Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Menpar RI dan Gubernur Koster Sepakat Dorong Penataan Pariwisata Bali Berkelanjutan dan Berbasis Budaya

BALIILU Tayang

:

Gubernur Koster
TERIMA KUNJUNGAN: Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kehormatan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, pada Jumat (18/7/2025). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kehormatan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, pada Jumat (18/7/2025).

Pertemuan tersebut menjadi ajang strategis untuk membahas berbagai tantangan dan arah kebijakan pengembangan pariwisata Bali ke depan.

Hadir dalam kesempatan ini Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar RI Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini, dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hariyanto serta perwakilan kabupaten/kota di Bali termasuk Bupati Buleleng, Karangasem, dan Gianyar, serta organisasi pariwisata seperti ASITA, GIPI, dan PHRI.

Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut menyampaikan berbagai capaian dan tantangan pembangunan Bali. Ia menyoroti isu kependudukan, termasuk penghentian kampanye KB dua anak karena jumlah penduduk asli Bali menurun.

“Kami kini sosialisasikan KB empat anak untuk menjaga keberlanjutan budaya dan struktur masyarakat Bali,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,48% di tahun 2024 dengan PDRB mencapai Rp 67,32 juta, melampaui angka sebelum pandemi. Tingkat kemiskinan berada di angka 3,45% dan gini ratio 6,48  menunjukkan ketimpangan yang harus segera diatasi. Bali juga mencatat tingkat pengangguran terendah dan indeks pembangunan manusia tertinggi kelima di Indonesia.

Ketimpangan Wilayah dan Ketergantungan pada Pariwisata

Gubernur menyoroti ketimpangan pembangunan antara wilayah pariwisata dan non-pariwisata. Sebanyak 71% hotel dan 69% restoran terkonsentrasi di kawasan seperti Badung, Gianyar, Tabanan, dan Denpasar.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat timpang, seperti Badung dengan PAD lebih dari Rp 6 triliun, dibandingkan daerah lain yang berkisar Rp 1 triliun,” jelas Koster.

Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada 2024 mencapai 6,4 juta, bahkan melebihi angka sebelum pandemi. Bali menyumbang 46% dari total wisatawan mancanegara ke Indonesia, dengan devisa mencapai Rp 107 triliun dari total devisa nasional Rp243 triliun. Namun, tingginya ketergantungan ekonomi Bali terhadap sektor pariwisata, sebesar 66%, menjadikan perekonomian daerah ini rentan terhadap guncangan seperti yang terjadi pada masa pandemi.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Pusat Matangkan Percepatan PSEL Denpasar, Rencana “Groundbreaking” Juni

Tantangan Serius Alam, Budaya, dan Sosial

Gubernur Koster menyampaikan berbagai tantangan yang kini dihadapi Bali, antara lain:

Alih fungsi lahan produktif untuk akomodasi pariwisata,Krisis air bersih, peningkatan volume sampah, dan kerusakan ekosistem. Lalu Tingginya migrasi penduduk ke wilayah selatan menyebabkan kepadatan,Peningkatan investor luar, serta praktik pembelian lahan oleh WNA dengan modus menikah warga lokal. Juga terdapat sejumlah tindakan wisatawan tidak tertib, seperti penyalahgunaan tempat suci dan pelanggaran norma budaya. Ditambah ancaman budaya, seperti kesenian yang tidak sesuai pakem dan pembangunan yang tidak memperhatikan nilai kearifan lokal.

Arah Pembangunan dan Regulasi Baru

Koster menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menyusun Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang juga didukung dengan disahkannya UU Provinsi Bali yakni UU no 15 tahun 2023. Fokusnya mencakup Bali mandiri energi (tanpa PLTU batu bara), daulat pangan, akses air bersih, pembangunan infrastruktur, dan moda transportasi.

Dalam bidang pariwisata, Bali mengedepankan konsep “Pariwisata berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Melalui Perda No. 5 Tahun 2022, Pergub, dan Surat Edaran (SE) tentang Tata Kelola Pariwisata, pemerintah daerah mendorong masuknya wisatawan yang cinta dan peduli terhadap Bali.

“Wisatawan ke depan akan diatur lebih ketat. Minimal harus memiliki bukti keuangan, tiket PP, dan membayar tourism levy. Tidak bisa sembarangan masuk. Kami juga menindak vila ilegal, bangunan tanpa pajak hotel dan restoran, serta mengendalikan pembangunan hotel agar tidak merusak lahan produktif,” ujar Gubernur.

Ia juga memaparkan pengembangan destinasi baru seperti Turyapada Tower di Bali Utara dan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung, bekerja sama dengan Pemkab Badung, Denpasar, dan Gianyar untuk menyebarkan pusat pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  Gubernur Koster Gelar Upacara Jana Kerthi pada Rahina Tumpek Landep di Pura Pangukur-ukur

OSS Perlu Dikaji Ulang, Timbulkan Polemik di Bali

Gubernur Koster secara terbuka menyatakan bahwa implementasi OSS di Bali menimbulkan banyak polemik, terutama terkait perizinan sektor pariwisata yang tidak sesuai dengan karakter dan kebutuhan lokal.

“Kami sedang membuat kajian untuk mengkaji ulang OSS. Ini penting karena banyak menimbulkan masalah di lapangan,” tegas Koster. Ia berharap Kementerian Pariwisata dapat memberikan dukungan dalam memperjuangkan sistem perizinan yang lebih adaptif terhadap kearifan lokal Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur strategis di Bali. “Kami sangat mohon dukungan Ibu Menteri, terutama untuk pembangunan jalan nasional dan sarana transportasi publik yang mendesak,” ucapnya.

Gubernur Koster menegaskan, Ini bukan soal bagi hasil. Tapi bentuk keberpihakan. “Tidak mungkin pariwisata bisa berdaya saing tanpa infrastruktur. Bali menyumbang devisa besar, maka perlu dukungan nyata agar daya saingnya naik,” katanya.

Menteri Pariwisata: MRT, Sampah, dan Pemerataan

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, menegaskan pentingnya posisi strategis Bali sebagai pintu gerbang utama pariwisata Indonesia. “Banyak yang lebih mengenal Bali daripada Indonesia. Ini peluang sekaligus tanggung jawab besar,” ujarnya.

Ia mencermati beberapa isu utama yakni Overcrowding dan macet di Bali Selatan, khususnya kawasan Canggu, Akomodasi alternatif ilegal, seperti vila tanpa izin. Dari hasil verifikasi, ditemukan lebih dari 5.000 unit hingga Pengelolaan sampah dan edukasi wisman.

“Termasuk larangan plastik sekali pakai yang diapresiasi oleh kementerian dan pemerintah pusat,” katanya.

Menteri Widiyanti menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur seperti MRT atau subway, serta menghidupkan potensi pariwisata di luar Bali Selatan dengan cara membangun akses dan ekosistem pendukung secara menyeluruh, termasuk membahas kelanjutan rencana Bandara Bali Utara.

Baca Juga  Koster Minta BPD Bali Jadi Bank Kebanggaan Krama, Harus Perkuat Kompetensi SDM dan Sistem IT

Kemenpar RI juga memberikan dukungan pada program-program branding dan wisata minat khusus, seperti gastronomi dan wisata kesehatan  di KEK Sanur.

“Kami juga siap mendukung kampanye besar-besaran edukasi ‘Do & Don’t’ bagi wisatawan untuk menghargai budaya lokal,” katanya.

Menuju Quality Tourism dan Penataan Akomodasi

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mengarah pada pariwisata berkualitas (quality tourism), yang mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, menghormati budaya, dan tidak menjadikan Bali sebagai destinasi murah.

“Kita akan mendorong wisatawan berkualitas, bukan sekadar jumlah. Stay longer, spend more, dan respect local wisdom,” ujar Menteri.

Dalam hal penataan vila dan akomodasi ilegal, Menteri menyatakan akan dibentuk tim kerja bersama dan akan dibuat Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat koordinasi dan tindakan hukum.

Pertemuan tersebut menyepakati pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam menata pariwisata Bali ke arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Gubernur Koster menutup dengan menekankan bahwa Bali adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia dan dunia.

“Jarum jatuh di Bali pun terdengar oleh dunia internasional. Oleh karena itu, penataan Bali harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar bermanfaat bagi masyarakat dan tetap lestari,” tukasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Wabup Badung Resmikan TPSSS-B3 di TPST Mengwitani

Atasi Ancaman Limbah Rumah Tangga Berbahaya

Loading

Published

on

By

TPST Mengwitani
RESMIKAN: Wabup Bagus Alit Sucipta saat meresmikan Tempat Penampungan Sementara Sampah Spesifik B3 dan Limbah B3 (TPSSS-B3) di TPST Mengwitani, Rabu (3/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Di tengah meningkatnya ancaman limbah berbahaya dari rumah tangga, Pemerintah Kabupaten Badung mengambil langkah konkret dengan meluncurkan Tempat Penampungan Sementara Sampah Spesifik B3 dan Limbah B3 (TPSSS-B3) di TPST Mengwitani, Rabu (3/6). Fasilitas ini menjadi role model yang disiapkan secara khusus untuk menampung limbah rumah tangga berbahaya sebelum dikelola lebih lanjut oleh pihak berizin.

Diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, peluncuran TPSSS-B3 dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Acara ini dihadiri Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusra, Kadis Kehutanan dan LH Provinsi Bali, Kepala OPD Perangkat Daerah Kab. Badung, Camat se-Badung, Perbekel/Lurah se-Badung, Ketua GOW Kab. Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, pengelola TPS3R, Bank Sampah, serta pegiat lingkungan.

Wabup Bagus Alit Sucipta mengatakan, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pengalaman Badung menghadapi persoalan sampah pasca penutupan TPA Suwung membuktikan bahwa masalah lingkungan dapat diatasi ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama.

“Badung bukan hanya etalase pariwisata Bali, tetapi juga etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Apa yang terjadi di Badung akan cepat menjadi perhatian publik, termasuk persoalan sampah. Karena itu, menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menuturkan, kesadaran masyarakat memilah sampah dari sumber kini terus meningkat di berbagai wilayah. Menurutnya, faktor terpenting keberhasilan pengelolaan tetap berada pada perubahan perilaku masyarakat.

“Saat ini masyarakat sudah mulai terbiasa memilah sampah. Mereka bahkan aktif menanyakan jadwal pengangkutan dan menyiapkan sampah dalam kondisi terpilah. Ini menunjukkan edukasi yang selama ini dilakukan mulai membuahkan hasil. Sehebat apa pun teknologi yang kita miliki, jika sampah tidak dipilah sejak dari rumah tangga, maka proses pengelolaannya tidak akan berjalan optimal. Kesadaran masyarakat adalah fondasi utama keberhasilan pengelolaan sampah,” ucapnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Gelar Upacara Jana Kerthi pada Rahina Tumpek Landep di Pura Pangukur-ukur

Wabup juga mengatakan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang mewujudkan Badung yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Kita akan terus menghadapi berbagai tantangan, termasuk sampah rumah tangga dan kiriman sampah saat musim angin barat. Namun saya yakin, selama pemerintah dan masyarakat tetap kompak, setiap persoalan dapat kita selesaikan bersama. Semangat gotong-royong inilah yang harus terus kita jaga,” kata Bagus Alit Sucipta.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK Badung Made Rai Warastuthi mengungkapkan, timbulan sampah spesifik rumah tangga yang mengandung B3 seperti baterai bekas, limbah elektronik, lampu neon, oli, cat, aerosol, hingga obat kadaluarsa terus meningkat.

“Selama ini masyarakat masih kesulitan menentukan tempat pembuangan limbah B3 rumah tangga. Melalui TPSSS-B3 ini, kami menyediakan fasilitas aman agar limbah berbahaya tidak bercampur sampah domestik biasa. Fasilitas ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus mendukung Program Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) di Badung,” jelasnya.

Ia berharap TPSSS-B3 Mengwitani dapat menjadi role model di Bali melalui kolaborasi dengan desa, TPS-3R, dan bank sampah. Rangkaian peringatan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan donor darah bersama PMI Kabupaten Badung yang melibatkan petugas kebersihan serta staf DLHK. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Edukasi Dini Cegah Remaja Terjerat Narkoba, Bunda Anti Narkoba Gencarkan Sosialisasi

Published

on

By

Bunda Anti Narkoba Badung
SOSIALISASI: Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 6 Mengwi, Rabu (3/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 6 Mengwi, Rabu (3/6). Kegiatan ini menjadi langkah strategis menjangkau kalangan pelajar guna memberikan pemahaman menyeluruh mengenai dampak buruk, risiko, serta konsekuensi hukum penyalahgunaan narkotika.

Kehadiran Nyonya Rasniathi Adi Arnawa turut didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, Pengawas dan Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Mengwi, Perbekel Desa Kekeran, serta narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan bahwa sosialisasi sejak dini merupakan pilar utama paling efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Usia remaja menjadi masa transisi krusial yang rentan karena rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh pergaulan.

“Usia remaja adalah masa emas pembentukan karakter, namun di sisi lain juga merupakan masa yang paling rentan terhadap pengaruh negatif dan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi seperti ini sangat penting dan mendesak untuk dilakukan, agar adik-adik sekalian memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menolak, menjauhi, dan berani berkata ‘tidak’ terhadap segala bentuk tawaran zat berbahaya tersebut,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran remaja, memberikan pengetahuan yang benar mengenai jenis dan dampak narkoba, serta memperkuat ketahanan diri para siswa. Sinergitas semua pihak menjadi kunci utama memutus rantai peredaran gelap di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang bahaya narkoba, memberikan pengetahuan yang benar mengenai jenis-jenisnya dan dampak yang ditimbulkan, serta memperkuat ketahanan diri adik-adik sekalian agar tidak terjerumus. Tidak hanya itu, kami juga ingin menegaskan bahwa ada konsekuensi hukum yang tegas, dan yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan, baik dari diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Buka Diseminasi "Journey Integrated Report" BPJS Ketenagakerjaan di Bali

Nyonya Rasniathi menyatakan, perang melawan narkoba memerlukan kerja sama kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan bebas narkoba. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam Saat Berenang di Tukad Campuhan

Published

on

By

tukad campuhan
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban seorang remaja yang tenggelam saat berenang di Tukad Campuhan, Banjar Rangdu, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (3/6/2026). (Foto: Hms SAR)

Jembrana, baliilu.com – Seorang remaja dilaporkan tenggelam saat berenang di Tukad Campuhan, Banjar Rangdu, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (3/6/2026). Korban diketahui bernama I Made Negara (14), warga Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 14.30 Wita, dengan perkiraan waktu kejadian sekitar pukul 14.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pada Rabu siang pergi berenang bersama dua orang temannya di Tukad Campuhan. Saat berada di lokasi, korban yang diketahui belum mahir berenang diduga mengalami kesulitan di dalam air hingga akhirnya tenggelam. “Ada 3 orang, yang pertama mandi dengan melompat dari sandaran dum, langsung tenggelam,” jelas Dewa Hendri, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 15.00 Wita tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana yang berjumlah 10 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Setibanya di lokasi, tim segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan. Pada pukul 15.50 Wita, dua orang personel melaksanakan penyelaman sorti pertama di titik yang dicurigai sebagai lokasi tenggelamnya korban. “Melakukan penyelaman kurang lebih kedalaman 6 meter,” pungkasnya.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 16.07 Wita, ketika tim SAR gabungan berhasil menemukan korban di kedalaman kurang lebih 6 meter di dasar Tukad Campuhan dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi ke darat dan dibawa menuju Rumah Sakit Umum Negara.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi korban antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana sebanyak 9 personel, Polsek Mendoyo 4 personel, Bhabinkamtibmas Mendoyo 1 personel, Babinsa Mendoyo 1 personel, BPBD Jembrana 4 personel, Tagana Jembrana 2 personel, Polair Polres Jembrana 2 personel, Potensi 115 sebanyak 1 personel, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Koster Telah Bangun 17 Gedung SMA/SMK di Periode Pertama, Periode Kedua Pendidikan Harus Lebih Maju

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca