen pemerintah daerah bersama Tim Pembina Posyandu dalam memperkuat tata kelola kelembagaan hingga ke tingkat desa. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi daerah lain untuk mempercepat proses registrasi Posyandu di wilayah masing-masing.

“Saya yakin Bali ini jauh lebih maju karena secara luas yang meregistrasi ini baru Bali. Oleh sebab itu, ini salah satu penghargaan untuk Bali, kita melaksanakan kegiatan ini di sini,” ujar Ny. Tri Tito Karnavian.

Selain menyoroti penguatan kelembagaan Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian juga mengajak seluruh kader PKK dan Posyandu untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, kedekatan kader dengan masyarakat menjadi modal penting untuk memberikan edukasi, mengenali persoalan di lingkungan sekitar, serta membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Serahkan SK P3K Tahap II Pada Upacara Hari Kesadaran Nasional November 2025

Ia menekankan bahwa kader PKK dan Posyandu perlu dibekali pengetahuan mengenai penanganan kasus kekerasan, baik fisik maupun verbal. Dengan pemahaman yang memadai, kader diharapkan tidak hanya berperan dalam upaya pencegahan, tetapi juga mampu memberikan dukungan awal dan membantu menghubungkan korban dengan pihak yang berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Karena kita adalah kader PKK dan kader Posyandu yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, tentunya kita juga harus punya bekal bagaimana penanganan hal-hal tersebut bilamana terjadi di lingkungan kita,” tegasnya.

Ny. Tri Tito Karnavian juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan PKK dan Posyandu agar mampu menjalankan peran secara optimal dalam mendukung berbagai program pemerintah. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta jajaran PKK dan Posyandu terus diperkuat sehingga pelaksanaan program dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan memberikan manfaat nyata.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi seluruh jajaran TP PKK dan Tim Pembina Posyandu se-Bali untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta memperkuat pemahaman mengenai kesadaran hukum keluarga dan tata kelola kelembagaan Posyandu.

“Kami berterima kasih karena telah diberikan kesempatan oleh TP PKK/Tim Pembina Posyandu Pusat sehingga TP PKK/Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali dan kabupaten/kota se-Bali dapat menimba pengetahuan dalam kegiatan ini,” ujar Putri Koster.

Putri Koster juga mengajak seluruh pengurus dan kader PKK serta Posyandu yang mengikuti sosialisasi agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius sehingga materi yang diperoleh tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pembinaan masyarakat di wilayah masing-masing.

Baca Juga  Dukung Promosi Wisata Berbasis Budaya, Bupati Sanjaya Buka Parade Gebogan dan Baleganjur DTW Ulun Danu Beratan & The Blooms Bali 2026

Menurut Putri Koster, pemahaman mengenai keluarga sadar hukum dan registrasi Posyandu merupakan dua hal penting yang perlu dikuasai oleh jajaran pengurus dan kader. Kesadaran hukum diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan perlindungan keluarga, sedangkan registrasi Posyandu menjadi bagian dari upaya mewujudkan kelembagaan yang tertib, terdata, dan mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ny. Tri Tito Karnavian juga menyerahkan bantuan sanitasi komunal dari pemerintah pusat senilai Rp 500 juta untuk mendukung peningkatan fasilitas sanitasi masyarakat di 10 desa. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan toilet umum permanen di desa-desa yang masih membutuhkan peningkatan sarana sanitasi. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Selain bantuan sanitasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan KTP elektronik bagi pelajar SMA di Bali yang baru pertama kali memiliki KTP serta penyerahan bantuan sembako dari TP PKK/Tim Pembina Posyandu Pusat kepada kader PKK Provinsi Bali. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, kesejahteraan masyarakat, serta pemberdayaan kader PKK dan Posyandu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU BALI Petakan Pengelolaan dan Distribusi Logistik Sebagai Data Awal SILOG 4.0

Published

on

By

FGD Logistik Pemilu KPU Bali
FGD: KPU Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peta Pengelolaan dan Distribusi Logistik Provinsi Bali sebagai Data Awal Sistem Informasi Logistik (SILOG) 4.0 di Ruang Rapat Kantor KPU Provinsi Bali, Selasa (20/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penguatan sistem informasi dan integrasi data menjadi langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan logistik pemilu yang lebih akurat, efisien, dan akuntabel. Untuk mendukung upaya tersebut, KPU Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peta Pengelolaan dan Distribusi Logistik Provinsi Bali sebagai Data Awal Sistem Informasi Logistik (SILOG) 4.0 di Ruang Rapat Kantor KPU Provinsi Bali, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, serta dihadiri Anggota KPU Republik Indonesia, Yulianto Sudrajat, Ketua dan Anggota KPU Provinsi Bali, Sekretaris KPU Provinsi Bali, para Sekretaris KPU Kabupaten/Kota, Kesbangpol Provinsi Bali, serta jajaran sekretariat. Dalam sambutannya, Lidartawan menyampaikan bahwa KPU Bali telah menyiapkan data awal pengelolaan logistik berdasarkan pengalaman Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024. Data tersebut mencakup penerimaan dan penyimpanan logistik, distribusi, pengembalian, hingga penghapusan logistik.

Selain data pengelolaan, KPU Bali juga menyiapkan pemetaan jalur distribusi logistik di kabupaten/kota, termasuk urutan tujuan pengiriman, kebutuhan kendaraan, perkiraan biaya transportasi, serta kebutuhan penyeberangan antarpulau. Pemetaan ini diharapkan menjadi bahan pendukung dalam pengembangan SILOG 4.0, sekaligus membantu penyusunan perencanaan distribusi yang lebih terukur sesuai kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah. KPU Bali juga mengkaji alternatif penanganan logistik untuk memperoleh pola kerja yang lebih efektif dan efisien dari sisi anggaran.

Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat, mengapresiasi inisiatif KPU Bali dalam menyiapkan data dan pemetaan distribusi sebagai masukan bagi pengembangan SILOG 4.0. Ia menegaskan bahwa pengelolaan logistik pemilu harus memenuhi prinsip tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat waktu. Pengalaman Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 perlu menjadi pijakan untuk membangun sistem yang lebih profesional, modern, dan terintegrasi. Dalam diskusi tersebut, Kepala Bagian Dokumentasi dan Pemeliharaan Logistik, Adrian Aditya Nagara, bersama tenaga ahli KPU RI, Ikhwanudin, turut memberikan pembahasan mengenai penguatan perencanaan kebutuhan logistik, pengelolaan persediaan, serta mitigasi risiko distribusi.

Baca Juga  Promosikan Tabanan Lewat Podcast, Bupati Sanjaya Ajak Anak Muda Agar Bangga Jadi Orang Tabanan

Pembahasan juga menyoroti pentingnya validasi data pada setiap tahapan, mulai dari penerimaan logistik, penyortiran, pelipatan, pengepakan, hingga pendistribusian. Setiap selisih jumlah perlu ditelusuri berdasarkan catatan dan hasil pemeriksaan agar penanganan kekurangan logistik dapat dilakukan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pemetaan rute distribusi perlu didukung data geografis, jarak tempuh, kebutuhan kendaraan, perkiraan waktu perjalanan, serta identifikasi wilayah yang memerlukan penanganan khusus. Penguatan tata kelola gudang, standardisasi prosedur, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam penyempurnaan SILOG 4.0.

Melalui FGD ini, KPU Provinsi Bali berharap data awal dan hasil pemetaan yang telah disiapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan SILOG 4.0. Ke depan, sistem yang terintegrasi diharapkan mampu menjaga kesinambungan pengetahuan kelembagaan, meningkatkan efisiensi pekerjaan, serta memperkuat pengelolaan logistik yang tertib dan akuntabel di seluruh tingkatan KPU. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen KPU Bali untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang semakin profesional dan memastikan kebutuhan pemilih terpenuhi dengan baik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dukung Langkah Kapolri Minta Fatwa MUI Soal Larangan Vape

Published

on

By

Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo
Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo. (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mendukung Langkah Kapolri yang mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengkaji fatwa terkait penggunaan vape. Menurutnya, vape saat ini kerap disalahgunakan untuk peredaran narkoba.

“Saya mendukung langkah Kapolri yang mendorong MUI mengkaji fatwa terkait vape. Jika benar rokok elektrik disalahgunakan sebagai modus peredaran narkoba, persoalan ini harus ditangani secara serius karena menyangkut keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Rudianto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Legislator Fraksi Partai NasDem dari Dapil Sulsel I itu mengatakan fatwa MUI perlu dikaji secara mendalam. Ia berharap peredaran vape yang disalahgunakan bisa ditekan bila ada fatwa MUI.

“Namun, kajian fatwa perlu dilakukan secara mendalam dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, sosial, dan hukum. Yang terpenting, kita harus memastikan vape tidak menjadi celah baru bagi peredaran narkoba,” tukas Rudianto dikutip dari laman dpr.go.id.

Ia mengatakan penegakan hukum harus ditingkatkan oleh Polri dalam memberantas peredaran narkotika melalui vape. Ia berharap edukasi hingga pencegahan digencarkan ke masyarakat. “Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan vape untuk kejahatan harus diperkuat, disertai edukasi dan pencegahan agar masyarakat terlindungi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh menyambut permintaan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto terkait fatwa haram terhadap rokok elektrik atau vape. Niam mengatakan MUI siap menindaklanjuti usulan dari Kapolri.

“Kapolri saat kunjungan silaturrahim ke MUI, menyampaikan bahaya vape, karenanya MUI akan menindaklanjutinya dalam pembahasan mendalam dengan berbagai pendekatan,” kata Niam, Jumat (16/10).

Permintaan Kapolri itu disampaikan saat bertandang ke kantor MUI Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/10). Kapolri menyebut angka penyelundupan narkoba menggunakan modus rokok elektrik saat ini semakin tinggi. (gs/bi)

Baca Juga  Dukung Promosi Wisata Berbasis Budaya, Bupati Sanjaya Buka Parade Gebogan dan Baleganjur DTW Ulun Danu Beratan & The Blooms Bali 2026

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca