Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Nilai IPS Terbaik, Seluruh Provinsi Se-Indonesia Studi Tiru Pembangunan Statistik di Provinsi Bali

Sekda Dewa Indra Buka Benchmarking Sistem Statistik Nasional 2024

Loading

BALIILU Tayang

:

statistik bali
BENCHMARKING: Sekda Bali Dewa Indra berfoto bersama saat menghadiri pembukaan Benchmarking Sistem Statistik Nasional 2024 di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Kamis (11/7) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi Bali dipilih sebagai lokasi Benchmarking Sistem Statistik Nasional 2024 yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) RI.

”Saya merasa tersanjung BPS pusat dan segenap walidata (Kepala Dinas Kominfo, red) seluruh provinsi se-Indonesia hadir dan kami dipilih untuk men-sharing informasi,” kata Sekda Dewa Indra dalam pembukaan Benchmarking Sistem Statistik Nasional 2024 di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Kamis (11/7) pagi.

Sekda Dewa Indra mengatakan, posisi yang menempatkan Bali sebagai salah satu yang terbaik dalam Indeks Pembangunan Statistik (IPS) di tanah air, yang jadi alasan Bali dipilih jadi lokasi Benchmarking merupakan produk kolaborasi dan sinergi antara Pemprov dan BPS Provinsi Bali sebagai ‘induk semang’ bidang statistik.

“Kami intens untuk berkomunikasi dan bersinergi, dimana BPS sebagai pembina kami dan di kabupaten/kota. Sehingga ada perbaikan dari hari ke hari meskipun masih ada banyak hal yang harus disempurnakan,” kata Sekda Dewa Indra.

Birokrat asal Pemaron, Buleleng ini menyebut semua hal tersebut berawal dari komitmen. Bahwa ke depan tidak ada waktu lagi mendesain kebijakan publik hanya berdasarkan pengetahuan yang dimiliki saat ini, namun harus berdasarkan data.

“Begitupun amanat Bapak Presiden, semua berdasarkan data, data dan data,” katanya.

“Karena itu, kesadaran data sangat penting dan jadi basis pembuatan kebijakan. Kita di daerah sudah mulai menuju kesana dan proses penguatan menuju kesana. Kita berada dalam posisi kebijakan berbasis data, Evidence based policy. Ke depan pasti akan terus meningkat dan kalau kebijakan publik ada research based dan science based. Kesadaran itu yang menggugah kita,” jelasnya lagi.

Baca Juga  Gubernur Koster: Wartawan Harus Berani Mengatakan Apa Adanya

Terlebih menurutnya, Bali pernah mengalami turbulensi perekonomian kuat dimana mesin pertumbuhan ekonomi utama Bali yakni pariwisata nyatanya sangat rentan dinamika internal dan eksternal. Contohnya akibat penyakit kolera, meskipun hanya terjangkit beberapa orang, maka langsung viral dan berpengaruh pada kunjungan wisatawan. Ada pula travel advisor beberapa negara dan berkembang jadi isu besar di Bali.

Ada pula momen erupsi Gunung Agung yang meskipun hanya seminggu-dua minggu namun langsung berpengaruh pada kunjungan wisatawan bahkan ada travel banned dari sejumlah negara hingga pariwisata anjlok. “Lalu ada Covid-19 dimana perjalanan dilarang dan ekonomi kami langsung terjun bebas, mengalami kontraksi hebat. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi Bali di atas rata-rata nasional, namun karena pariwisata kontraksi sangat dahsyat, dari rata-rata 6 ke minus 9,” ungkap Sekda.

Berangkat dari pengalaman itu Bali disebutnya harus berpikir ulang mendesain sistem perekonomian dan transformasi ekonomi tersebut berangkat dari data. Seperti data perdagangan, perikanan, kelautan, UMKM, sektor lain. “Dari itu kita bisa baca potensi kami apa lagi yang belum tereksplorasi. Ekonomi kreatif ternyata kuat, perikanan ternyata tinggi ekspornya. Baru kita lihat setelah alami situasi sulit, baru kita sadari pentingnya data. Makanya pak Gubernur mengamanatkan sistem data yang kuat,” ujarnya.

“Maka komitmen itu dituangkan dalam regulasi Pergub tentang data sektoral. Berisi satu ekosistem memastikan semuanya berkontribusi mengupdate data dan Bappeda bisa menyusun pembangunan berbasis data. Setelah itu baru kita mulai membuat kebijakan,” jelasnya lagi.

Untuk itu pula dibuat satu aplikasi untuk mendukung upaya ini, serta uji coba ke level kabupaten/kota. Dilakukan juga asistensi, dilatih dengan bimtek untuk memastikan berjalan baik dan dilanjutkan pertemuan reguler Dinas Kominfos Provinsi dengan kabupaten kota.

Baca Juga  Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Prioritas Pariwisata Berkelanjutan

“Pemprov Bali juga sudah hampir 100 persen meninggalkan sistem manual. Kantor virtual diberlakukan, antarperangkat daerah tidak ada lagi pergerakan dokumen kecuali menyangkut administrasi keuangan. Juga penggunaan tanda tangan basah kita sudah batasi, dan ini membuat sistem pemerintahan yang lebih lincah,” tegasnya.

Sementara itu Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik, Badan Pusat Statistik RI, Imam Machdi mengatakan big data harus dimanfaatkan untuk menghasilkan output berkualitas di tengah dinamika semakin cepat di berbagai bidang. “Terutama yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat, ini yang perlu kita tangkap dalam data untuk membantu pemerintah pusat dan daerah mengantisipasi dan menyusun kebijakan yang tepat,” katanya.

Imam mengatakan Presiden Jokowi menargetkan dalam waktu tiga tahun, Indonesia ingin masuk Organization for Economic Cooperation Development (OECD), lewat transformasi menyeluruh dan statistik jadi satu komite yang harus dibentuk dan lakukan bersama, serta merupakan tanggung jawab seluruh penyelenggara statistik dan membangun sistem yang kuat sebagai suatu sistem statistik nasional yang berkualitas, dan terpercaya secara global.

“Sehingga negara kita benar-benar maju, berdaulat dan sejajar dengan negara lain. Ini target bapak presiden. Penting hari ini, kita belajar pada Pemprov Bali dengan kolaborasinya dengan BPS Provinsi Bali, bagaimana kolaborasi berjenjang dan komitmen pimpinan dan dilakukan secara teknis dan menyeluruh,” tandasnya lagi.

Menurut Imam, Bali salah satu penyelenggara statistik sektoral terbaik di Indonesia sehingga seluruh daerah ingin sekali belajar dan memahami kolaborasi yang terbangun. ”Bali ini contoh dan cerminan bagi kita semua, termasuk kendala-kendalanya. Saya sangat berharap kita disini tak hanya spending knowledge namun juga memahami budaya Bali secara umum,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

HUT Ke-55 STT Tunjung Mekar, Bupati Adi Arnawa: Tingkatkan Kualitas SDM agar Mampu Berdaya Saing

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu
HADIRI HUT: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Puncak perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, berlangsung meriah di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. Mengusung tema “Tunjung Mekar Amplify”, kegiatan ini menjadi momentum generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp 20 juta kepada STT Tunjung Mekar guna mendukung pengembangan potensi kepemudaan. Acara juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru oleh Jero Bendesa Adat Munggu melalui prosesi penyerahan kalung, sertifikat, plakat penghargaan kepada pengurus lama, serta penyerahan pataka organisasi sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Aksi kepedulian sosial turut mewarnai acara dengan penyerahan bantuan kursi roda dan sembako kepada warga bernama Gede Miarta, yang diwakili Kelihan Dinas Banjar Sedehan. Bantuan diserahkan oleh Nyonya Rasniathi Adi Arnawa selaku Ketua Pembina Komunitas Badung Peduli.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan selamat dan berharap pengurus baru mampu melaksanakan visi misi organisasi. Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menjaga Desa Munggu sebagai desa wisata dengan mempertahankan persatuan dan semangat menyama braya. Menghadapi arus pariwisata dan budaya luar, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM agar masyarakat lokal berdaya saing.

“Jangan sampai kita terlena dan hanya bangga karena banyak wisatawan datang. Di balik perkembangan pariwisata tersebut, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan SDM, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.

Bupati menjelaskan komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan SDM, seperti program beasiswa anak petani, pembangunan jalan baru, serta penataan pantai. Ia pun mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan demi keberlanjutan pariwisata. “Mari kita bersama-sama menjaga pariwisata, dengan menjaga lingkungan, menjaga keamanan, dan membangun ekosistem ekonomi agar terus bangkit,” ucap Adi Arnawa.

Baca Juga  Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Prioritas Pariwisata Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Panitia I Made Rai Nikayasa menyampaikan bahwa organisasi dapat berjalan berkat dukungan seluruh anggota dan masyarakat. STT Tunjung Mekar berkomitmen menghadirkan kegiatan kreatif dan memperkenalkan potensi generasi muda Munggu ke kancah luas melalui bidang musik.

“Kami ingin STT Tunjung Mekar selalu menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan menampung aspirasi demi memajukan Desa Munggu,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Badung dalam pelestarian budaya, termasuk melalui ajang ogoh-ogoh. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kami akan terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya melalui kegiatan ogoh-ogoh yang selama ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Badung dan telah memberikan ruang bagi kami untuk berkarya,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pergelaran musik. Turut hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Wayan Edi Sanjaya dan Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel, serta Jero Bendesa Adat Munggu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Rosan Roeslani, Menteri Bahlil Lahadalia, dan jajaran Danantara di kediamannya Hambalang Bogor
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Hambalang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” demikian keterangan tertulis Seskab.

Selain hilirisasi, Presiden menerima laporan perkembangan pelaksanaan instruksinya terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp 50 triliun.

Proses konsolidasi tersebut akan terus dilanjutkan dengan target penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara. Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp 100 triliun.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penataan BUMN harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Langkah tersebut diarahkan agar perusahaan negara memiliki struktur yang lebih efisien, sehat, profesional, serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Seskab.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (gs/bi)

Baca Juga  TPID Bali Perkuat Sinergi dan Strategi Atasi Hambatan Distribusi Akibat Kerusakan Jalan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lewat RUU Masyarakat Adat, Kariyasa: Dapat Perkuat Perlindungan Pura Luhur Poten

Published

on

By

Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama tim kunjungan kerja di Pura Luhur Poten Probolinggo Jawa Timur
KUNKER: Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Tim melakukan kunjungan Kerja spesitik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dapat menjadi momentum penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan tempat-tempat suci yang selama ini dijaga masyarakat adat, termasuk Pura Luhur Poten di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kariyasa mengatakan keberadaan pura dan ruang adat masyarakat Tengger perlu mendapatkan perlindungan yang jelas agar dapat terus dilestarikan. Menurutnya, masyarakat Tengger telah memiliki tradisi dan tempat ibadah tersebut jauh sebelum Indonesia merdeka sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi mengenai masyarakat adat.

“Kami dari Komisi VIII menuju ke Tengger itu diberikan penjelasan, sebenarnya sudah ada sebelum Indonesia. Mereka pun sudah ada pura ini, walaupun bentuknya tidak seperti ini. Ketika banyak umat Tengger sering sembahyang di sini, pura ini menjadi diperluas dan diperlebar,” ujar Kariyasa usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengatakan Pura Luhur Poten selama ini terus digunakan umat Hindu Tengger untuk beribadah dan secara bertahap mengalami perbaikan. Namun, status lahan pura yang berada di kawasan hutan perlu mendapatkan kepastian agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tentu statusnya ini harus jelas. Karena bagaimanapun kalau kita melihat beberapa aset yang ada, pura-pura di seluruh Indonesia, termasuk kemarin di Rawamangun, itu sudah ada kepastian, disertifikatkan, sehingga itu sudah dimiliki oleh umat dan pengemponnya,” jelasnya.

Kariyasa mendorong agar pembahasan RUU Masyarakat Adat nantinya turut memberikan ruang bagi perlindungan terhadap tempat-tempat suci yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat. Ia menilai masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas yang selama ini konsisten menjaga adat, alam, hutan, serta tempat suci mereka.

Baca Juga  Gubernur Koster: Wartawan Harus Berani Mengatakan Apa Adanya

“Masyarakat adat itu kan ada sebelum Indonesia merdeka dan itu menjaga kelangsungan adat-adat, menjaga hutan, menjaga tempat-tempat suci. Tentu kita inginkan nanti ketika undang-undang itu disahkan, melibatkan masyarakat adat yang ada di Tengger ini,” katanya.

Menurutnya, kepastian status Pura Luhur Poten bukan hanya menyangkut kepentingan umat Hindu Tengger dalam menjalankan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Karena itu, perlindungan terhadap pura dan masyarakat yang menjaganya perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan warisan adat.

Kariyasa menambahkan, keberadaan adat dan Pura Luhur Poten juga memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan Tengger selama ini menjadi tujuan wisata alam sekaligus wisata spiritual yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Sekarang di sini kan wisata itu cukup ramai. Ada wisata spiritual, kemudian wisata alam dan sebagainya. Tentu tidak lepas dari rakyatnya dengan menjaga pura dan adat-adat itu sendiri,” pungkas Legislator Dapil Bali tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca