Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pemkot Denpasar ‘’Ngaturang Bhakti Penganyar’’ Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih

BALIILU Tayang

:

penganyar denpasar
NGAYAH: Walikota Jaya Negara bersama Paguyuban Seniman Kota Denpasar tampak ngayah mesolah topeng wali saat upacara Bhakti Penganyar serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih bertepatan dengan Buda Pon Wuku Sungsang, Rabu (16/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih bertepatan dengan Buda Pon Wuku Sungsang, Rabu (16/4). Pelaksanaan Bhakti Penganyar dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta Anggota DPRD Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara bersama Paguyuban Seniman Kota Denpasar tampak ngayah mesolah topeng wali. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Silih berganti pemedek datang di kawasan Penataran Pura Agung Besakih untuk ngaturang bhakti sejak puncak Karya pada Purnama Kedasa, Sabtu (12/4) lalu. Pelaksanaan Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar diawali dengan pengilen Tari Rejang Renteng, Wayang Lemah dan Topeng Wali. Merdu suara tetabuhan Gong Gede, kekidungan serta denting genta menambah khidmat suasana. Rangkaian prosesi diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Talikup, Griya Kawolubiau Muncan.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih ini merupakan momentum bagi seluruh umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Selain itu, momen ini juga baik dimanfaatkan sebagai ajang mulat sarira. Sehingga, keseimbangan alam semesta beserta isinya dapat tercipta.

Baca Juga  Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Desa Wisata Serangan, Pengelolaan Maju dan Berkelas Dunia

“Tentu ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta memohon asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa,” jelasnya.

Jaya Negara menambahkan, pelaksanaan Bhakti Penganyar juga bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah. Dimana, rasa persatuan (menyama braya) umat Hindu harus terus dipupuk agar yadnya sebagai wujud syukur dapat terus kita laksanakan guna meningkatkan sradha dan bakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta.

“Melalui Bhakti Penganyar ini diharapkan mampu memberikan energi Dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan dan menetralisir hal-hal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya,” imbuhnya.

Untuk diketahui, rangkaian untuk pelaksanaan upacara Ida Batara Turun Kabeh, berlangsung selama 21 hari. Untuk puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh jatuh pada Purnama Sasih Kedasa pada 12 April lalu. Setelahnya, pada tanggal 13 April sampai dengan 2 Mei dilaksanakan upacara penganyar dari seluruh kabupaten/kota se-Bali, dan juga dari panitia karya upacara Pura Agung Besakih. Untuk panyineban karya akan dilaksanakan pada 3 Mei 2025. (eka/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra Hadiri “Karya Pangeratep Mapedudusan Agung” di Pura Segara Ungasan

Published

on

By

ungasan
PENANDATANGANAN PRASASTI: Anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra mendampingi Bupati Badung Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa penandatanganan prasasti saat “Nodya Karya Pangeratep Mapedudusan Agung”, “Menawa Ratna” di Pura Segara Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Selasa (9/12). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra menghadiri Karya Pangeratep Mapedudusan Agung, Menawa Ratna di Pura Segara Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Anggara Kliwon Wuku Medangsia, Selasa (9/12). Upacara dipuput oleh Tri Sadaka yaitu Ida Rsi Wayahan Suta Dharma Jaya Giri, Ida Budha Sikara dan Ida Pedanda Kusamba.

Hadir pada upacara tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Turut hadir Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, unsur Tripika Kecamatan Kuta Selatan, Perbekel Ungasan, Bendesa Adat Ungasan, Prajuru Dinas dan Adat se-Desa Adat Ungasan, serta Krama Agung Desa Adat Ungasan.

Usai melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon pura, Bupati Adi Arnawa menyerahkan punia sebesar Rp 50 juta yang diterima Bendesa Adat Ungasan Wayan Disel Astawa. Bupati juga menandatangani prasasti sebagai wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan karya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Krama Agung Desa Adat Ungasan yang telah berhasil melaksanakan Karya Pangeratep Mapedudusan Agung, Menawa Ratna di Pura Segara Desa Adat Ungasan yang kebetulan juga berlokasi di Destinasi Wisata Pantai Melasti yang dikenal memiliki panorama alam yang sangat indah.

“Saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Destinasi Wisata Pantai Melasti dan apa yang selama ini saya dengar memang benar adanya. Pantai Melasti memiliki panorama alam yang indah dan menawan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, kami akan selalu mendukung perencanaan dan program-program Desa Adat Ungasan,” ujar Adi Arnawa.

Bupati berharap melalui pelaksanaan karya suci ini, Krama Agung Desa Adat Ungasan senantiasa mendapatkan anugerah keselamatan, kerahayuan, dan kesejahteraan, serta Pemerintah Kabupaten Badung diberikan tuntunan dalam menjalankan roda pemerintahan demi kemajuan daerah dan masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Buka Lokasabha I Maha Gotra Tirta Harum Kota Denpasar, Jaya Negara : Jadikan Wadah Lestarikan Adat Budaya dan Sastra Agama Sebagai Landasan Pembangunan

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa” di Parahyangan DNA Kota Denpasar

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menghadiri “Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana” dan “Mecaru Wraspati Kalpa” di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Kamis (4/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Kamis (4/12). Upacara tersebut dilaksanakan sebagai upaya melengkapi upacara serta mewujudkan keseimbangan berlandaskan Tri Hita Karana.

Hadir dalam kesempatan tersebut Forkopimda Kota Denpasar, Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar, Ida Bagus Ketut Rimbawan, Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Pimpinan OPD serta undangan lainnya. Diiringi suara gambelan dan kidung, rangkaian karya diawali dengan sesolahan Tari Rejang Dewa, Tari Rejang Renteng dan Topeng Wali. Seluruh rangkaian diakhiri dengan persembahyangan bersama dan ngerebeg caru.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti mengatakan, Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar ini dilaksanakan sebagai implementasi Tri Hita Karana. Sehingga keharmonisan dapat terus tercipta secara berkelanjutan baik sekala maupun niskala.

Dikatakannya, rangkaian karya telah dimulai sejak 26 November lalu yang diawali dengan nanceb tetaring, mareresik dan masang wastra. Dilanjutkan dengan matur piuning karya yang dilaksanakan pada 30 November. Sedangkan puncak karya dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem pada Kamis (4/12). Setelah pelaksanaan puncak karya, rangkaian akan dilanjutkan dengan penyineban yang akan dilaksanakan pada Jumat (5/12).

“Semoga dengan pelaksanaan upacara ini dapat menjaga keseimbangan baik parahyangan, palemahan dan pawongan, sehingga DNA sebagai pusat kegiatan kreatif dapat terus tumbuh dan berkembangn dengan optimal,” ujarnya.

Baca Juga  Buka Lokasabha I Maha Gotra Tirta Harum Kota Denpasar, Jaya Negara : Jadikan Wadah Lestarikan Adat Budaya dan Sastra Agama Sebagai Landasan Pembangunan

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas pelaksanaan aci di parahyangan suci. Hal ini tentu sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna menyama braya bahwa kita semua bersaudara.

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan. Sehingga bangunan suci dapat digunakan untuk kegiatan upacara dan pemujaan. Upacara ini juga merupakan wujud sradha bhakti seluruh jajaran DNA Kota Denpasar kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Melaspas” Bale Kulkul Banjar Ceramcam Desa Adat Kesiman

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI UPACARA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara “Melaspas” dan “Mendem Pedagingan” bale kulkul  di Balai Banjar Ceramcam, Desa Adat Kesiman, pada Kamis (4/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara Melaspas dan Mendem Pdagingan bale kulkul di Balai Banjar Ceramcam, Desa Adat Kesiman, pada Kamis (4/12).

Turut hadir Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Marhaendra Jaya, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati serta warga masyarakat banjar setempat yang sejak pagi telah memadati area persembahyangan.

Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi atas semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Balai Banjar Ceramcam. Hal ini sesuai dengan Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan spirit vasudhaiva khutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

Pihaknya mengatakan bahwa upacara Melaspas serangkaian rampungnya Bale Kulkul ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, sehingga dapat menjadi momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upacara pemelaspasan ini mari kita tingkatkan rasa sradha bakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parhyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujarnya.

Sementara Kelihan Banjar Ceramcam, Ketut Puja mengatakan adapun pelaksanaan renovasi dan pembangunan ini telah dimulai sejak September 2025. Perbaikan yang dilaksanakan yakni perbaikan Bale Kulkul Jero Luh dan Bale Kulkul krama Banjar Ceramcam. Pada upacara turut pula dilaksanakan prosesi Mendem Pedagingan Mulang Dasar.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemkot Denpasar. Dan kami berharap dengan pelaksanaan upacara ini agar dapat terus mempertahankan tradisi, adat, dan budaya serta keharmonisan umat di Kota Denpasar, khususnya masyarakat kami di Banjar Ceramcam,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Desa Wisata Serangan, Pengelolaan Maju dan Berkelas Dunia

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca