Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Merawat Bumi, Giri Prasta Tebar 10.000 Benih Nila di Irigasi Subak Munggu

BALIILU Tayang

:

de
TEBAR BENIH IKAN: Bupati Giri Prasta didampingi Wakil Ketua DPRD I Made Sunarta saat melakukan penebaran benih ikan nila di aliran irigasi Subak Munggu, lingkungan Br. Sedahan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Sabtu (10/4).

Badung, baliilu.com – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan populasi ikan, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta melakukan penebaran 10.000 benih ikan nila di aliran irigasi Subak Munggu, lingkungan Br. Sedahan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Sabtu (10/4).

Kegiatan ini merupakan prakarsa dari Sekaa Teruna (ST) Tunjung Mekar, Br. Sedahan yang memohon bantuan benih ikan kepada Dinas Perikanan Badung, untuk dipelihara di masa pandemi Covid-19 ini.

Bupati Giri Prasta dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan Sekaa Teruna Tunjung Mekar yang ikut peduli dengan kelestarian lingkungan. Langkah ini patut dicontoh bagi generasi muda, lingkungan, banjar dan desa lainnya sehingga alam dan lingkungan tetap terjaga dengan baik.

“Kami berikan apresiasi setulus-tulusnya kepada generasi millenial Br. Sedahan. Dulu saya hadir di sini betul-betul kumuh, air sungai tidak dapat mengalir dengan baik, bahkan ketika hujan sampai banjir ke pekarangan rumah warga. Namun hari ini saya lihat penataannya dan kebersihannya sudah luar biasa bagus sekali,” kata Bupati disambut tepuk tangan para undangan.

Menurut Bupati apa yang dilakukan ini sebagai salah satu upaya merawat bumi. Bila bumi dirawat dan alam dicintai, astungkara apa yang menjadi sebuah keinginan dan kebutuhan itu akan dapat terwujud. “Kepercayaan saya, kita hidup bersama karena oksigen, dengan adanya oksigen apalagi bersih, niscaya kita akan sehat semua,” imbuhnya. Untuk ke depan Bupati akan memprioritaskan Subak Munggu untuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), ini sudah menjadi komitmen yang harus dilakukan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan secara pribadi sebesar Rp. 10 juta.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Terima Kasubdit Fasilitasi Kawasan Perkotaan Kemendagri, Apresiasi Komitmen Badung terhadap Digital Teknologi

Sementara itu Ketua ST Tunjung Mekar I Putu Agus Widiana Putra mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan populasi ikan, melestarikan lingkungan khususnya pada aliran sungai serta meningkatkan produksi ikan guna memenuhi gizi bagi masyarakat. Pihaknya menyampaikan terima kasih terutamanya kepada Bupati Badung yang telah memberikan benih ikan nila sebanyak 10.000 ekor. Ikan ini akan dipelihara dengan sistem kolam air deras di sungai sepanjang 200 meter.

“Kami bersama anggota ST Tunjung Mekar akan memelihara ikan ini sebaik mungkin. Kami telah menyiapkan anggaran 5 juta untuk membuat sekat/pembatas ikan di aliran sungai. Tentunya kami tidak henti-hentinya memohon dukungan kepada Bapak Bupati demi kelancaran kegiatan sekaa teruna baik itu kegiatan sosial, seni budaya maupun olahraga, ” pintanya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Badung I Wayan Edy Sanjaya, Kadis Perikanan I Nyoman Suardana, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Munggu I Ketut Darta, Ketua BPD I Rai Sidaparna, Bendesa Adat Munggu Made Rai Sujana, Ketua LPM, Karang Taruna dan Kelian se-Desa Munggu. (bt)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Kompak Terima Aspirasi BEM Se-Kota Denpasar

Siap Tindaklanjuti Usulan dan Kritik Mahasiswa Sebagai Evaluasi, Wujudkan Pelayanan Optimal bagi Masyarakat

Loading

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
TERIMA ASPIRASI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4). Sesuai dengan judulnya, kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan keluhan, masukan, saran hingga kritik tajam mahasiswa terhadap Pemerintah Kota Denpasar.

Berdasarkan data undangan, sebanyak 22 BEM Perguruan Tinggi turut diundang. Dimana, seluruh peserta diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan pendapat, kritik hingga saran untuk kemajuan Kota Denpasar. Tampak hadir Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, OPD terkait, Ketua Forum Perbekel/Lurah, I Gede Wijaya Saputra serta Komunitas Eling Ring Pertiwi.

Berbagai isu terkini turut menjadi bahan diskusi hangat dan mendalam. Yakni penanganan sampah, tata ruang perkotaan, banjir, kekerasan seksual hingga transparansi program pemerintah. Tak jarang, silih berganti mahasiswa menyampaikan kritik dan saran untuk berdiskusi langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, BEM Universitas Udayana turut menyerahkan hasil penelitian sekaligus rekomendasi kepada Pemerintah Kota Denpasar.

Presiden BEM Universitas Mahasaraswati, Gede Erawan Kusuma Putra Widana dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa persoalan sampah di lingkungan perkotaan memang menjadi isu yang mendesak. Namun, ia menilai bahwa perhatian tidak boleh hanya terfokus pada sampah semata, melainkan juga harus mencakup pembenahan tata kelola ruang yang hingga kini masih memerlukan perbaikan secara menyeluruh.

“Bukan hanya sampah, banyak isu perkotaan yang menjadi atensi, termasuk banjir, pelecehan seksual hingga tata ruang yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga  Gladi Bersih Bapang Barong Sanggar Tari Bongkasa, Suiasa: Tunjukkan Kemampuan serta Percaya Diri Saat Tampil Nanti

Ia juga menyoroti bahwa selain isu lingkungan, masih terdapat berbagai persoalan lain yang tak kalah penting untuk segera ditangani, seperti keterbukaan informasi publik.

“Transparansi menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang baik, sehingga berbagai kebijakan yang diambil dapat diawasi dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan, Presiden BEM Univerditas Udayana, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa (Gung Pram) menyoroti terkait penanganan sampah yang menjadi publik isu saat ini. Dimana, pihaknya mendorong reformasi kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan melalui pendekatan sistemik dan transparan. Ia menekankan pentingnya sistem informasi yang terbuka agar seluruh masyarakat dapat memantau alur pengolahan sampah secara real time.

Selain itu, pihaknya juga menginisiasi transformasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) menjadi TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan menggandeng komunitas pecinta lingkungan guna memperkuat partisipasi publik dan edukasi berkelanjutan. Menurut Gung Pram, upaya ini juga akan diperkuat dengan pengembangan kanal pelaporan dan pengaduan yang responsif, serta pelaksanaan audit terbuka terkait penanganan dan inovasi persampahan di kampus.

“Kami ingin memastikan setiap kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga dapat diawasi bersama secara transparan oleh mahasiswa,” ujarnya.

Gung Pram menambahkan bahwa BEM Unud akan mendorong pembentukan sentra pengolahan sampah di kampus yang digawangi langsung oleh mahasiswa sebagai pusat inovasi dan praktik nyata pengelolaan lingkungan.

“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan kampus yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas partisipasi BEM se-Kota Denpasar dalam acara Dengar Mahasiswa ini. Dimana, forum ini merupakan momentum untuk berdiskusi serta menyampaikan kritik dan saran untuk pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan.

Baca Juga  Tim Satgas Pakar Penanganan Covid-19 Nasional Apresiasi Penerapan Prokes di Badung

“Kami sangat terbuka, dan membuka ruang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan kajiannya, kritik serta saran untuk kemajuan Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Terkait sampah, Jaya Negara menjelaskan bahwa saat ini Pemkot Denpasar terus berjibaku dalam penanganan di hulu. Hal ini dilaksanakan dengan pemilahan sampah, pengolahan berbasis sumber melalui teba modern dan tong komposter, hingga optimalisasi TPS-3R. Sementara di tengah, Pemkot Denpasar juga terus mengoptimalisasi operasional TPST di tiga lokasi. Sedangkan di hilir, pengiriman sampah residu diarahkan menuju TPA Suwung dan cacahan kompos dikirim ke Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.

“Untuk sampah saat ini kita masih berjibaku, dan peran masyarakat juga sangat penting untuk pemilahan dan pengolahan berbasis sumber, sembari menunggu operasional PSEL di Tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Jaya Negara juga sepakat dan siap menindaklanjuti usulan, saran dan kritik mahasiswa di dalam program kerja pemerintah. Hal ini terkait pengawasan tata ruang, penanganan dan antisipasi pelecehan seksual hingga banjir dan keterbukaan informasi publik.

“Saran dan masukan mahasiswa sangat kami perlukan, sehingga sinergi dan kolaborasi ini dapat menajamkan program pembangunan di Kota Denpasar yang tentunya memberikan kemanfaatan secara berkelanjutan,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

WHDI Kota Denpasar Gelar Pelatihan Kecakapan Hidup Pembuatan “Banten Otonan Tumpeng Pitu”

Published

on

By

whdi denpasar
PELATIHAN: WHDI Kota Denpasar saat menggelar Pelatihan Kecakapan Hidup dengan tema pembuatan Banten Otonan Tumpeng Pitu yang dilaksanakan di Banjar Tatasan Kaja, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (24/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar secara berkelanjutan menggelar Pelatihan Kecakapan Hidup dengan tema pembuatan Banten Otonan Tumpeng Pitu. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Banjar Tatasan Kaja, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (24/4), dengan menyasar kaum perempuan atau Wanita Hindu di wilayah setempat.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus menyamakan persepsi masyarakat terkait makna Banten Otonan Tumpeng Pitu serta tata cara pembuatannya sesuai dengan sastra agama Hindu.

Menurutnya, banten otonan merupakan sarana upacara yang rutin digunakan setiap enam bulan sekali dalam rangka memperingati hari kelahiran berdasarkan kalender Bali. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mengetahui cara pembuatan dan maknanya.

Banten otonan sangat sering digunakan di dalam keluarga. Jika masyarakat bisa membuat sendiri dan memahami maknanya, tentu dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ujar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program kerja WHDI Kota Denpasar di bidang keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap banjar pada empat kecamatan se-Kota Denpasar. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi dalam setiap pelaksanaan pelatihan.

“Antusias masyarakat sangat besar, sehingga WHDI merespons positif dengan terus mengadakan pelatihan seperti ini secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ia berharap, melalui pelatihan ini para ibu rumah tangga tidak hanya mampu membuat banten otonan untuk kebutuhan keluarga sendiri, tetapi juga dapat mengaplikasikannya di lingkungan yang lebih luas.

Sementara itu, narasumber dari WHDI Kota Denpasar, Ni Wayan Sukerti, menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pelatihan tersebut bukan untuk menggurui, melainkan untuk menyamakan persepsi terkait makna Banten Otonan Tumpeng Pitu sesuai dengan ajaran yang diperoleh dari nabe atau sulinggih.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan otonan sebaiknya dilakukan di merajan, bukan di balai rumah. Hal ini dikarenakan merajan merupakan tempat berstana Ida Sang Hyang Widhi beserta para leluhur. Namun kalau merajan milik banyak keluarga beliau tidak mempermasalahkan.

Baca Juga  Tim Satgas Pakar Penanganan Covid-19 Nasional Apresiasi Penerapan Prokes di Badung

“Setiap pelaksanaan otonan sebaiknya dilakukan di merajan, karena saat mengaturkan banten, para dewa dan leluhur diyakini hadir di sana,” jelasnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tata cara pembuatan banten otonan yang benar sesuai sastra agama Hindu, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta Ni Nyoman Rikin Ariani mengucapkan terima kasih kepada WHDI Kota Denpasar karena telah melaksanakan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat bagus untuk menyamakan persepsi. Bahkan dia baru mengetahui bahwa ngotonan harus dilaksanakan di merajan.

“Melalui pelatihan ini saya baru mengetahui hal ini, semoga kegiatan ini terus berlanjut agar masyarakat banyak yang mengetahui makna dari otonan maupun banten otonan-nya,” harapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Yunita Alit Sucipta Kunjungi Perajin Disabilitas di Carangsari

Published

on

By

gow badung
HOME VISIT: Ketua GOW Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, kunjungi kediaman I Ketut Tirtayasa melalui kegiatan “home visit“ di Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, melakukan aksi nyata dukungan terhadap kaum disabilitas melalui kegiatan home visit di Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4).

Kunjungan ini secara khusus menyasar kediaman I Ketut Tirtayasa, seorang warga disabilitas yang memiliki keterampilan luar biasa dalam mengolah limbah kertas koran menjadi anyaman bernilai seni tinggi, seperti bokor, tempat tisu, tas, hingga wadah bunga.

Dalam kunjungannya, Nyonya Yunita Alit Sucipta menyampaikan rasa kagumnya atas semangat kemandirian yang ditunjukkan oleh Ketut Tirtayasa. Menurutnya, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan berdaya secara ekonomi.

“Pak Ketut adalah sosok yang mengajarkan kita bukan tentang keterbatasan, melainkan tentang kekuatan dan kemandirian. Beliau mampu mengubah koran bekas menjadi kerajinan yang sangat bernilai,” ujarnya di sela-sela kunjungan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Yunita Alit Sucipta yang didampingi jajaran GOW Badung memberikan bantuan dana motivasi serta pasokan bahan baku berupa kertas koran. Tak hanya itu, ia juga langsung memesan 50 buah tempat tisu hasil karya Ketut Tirtayasa untuk mendukung keberlangsungan usahanya.

“Kami dari GOW Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM seperti Pak Ketut agar terus maju dan berkembang. Semoga sosok beliau menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak menyerah dalam keadaan apa pun,” tegasnya.

Aksi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap potensi warga disabilitas dan mendorong munculnya produk-produk kreatif berbasis lingkungan di Kabupaten Badung.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Petang A.A. Ngr Darma Putra, Ketua WHDI Kecamatan Petang dan Wakil Ketua WHDI Kecamatan Petang, Ketua TP PKK Desa Carangsari, serta pengurus GOW Kabupaten Badung. (gs/bi)

Baca Juga  Sepakati KUA dan PPAS yang lebih Realistis, Efektif dan Efisien, Bupati Giri Prasta Apresiasi Kinerja DPRD Badung

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca