Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Lomba Tapel Ogoh-ogoh Mangucita, Lahirkan Kreator Muda Berbakat

BALIILU Tayang

:

LOMBA TAPEL OGOH-OGOH: Serangkaian HUT Ke-16 Kota Mangupura digelar lomba tapel ogoh-ogoh kolaborasi antara Bank BPD Bali dengan Komunitas Jemari berlokasi di Lapangan Puspem Badung berlangsung dari tanggal 22-23 November 2025. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Serangkaian HUT Ke-16 Kota Mangupura digelar lomba tapel ogoh-ogoh kolaborasi antara Bank BPD Bali dengan Komunitas Jemari berlokasi di Lapangan Puspem Badung berlangsung dari tanggal 22-23 November 2025. Menariknya, pada lomba tapel ini, para peserta diminta untuk membuat langsung (on the spot) tapel ogoh-ogoh di lokasi perlombaan. Tujuannya untuk memunculkan undagi mau pun kreator muda berbakat dalam bidang seni ogoh-ogoh.

I Gusti Agung Andra Sanjaya selaku pendiri Komunitas Jemari menjelaskan, untuk lomba pembuatan tapel ogoh-ogoh, sebenarnya ingin mengedukasi teman-teman di seluruh Bali terkait bagaimana proses dalam pembuatan tapel ogoh-ogoh. Mulai cara mengaplikasikan material atau bahan, pewarnaan dan lain sebagainya untuk bisa menjadi ogoh-ogoh.

”Karena pembuatan tapel ogoh-ogoh itu kan perlu proses,” jelas Agung Andra saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu (22/11/2025).

Imbuhnya, lomba ogoh-ogoh Mangucita ini menampilkan atau memperlihatkan kepada teman-teman, bahwa kegiatan lomba membuat dan pewarnaan tapel ogoh-ogoh dilakukan secara langsung. Tujuannya, agar generasi muda berani mencoba hal baru, tidak hanya teknologi saja. ”Karena lomba ini selama dua hari, hari pertama, berproses pembuatan dari pola, konstruksi bentuk tapel dan diaplikasi dengan clay. Hari kedua, ada pewarnaan tapel, dilanjutkan dengan display karya,” jelasnya.

Terkait peserta, karena kegiatan kali pertama lomba pembuatan tapel ogoh-ogoh secara langsung, panitia memfokuskan hanya diikuti 25 slot peserta se-Bali. ”Kita buka pendaftaran hanya 2 hari dan 157 peserta mendaftar dan kita kurasi dari teman-teman yang memang sebagai pelaku atau kreator ogoh-ogoh yang sudah eksis,” ungkapnya.

Tujuan lomba ini, ingin menunjukkan bagaimana proses dalam pembuatan tapel ogoh-ogoh itu sendiri. Kemudian, mereka bisa mengaplikasikan teknik maupun bahan itu dalam pembuatan ogoh-ogoh untuk menyambut hari raya Nyepi nanti.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Hadiri Pelantikan PNS dan PPPK Tahap II

”Ya, bisa dibilang untuk mengorbitkan kreator muda berbakat. Karena, di Bali banyak sekali ada kreator ogoh-ogoh tapi sedikit yang muncul,” ungkapnya.

Adapun rangkaian lomba ini, pada tanggal 22 November 2025 peserta wajib hadir minimal 10 menit sebelum perlombaan untuk melakukan registrasi, peserta hanya diperbolehkan membawa bakalan tapel atau yang belum di-clay, peserta dipersilahkan membawa kebutuhan bahan dan peralatan selama proses perlombaan, selama proses perlombaan peserta dibebaskan untuk mengatur waktu selama 7 jam untuk istirahat dan makan dan perlombaan dimulai secara serentak pada pukul 10.00 dan selesai serentak pada pukul 17.00 Wita.

Kemudian, pada tanggal 23 November 2025 peserta wajib hadir 30 menit sebelum perlombaan dimulai untuk registrasi. Peserta diperbolehkan membawa payasan maupun aksesori yang sudah jadi untuk menunjang tampilan karya. Proses pengecatan atau mewarnai menggunakan kuas. Peserta dipersilahkan membawa kebutuhan bahan dan peralatan selama proses  perlombaan. Proses mewarnai, mayasin dan display tapel diberikan waktu selama 5 jam. Selama proses lomba peserta dibebaskan untuk mengatur waktu selama 5 jam untuk istirahat dan makan. Perlombaan mulai secara serentak pukul 10.00 Wita dan selesai serentak pada pukul 15.00 Wita.

Penjurian dilakukan secara bertahap yang dinilai oleh tiga juri yakni Arif Lelonk, Arif Miniatur Ogoh-ogoh dan Pasek Asta. Kemudian juri memantau proses perlombaan hari pertama dan hari kedua. Memberikan penilaian karya pada akhir (hari kedua pukul 15.30 Wita sampai selesai), rekapitulasi nilai dan pengumuman pemenang. Total hadiah Juara I Rp 3 juta, Juara II Rp 2 juta, Juara III Rp 1 Juta, Harapan I Rp 800 ribu, Harapan II Rp 700 Ribu, Harapan III Rp 600 ribu. Selain itu juga mendapat piala dan piagam. (gs/bi)

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, Produksi Komoditi Pangan Strategis di Badung Cukup Aman

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Respons Cepat Gempa Bumi di NTT, RSUD Wangaya Kirim Petugas Nakes Tangani Korban Bencana

Published

on

By

Tim Emergency Medical Responder RSUD Wangaya Kota Denpasar dikirim menangani korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
KIRIMKAN TIM EMR: RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat, merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat.

Tim ini merupakan tim gabungan yang juga terdiri dari tim dari RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan yang mengirimkan tim pelayanan penanganan bencana di NTT, dimana masing – masing mengirimkan 1 orang dokter umum dan 1 orang perawat.

Dihubungi via telepon, Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, AA Ayu Dewi Purnami, Kamis (27/8) menjelaskan Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Medis Darurat dari RSUD Wangaya Kota Denpasar yang dikirim menangani korban bencana gempa bumi di NTT terdiri dari dr. I Putu Agus Ari Permana Wibawa dan Ns. I Putu Eka Surya, S.Kep.

“Dalam pelayanan penanganan bencana di NTT kami dijadikan 1 tim dari RSUD Wangaya Kota Denpasar, RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan. Kami juga melakukan koordinasi dengan HEOC Manggarai dalam hal ini Bapak Kadiskes Kabupaten Manggarai,” ujar Dewi Purnami.

Ditambahkannya, tim RSUD Wangaya ditugaskan di Posko RS Lapangan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai mengingat RSUD setempat terdampak gempa jadi seluruh pelayanan pasien dilakukan di RS lapangan tersebut yakni penanganan pasien korban gempa dan pasien-pasien lainnya.

Permintaan Tim Medis Darurat ini datang dari Pusat Krisis Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“Harapan kami di RSUD Wangaya Kota Denpasar sebagai bagian dari Tim Medis Darurat Bali adalah mampu memberikan respons cepat dan pelayanan medis yang cepat, tepat, efektif, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas untuk berupaya menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat bencana gempa bumi di NTT ini,” ucapnya. (eka/bi)

Baca Juga  KPU Badung Nyatakan Syarat Pendaftaran Paslon Suyadinata Lengkap

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Ketahanan Pangan dan Dapur ‘Dashat’ Perkuat Pencegahan Stunting di Kesiman Kertalangu

Published

on

By

Suasana kegiatan pengabdian masyarakat Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam pelatihan kader Posyandu di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
PENGABDIAN: Suasana kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kader Posyandu pada Sabtu (22/8). Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pangan keluarga secara sehat, aman, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, S.T., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. I Putu Suiraoka, S.ST., M.Kes., menyampaikan materi mengenai ketahanan pangan keluarga dan pentingnya keamanan pangan rumah tangga. Materi ini menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, beragam, aman, dan sesuai kebutuhan keluarga.

Selanjutnya, I Gusti Ayu Widarti, DCN, M.Kes., menyampaikan materi tentang keamanan pangan dan Dapur Dashat, sekaligus memandu demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sementara itu, D.A. Agustini Posmaningsih, SKM., M.Kes., memberikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengolahan sampah organik rumah tangga.

Selain menerima materi, para kader juga mengikuti praktik dan diskusi sebagai upaya memperkuat pemahaman agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat.

Baca Juga  Tingkatkan PAD, Nyoman Satria Terima Kunker DPRD Kota Bogor

Ketua Tim Pengabdi, I Putu Suiraoka, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk memastikan keluarga memiliki kemampuan dalam menyediakan pangan bergizi, mengolah makanan secara aman, serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat.

“Ketahanan pangan, keamanan pangan, pemenuhan gizi, hingga lingkungan yang sehat merupakan bagian yang saling berkaitan. Melalui penguatan kader dan masyarakat, kami berharap upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dan berkelanjutan di tingkat desa,” jelasnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Kesiman Kertalangu, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, upaya membangun keluarga sehat dan mencegah stunting diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lansia Hilang di Nusa Penida, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Published

on

By

Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian lansia hilang di Dusun Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.
PENCARIAN: Tim SAR gabungan melaksanakan upaya pencarian seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang di wilayah Dusun/Banjar Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Kamis (27/8/2026). (Foto: ist)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Tim SAR gabungan melaksanakan upaya pencarian seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang di wilayah Dusun/Banjar Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Kamis (27/8/2026). Korban diketahui bernama Ni Nyoman Selir (79).

Berdasarkan informasi yang diterima dan penelusuran jejak tanda keberadaan korban, diketahui bahwa Ni Nyoman Selir meninggalkan rumah pada Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 08.00 Wita dengan berjalan menuju arah bukit. Seorang saksi mata yang sempat bertemu dengan korban mengungkapkan bahwa saat ditanya, korban mengatakan hendak pergi ke pasar untuk membeli obat. Hingga saat ini korban belum kembali ke rumah.

Keluarga bersama warga setempat sebelumnya telah melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi jalur korban, tetapi belum menemukan keberadaan korban. Berdasarkan rekaman CCTV, korban juga terlihat melintas menuju ke arah bukit. Akhirnya setelah 3 hari pencarian dan masih belum ditemukan keberadaan korban, selanjutnya ke Babinkamtibmas Desa Suana melaporkan adanya orang hilang ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi permintaan bantuan pencarian pada Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 09.40 Wita. Laporan tersebut disampaikan oleh I Wayan Supanca Ariansa selaku Babinkamtibmas Desa Suana. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memberangkatkan lima orang personel menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian. Tim juga melakukan koordinasi dengan Babinkamtibmas Desa Suana, Polsek Nusa Penida, serta keluarga korban guna menggali informasi lebih detail terkait keberadaan korban dan menentukan area pencarian.

Operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan informasi terakhir keberadaan korban, keterangan saksi, rekaman CCTV, serta kondisi medan di sekitar wilayah yang diduga dilalui korban. Tim SAR berupaya menyisir area yang dianggap memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan korban. Sekitar pukul 10.45 Wita, mereka melaksanakan pencarian ke arah barat laut dari lokasi dicurigai korban terlihat terakhir kali, dilanjutkan ke arah selatan. Hingga pukul 18.00 Wita, operasi SAR hari pertama belum memberikan hasil dan akan kembali dilanjutkan besok pagi.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Hadiri Pelantikan PNS dan PPPK Tahap II

Unsur SAR gabungan yang terlibat selama pencarian berlangsung diantaranya Unit Siaga SAR Nusa Penida, TNI AL Pos Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, Bhabinkabtibmas Suana, BPBD Klungkung, pihak keluarga korban serta masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca