Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ngobrol Bareng Santai, Ny. Putri Koster Sosialisasikan 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru Pertanian Kerthi Bali

BALIILU Tayang

:

ny koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster dalam Dialog "44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru Pertanian Kerthi Bali" di Radio Gema Merdeka, Rabu (8/3). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster yang didampingi oleh dua narasumber lainnya yakni Prof. I Made Damriyasa, Koordinator Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali dan Prof. I Made Supartha Utama, Kelompok Ahli Bidang Pangan, Sandang dan Papan, mengisi program “Ngobrol Bareng Santai” di Radio Gema Merdeka, Rabu (8/3).

Ketua TP PKK Provinsi Bali sebagai ex officio Gubernur Bali memiliki tugas untuk selain menyosialisasikan 10 program Tim Penggerak PKK sebagai perpanjangan tangan TP PKK pusat, juga bertugas ikut membangun dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan menyosialisasikan program yang tertuang dalam visi dan misi pembangunan.

Disampaikan Ny. Putri Koster lagi, bahwa saat ini sudah terwujud 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru dengan enam sektor unggulan pembangunan Bali, salah satunya pengembangan perekonomian Bali melalui pertanian kerthi Bali. “Bali yang memiliki potensi penghasil pangan seperti beras, garam, sayur mayur dan buah harus dapat memanfaatkan hasil panen pertanian oleh masyarakat lokal Bali, agar jangan sampai masyarakat Bali mengalami kelaparan di bumi sendiri lantaran tidak bisa memasarkan hasil panen pertaniannya,” ungkapnya.

Pembangunan tidak akan terwujud apabila tidak terjadi sinergitas antara pemimpin (pemerintah) daerah dengan masyarakat Bali, sehingga paling tidak kita semua akan mampu bergerak mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan. “Saat ini sudah ada 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru yang terwujud dengan berbagai perbaharuan untuk kepentingan bersama dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru bidang Pertanian Kerthi Bali terus digodok dengan berbagai upaya mewujudkan perbaikan pertanian dengan sistem penerapan organik. Dengan maksud agar kualitas bahan pangan yang dihasilkan memadai dan sesuai dengan standar kesehatan. “Kesehatan tubuh kita itu sangat bergantung pada kualitas dan mutu makanan yang kita cerna, oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya menghasilkan bahan pangan yang sehat dan sesuai dengan kualitas kesehatan yang diperlukan tubuh. Jika petani Bali mampu menggunakan pupuk organik untuk menghasilkan bahan pangan, dan sebaliknya juga masyarakat kita juga mau memanfaatkan bahan pangan yang dihasilkan petani ini, maka sirkulasi perekonomian kita di Bali serta merta juga akan pulih dan berputar merata,” ungkap Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Di Jaman Digitalisasi, Orangtua tak Boleh Gagap Teknologi

Kekuatan mengelola rumah tangga dengan memanfaatkan dan menata halaman rumah dengan menanam bahan pangan, juga menunjukkan hasil bahwa sekecil apa pun usaha kita dalam memenuhi kebutuhan hidup akan meringankan kita secara tidak langsung, contohnya dengan HATINYA PKK yang sudah diterapkan oleh sejumlah kader TP PKK di 9 Kabupaten/ Kota se-Bali.

ny koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster foto bersama dua narasumber lainnya yakni Prof. I Made Damriyasa dan Prof. I Made Supartha Utama usai program “Ngobrol Bareng Santai” di Radio Gema Merdeka, Rabu (8/3). (Foto: ist)

Sementara, Prof. I Made Damriyasa/ Koordinator Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan dengan visinya, Gubernur Bali mengajak masyarakat untuk menuju dan bersama mewujudkan Bali Era Baru. Salah satunya terkait dengan konsep perekonomian Kerthi Bali, secara fundamental perekonomian Bali tidak seimbang karena di atas 55% Bali tumbuh di tengah sektor pariwisata.

Namun setelah Covid-19 melumpuhkan dunia, memberikan dampak yang begitu besar terhadap perekonomian Bali yang memang selama ini tertopang oleh sektor pariwisata. Hal ini mengharuskan Kepala Daerah Bali (Gubernur Wayan Koster dan jajarannya) mengambil langkah baru untuk mengembangkan perekonomian Bali melalui konsep ekonomi kreatif dengan mengadopsi perkembangan digital, yang juga disuport secara langsung oleh perguruan tinggi dan masyarakat Bali secara keseluruhan.

Hal yang dilakukan dalam memperbaiki sistem pertanian dari hulu sampai ke hilir sampai tuntas. Dimana perbaikan sistem di hulu adalah bagaimana kita memperbaiki pertanian dari hulu dengan menerapkan atau memperbaiki sistem organik (penggunaan pupuk organik, bibit organik), setelah itu kita upayakan industrinya seperti apa dan selebihnya di hilir kita harus juga mengupayakan pemasaran hasil pertanian ke depannya, sehingga Gubernur Bali Wayan Koster membuat regulasi dengan membuat Pergub Nomor 99 Tahun 2019, yakni pemanfaatan produk hasil perkebunan, pertanian dan kelautan serta perikanan oleh pihak hotel, supermarket dan restoran di Bali.

Sedangkan Prof. I Made Supartha Utama/ Kelompok Ahli Bidang Pangan, Sandang dan Papan memaparkan, terkait dengan sistem pertanian pangan Kerthi Bali, kita harus sesuaikan dengan nilai-nilai sosial, kemanusiaan, ekological dan spiritual di Bali, untuk menjaga kehidupan kita berkelanjutan karena untuk kita membangun sistem pertanian, semuanya harus terintegrasi antara satu dengan yang lainnya. Salah satunya kita juga harus mampu menyesuaikan dengan dinamika perkembangan konsumen, yang mana ada konsumen krama Bali, tourism dan ekspor antar-pulau. Kita perhatikan nilai-nilai konsumsinya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Saksikan Fashion Show ‘Pesona Wastra Nusantara’ Serangkaian Ajang Beautiverse 2025

Pihaknya mengatakan bahwa filosofi Sat Kerthi mengandung nilai-nilai yang banyak dicari oleh konsumen di luar Bali, yang mengandung nilai kemanusiaan, nilai sosial, nilai ekologi dan nilai spiritual yang pada dasarnya sudah berkembang sejak jaman dahulu dan sudah memenuhi nilai Sat Kerthi.

Terlihat juga penyelarasan nilai yang berkelanjutan dalam pertanian Bali yang sejak dahulu dijaga oleh petani dan masyarakat kita, contohnya sistem terasering yang merupakan pola pengairan sawah secara merata dan tidak merusak lingkungan, dengan tidak melupakan ucapan terimakasih terhadap semesta dan sang pencipta melalui sarana banten yang dilaksanakan setelah panen.

Tetap harus integrated antara mutu dan nilai pangan harus dipadukan sehingga adanya integrasi antara nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik. Selain itu, sistem rantai pasok harus dijadikan sistem nilai yang terintegrasi, kolaboratif dan memuliakan nilai sosial, nilai kemanusiaan dan nilai ekologi.

Dengan topografi yang unik, memungkinkan kita mampu mengembangkan tanaman yang komersial seperti strawberry dan tanaman lain yang biasanya dikembangkan di wilayah sub tropis. Sehingga petani harus memiliki sistem pemasaran yang jelas, agar tidak lagi terkesan bebas. “Misalnya petani tanpa sistem dan pengembangan teknologi akan bekerja sesuai musimnya, yang biasanya pada musim hujan petani enggan menanam cabai, sehingga menyebabkan harga cabai tinggi atau inflasi pada musim penghujan, karena petani tidak akan mau mengambil resiko,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

GOW Badung Gandeng Wanita Islam Dorong Pengolahan Sampah Organik dari Rumah Tangga

Published

on

By

gow badung
SERAHKAN BANTUAN: Ketua GOW Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyerahkan bantuan 80 bag komposter dan 10 paket sembako kepada PD Wanita Islam Badung di Perumahan Srinadi Residence, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (24/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung bersinergi dengan Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kabupaten Badung untuk menggalakkan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga.

Sebagai wujud nyata dukungan, Ketua GOW Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyerahkan bantuan 80 bag komposter dan 10 paket sembako kepada PD Wanita Islam Badung di Perumahan Srinadi Residence, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (24/5).

Nyonya Yunita Alit Sucipta menyatakan, aksi ini merupakan langkah konkret mendukung program Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi persoalan sampah langsung dari sumbernya. Melalui pemanfaatan bag komposter, masyarakat diharapkan dapat mandiri mengolah limbah dapur mereka menjadi pupuk organik yang bernilai guna.

“Bag komposter merupakan sarana pengolahan sampah organik yang menjadi bagian dari upaya mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Badung. Hasil olahannya juga dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk pupuk,” ujarnya.

Yunita Alit Sucipta menambahkan, sinergi yang kuat antara GOW dan Wanita Islam Badung menjadi motor penggerak yang efektif dalam mewujudkan penanganan sampah yang berkelanjutan. Ia juga mengimbau seluruh anggota Wanita Islam untuk menjadi agen perubahan dengan menularkan kebiasaan memilah sampah kepada warga di lingkungan sekitar mereka.

Sementara itu, Wakil Ketua Wanita Islam Kabupaten Badung, Agus Linar Simamora, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari GOW Badung. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk mengedukasi seluruh anggota agar disiplin melakukan pemilahan sampah dari rumah.

Di sela kegiatan, Agus Linar juga menginformasikan bahwa pelaksanaan kegiatan Idul Adha oleh Wanita Islam digelar secara bergilir setiap tahun di Kabupaten/Kota se-Bali. Setelah tahun 2026 ini diselenggarakan di Kabupaten Tabanan, Wanita Islam Kabupaten Badung bersiap menjadi tuan rumah pada perayaan tahun depan dan secara resmi mengundang Ketua GOW Badung untuk hadir.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Buka Pembekalan Persiapan Fashion Show ‘’Adiwarna Wastra Loka’’ di GWK

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Wanita Islam Provinsi Bali Sri Widianingsih beserta anggota, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kota Denpasar Eny Prasetyowati, perwakilan Kaur Perencanaan Desa Dalung, serta Kelihan Dinas Kwanji Gede Pasek Kawijaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Lepas Fun Walk HUT Ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat

Published

on

By

fun run wasiat
LEPAS FUN WALK: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melepas peserta Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT) 1986-2026 yang dilaksanakan di Jero Gede Tainsiat, Denpasar Utara, pada Minggu (24/5) pagi. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melepas peserta Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT) 1986-2026 yang dilaksanakan di Jero Gede Tainsiat, Denpasar Utara, pada Minggu (24/5) pagi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA. Istri Paramita Dewi, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, seluruh keluarga besar Pasemetonan Ageng WASIAT serta undangan lainnya.

Fun Walk mengambil rute start di halaman depan Jro Gede Tainsiat ke arah timur menuju Jalan Pattimura, lalu menuju Jalan Belimbing, ke arah selatan menuju Jalan Kaliasem berlanjut ke Jalan Surapati menuju Jalan Kapten Agung, berlanjut ke Jalan Udayana lalu ke utara menuju Jalan Veteran hingga finish kembali di Jro Gede Tainsiat.

Berbaur dengan seluruh peserta Fun Walk, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan selamat Hari Jadi ke-40 kepada Keluarga Besar Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat.

“Semoga momentum spesial HUT ke-40 Keluarga Besar Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat ini dapat semakin mempererat kekompakan serta memperkuat soliditas Keluarga Besar Pasemetonan WASIAT tidak hanya di lingkup internal namun juga dalam tujuan mendukung pembangunan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju bernafaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama braya saling bergotong – royong,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Sementara Ketua Panitia Acara, Ir. AA Ngr Agung Satria Wibawa, ST., IPM., ASEAN Eng. ditemui usai acara menjelaskan Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat 1986-2026 ini juga diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah dan cek kesehatan gratis dengan dibantu petugas dari RSUP. Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Buka Pembekalan Persiapan Fashion Show ‘’Adiwarna Wastra Loka’’ di GWK

“Ucapan terimakasih kami haturkan kepada Wawali Arya Wibawa dan jajaran Pemkot Denpasar yang telah hadir melepas peserta Fun Walk pada puncak perayaan HUT Pasemetonan kami yang dilaksanakan pada hari ini. Seiring dengan bertambahnya usia, Pasemetonan kami akan terus mempertajam komitmen dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju bernafaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DPD PDI Perjuangan Bali Kuatkan Perlindungan Karya dan Inovasi melalui Sosialisasi Sertifikasi HKI

Published

on

By

dpd pdi bali
KEYNOTE SPEAKER: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster sebagai keynote speaker pada acara Sosialisasi Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berlangsung di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, pada Minggu, 24 Mei 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar Sosialisasi Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, pada Minggu, 24 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hukum terhadap karya, kreativitas, dan inovasi, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem inovasi yang berdaya saing di Bali.

Kegiatan ini dikoordinatori oleh I Made Suparta dan menghadirkan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster, sebagai keynote speaker.

Turut hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Isya Malapraja, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali.

Sosialisasi ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Alit Kesuma Kelakan, Anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Suwitra dan Ni Made Usmartini, Bupati Klungkung Made Satria, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, serta para pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat dari berbagai daerah di Bali.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan I Made Suparta bahwa sertifikasi kekayaan intelektual merupakan langkah strategis untuk melindungi hasil karya dari penyalahgunaan maupun klaim pihak lain.

Selain memberikan kepastian hukum bagi pencipta, pelaku usaha, seniman, dan inovator, sertifikasi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan nilai ekonomi sebuah karya sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Melalui sosialisasi ini, lanjut Supartha peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai berbagai bentuk kekayaan intelektual, mulai dari hak cipta, merek, paten, desain industri, hingga bentuk perlindungan lainnya. Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendaftarkan karya yang dimiliki sebagai bentuk penghargaan terhadap proses kreatif dan inovatif yang telah dihasilkan.

Baca Juga  Sasar Tiga Desa di Kintamani, Ketua TP PKK Bali Dorong Kesadaran Kesehatan dan Pengelolaan Sampah

Para narasumber memberikan pemaparan mengenai prosedur pendaftaran kekayaan intelektual, manfaat sertifikasi bagi pelaku usaha dan UMKM, serta peluang yang dapat diperoleh ketika sebuah karya memiliki perlindungan hukum yang sah. Diskusi interaktif yang berlangsung juga mengangkat berbagai tantangan dan peluang perlindungan kekayaan intelektual di era digital yang semakin berkembang pesat.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat Bung Karno yang selalu menekankan pentingnya kemandirian, kreativitas, dan keberanian untuk menciptakan karya bagi kemajuan bangsa. Sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk lebih menghargai hasil pemikiran, kreativitas, dan inovasi anak bangsa.

Melalui Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual ini, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi. Dengan perlindungan yang tepat, kreativitas dan inovasi dapat terus tumbuh, berkembang, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, perekonomian daerah, dan pembangunan nasional. Semangat melindungi karya anak bangsa inilah yang diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu mengharumkan Bali dan Indonesia di masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca