Wednesday, 28 September 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Lima Pelaku Jambret Sasar Wisman Diamankan Polresta Denpasar

BALIILU Tayang

:

jambret
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si. saat konferensi pers di depan monumen Ground Zero, Kelurahan/Kecamatan Kuta, Badung. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Polresta Denpasar berhasil mengungkapkan kasus jambret yang beberapa hari sempat viral di media sosial dan meresahkan masyarakat. Pelaku yang berhasil diamankan sejumlah lima orang berinisial I Gede EJP (33), I Ketut R (30), I Wayan J (25) I Komang B (25) dan I Wayan G (26) dimana para pelaku menyasar wisatawan manca negara (wisman).

Demikian diungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si. kepada media di depan monumen Ground Zero, Kelurahan/Kecamatan Kuta, Badung, Senin (8/8) pukul 16.00 Wita.

Kelima pelaku dihadirkan dengan tangan dan kaki diborgol dengan rantai dalam acara jumpa pers dan para pelaku semuanya berasal dari Karangasem.

Lebih lanjut dijelaskan ada tiga wisatawan yang jadi korban dari para tersangka. Pertama, William Archie Fayd’herbe Rodgers (25). Korban yang merupakan wisatawan asal Australia ini kehilangan Iphone 11 seharga Rp 7.000.000. Kedua, Fatih Berberoglu (29). Korban asal Jerman ini kehilangan Iphone 12 Pro seharga Rp 15.000.000. Ketiga, Lalith Kumar Daga Chagan Lal (35). Wisatawan asal India ini kehilangan Iphone 11 seharga Rp 9.500.000.

“Ketiga korban ini berhasil diperdaya para tersangka dengan modus menjadi tukang ojek. Mereka pura-pura menawarkan jasa ojek. Pada saat yang sama mereka mengambil HP korban di dalam saku celana tanpa disadari korban sendiri,” ungkap Kombes Bambang Yugo Pamungkas.

Para pelaku ini sudah sering melakukan aksinya bahkan dua di antara para tersangka ini merupakan residivis kasus serupa. Sementara dua orang lainnya telah beraksi 12 kali di kawasan Legian dan Seminyak.

“Akibat ulah dari para tersangka ini membuat warga resah. Ulah para tersangka ini juga membuat wisawatan resah. Kami memberi respons cepat agar peristiwa ini tidak berdampak buruk terhadap pariwisata Bali yang kini mulai tumbuh pasca-dihantam Covid-19,” tutur Kapolresta.

Baca Juga  Polresta Denpasar Terjunkan Puluhan Personil Pengamanan DTW

Sementara itu barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 unit Iphone 11, 1 unit Iphone 11  Pro warna hitam, 1 unit  sepeda motor Yamaha N Max warna hitam Pol DK 2425 T yang digunakan untuk melakukan kejahatan, 1 unit Iphone 11 warna hitam. Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Kapolresta Denpasar juga menegaskan akan meningkatkan patroli di kawasan Kuta dan Kuta Selatan. Selain mempertebal personil juga berkoordinasi dengan unsur pengamanan desa.

“Saya tegaskan, kami akan memberikan tindakan tegas terukur kepada pelaku kejahatan di wilayah hukum Polresta Denpasar terutama di Kuta dan Kuta Selatan yang menjadi pusat pariwisata,” tuturnya.

Kapolresta juga meminta kepada semua pihak untuk selalu berkolaborasi dalam menjaga kamtibmas, memberikan kepercayaan dunia internasional terlebih menjelang perhelatan event Presidensi G20 yang akan datang di Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan

KRIMINAL

Polri: Pemecatan Ferdy Sambo Langkah Tegas dan Komitmen Usut Tuntas Kasus Brigadir J

Survei Mayoritas Warga Setuju Ferdy Sambo Dipecat, Polri: Sejak Awal Kami Komitmen!

Published

on

By

polri
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 22 September 2022. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Polri menegaskan bahwa sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Ferdy Sambo di kasus penembakan Brigadir J merupakan langkah tegas dan komitmen yang digaungkan sejak awal.

Keseriusan Polri dalam menindak tegas dan mengusut tuntas perkara ini terwujud dari ditolaknya banding PTDH Ferdy Sambo. Atau dengan kata lain, putusan PTDH Ferdy Sambo sebagai anggota Polri telah final dan mengikat.

“Polri sejak awal komitmen untuk mengusut tuntas dan menindak tegas siapa pun yang dianggap tidak profesional maupun terlibat dalam kasus itu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Kamis, 22 September 2022.

Tak hanya itu, Dedi menyinggung soal hasil survei Charta Politika terkait dengan keinginan publik soal dipecatnya Ferdy Sambo sebagai personel kepolisian.

Dalam survei tersebut, Charta Politika membagi menjadi dua yakni semua responden dan yang mengetahui kasus. Hasilnya, sebesar 52,6 persen semua responden sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Sedangkan, 58,1 persen yang mengetahui kasus sangat setuju Ferdy Sambo dipecat. Dengan adanya hasil survei tersebut, disimpulkan bahwa mayoritas warga sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Menurut Dedi, kedepannya baik tim khusus dan inspektorat khusus sampai saat ini terus fokus untuk berkas perkara kasus dugaan pembunuhan berencana, sidang kode etik dan berkas kasus pidana menghalangi penyidikan atau Obstruction of Justice.

“Kami terus secara intens berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses pemberkasan agar segera rampung untuk dilanjutkan ke persidangan. Kami terus berkomitmen mengusut tuntas perkara ini,” tutup Dedi. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Polsek Kuta Bersama Inkait Buka Gerai Vaksin Presisi Bantu Masyarakat Umum
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Jadi Kurir Shabu Pasangan Kekasih Diamankan Satresnarkoba Polresta Denpasar

Published

on

By

kapolresta
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK Kamis (15/9) pada konferensi pers saat mewawancarai pelaku. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Selain mengamankan ganja, Satresnarkoba Polresta Denpasar juga mengamankan pasangan kekasih, RRB (33) dan MN (20) di saat kedua pelaku menempel paket shabu di Jalan Serma Gede, Banjar Sanglah, Kecamatan Denpasar Barat, Selasa (6/9) pukul 15.30 Wita.

Dari tangan pasangan kekasih berstatus mahasiswa ini polisi mengamankan barang bukti berupa 22 paket shabu seberat 185,28 gram.

Saat Press Conference Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK Kamis (15/9) mengatakan bahwa setelah keduanya ditangkap di Jalan Serma Gede dan ditemukan 2 paket shabu, lanjut polisi melakukan penggeledahan kamar kos di Jalan Juwet Sari Gang Dewi Uma, Denpasar Selatan. Di sana polisi menemukan 20 paket shabu.

“Kedua tersangka ini mendapatkan pasokan shabu dari seseorang yang mereka kenal bernama Bos. Keduanya tergiur dengan upah besar, yakni dapat Rp 50.000 sekali tempel. Uang hasil jual narkoba ini rencananya untuk melunasi utang. Kalau shabu berhasil diedarkan semua, keduanya dapat upah Rp 6 juta,” beber Kombes Bambang Yugo Pamungkas.

Menurut pengakuan kedua pelaku saat mereka sedang kuliah di salah satu kampus swasta yang sama di Kota Denpasar. Kini keduanya sedang duduk di bangku semester III.

“Apapun alasannya, melanggar hukum harus dihukum. Keduanya dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” tegasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dukung PPKM Darurat, Operasi Aman Nusa Agung II 2021 Gelar Penerangan Keliling
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Kedapatan Miliki 28 Paket Shabu, Pasutri Ditangkap Satresnarkoba Polresta Denpasar

Published

on

By

pasutri
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasatresnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK saat konferensi pers pada Kamis (15/9). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pasangan suami istri (Pasutri) ditangkap Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar karena mengedarkan paket Shabu. Pelaku berinisial Ad (25) dan YDL (21). Pasutri ini ditangkap di Jalan Raya Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Petugas menyita barang bukti berupa 28 paket shabu yang dikemas plastik klip seberat 7,22 gram. ‘’Menurut pelaku barang bukti itu didapatkan keduanya dari seseorang yang mereka kenal dengan nama Asbu. Puluhan paket shabu itu ditemukan polisi di dalam jok sepeda motor dan di dalam almari pakaian,” jelas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasatresnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK pada Kamis (15/9).

Kepada polisi keduanya mengaku telah 5 kali melakukan penempelan di daerah Denpasar. Setiap kali tempel dapat upah Rp 50.000. “Keduanya dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” tuturnya.

Kapolresta Denpasar menegaskan pengungkapan kasus narkoba ini merupakan bentuk keseriusan Polresta Denpasar dalam menjaga masyarakat dari bahaya narkoba.

“Barang bukti yang berhasil kami amankan ini menyelamatkan 10.000 jiwa dari bahaya narkoba. Pemberantasan narkoba merupakan instruksi bapak Kapolri dan perintah dari bapak Kapolda,” tutup Kapolresta Denpasar. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kembali Anak Remaja Diamankan di Lokasi Balapan Liar di Densel
Lanjutkan Membaca