Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Masuk WBTB, Tradisi Bukakak Simbol Kesuburan Desa Giri Emas

BALIILU Tayang

:

Ngusaba Bukakak
NGUSABA BUKAKAK: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna saat menghadiri tradisi Ngusaba Bukakak Desa Giriemas, Kecamatan Sawan digelar pada Purnama Sasih Kedasa, Minggu (13/4). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Masuk sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Kabupaten Buleleng, Tradisi Ngusaba Bukakak Desa Giriemas, Kecamatan Sawan digelar pada Purnama Sasih Kedasa, Minggu (13/4).

Hadir pada kesempatan ini, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna yang didampingi OPD terkait di lingkup Pemkab Buleleng.

Ketua Panitia, Wayan Sunarsa menyampaikan Tradisi Bukakak merupakan simbol kesuburan Desa Giri Emas yang berujud seekor burung garuda terbuat dari ambu (daun enau muda) dengan dihiasi bunga kembang sepatu (pucuk bang).

Ngusaba Bukakak tersebut bertujuan untuk mengucapkan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Kesuburan, atas kesuburan tanah dan segala hasil pertanian yang melimpah.

Lebih lanjut, Sunarsa mengatakan Bukakak juga merupakan simbol perpaduan antara sekta Siwa, Wisnu dan Sambhu. Dimana, untuk sarana ditempatkan di dalam Bukakak yakni seekor babi yang diguling sebagian tubuhnya.

“Babi itu hanya matang di bagian punggungnya saja, sedangkan bagian bawahnya dibiarkan mentah. Sehingga babi tersebut memiliki 3 warna yakni merah, putih dan hitam,” ucap Sunarsa.

Tidak hanya bentuknya yang unik, Bukakak ini juga hanya diperbolehkan mengusung warga yang sudah dewasa, untuk yang masih remaja diperbolehkan mengusung sarad alit.

Pakaiannya pun lain. Untuk warga yang dewasa atau sudah nikah menggunakan pakaian putih merah, sedangkan yang masih remaja atau belum nikah menggunakan pakaian putih kuning. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jalan Padang Keling yang Terlupakan 35 Tahun Akhirnya Beraspal

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri “Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu” dan “Padudusan Wraspati Kalpa Agung” di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu, Rabu (11/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu dan Padudusan Wraspati Kalpa Agung di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu, Rahina Buda Wage Menail, Rabu (11/2) di lingkungan Desa Bualu, Kelurahan Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Provinsi Bali Ketut Tama Tenaya, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Lurah Bualu, Kaling, Bendesa Adat Bualu, tokoh masyarakat I Wayan Muntra serta masyarakat setempat. Bupati Adi Arnawa membantu dana Hibah Upakara Tahun anggaran Induk 2026 sebesar Rp 300 juta.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan rasa syukur dan bahagia dapat hadir serta ikut menjadi upasaksi di tengah-tengah krama dalam pelaksanaan karya. Apresiasi yang tinggi atas semangat, kekompakan, dan gotong-royong masyarakat dalam melaksanakan upacara yang utama ini.

“Semangat dan kekompakan masyarakat dalam ngayah adalah cerminan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Pemkab Badung akan senantiasa mendukung upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Saya berharap upacara ini berjalan dengan lancar sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan terima kasih kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Semoga kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan dan kerahayuan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati menyoroti persoalan kemacetan dan keterbatasan akses jalan di Badung. Pemkab Badung terus melakukan pembangunan jalan baru untuk mempercepat waktu tempuh masyarakat. Selain itu, Pemkab Badung menggulirkan berbagai program bantuan, antara lain Beasiswa S1 gratis sekitar 400 orang dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, serta bantuan bagi Lansia yang mencapai umur 75 tahun, diberikan bantuan Rp 3 juta pada saat hari ulang tahun,” tutupnya.

Baca Juga  Prabu Catur Muka Berupaya Tingkatkan Solidaritas dan Kesejahteraan Anggota 

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Made Suarma, mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung bersama undangan lainnya dimana krama melaksanakan upacara Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu dan Padudusan Wraspati Kalpa Agung di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu.

“Adapun upacara ini kami laksanakan mengawali dari tanggal 18 ngaturan uning karya, tanggal 28 Januari melaspas, tanggal 30 Januari nuur tirta, 31 januari netegan karya, tanggal 2 februari mecaru, tanggal 5 dan 6 Februari nunas tirta. Pada tanggal 8 Februari penilapatian, tanggal 9 Februari melaksanakan upacara pemelastian dan puncaknya tanggal 11 Februari. Untuk dana yang kami habiskan dalam upacara ini sekitar kurang lebih Rp 550 juta sampai penyineban tanggal 14,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan Pedungan

Published

on

By

karya paibon Dalem Tarukan
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit dan Caru Rsi Gana di Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan, Banjar Sawah, Desa Pakraman Pedungan, Rabu (11/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit dan Caru Rsi Gana di Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan, Banjar Sawah, Desa Pakraman Pedungan, Rabu (11/2).

Kehadiran Wakil Walikota Arya Wibawa disambut para pengempon dan pratisentana setempat yang tengah melaksanakan puncak karya dengan khidmat. Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian yadnya yang bertujuan untuk menyucikan serta melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya di tempat suci tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa mengatakan bahwa upacara Ngenteg Linggih merupakan prosesi sakral untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa pada stana-Nya.

“Upacara ini merupakan prosesi untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya di tempat suci. Serta memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar berkenan menetapkan stana-Nya (ngenteg), sehingga dapat memberikan perlindungan, keharmonisan, dan kesejahteraan bagi keluarga besar (pratisentana),” jelasnya.

Lebih lanjut Arya Wibawa mengapresiasi kekompakan krama pengempon yang secara gotong-royong mempersiapkan dan melaksanakan karya tersebut. Ia berharap melalui pelaksanaan yadnya ini, seluruh sentana senantiasa dianugerahi kerahayuan dan kerukunan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Nyoman Kariasa, menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 30 Januari lalu yang diawali dengan upacara Mapiuning, nuasen karya, dan nancep. Pada hari ini Buda Cemeng Menail dilaksanakan puncak karya berupa pecaruan Rsi Gana, Pujawali, serta Ilen-ilen Mangku yang dipuput oleh dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Gerya Pemeregan dan Ida Pedanda Tegal Telaga.

“Selanjutnya pelaksanaan upacara Nyegara Gunung, Mebendu, dan Nyineb akan berlangsung pada 14 Februari mendatang,” ungkapnya.

Baca Juga  Jalan Padang Keling yang Terlupakan 35 Tahun Akhirnya Beraspal

Ia menambahkan, Karya Ngenteg Linggih terakhir kali dilaksanakan sekitar 15 tahun lalu. Mengingat telah cukup lama, maka kali ini sekaligus dilaksanakan upacara ngelinggihang 33 Dewa Pitra yang akan distanakan di sanggah tersebut.

Sanggah Paibon Sentana Dalem Tarukan ini diempon oleh 43 kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan sekitar 250 jiwa. Melalui pelaksanaan karya ini, pihaknya berharap seluruh pratisentana senantiasa mendapatkan kerahayuan sareng sami serta limpahan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (eka/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati “Mendem Pedagingan” di Pura Dalem Desa Adat Batu Lantang

Published

on

By

karya pura batu lantang
HADIRI KARYA: Bupati Adi Arnawa hadiri Karya Agung Ngenteg Linggih, di Pura Dalem Desa Adat Batu Lantang, Kecamatan Petang, Sabtu (7/2). (gs/bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pelaksanaan Karya Agung Ngenteg Linggih, Mapedudusan Agung, Mapeselang Menawa Ratna Tawur Balik Sumpah di Pura Dalem Desa Adat Batu Lantang, Kecamatan Petang, Sabtu (7/2). Pada kesempatan tersebut dilaksanakan Tawur Balik Sumpah yang dipuput oleh Tri Sadhaka.

Bupati Badung juga berkesempatan melaksanakan Mendem Pedagingan di Pelinggih Padmasana yang dilanjutkan dengan sembahyang bersama krama Desa Adat Batu Lantang. Sebagai bentuk dukungan Pemkab Badung dalam pelestarian seni, adat, dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan secara simbolis sebesar Rp 1,7 miliar yang bersumber dari APBD Induk Tahun 2026. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bendesa Adat Batulantang Made Sarpa.

Dalam sambrama wecananya, Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir serta ikut menjadi upasaksi di tengah-tengah krama dalam pelaksanaan Karya Agung tersebut. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan lancar.

“Saya berharap upacara ini berjalan dengan lancar sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan terima kasih kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Semoga kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan dan kerahayuan,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Batulantang Made Sarpa melaporkan bahwa rangkaian Karya Agung Ngenteg Linggih, Mapedudusan Agung, Mapeselang Menawa Ratna Tawur Balik Sumpah diawali dengan Matur Piuning dan Maguru Piduka pada 3 Januari 2026, puncak karya dilaksanakan pada 11 Februari 2026, dan Ida Bhatara Kasineb pada 16 Februari 2026. Seluruh pembiayaan pelaksanaan karya sepenuhnya dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,7 miliar.

“Atas nama Krama Agung Desa Adat Batu Lantang, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung atas bantuan dan dukungannya dalam pembiayaan karya ini. Semoga melalui pelaksanaan karya ini, Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan keselamatan, kesejahteraan, serta tuntunan kepada krama Desa Adat Batu Lantang, juga kepada para pemimpin yang menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Badung,” ungkapnya.

Baca Juga  Dinas Kominfosanti Apresiasi Pemenang Lomba Website Pemkab Buleleng

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Gede Eka Sudarwitha, Plt. Camat Petang, Ketua PHDI Kabupaten Badung, Ketua Majelis Madya Kabupaten Badung, Ketua Majelis Alit Kecamatan Petang, serta krama Desa Adat Batu Lantang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca