Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Serahkan Bantuan kepada 150 Warga Tabanan

Manggala Utama PAKIS Provinsi Bali Ingatkan Warga Turut Jaga Kebersihan Lingkungan

Loading

BALIILU Tayang

:

pakis bali
TRESNA LAN PUNIA: Manggala Utama PAKIS Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menyerahkan bantuan di acara Tresna lan Punia di Gedung I Ketut Maria, Tabanan, Jumat (12/5). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Setelah turun dan mengunjungi masyarakat di empat (4) desa yang ada di Kecamatan Pupuan, Ny. Putri Koster menutup kunjungan kerja di hari pertama (12/5) di Kabupaten Tabanan dengan kegiatan Tresna lan Punia di Gedung I Ketut Maria, Tabanan.

Tresna lan Punia diisi dengan pemberian bantuan berupa 20 kg beras, 1 krat telur, 8 kotak susu balita dan 2 kotak susu untuk susu lansia, 2 kotak susu untuk ibu hamil, dan 2 kotak susu untuk difabel. Bantuan ini diserahkan kepada 150 penerima yang masuk kategori, yakni lansia, ibu hamil, difabel, krama istri dan yowana serta pecalang.

Selain bantuan berupa kebutuhan pokok, juga diserahkan bibit cabai sebanyak 300, bibit terong sebanyak 200, 50 bibit pohon mangga, 35 bibit pohon kelapa dan 15 bibit pohon alpokat.

Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster selaku Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali menitipkan pesan agar seluruh anggota PAKIS memahami dan menguasai tentang pengetahuan apa saja yang harus dilakukan di tengah masyarakat, salah satunya menjaga kelestarian budaya Bali. Dalam hal ini salah satunya adalah budaya Bali di bidang tari-tarian.

pakis
Manggala Utama PAKIS Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama usai menyerahkan bantuan di acara Tresna lan Punia di Gedung I Ketut Maria, Tabanan, Jumat (12/5). (Foto: ist)

“Anggota Paiketan Krama Istri (PAKIS) saya minta memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk mampu memimpin dan menyosialisasikan terkait pelestarian budaya dan adat istiadat. Jangan sampai budaya yang sedari dulu disusun rapi, diciptakan dan sudah dijaga dengan baik, saat ini menjadi campur aduk. Misalnya tari rejang yang dulu diciptakan sebagai tari sakral yang dipercayakan menjadi prosesi tarian menyambut turunnya para dewa, saat ini semakin banyak tari rejang yang diciptakan dengan nama yang beraneka ragam dan dipentaskan di tempat yang terkadang tidak sesuai,” ungkapnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Semua Pihak Kerja Sama Sukseskan Program TP PKK

Selanjutnya, Ny. Putri Koster yang berkedudukan selaku Manggala Utama PAKIS Provinsi Bali juga menjabarkan terkait sistem pengelolaan sampah berbasis sumber. Lebih tegas disampaikan, sebaiknya kita semua mulai menjaga kebersihan lingkungan dimana kita tinggal, dimana kita berada dan dimana kita berkunjung. Karena ketika kita mampu menjaga alam dengan baik dan tulus, maka alam juga akan menjaga kehidupan kita di dunia ini. Sebisa mungkin jangan sampai kita ikut andil menjadi bagian perusak lingkungan, maka dari itu penting untuk menyadarkan diri sendiri bahkan menanamkan karakter disiplin untuk tidak mengotori desa lain, dengan cara melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber, yakni dimulai dari mengelola sampah sesuai jenisnya dari lingkungan rumah tangga.

Selain itu penting juga ditanamkan menjaga kesadaran untuk tidak meninggalkan sampah di tempat-tempat umum, termasuk tempat suci (pura).

Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra yang mendampingi Manggala Utama PAKIS Provinsi Bali Ny. Putri Koster menjelaskan terkait keberadaan PAKIS yang dikuatkan melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 sesuai fungsinya untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan bergairah, melalui penguatan desa adat, pelestarian budaya serta adat istiadat. Sehingga lembaga yang sudah berusia 2 tahun ini diharapkan mampu menyatukan krama istri se-Bali untuk erat menjaga kelestarian budaya dan adat istiadatnya.

Ketua Majelis Madya Desa Adat Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra, dihadapan Manggala Utama PAKIS Provinsi Bali menjelaskan bahwa Paiketan Krama Istri (PAKIS) Kabupaten Tabanan sudah terbentuk hampir di seluruh tingkat Kecamatan dan Desa. Kegiatan mereka masih fokus kepada kegiatan mejejahitan, menguatkan tari sakral, tari bebalihan dan tari wali.

Untuk ke depan akan dikuatkan lagi tentang pendalaman pemahaman pengetahuan yang wajib dilakukan di lapangan, sehingga memiliki wawasan untuk meneruskan pengetahuan kepada generasi muda yang baru menginjak pernikahan agar tidak ada lagi kata-kata nak mule keto. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber di Dialog Indonesia Bisa

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Ketua TP Posyandu Bali Buka Bimtek Angkatan IX, Tegaskan Posyandu Jadi Pilar Pembangunan Masyarakat

Published

on

By

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Koster membuka Bimtek Bina Posyandu Angkatan IX di Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar.
BUKA BIMTEK: Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan IX di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan IX di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/7).

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa paradigma Posyandu telah berubah secara mendasar. Jika dahulu Posyandu lebih dikenal sebagai tempat penimbangan bayi dan balita, kini perannya jauh lebih luas sebagai pusat pelayanan masyarakat yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Transformasi tersebut menempatkan Posyandu sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari tingkat keluarga hingga desa. Menurut Ny. Putri Koster, perubahan peran tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas kader.

Kader Posyandu tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus mampu menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan. Peran tersebut mencakup edukasi mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat, menjaga kelestarian lingkungan, mendorong pendidikan anak, memperkuat kepedulian sosial, hingga mengajak masyarakat berperan aktif mendukung program pemerintah demi terwujudnya desa yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Ny. Putri Koster menekankan bahwa pembangunan yang berkualitas selalu berawal dari keluarga yang sehat dan lingkungan yang tertata dengan baik. Karena itu, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Resmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak

Di akhir arahannya, Ny. Putri Koster mengajak seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya wawasan dan berbagi pengalaman. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di wilayah masing-masing sehingga Posyandu benar-benar menjadi pusat pelayanan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bimtek Bina Posyandu Angkatan IX merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat kapasitas kader agar mampu mengimplementasikan transformasi Posyandu berbasis enam bidang SPM.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai kebijakan terbaru, penguatan kelembagaan dan tata kelola Posyandu, serta peningkatan kompetensi kader dalam memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat. Dengan bekal tersebut, para kader diharapkan mampu menjadi ujung tombak pelayanan dasar sekaligus mitra pemerintah desa dalam menyukseskan berbagai program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Komang Sriani juga melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti 133 kader Posyandu dari Kabupaten Tabanan. Turut hadir Ketua TP Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, beserta jajaran pengurus dan pendamping kader Posyandu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tutup FSBJ VIII 2026, Koster: Festival Seni Bali Jani Kian Diminati, Jumlah Karya dan Pelaku Seni Terus Meningkat

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama usai menutup Festival Seni Bali Jani di Taman Budaya Art Centre Denpasar.
TUTUP FSBJ: Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama usai menutup FSBJ di Taman Budaya Art Centre Denpasar pada Sabtu (25/7) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Festival Seni Bali Jani (FSBJ) semakin diminati oleh masyarakat Bali. Statistik menunjukkan bahwa jumlah karya seni kontempoter yang dipentaskan mengalami peningkatan setiap tahunnya, begitupun dengan jumlah pelaku seni yang terlibat meningkat secara signifikan.

“Tidak terasa selama 2 pekan kita telah menyaksikan beragam karya, budaya dan capaian kreativitas seni modern kontemporer yang berkualitas dipagelarkan di Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026,” ungkap Gubernur Bali, Wayan Koster saat menutup FSBJ di Taman Budaya Art Centre Denpasar pada Sabtu (25/7) malam.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 yang dilaksanakan mulai tanggal 11 Juli 2026 – 25 Juli 2026 telah terlihat dampak dan hasilnya. FSBJ telah menjadi ruang temu bagi para sastrawan, dramawan, komposer, koreografer, kreator dan insan-insan kreatif lainnya untuk menunjukkan karya terbaiknya, membahas isu-isu terkini melalui garapan kreatif dan inovatif serta mengadaptasi perkembangan teknologi terkini.

Menurutnya melalui pelaksanaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ), kesenian modern dan kontemporer mendapatkan ruang apresiasi yang terhormat, menjadi panggung kemajuan kebudayaan yang membuktikan bahwa peran kreatif krama Bali tidak pernah surut. Melainkan terus menggelora, dinamis dan maju namun tetap berpijak kuat pada nilai-nilai luhur kearifan lokal budaya Bali.

Selain itu, Koster juga mengapresiasi peran Ketua Dekranasda Bali, Ibu Putri Koster atas andilnya dalam lahirnya Festival Seni Bali Jani.

“Yang memberi ide wadah untuk kesenian modern ini, yang menggagas dan mendorong adalah istri saya, Ibu Putri,” jelasnya.

Ia berkelakar kalau tidak dengan dorongan Ibu Putri Koster mungkin wadah bagi para pelaku seni modern itu belum terpikir olehnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Buka Webinar ‘’Upakara Pitra Yadnya ring Krematorium’’

Gubernur Bali, Wayan Koster juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) akan terus berlanjut setiap tahunnya, siapa pun pemimpinnya karena telah dipayungi oleh Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

“Kita berharap dan kita doakan siapapun pemimpin Bali kedepan itu memiliki sentuhan seni, memiliki komitmen yang kuat dan diaktualisasikan dalam kebijakan,” imbuh Koster.

Di sisi lain, peran masyarakat dalam upaya pelestarian budaya, seni dan tradisi Bali juga tidak kalah penting. Diperlukan regenerasi pelaku seni untuk memastikan kesenian Bali selalu hidup dan menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

“Kita bersyukur karena selalu ada anak-anak kita yang menjadi pelaku seni, seperti adik-adik ini. Karena itulah jangan pernah bosan kita berseni budaya di Bali, berperan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Bergotong royong agar budaya bali selalu hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut dalam acara tersebut selain memberikan penghargaan kepada pemenang lomba, Gubernur Koster juga memberikan penghargaan Bali Jani Nugraha kepada tokoh kesenian kontemporer Bali sebagai pengakuan atas apresiasi, dedikasi dan pencapaian dalam pemajuan Seni Modern atau Kontemporer Bali. Kemudian dilanjutkan dengan menutup dan meluncurkan tema Festival Seni Bali Jani IX Tahun 2027 yaitu Jiwana dharani wana kerthi bermakna hutan sebagai nafas semesta. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Badung Mulai “Groundbreaking” JLS dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat

Proyek Rp 2,9 Triliun Ditargetkan Urai Kemacetan Kawasan Wisata

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat groundbreaking proyek JLS di Desa Pecatu, Kuta Selatan
GROUNDBREAKING: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Wayan Koster, Wabup Bagus Alit Sucipta saat “groundbreaking“ di lokasi proyek JLS Jalan Labuan Sait - Pedati serta pembangunan trase jalan Pura Kulat - Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Senin (27/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung resmi memulai megaproyek infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata. Langkah ini ditandai dengan seremoni Groundbreaking Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat dengan total anggaran mencapai Rp 2,9 triliun.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dan Sekda IB Surya Suamba yang ditandai dengan menekan tombol sirine. Acara ini dipusatkan di lokasi proyek JLS Segmen 4 (Labuan Sait – Pedati) serta pembangunan trase jalan Pura Kulat – Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, pada Senin (27/7).

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Haeruddin C. Maddi, jajaran Forkopimda Bali dan Badung, Pimpinan BUMN Wilayah Bali, Wakil Ketua dan anggota DPRD Badung, Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, jajaran Direksi PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), perwakilan asosiasi profesi, pelaku usaha, media, serta Camat, Lurah, Perbekel, dan Bendesa Adat se-Kabupaten Badung.

Dalam laporannya, Bupati I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pengembangan koridor di Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta Utara dirancang untuk membentuk jaringan jalan yang saling terhubung. Infrastruktur ini akan menghadirkan jalur alternatif, mengurangi beban lalu lintas pada ruas utama, serta meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan permukiman, pusat pelayanan publik, destinasi pariwisata, dan sentra pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Badung Selatan akan dilaksanakan pada tahun 2026–2027. Tahap awal meliputi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta penataan Simpang Siligita dengan total panjang jalan mencapai 10,89 kilometer dan pembangunan Jalan Semer – Teuku Umar Barat untuk mengurai kemacetan di Simpang Semer dengan total panjang jalan mencapai 4,77 kilometer dengan anggaran Rp 2,9 triliun lebih,” ujarnya.

Baca Juga  Duta PSBS PADAS Ny. Putri Koster Minta Pola Angkut Sampah Dihentikan

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa memaparkan rencana jangka panjang pembangunan JLS yang dirancang sepanjang 29,95 kilometer. Sementara untuk wilayah Badung Tengah dan Utara, total target pembangunan mencapai 52,95 kilometer dalam periode 2026–2029.

Bupati menjelaskan bahwa seluruh pembangunan jalan ini telah melalui tahapan studi kelayakan (FS) serta penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar penetapan trase dan tipikal jalan. Proses penetapan lokasi dan pengadaan tanah juga dilaksanakan melalui musyawarah mufakat, dengan tetap menjunjung tinggi hak-hak masyarakat pemilik lahan serta mengedepankan prinsip keadilan.

“Sehingga kalau ini sudah dibuat, berarti kondisi wilayah Badung secara umum, sudah dilintasi oleh jalan-jalan besar. Sehingga saya yakin sekali, daya dukung pariwisata kita akan semakin meningkat,” tambah Adi Arnawa.

Saat ditanya mengenai tantangan proyek, Adi Arnawa mengakui proses pembebasan lahan sempat menemui pro dan kontra. Namun melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat serta percepatan penyusunan studi kelayakan (FS), Detail Engineering Design (DED), penetapan lokasi hingga pembebasan lahan, seluruh proses akhirnya dapat berjalan.

“Prinsipnya masyarakat gayung bersambut. Mereka sudah jenuh dengan kemacetan di Badung Selatan sehingga mendukung pembangunan ini,” ucapnya.

Bupati Adi Arnawa optimistis kehadiran JLS akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendongkrak nilai kawasan di sekitarnya. Kondisi tersebut diyakini berdampak positif pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ke depan, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat lebih banyak dibiayai secara mandiri melalui kemampuan fiskal daerah tanpa harus bergantung pada pinjaman.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten dan DPRD Badung atas realisasi pembangunan proyek strategis ini. Menurut Koster, proyek tersebut merupakan jawaban nyata atas persoalan kemacetan kronis yang selama ini membelit kawasan pariwisata Badung Selatan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Resmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak

“Saya bersyukur apa yang direncanakan sejak lama hari ini bisa dimulai. Kawasan ini merupakan destinasi wisata yang sangat padat, bukan hanya aktivitas masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan. Kemacetan yang terjadi selama ini harus diselesaikan agar pariwisata Badung dan Bali tetap berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Koster.

Gubernur juga memuji keberanian Pemkab Badung dalam membiayai proyek senilai Rp 2,9 triliun ini, termasuk langkah taktis memanfaatkan dukungan pembiayaan dari PT SMI. Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur harus dilakukan karena penundaan hanya akan membuat biaya konstruksi terus membengkak di masa depan.

“Langkah yang diambil Pak Bupati sudah berada di arah yang benar dan patut kita dukung bersama,” tegas Koster. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca