Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Luh Komang Suwarma Santi Buktikan Peran Masase Kehamilan Turunkan Kecemasan pada Ibu Hamil

BALIILU Tayang

:

doktor ilmu kedokteran
Promovenda Luh Komang Suwarma Santi, S.ST.,M.Kes menerima SK kelulusan Doktor Ilmu Kedokteran di FK Unud. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Bertempat di ruang sidang Pascasarjana Lt III, telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat Promovenda Luh Komang Suwarma Santi, S.ST.,M.Kes dengan judul disertasi “Masase Kehamilan Menurunkan Depresi, Kecemasan dan Stres Ibu Hamil dalam Program Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Kota Denpasar” pada Senin, 22 Agustus 2022.

Suwarma Santi menyebutkan, ibu hamil merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan jiwa, gangguan emosional atau gangguan psikologi seperti depresi, kecemasan dan stres yang bila tidak dilakukan pencegahan atau penanganan dapat berdampak negatif terhadap ibu maupun bayi yang akan dilahirkan. Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa masase kehamilan yang diberikan pada ibu hamil dalam kelas ibu hamil dapat menurunkan depresi, kecemasan dan stres.

Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimental dengan pretest and posttest control group design. Penelitian dilaksanakan dalam kelas ibu hamil di Puskesmas Kota Denpasar dengan melibatkan 56 ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 28 ibu hamil dimasukkan dalam perlakuan kelas ibu hamil dengan masase kehamilan dan 28 ibu hamil dimasukkan dalam kelompok kontrol yaitu kelas ibu hamil konvensional. Tingkat depresi, kecemasan dan stres dinilai dengan kuesioner DASS sedangkan tingkat nyeri yang dirasakan ibu hamil dinilai dengan kuesioner nyeri dan denyut nadi dinilai dengan tensimeter digital.

Penelitian menunjukkan hasil yang bermakna bahwa masase kehamilan dapat menurunkan depresi, kesemasan dan stres ibu hamil dalam program kelas ibu hamil. Nilai penurunan skor depresi setelah memperoleh masase kehamilan adalah pada kelompok kontrol sebesar 16,28 (kategori sedang) dan pada kelompok perlakuan skor depresi adalah 12,39 (kategori ringan) sehingga terjadi penurunan skor depresi sebesar 3,38 atau 23,9%. Nilai penurunan skor kecemasan setelah memperoleh masase kehamilan ialah skor pada kelompok kontrol sebesar 19,57 (kategori parah) dan pada kelompok perlakuan 10,93 (kategori sedang) sehingga terjadi penurunan skor kecemasan sebesar 8,64 atau 44,1%.

Nilai penurunan skor stres setelah memperoleh masase kehamilan pada kelompok kontrol adalah 20,92 (kategori sedang) dan pada kelompok perlakuan 17,11 (kategori ringan) sehingga terjadi penurunan skor stres sebesar 3,81 atau 18,2%. Pada kelompok kontrol skor nyeri sebesar 6,71 (kategori sedang) dan pada kelompok perlakuan skor nyeri adalah 2,40 (kategori ringan) sehingga terjadi penurunan skor nyeri sebesar 4,31 atau 64,2%. Pada kelompok kontrol skor denyut nadi sebesar 95,49 dan pada kelompok perlakuan skor denyut nadi adalah 87,99 sehingga terjadi penurunan skor nyeri sebesar 7,5 atau 7,85%. Sehingga hasil ini dapat dipakai sebagai bahan rujukan dalam pencegahan maupun penanganan depresi kecemasan dan stres pada ibu hamil.

Ujian dipimpin oleh Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes., dengan tim penguji Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) (Promotor), Dr. dr. Dyah Pradnyaparamita Duarsa, M.Si (Kopromotor I), Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, S.Ked., Sp.KJ., MARS (K) (Kopromotor II), Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM, Prof. Dr. dr. I Ketut Suwiyoga, Sp.OG (K) Onk, Prof. Dr. dr. Ketut Siki Kawiyana, Sp.B., Sp.OT(K), Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, M.Phil, Prof. Dr. dr. I Made Oka Adnyana, Sp.S (K), Dr. Luh Seri Ani, SKM., M.Kes.
Sedangkan undangan akademik adalah Dr. dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, Sp.OG(K), MARS, Dr. M.Yusuf, S.Si., M.Erg, Dr. dr. Luh Putu Ratna Sundari, S.Ked., M.Biomed, Dr. dr. Putu Ayu Asri Damayanti, M.Kes, Dr. Moh. Fairuz Abadi, S.Si., M.Si.

Pada ujian kali ini Dr. Luh Komang Suwarma Santi, S.ST., M.Kes., dinyatakan lulus sebagai Doktor lulusan ke- 360 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1649-Doktor-Ilmu-Kedokteran-Buktikan-Peran-Masase-Kehamilan-dalam-Menurunkan-Kecemasan-pada-Ibu-Hamil.html (gs/bi)

Baca Juga  TP PKK Kota Denpasar Terima Paket Nutrisi Ibu Hamil dari Radio Sonora dan BKKBN Bali

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Kampanye Gerakan Nasional Ibu Hamil Sehat

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Kampanye Gerakan Nasional Ibu Hamil Sehat

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  TP PKK Kota Denpasar Terima Paket Nutrisi Ibu Hamil dari Radio Sonora dan BKKBN Bali

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca