Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Meski Lomba Ditiadakan, Ogoh-ogoh Masih Bisa Dilaksanakan di Desa Masing-masing

BALIILU Tayang

:

lomba ogoh-ogoh
Ogoh-ogoh Dewa Siwa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Hari Raya Nyepi, tepatnya pada Rahina Tilem Sasih Kasanga (Pengerupukan) merupakan hari raya yang sangat ditunggu-tunggu oleh para Yowana di Bali. Karena pada hari raya ini mereka dapat mengekspresikan diri melalui kreativitas seni kreativitas dalam ogoh-ogoh. Dalam pembuatan ogoh-ogoh ini banyak kreativitas seni yang bisa digarap untuk dikolaborasikan. Sebab tidak hanya ogoh-ogoh saja, tetapi seni tari dan musik gamelan juga ikut ditampilkan untuk menunjang ogoh-ogoh saat pawai di wewidangan desa yang melibatkan seluruh anggota Yowana.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang secara rutin selalu digelar, di Tahun Baru Caka 1946 ini, Pemerintah Provinsi Bali memastikan tidak akan menggelar lomba ogoh-ogoh, meski lomba ditiadakan, para Yowana tetap bisa membuat ogoh-ogoh untuk melestarikan adat dan tradisi yang sudah ada sejak dahulu kala.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng I Nyoman Wisandika membenarkan isu yang berkembang di masyarakat setelah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, bahwasannya pada perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946 ini tidak digelar lomba ogoh-ogoh di semua Kabupaten/Kota se-Bali. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang rutin mengadakan lomba ogoh-ogoh tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

“Fix di tahun ini lomba ogoh-ogoh ditiadakan di semua kabupaten/kota se-Bali. Itu sudah keputusan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,” ucapnya saat ditemui di ruang kerja, Selasa (16/1) yang dikutip dari laman bulelengkab.go.id.

Berkaca dari lomba ogoh-ogoh yang sebelumya digelar, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng hanya sebagai fasilitator lomba saja, karena dari segi pendanaan lomba hingga hadiah lomba ditanggung oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Wisandika mengakui, masalah anggaran merupakan alasan lomba ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi tahun ini tidak terlaksana. “Di tahun ini ditiadakan dulu, selain itu juga berdekatan dengan Pemilu. Semoga di tahun 2025 bisa digelar kembali,” sambungnya.

Baca Juga  Wabup Bagus Alit Sucipta Tutup Pekan Kebudayaan Daerah Jantra Tradisi Bali dan Lomba Ogoh-ogoh Bhandana Bhuhkala

Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Majelis Desa Adat di masing-masing kecamatan atau desa untuk pembuatan ogoh-ogoh masih bisa terlaksana dengan harapan dalam pelaksanaannya pawai pengarakan ogoh-ogoh bisa diadakan dengan menjaga izin dan kelancaran daerah masing-masing.

“Karena ogoh-ogoh merupakan tradisi menjelang Nyepi yang juga merupakan kreativitas para Yohana. Jadi, silakan berkreativitas dan jaga keamanan. Pengarakannya pun juga hanya sebatas wewidangan desa saja,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Sinergi P4GN di Lingkungan Sekolah, Bunda Antinarkoba Edukasi Siswa SMP Bali Kiddy School

Published

on

By

Bunda Antinarkoba Badung Sosialisasi P4GN di SMP Bali Kiddy
SOSIALISASI: Bunda Antinarkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin langsung sosialisasi interaktif P4GN di SMP Bali Kiddy School, Jalan Teuku Umar Barat, Rabu (16/9). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Guna memperkuat ketahanan sekolah terhadap ancaman kejahatan narkotika, Bunda Antinarkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin langsung sosialisasi interaktif Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di SMP Bali Kiddy School, Jalan Teuku Umar Barat, Rabu (16/9). Langkah preventif sejak dini ini menjadi bagian dari strategi berbasis pendidikan untuk menciptakan ekosistem belajar yang bersih dari narkoba (Bersinar).

Kegiatan edukatif ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Badung, serta Kepala SMP Bali Kiddy School. Sinergi lintas instansi ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan institusi pendidikan dalam memproteksi tumbuh kembang generasi muda.

Dalam arahan substantifnya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan pentingnya peran aktif pelajar sebagai agen perubahan yang mampu membentengi diri dari pengaruh buruk lingkungan. “Bunda hadir di sini, di sekolah adik-adik Bali Kiddy, ingin bersama-sama membangun sekolah yang sehat, aman, dan nyaman,” ucapnya mengedukasi para siswa.

Suasana sosialisasi berjalan dua arah saat sesi diskusi interaktif dibuka. Para pelajar secara kritis mendalami faktor kerentanan remaja, mulai dari tekanan mental (peer pressure), dampak psikologis pergaulan bebas, hingga kerentanan akibat dinamika keluarga yang kurang harmonis. Edukasi ini membekali siswa dengan pemahaman komprehensif mengenai bahaya laten narkotika yang dapat merusak sistem saraf fisik dan kesehatan mental secara permanen.

Lebih lanjut, Rasniathi mengingatkan agar lingkungan sekolah peka terhadap pemicu psikologis seperti perundungan (bullying) dan stres akademik yang kerap menjadi pintu masuk penyalahgunaan zat adiktif.

“Ingatlah, narkoba bukan solusi pelarian, melainkan pintu kehancuran masa depan. Narkoba membuat kecanduan dan kerusakan yang permanen bagi diri kita,” tegasnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Buka Lomba Ogoh-ogoh Mini ST Yowana Dharma Santi Banjar Cemara Agung

Melalui pendekatan P4GN berbasis sekolah ini, kesadaran hukum dan imunitas pelajar terhadap narkoba diharapkan semakin kokoh. Penguatan karakter, prestasi akademik, dan pemahaman regulasi sejak bangku SMP menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Kabupaten Badung yang bersih dari narkotika. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Manusa Yadnya Bersama Gelaran PHDI Denpasar Jadi Solusi dan Ringankan Warga

Published

on

By

PHDI Denpasar Gelar Manusa Yadnya Bersama
Upacara Manusa Yadnya Bersama PHDI Denpasar pada 3 Oktober 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah maraknya konten media sosial yang menyampaikan keluhan atas pelaksanaan yadnya dalam agama Hindu yang dinilai ribet dan memberatkan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar hadir memberi solusi.

“Adanya anggapan bahwa yadnya dalam agama Hindu itu ribet dan memberatkan kami jawab dengan pelaksanaan manusa yadnya bersama ini,” jelas Ketua PHDI Kota Denpasar Dr. I Made Arka, S.Pd., M.Pd., didampingi Ketua Panitia Dr. AA Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, ST, M.Si, kepada media pada Rabu (16/9) di sela-sela rapat persiapan di Kantor PHDI Kota Denpasar Taman Kota Lumintang Denpasar.

Sebagai upaya memberikan pelayanan kepada umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya, PHDI Kota Denpasar kembali menggelar upacara manusa yadnya massal. “Upacara Menek Kelih, Pewintenan Saraswati dan Metatah Massal digelar sebagai upaya meringankan umat Hindu dalam menuntaskan kewajiban manusa yadnya kepada anak-anaknya,” ujar Made Arka.

Lebih jauh doktor ilmu agama ini menegaskan bahwa pelaksanaan manusa yadnya secara bersama selain sebagai perwujudan spirit gotong-royong Vasudhaiva Kutumbhakam, juga sebagai upaya menepis anggapan bahwa yadnya itu mahal dan ribet.

“Dengan semangat bergotong-royong, umat dapat mengikuti upacara manusa yadnya ini dengan ringan dan mudah tidak ribet,” jelasnya. Besaran punia untuk mengikuti upacara yang cukup penting dalam tahapan kehidupan manusia ini diserahkan kepada kerelaan dan keikhlasan umat.

“Punia yang diberikan sejatinya sebagai wujud bhakti persembahan kepada para leluhur yang turun kepada anak-anak kita sehingga besarannya disesuaikan dengan kemampuan,” tegas Made Arka lagi. Harapannya terjadi subsidi silang, di mana yang mampu mepunia lebih dapat membantu yang kurang mampu.

Baca Juga  Sekda Badung Buka Lomba Ogoh-ogoh di Desa Pecatu

Selain solusi untuk meringankan umat, Manusa Yadnya Bersama ini juga menjadi solusi bagi warga perantauan atau warga transmigran yang tidak menjadi warga di wilayah desa adat di Bali dan Kota Denpasar.

Selain itu pihaknya juga membuka peran serta masyarakat dan swasta melalui donasi dan sponsorship. “Panitia juga turut urunan mepunia untuk bergotong-royong memberi pelayanan kepada umat,” ujar penggemar olahraga beladiri ini.

Ketua Panitia Dr. AA Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, ST, M.Si, berharap kepada para peserta agar mengenakan busana sembahyang sederhana berupa pakaian putih-kuning madya, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. “Pedoman pakaian dibuat sebagai upaya kebersamaan dan kesederhanaan, agar inti pelaksanaan yadnya dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh bhakti,” ujar Agung Wira Bima.

Segala hal teknis terkait acara akan disampaikan langsung kepada peserta saat teknikal meeting sebelum pelaksanaan. “Para peserta yang terdaftar juga akan dimasukkan ke dalam grup WA untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi,” jelasnya. Panitia mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh peserta untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan acara ini.

Adapun pemuput upacara melibatkan pinandita yang berasal dari berbagai soroh atau pasemetonan di Bali. Keberadaan mereka akan memberikan nilai sakral dan keberagaman pada acara ini.

“Semua informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi sekretariat panitia. Mari bersama-sama menjaga keharmonisan dalam menjalankan ibadah dan tradisi keagamaan,” jelasnya.

Rencananya manusa yadnya ini akan diselenggarakan di Wantilan Pura Lokananta Denpasar pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Pihaknya membuka pendaftaran kepada seluruh umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya.

Bagi umat yang ingin mengikuti upacara manusa yadnya ini agar menghubungi kontak: +62 857-9265-5761 (Tu Riska) dan +62 857 9266 5761 (Esa). (eka/bi)

Baca Juga  Terima Audiensi, Sekda Adi Arnawa Apresiasi Lomba Ogoh-ogoh Mini

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terkait Kamatian WNA Australia dan Dua Anaknya di Legian, Polisi Lakukan Penyelidikan

Published

on

By

Tiga Jenazah Dievakuasi Polisi di Legian
DIEVAKUASI: Tiga jenasah WNA bersama dua anaknya saat dievakuasi personel Polresta Denpasar menuju RS Prof. Ngurah, Denpasar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Kuta, Badung, baliilu.com – Seorang warga negara Australia berinisial SDJ (57) bersama dua anaknya, masing-masing ADS (7) dan LKS (4) ditemukan meninggal dunia di sebuah bungalow di kawasan Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Badung, pada Minggu (13/9/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.14 WITA di Arca Bungalow, Jalan Three Brothers, Legian Tengah. Korban SDJ diketahui merupakan warga negara Australia, sedangkan kedua anaknya berkewarganegaraan Indonesia.

Informasi awal mengenai kondisi korban bermula sekitar pukul 08.30 WITA. Salah seorang saksi, Nur Khamid (51), menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai istri korban yang berada di Jakarta. Dalam sambungan telepon tersebut, saksi diminta membantu mengecek kondisi suami dan kedua anaknya yang tinggal di bungalow karena tidak dapat dihubungi.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, saksi kemudian mendatangi bungalow dan mencoba melihat ke dalam melalui jendela. Namun, tidak terlihat adanya aktivitas maupun orang di dalam. Saksi selanjutnya menemui pemilik bungalow dan menyampaikan informasi yang diterimanya. Keduanya kemudian kembali menuju bungalow untuk melakukan pengecekan.

Setibanya di lokasi, keduanya kembali mencoba melihat ke dalam melalui jendela, namun tidak menemukan tanda-tanda aktivitas. Pemilik bungalow kemudian menghubungi Kelian Lingkungan. Beberapa menit kemudian, Kelian Lingkungan bersama sejumlah tetangga mendatangi lokasi.

Warga sempat mengetuk dan menggedor pintu sambil memanggil penghuni bungalow. Namun, tidak mendapat respons dari dalam. Karena khawatir terjadi sesuatu, pintu akhirnya dibuka secara paksa. Setelah pintu terbuka, warga mendapati SDJ berada dalam kondisi tergantung pada terali besi jendela menggunakan kabel setrika berwarna putih. Sementara itu, kedua anak korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dengan posisi tubuh saling bertindihan.

Baca Juga  Sekda Badung Buka Lomba Ogoh-ogoh di Desa Pecatu

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar. Dari hasil pemeriksaan luar terhadap kondisi ketiga korban, dari pemeriksaan awal diduga bahwa kedua anak korban meninggal akibat tindakan kekerasan, sementara SDJ diduga meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Saat ini ketiga jenazah telah berada di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., membenarkan kejadian tersebut dan saat ini petugas dari Polsek Kuta masih melakukan penyelidikan.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk olah TKP, pemeriksaan rekaman CCTV di TKP dan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk terhadap istri korban, untuk memastikan penyebab kematian para korban,” ujar Kapolresta Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan pihak Kepolisian Polsek Kuta saat ini telah meminta keterangan dari istri korban dan juga telah memeriksa rekaman CCTV di rumah korban. Selain itu pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Konsulat Australia terkait korban yang merupakan warga negara Australia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca