Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Maharani Kemala Foundation Bersama Polda Bali dan Dinkes Gelar Vaksinasi Booster di Nari Graha

BALIILU Tayang

:

de
Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi booster, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra (tengah) didampingi oleh Founder Urban Company Dewa Gede Adiputra (no.3 dari kanan) lakukan sesi foto bersama. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Maharani Kemala Foundation bersinergi dengan Polda Bali dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menggelar vaksinasi booster, 21-22 Februari 2022 di Gedung Nari Graha Pemerintah Provinsi Bali di Denpasar.

Giat vaksinasi ketiga atau booster ini ditinjau langsung Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra didampingi oleh Founder Urban Company Dewa Gede Adiputra. Sebanyak 750 peserta mengikuti vaksinasi booster di hari pertama Senin (21/2) yang terdaftar secara online dan dilanjutkan vaksinasi di hari kedua Selasa (22/2) sebanyak 750 peserta.

Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra kepada awak media menyampaikan kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan di Gedung Nari Graha merupakan bentuk kolaborasi antara Polri dan Urban Company yang menyasar sejumlah 1.500 orang yang terdaftar secara online untuk divaksin booster atau vaksin ketiga. Pada vaksinasi ini memakai vaksin AstraZeneca dan Pfizer.

Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra didampingi oleh Founder Urban Company Dewa Gede Adiputra saat memantau pelaksanaan vaksinasi booster. (Foto: gs)

‘’Kita harapkan masyarakat bisa hadir terutama yang terdaftar melalui online, yang sudah terverifikasi sejumlah 1.500 peserta dan bersangkutan datang walau sedikit terlambat karena hujan,’’ ujar Kapolda.

Kapolda menjelaskan, capaian vaksinasi di Bali cukup bagus. Ada target bergeser dari sejumlah 3,4 juta lebih, bergeser menjadi 3,7 juta lebih. Sebenarnya suntikan vaksinasi pertama dan kedua sudah lebih dari 100 persen, dengan ditambah targetnya oleh Kemenkes menjadi 3,7 juta maka vaksin pertama sudah mencapai 100 persen dan kedua mendekati 100 persen.

Sedangkan untuk vaksinasi ketiga atau booster, sasaran kita memang bertambah dan sudah di angka 14 persen sekian. Dan untuk itu akan terus kita laksanakan secara strategi kemitraan. Baik kemitraan dengan instansi, dengan perusahaan atau berbasis desa, banjar dll, dan banyak strategi yang dilakukan untuk melakukan percepatan vaksinasi di Bali. ‘’Untuk vaksin anak 6-11 tahun sudah mencapai 96 sekian persen dan mudah-mudahan dalam seminggu ini sudah mencapai 100 persen,’’ ujar Kapolda seraya menyebutkan kemarin mendapat drop vaksin baru sebanyak 68,4 ribu vaksin AstraZeneca dari relokasi satu daerah yang dikelola Kodam dan Polda.

Baca Juga  Jamin Keamanan Perayaan Tahun Baru Imlek, Polda Bali Siagakan Sejumlah Polisi

Kapolda Bali mengharapkan kondisi Bali dengan vaksinasi booster ini bisa menekan angka pertumbuhan Omicron. Ia juga menyampaikan kasus Omicron sudah terus melandai dan mudah-mudahan sudah mencapai titik puncak dan ke arah melandai sehingga kondisi kegiatan yang akan kita laksanakan di bulan-bulan depan dapat berlangsung dengan aman.

Pelaksanaan vaksinasi booster di Nari Graha. (Foto: gs)

Sementara itu, Founder Urban Company Dewa Gede Adiputra mengatakan Maharani Kemala Foundation selalu berusaha untuk bersinergi dengan Kepolisian dan Dinas Kesehatan untuk membantu program pemerintah mempercepat penyerapan vaksinasi. ‘’Harapan kami kegiatan ini bisa terus dilakukan ke depan, sehingga pemulihan ekonomi dan juga dampak dari pariwisata segera bisa pulih kembali,’’ ujar Dewa Gede Adiputra.

Dewa Gede Adiputra menegaskan, Maharani Kemala Foundation ke depan berkomitmen bersinergi terus dengan Kepolisian, Dinas Kesehatan, BPBD dan dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk ikut membantu mempercepat penyerapan vaksinasi ke masyarakat.

Untuk kegiatan vaksinasi ini, total peserta yang terdaftar secara online sebanyak 1.500 orang. Ke depan bisa ditambahkan lagi mengingat peminatnya yang sangat banyak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Ditemukan Orang Meninggal di Sebuah Warung di Jl. Kebo Iwa Denpasar

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Sambut Idul Fitri, Polda Bali Berbagi Bingkisan untuk Awak Media

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Kapolda Bali Bersama Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan Dalam Kegiatan Baksos Polri Presisi

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca