Wednesday, 28 September 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Lomba “Ngibing” Kepala OPD Pemkab Tabanan Sukses Hibur Penonton

BALIILU Tayang

:

Lomba Ngibing
Pemkab Tabanan gelar Lomba Ngibing untuk memeriahkan serangkaian HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Kamis (11/8). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com  – Salah satu kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Tabanan untuk memeriahkan serangkaian HUT ke-77 Kemerdekaan RI yakni lomba ngibing sukses menghibur ribuan penonton di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Kamis (11/8). Penonton tampak antusias memberi dukungan para peserta lomba dari awal sampai akhir acara.

Dihadiri langsung oleh Asisten I, Asisten II, dan Asisten III, Kadis Kebudayaan serta OPD terkait, lomba ngibing sukses gemparkan Gedung I Ketut Maria dengan gelak tawa dan riuh gemuruh dari ribuan penonton yang duduk manis dan mensupport sejak pagi hari.

Dirangkaikan dengan lomba tangkap belut, dan lomba ambil koin dalam buah, lomba ngibing yang diikuti oleh 31 peserta kepala OPD masing-masing Dinas di lingkungan Setda, dan diperankan oleh 4 penari, lomba ngibing nampak sukses menjadi puncak acara hari ini dan membawa semangat kebersamaan dalam menyambut kemerdekaan kali ini.

Tak hanya menghibur, lomba ngibing ini juga ternyata menyampaikan makna tersendiri, seperti yang disampaikan I Wayan Sugatra, Kepala Dinas Kebudayaan selaku pihak penyelenggara. “Kami di Tabanan dengan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani senantiasa membangkitkan rasa nasionalisme untuk menyemarakkan peringatan 17 Agustus yang ke-77, jadi prinsipnya, dengan diadakannya lomba ngibing ini tugas kita bagaimana melestarikan joged bumbung yang merupakan tarian pergaulan bagi masyarakat Bali khususnya para petani,” ujarnya.

Pihaknya juga menjelaskan bagaimana tarian ini telah mengalami berbagai pergeseran makna dan pakem, serta mengarah pada unsur pornografi. “Fungsi kami di Pemkab Tabanan, berkomitmen untuk menyelamatkan ikon Bali, khususnya joged bumbung ini yang sudah diakui oleh WHO sebagai warisan budaya dunia. Oleh karena itu kami ingin menyelamatkan, melestarikan dan mengembangkan joged-joged bumbung ini ke pakem aslinya, sehingga dalam lomba ngibing ini kita menghindari gerakan-gerakan erotis yang mengarah ke pornografi, itu maknanya, terus semangat dan hebat, Tabanan,” papar Sugatra usai perlombaan.

Baca Juga  Menjelang Galungan, Bupati Tabanan Ngobrol Pintar dengan Pewarta

Pemenang perlombaan ini juga langsung diumumkan di lokasi, oleh dewan juri yang disiapkan dari dinas kebudayaan. Dengan juara I dari Bakeuda, juara II dari Dinas Sosial, juara III dari Disnaker dan juara favorit dari Sekretariat Daerah Tabanan.

Dijumpai di lokasi, peraih juara III dari Disnaker, I Nyoman Putra menilai perlombaan ini sangat luar biasa. Karena pada prinsipnya bukanlah kompetisi yang ditekankan, namun lebih kepada merekatkan kebersamaan.

“Pada prinsipnya acara ini seru banget, karena ini merupakan rangkaian dari HUT ke-77 RI di Kabupaten Tabanan. Kami apresiasi sekali, mudah-mudahan tahun depan diadakan lagi lomba-lomba seperti ini, yang sekaligus memberikan inspirasi untuk mengobarkan semangat kemerdekaan pada masyarakat Tabanan, sangat luar biasa dan apreasiasi sekali,” ujarnya bersemangat.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada tanggal 15 Agustus mendatang, dengan agenda beragam parade yang melibatkan partisipasi dari siswa-siswi di Tabanan. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Pitra Yadnya Desa Adat Belantih Kintamani Bangli

Beri Bantuan Dana Pribadi Rp 40 Juta dan Doakan Karya Berjalan Sempurna dan Lancar

Published

on

By

bupati giri prasta
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta serahkan bantuan dana saat menghadiri karya Pitra Yadnya "Kusa Pranawa" Ngaben Massal Desa Adat Belantih, di Lapangan Umum Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli Selasa (27/9). (Foto: Ist)

Bangli, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri karya Pitra Yadnya “Kusa Pranawa” Ngaben Massal Desa Adat Belantih, bertempat di Lapangan Umum Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (27/9).

Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Belantih untuk melaksanakan yadnya secara bersama-sama. Selain memberikan dukungan, Bupati Giri Prasta juga memberi bantuan dana secara pribadi Rp 40 juta dan mendoakan semoga karya berjalan dengan baik, sempurna dan lancar.

Dalam kesempatan ini turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Anggota DPR RI Dapil Bali IGN Alit Kesuma Kelakan, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Ketua DPRD Bangli, Camat Kintamani beserta unsur tripika Kecamatan Kintamani, Perbekel Desa Belantih I Nengah Wardana, Bendesa Adat Belantih, Manggala Karya I Nyoman Irmawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambrama wacananya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menekankan pentingnya karya pitra yadnya/atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, yang dilaksanakan lima tahun sekali, dimana karya ini merupakan sebuah sarana upacara untuk menyucikan atma sehingga menjadi dewa hyang guru dan melinggih di merajan rong tiga. Pihaknya juga mengajak semeton semua harus selalu berpedoman dengan ajaran Agama Hindu berlandaskan Dharmaning Leluhur, Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara. Dharmaning Leluhur yaitu krama adat semua wajib ayat bakti ring leluhur karena itu ada dadia, yang kedua Dharmaning Agama kita semua ini sama beragama Hindu dan yang ketiga Dharmaning Negara seperti contoh krama memakai masker.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Manggala Karya, Bendesa, Perbekel dan para tokoh di sini sudah menjalankan utamaning utama. Dalam pelaksanaan meperoras mamukur ini krama semua sudah menjalankan yang namanya Nyurut Ayu. Banyak rangkaian dari upacara nyekah yang patut dilaksanakan oleh krama sebagai peserta nyekah. Mulai dari ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina puspa, meajar-ajar dan terakhir mamitang ke Pura Dalem dan ngelinggihang di masing-masing merajan,” ujarnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Lomba Ogoh-ogoh Mini ST. Yowana Dharma Banjar Eka Dharma

Dilanjutkan, selain itu dalam prosesi Murwa Daksina menggunakan Bebek Putih dimana perlambang Linggih Betara Siwa yang digunakan untuk mengelilingi peyadnyan/ tempat acara mamukur untuk mengantarkan Atma ke Surga dan dalam pelaksanaan upacara ini juga harus menjalankan Panca Suara yaitu pertama Ida Sulinggih Mepuja suara Kleneng/Genta, yang Kedua Mamutru/ Ngwacen Lontar Atma Prasangsa, Ketiga Sesolahan Topeng Sidakarya, Keempat Sesolahan Wayang Lemah, dan yang terakhir Kelima Geguritan Kidung/ Pesantian. Selanjutnya dalam pelaksanaan meajar-ajar yang disebut catur loka pala. Yang terakhir dan utama adalah saat ngelinggihang disebut Dewa Pratista bermakna menyatukan bumi dengan langit dengan konsep padu muka.

“Pada prosesi ngelinggihang yang disebut dewa pratista ini berdasarkan lontar Panglukuning Dasa Aksara dan lontar Panglukuning Panca Aksara Pari Kandaning Parahyangan, kami harapkan, semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kita kepada leluhur yang diupacarai,” pintanya.

 Sementara itu Manggala Karya yang diwakili Perbekel Desa Belantih I Nengah Wardana, menyampaikan ucapan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak Murdaning Jagat Bali, Murdaning Jagat Badung, Murdaning Jagat Bangli, serta undangan lainnya sudah hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Adat Belantih, Desa Belantih dimana kami masyarakat melaksanakan upacara Pitra Yadnya “Kusa Pranawa” Ngaben Massal ring Desa Adat Belantih, dimana yang ikut dalam upakara ini sebanyak 71 sawa, Metatah/Potong Gigi 181 orang, dan Meperoras 71 sawa.

Dalam pelaksanaan upacara ini sudah diawali pada tanggal 4 September 2022 Redite Pon, Prangbakat Nyukat Genah Peyadnyan, pada tanggal 5 September 2022 Nanceb Genah Perorasan, dan puncak Pengabenan tanggal 22 September 2022 yang lalu dan setelah itu puncak Pengerorasan jatuh pada tanggal 25 September 2022 Redite Wage, Wayang, dan pada hari ini Selasa, 27 September 2022 Anggara Umanis, Wayang Ngulemin undangan ring pemerintah lan undangan umum, dan pelaksana acara meajar-ajar bertempat di wewidangan Pura Lempuyang  pada tanggal 30 September 2022 dan terakhir tanggal 2 Oktober 2022. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster Lantik Ketua TP PKK Denpasar, Jembrana, Karangasem, Bangli, Tabanan, dan Badung

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri Karya Ngenteg Linggih, Bupati Sanjaya Dukung Kebersamaan Krama Tangkas Kori Agung Mundeh Kauh Laksanakan Yadnya

Published

on

By

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri Yadnya Manca Kelud Dewa, Melaspas, Mupuk Pedagingan, Pedudusan dan Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Semeton Tangkas Kori Agung di Banjar Adat Puncak Sari, Desa Mundeh Kauh, Selemadeg Barat, Senin (26/9). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., konsisten hadir di tengah masyarakat. Kali ini, menghadiri undangan Yadnya Manca Kelud Dewa, Melaspas, Mupuk Pedagingan, Pedudusan dan Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Semeton Tangkas Kori Agung di Banjar Adat Puncak Sari, Desa Mundeh Kauh, Selemadeg Barat, Senin (26/9).

Dengan mengajak seluruh jajaran terkait dalam setiap kesempatan turun ke masyarakat, orang nomor satu di Tabanan itu tiada henti-hentinya memberikan dukungan atas pembangunan secara sekala niskala yang dilaksanakan oleh masyarakat. Hal ini tiada lain untuk mempercepat terwujudnya visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Didampingi anggota DPRD, Sekda, Asisten II, OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Selbar, Perbekel, Bendesa Adat serta tokoh masyarakat setempat, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi kepada masyarakat karena telah membangun karya yang terencana dengan baik. Nampak juga karya tersebut diimbangi dengan rasa kebersamaan dan semangat gotong-royong yang tinggi.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan ini juga sangat meyakini, konsep kebersamaan dan gotong-royong dari masyarakat adalah salah satu kunci sukses dalam membangun karya selain materi. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar selalu menjaga semangat kebersamaan dan semangat gotong-royong warga guna menyongsong pembangunan yang lebih baik kedepannya.

“Seperti yang saya lihat tadi, kebersamaan dan semangat gotong-royong ini harus terus dipupuk kedepannya. Astungkara, apa yang diharapkan masyarakat di saat membangun upacara yadnya ini, doa titiang semoga memargi antar labda karya sida sidaning don,” imbuh Bupati Sanjaya.

Terkait kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran, I Made Sukarta selaku Ketua Panitia Karya, menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Bupati beserta jajaran. Dukungan dan doa restu ini dikatakannya sangat bermanfaat bagi pihaknya. “Saya menghaturkan terimakasih banyak karena dalam kesempatan yang baik ini, Bapak Murdaning Jagat beserta jajaran nyaksi karya yang kami laksanakan,” pungkasnya mewakili seluruh krama Tangkas Kori Agung Mundeh Kauh. (gs/bi)

Baca Juga  Menjelang Galungan, Bupati Tabanan Ngobrol Pintar dengan Pewarta

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Ny. Sagung Antari Jaya Negara Buka Pelatihan Membuat ‘’Banten Otonan’’

Published

on

By

banten otonan
Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, berbaur dengan peserta pelatihan usai membuka pelatihan Banten Otonan di Kantor Desa Sidakarya pada Sabtu (24/9). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Untuk meningkatkan pemahaman makna upakara bagi masyarakat terutama bagi wanita Hindu tentang filosofi dan makna yang terkandung dalam sarana upakara, Wanita Hindu Dharma Denpasar (WHDI) Kota Denpasar menggelar pelatihan membuat Banten Otonan secara berkelanjutan.

Kali ini pelatihan berlangsung di Kantor Desa Sidakarya dan dibuka secara resmi oleh Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Sabtu (24/9).

Dalam kesempatan itu, Ny Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pelatihan membuat Banten Otonan ini dilaksanakan karena tingginya minat masyarakat khususnya wanita Hindu untuk mengetahui makna dan cara membuat banten sesuai sastra agama.

Tidak hanya itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menunjang program WHDI Kota Denpasar dalam bidang keagamaan. Kegiatan ini menyasar wanita Hindu, dan melibatkan peserta dari unsur WHDI Banjar Sekar Kangin Sidakarya.

Lebih lanjut Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, di tengah masa pandemi seperti saat ini aktivitas wanita Hindu di Kota Denpasar tidak menyurutkan minat masyarakat khususnya wanita Hindu untuk memahami makna dan filosofi serta unsur-unsur  yang menjadi kelengkapan suatu banten atau upakara,  sehingga pelatihan membuat Banten Otonan menjadi materi saat ini. Dengan tiga narasumber dari WHDI Kota Denpasar yakni Ni Wayan Sukerti, Ni Made Sucitawati dan Ni Nyoman Ciri.

‘’Mengingat Banten Otonan  diperlukan setiap 6 bulan sekali untuk memperingati hari kelahiran,   untuk itu kami harapkan ibu rumah tangga  bisa membuat Banten Otonan sendiri untuk keperluan anggota keluarganya sendiri  dan bila sudah  terbiasa dapat diterapkan pada lingkungan yang lebih luas lagi,” harap Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Selebihnya Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pelatihan membuat banten otonan selain  untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar bisa membuatnya sesuai dengan sastra, juga bisa mengirit biaya. Dari pelatihan ini minimal ibu- ibu rumah tangga mengetahui dan bisa membuat banten otonan untuk anggota keluarga di rumah sendiri sesuai dengan sastra agama Hindu.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Lomba Ogoh-ogoh Mini ST. Yowana Dharma Banjar Eka Dharma

Narasumber Ni Wayan Sukerti mengatakan, banyak ibu-ibu yang bisa membuat Banten Otonan, namun kebanyakan membuatnya tidak sesuai dengan yang ada dalam sastra. Maka dalam pelatihan ini pihaknya memberikan pemahaman secara detail cara membuat dan makna yang terkandung setiap sarana. “Dari pelatihan ini kami harapkan peserta bisa memahaminya secara benar,” harap Sukerti.

Sukerti menambahkan pelaksanaan pelatihan banten tahun ini berlangsung selama 16 kali. Satu kecamatan dua desa, satu kecamatan 4 kali. (ayu/eka)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca