Sunday, 21 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Luncurkan KOPER, Pemkot Denpasar Manfaatkan Taman Janggan Sebagai Ruang Literasi, Edukasi dan Rekreasi

BALIILU Tayang

:

kontainer perpustakaan denpasar
LUNCURKAN KOPER: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat meluncurkan Kontainer Perpustakaan (KOPER) yang memanfaatkan Taman Janggan Renon pada Kamis (13/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan meluncurkan Kontainer Perpustakaan (KOPER) yang memanfaatkan Taman Janggan Renon, sebagai ruang edukasi, rekreasi dan hiburan (edutainment), serta literasi bersama untuk anak dan remaja. Peluncuran KOPER ini sendiri dihadiri langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, pada Kamis (13/6).

Selain Wawali Arya Wibawa, tampak hadir pula pada kesempatan itu, Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana serta pihak terkait lainnya.

Dalam kegiatan itu, Wawali Arya Wibawa menyampaikan, saat ini Pemerintah Kota Denpasar tengah berupaya untuk memenuhi kebutuhan di lapangan dalam hal pendekatan perpustakaan ke masyarakat.

“Harapannya adalah ruang publik seperti di Taman Janggan ini tidak hanya difungsikan sebagai area outdoor semata. Namun juga pemanfaatannya dapat diekspansi menjadi ruang edukasi dan literasi bagi semua kalangan. Baik anak-anak, remaja maupun orang tua yang sedang menemani anaknya bermain di area ini,” ungkapnya.

Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara dalam kesempatan yang sama menyebut, pemilihan Taman Janggan sebagai area penyediaan koleksi bahan pustaka, merupakan upaya untuk meningkatkan layanan publik, yakni mempermudah masyarakat terhadap akses informasi, pengetahuan, hiburan.dan pelestarian budaya seperti permainan tradisional, cerita rakyat dan lain sebagainya.

“Seperti yang selama ini digaungkan, literasi harapannya akan menjadi bekal dan pegangan kita semua untuk menuju kesejahteraan,” ucap Ny. Antari Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Dewa Nyoman Sudarsana, mengemukakan perpustakaan di masa ini, tidak hanya sebagai tempat membaca buku dan sirkulasi, namun telah bertransformasi menjadi media untuk membangun literasi dengan variasi yang berbeda yaitu edukasi, rekreasi dan hiburan.

Baca Juga  Sekda IB Wiradana Hadiri Penutupan Rangkaian Lomba HUT Forkom OSIS Denpasar Ke-16

“Berbagai macam kolaborasi dan kerja sama untuk pemanfaatan KOPER Taman Janggan ini kami lakukan dengan berbagai pihak, baik dari IGTKI, Komunitas Nyalanesia, pihak swasta, pegiat literasi serta kerja sama dengan perangkat daerah lainnya,” paparnya.

Selebihnya, Dewa Nyoman Sudarsana juga mengungkapkan, keberadaan KOPER, akan diiringi dengan antusiasme kunjungan masyarakat ke lokasi itu untuk melakukan berbagai kegiatan seputar literasi maupun edukasi yang menyenangkan.

“Capaian kunjungan masyarakat ke KOPER ini  hingga bulan Mei 2024, mencapai 900 orang. Kita harapkan kedepannya animo masyarakat akan terus meningkat,” imbuhnya.

Sebagai informasi, kegiatan pencanangan KOPER hari itu, juga dibarengi dengan penyerahan alat permainan edukatif dan kacamata kepada sejumlah petugas kebersihan DLHK yang merupakan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Rotary Bali. Selain itu, juga dirangkaikan dengan kegiatan dan penampilan seni oleh siswa yang berasal dari beberapa sekolah. Antara lain, paduan suara dan pianika dari SD 2 Saraswati, menyanyikan Gending Rare Bali dari SD 1 Kesiman, serta kegiatan mendongeng yang dibawakan oleh siswa dari Davincio. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

NEWS

Wabup Suiasa Serahkan Fisik Bangunan Bantuan Pascabencana

Published

on

By

pasca
SERAHKAN BANTUAN: Wabup Ketut Suiasa didampingi Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma, melaksanakan kunjungan serta menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan, Minggu (21/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, Wayan Darma, melaksanakan kunjungan serta menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan pada Minggu (21/7).

Bantuan tersebut diserahkan di empat titik. Titik pertama adalah di Pura Muaya, Lingkungan Pesalakan, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. Di sini, bantuan berupa perbaikan pelinggih tajuk dan pepelik diserahkan dengan nilai sebesar Rp 320 juta lebih.

Titik kedua adalah di kediaman I Nyoman Nuada di Lingkungan Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta. Bantuan yang diberikan di sini berupa dana sebesar Rp 210 juta untuk perbaikan rumah. Titik ketiga adalah di kediaman I Ketut Sueta di Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Bantuan yang diserahkan berupa dana sebesar Rp 52 juta lebih untuk perbaikan rumah. Titik terakhir adalah di Pura Dalem, Desa Adat Kutuh. Bantuan yang diserahkan di sini adalah untuk perbaikan Balai Gong dengan nilai sebesar Rp 320 juta lebih. Total dana bantuan ini bersumber dari dana BPBD dan diharapkan dapat membantu pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Wabup Ketut Suiasa menegaskan komitmen pemerintah daerah Kabupaten Badung dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah bencana alam. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya untuk memediasi dan memfasilitasi masyarakat dalam meringankan beban mereka.

“Bantuan bangunan fisik untuk masyarakat yang terkena bencana alam adalah salah satu konsepsi yang kita kembangkan. Kita ingin memediasi dan memfasilitasi masyarakat dalam meringankan beban mereka,” ujar Suiasa setelah menyerahkan bantuan.

Di Bali, lanjut Suiasa, banyak masyarakat yang terkena dampak bencana alam. Pihaknya telah menyesuaikan regulasi dan aturan untuk memungkinkan pemberian bantuan bagi setiap bangunan fisik yang rusak, baik itu milik perseorangan, komunitas, maupun lembaga. Bantuan ini diambil dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Baca Juga  Sekda IB Wiradana Hadiri Penutupan Rangkaian Lomba HUT Forkom OSIS Denpasar Ke-16

“Tentu besaran bantuan ini akan disesuaikan dengan hitungan nilai fisik yang telah kita hitung bersama Tim Teknis Jitupasna pada BPBD. Hal inilah yang menjadi dasar dalam membuat kebijakan dan menyusun anggaran,” jelasnya.

Wabup Suiasa juga menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu berupaya untuk meringankan segala beban masyarakat, terutama mereka yang sedang tertimpa bencana. Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana agar mereka tidak terbebani terlalu banyak. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana alam dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama bencana alam.

“Kita di Badung akan terus secara konsisten melakukan upaya ini secara berkesinambungan. Orang yang sehat saja kita ringankan bebannya, apalagi masyarakat yang terkena bencana, tentu dua kali lipat perhatian yang harus kita berikan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kalaksa BPBD Wayan Darma beserta jajaran,  Camat Kuta Ngurah Bayudhewa, Sekcam Kuta Selatan, Bendesa Adat Jimbaran, Jro Mangku Pura Muaya, Bendesa Adat Kutuh beserta Prajuru adat, Nyoman Nuada dan Ketut Sueta. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Suiasa Apresiasi Konsistensi Yowana Jimbaran Gelar Lomba Layang-layang Menega Kite Festival III

Published

on

By

lomba
BUKA LOMBA: Wabup Ketut Suiasa membuka Lomba Layang-layang Menega Kite Festival di Lapangan Cengiling, Minggu (21/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wabup Ketut Suiasa menghadiri sekaligus membuka Lomba Layang-layang Menega Kite Festival di lapangan Cengiling, Minggu (21/7). Acara yang dilaksanakan oleh Sekaa Teruna Panca Sentana Putra Br. Menega Desa Adat Jimbaran ini mengambil tema Akasha Martakah yang diikuti oleh 400 peserta dari seluruh Bali.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah, Wabup Suiasa juga menyerahkan secara simbolis bantuan sebesar Rp 30 juta yang diterima oleh Ketua Panitia. Turut hadir Sekcam Kuta Selatan Wayan Sujaka, DPRD terpilih Made Sudira, Lurah Jimbaran Wayan Kardiyasa, Kaling Jimbaran, Bendesa Adat Jimbaran, Kelian Adat Menega beserta peserta lomba.

Dalam sambutannya, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi dan bahagianya karena konsistensi yang dilakukan para yowana dalam menyelenggarakan acara tersebut. Hal itu tentu sangat luar biasa, karena orang yang konsisten dalam melakukan kegiatan artinya memiliki prinsip. “Walaupun kita memiliki suatu ide atau gagasan yang terbaik dan luhur tetapi tidak dilaksanakan secara kontinuitas dan prinsipnya tidak ada nilai ideologisnya sejatinya itu namanya tidak konsisten. Tapi ini anak-anak (Sekaa Teruna) sangat luar biasa itulah modal dasar kita membangun dan salah satu kelemahan kita adalah tidak adanya konsistensi,” ucapnya.

Melalui kegiatan lomba layang-layang tersebut Wabup Suiasa mengajak para sekaa teruna untuk selalu menjaga komunitas, komunikasi, koordinasi dan juga terbiasa menyatukan persepsi dan pikiran melaksanakan satu konsesi dan langkah dalam mencapai sesuatu kedepannya. Dari layangan banyak filosofi kehidupan yang dapat diambil dan bukan hanya menjalankan hobi.

“Pertama filosofi dari gerakan layangan atau egolannya yang bagus merupakan simbolik bahwa hidup itu harus dinamis serta penuh irama. Kedua, main layangan mengajarkan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri, tidak bisa maju sendiri, perlu ada kerja sama sesuai tugas kita masing-masing. Ketiga, dalam hidup kita perlu dan butuh tumpuan, jadi banyak filosofi yang dalam kita ambil bermain layangan,” paparnya. (gs/bi)

Baca Juga  Resmikan Rumah UMKM, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Antari Jaya Negara Apresiasi Para Pelaku UMKM

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Terulang Insiden, Pemprov Bali Ingatkan Perda Larangan Menaikkan Layangan di Sekitar Bandara

Published

on

By

dw indra
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengingatkan kembali adanya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2000 tentang Larangan Menaikkan Layang-Layang dan Permainan Sejenis di Bandar Udara Ngurah Rai dan sekitarnya. Hal ini disampaikannya di Denpasar, Jumat (19/7) sore menyusul adanya informasi helikopter jatuh yang diduga disebabkan terjerat tali layang-layang.

Dewa Made Indra mengatakan dalam Perda No. 9 Tahun 2000 Pasal 2 ayat 1 menyebutkan larangan menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah dalam radius 5 mil laut atau 9 kilometer dari Bandar Udara. Selanjutnya dalam ayat 2 disebutkan Dilarang menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah di antara radius 5 mil laut atau 9 kilometer sampai dengan 10 mil laut atau 18 kilometer dengan ketinggian melebihi 100 meter atau 300 kaki. Di ayat 3 menyebutkan Dilarang menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah di antara radius 10 mil laut atau 18 kilometer sampai dengan 30 mil laut atau 54 kilometer dengan ketinggian melebihi 300 meter atau 1.000 kaki.

Sekda Dewa Indra mengajak masyarakat Bali untuk mematuhi dan mengikuti peraturan ini demi kepentingan masyarakat. Ia  menambahkan pelaksanaan peraturan ini harus dilihat dengan bijaksana sebagai langkah menjaga keamanan penerbangan dan ruang udara di Bali. “Apalagi mengingat Bali sebagai daerah pariwisata, penting bagi kita sebagai masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Bali,” tambahnya.

Menurutnya jika ini dilanggar justru akan merugikan semua pihak baik yang menaikkan layangan maupun seluruh masyarakat Bali. “Yang menaikkan bisa kena hukuman pidana, apalagi kalau terjadi insiden bisa merugikan semua pihak,” ujarnya lagi.

Adapun sanksi pidana sesuai Pasal 8 (1) disebutkan Barang siapa yang melanggar ketentuan dalam Pasal 2 dan 6 Peraturan Daerah ini, diancam pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah). (gs/bi)

Baca Juga  Jelang Nataru, Pemkot Denpasar Gelar ‘’High Level Meeting’’ Jaga Stabilitas Inflasi

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca