Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ny. Antari Jaya Negara Buka Pelatihan Banten Pulegembal Desa Dangin Puri Kangin

BALIILU Tayang

:

goa
BUKA PELATIHAN: Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka pelatihan membuat banten Pulegembal Desa Dangin Puri Kangin, di Pura Swagina Taman Sari, Jalan Angsoka, pada Jumat (19/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pelatihan membuat banten Pulegembal Desa Dangin Puri Kangin, secara resmi dibuka Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, di Pura Swagina Taman Sari, Jalan Angsoka, pada Jumat (19/7).

Pada kesempatan sore itu, nampak antusiasme warga setempat sangat tinggi, utamanya para kalangan wanita Hindu, yang ingin mengetahui makna dan cara membuat banten sesuai dengan sastra agama.

Di sela kegiatan berlangsung, Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pelatihan membuat banten ini merupakan program yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman wanita Hindu mengenai makna dan filosofi upakara yang terkandung dalam sarana upakara.

“Pelatihan membuat banten Pulegembal selain untuk meningkatkan pemahaman krama agar bisa membuat sesuai dengan sastra, juga untuk memperkenalkan bahwa membuat banten tidak rumit, terutama bagi pemula,” ujarnya.

Salah satu narasumber pelatihan, Ni Wayan Sukerti menjelaskan, Banten Pulegembal yakni adalah Banten yang terdiri dari jajan/jaje suci yang dibuat/dibentuk menyerupai simbol-simbol Alam Semesta/Bhuana Agung.

“Jenis banten ini merupakan perlengkapan upakara panca yadnya seperti: Manusa Yadnya, Bhuta Yadnya, Pitra Yadnya, Resi Yadnya dan Dewa Yadnya yang mempunyai tujuan yang sama untuk permohonan kepada Sang Hyang Ganapati yang merupakan dewa kemakmuran. Banten ini dipakai untuk melengkapi Dapetan/Ayaban Tumpeng 21,” jelas Nyoman Sukerti. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gempa Bumi M 6,7 Banten, Beberapa Rumah Warga di Pandeglang Mengalami Kerusakan

BUDAYA

“Piodalan“ di Desa Adat Selat, Bupati Adi Arnawa Targetkan Penguatan Infrastruktur Pura

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Piodalan Desa Adat Selat
HADIRI PIODALAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Piodalan di Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum Desa Adat Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen memperkuat pembangunan infrastruktur daerah yang berjalan selaras dengan pelestarian adat, tradisi, dan kebudayaan Bali. Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat bertindak sebagai upasaksi dalam upacara Piodalan Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum di Desa Adat Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh warga sebagai wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan karya suci krama. Bupati menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas kebersamaan para pemangku, perangkat desa, dan krama yang telah bergotong-royong menyukseskan pujawali tersebut.

Turut hadir Anggota DPRD Badung Putu Dendi Astra Wijaya, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, Perbekel Desa Selat I Made Semawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Menurut Bupati Adi Arnawa, keharmonisan antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat menjadi pilar utama dalam menjaga keajegan Bali. Oleh karena itu, penataan sarana ibadah akan terus dikawal secara bertahap seiring dengan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

“Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan serta ikut menjadi upasaksi atas karya suci yang dilaksanakan masyarakat. Semoga melalui pemelaspasan dan pemeliharaan pelawatan di pura ini, kita semua senantiasa dianugerahi keselamatan dan kerahayuan,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Selat Ida Bagus Made Anom melaporkan bahwa rangkaian Karya Piodalan, Ngodakan, serta Ngeratep Ida Bhatara Sakti ini telah bergulir sejak 16 Mei 2026. Prosesi diawali dengan pemugaran tiga bangunan pelinggih (termasuk Pelinggih Ida Ratu Mas) dan perbaikan pratima. Pembiayaan fisik tersebut bersumber dari pos anggaran Perubahan APBDes melalui bantuan hibah Pemkab Badung yang bersinergi dengan Pemerintah Desa Selat. Sedangkan operasional upakara dihimpun melalui urunan warga dan punia sukarela.

Baca Juga  ‘’Nuek Bagia Phula Kerti’’ Akhiri Rangkaian ‘’Karya Ngenteg Linggih’’ Parahyangan Kantor Bapenda Denpasar

Setelah puncak piodalan, rangkaian upacara akan ditutup dengan prosesi Mepinton di Pura Dalem hari Rabu 16 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, pihak desa adat juga menyampaikan aspirasi terkait rencana penataan kawasan Pusat Desa (Pusdes) dan fasilitas umum Petang Pleban yang mencakup kawasan Puseh Desa, Alas Sangker, dan Alas Arum.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta jajaran yang telah hadir. Kami berharap Pemkab Badung dapat memberikan dukungan paridana serta pengkondisian anggaran di masa mendatang untuk menata kembali pelinggih maupun sarana penunjang di kawasan tersebut,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Karya Yadnya di Pura Dalem Sari, Bupati Adi Arnawa: Pariwisata Badung Berkembang karena Budaya

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Yadnya di Pura Dalem Sari
UPASAKSI: Bupati Adi Arnawa, hadir sebagai upasaksi saat Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Br. Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung merealisasikan hibah upakara sebesar Rp 450 juta melalui APBD Perubahan TA 2026 untuk mendukung pelaksanaan rangkaian Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas, Mupuk Pedagingan, dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Br. Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal. Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah dalam meringankan beban krama sekaligus menjaga keberlangsungan adat, seni, dan budaya Bali.

Dukungan finansial tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir sebagai upasaksi dalam acara Adining Yadnya, Selasa (15/9). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Lebah Manuaba, Ida Pedanda Griya Budha Saraswati Batuan (Gianyar), serta Ida Pedanda Istri Griya Magelung Baha selaku Tapini Karya.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga eksistensi kebudayaan yang menjadi tiang utama sektor pariwisata daerah. “Pariwisata Badung berkembang pesat karena bernafaskan budaya, dan budaya itu hidup karena krama yang melestarikannya. Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memastikan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.

Rangkaian karya suci yang telah dimulai sejak 29 Juli ini diramaikan oleh berbagai pementasan kesenian tradisi keagamaan Bali, seperti Wali Gong Tegak, Topeng, Wayang Lemah, Rejang Dewa, Baris Gede, dan Pesantian. Sinergi antara pemerintah dan krama pengempon diharapkan mampu memperkuat semangat menyama braya serta gotong-royong di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Agenda keagamaan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Dendy Astra Wijaya, Camat Abiansemal, Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kelian Banjar Adat, Prajuru Dinas, para pemangku, serta seluruh Prawartaka Karya. Seluruh rangkaian upacara adat di Pura Dalem Sari ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga prosesi penyineban pada 27 Oktober 2026 mendatang. (gs/bi)

Baca Juga  Paiketan AWBP NTB akan Laksanakan Pelatihan Kepemangkuan dan Banten

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Jaga Eksistensi Adat, Pemkab Badung Dukung “Karya Agung Menawa Ratna“ di Pura Ratu Pasek

Published

on

By

SERAHKAN DANA HIBAH: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri Karya Agung Menawa Ratna Ngeteg Linggih, Padudusan Agung di Pura Ratu Pasek, Banjar Pasekan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan adat, agama, dan kebudayaan Bali melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Puncak Karya Agung Menawa Ratna Ngenteg Linggih, Padudusan Agung di Pura Ratu Pasek, Banjar Pasekan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Selasa (15/9).

Langkah ini ditunjukkan langsung lewat kehadiran Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang juga bertindak sebagai upasaksi sekaligus menyerahkan bantuan stimulus pemerintah secara simbolis kepada pihak pengempon.

Bantuan untuk menyukseskan karya tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, I Ketut Pujarsana, disaksikan tokoh adat serta masyarakat setempat. Upacara berskala utama ini dipuput oleh empat sulinggih, yakni Ida Sulinggih Sinuhun dari Griya Bongkasa, Ida Sulinggih dari Griya Buduk, Ida Sulinggih dari Griya Abianbase, dan Ida Sulinggih dari Griya Sempidi. Agenda keagamaan ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Bawa, Anggota DPRD Badung I Wayan Edy Sanjaya dan I Made Rai Wirata, Camat Mengwi, serta Perbekel Desa Munggu.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa sukacita serta apresiasi tinggi kepada seluruh krama pengempon Pura Ratu Pasek Banjar Pasekan atas semangat kebersamaan dan gotong-royong yang terjaga.

“Pelaksanaan karya bukan semata-mata merupakan rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat jati diri masyarakat Bali yang berlandaskan adat, agama, tradisi, dan budaya. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pelestarian tradisi leluhur membutuhkan sinergi yang kokoh antara kebijakan pemerintah daerah dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat desa adat di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pelestarian adat dan budaya membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami di Pemerintah Kabupaten Badung akan terus hadir memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah, sekaligus memastikan nilai-nilai luhur yang menjadi kekuatan masyarakat Bali tetap terjaga,” kata Bupati Adi Arnawa.

Baca Juga  Hari Raya Banyu Pinaruh, WHDI dan DWP Denpasar Bersinergi Gelar Pelatihan Membuat Banten

Melalui pelaksanaan yadnya utama ini, Bupati berharap vibrasi spiritualnya mampu membawa dampak positif bagi keselamatan krama dan keharmonisan daerah secara luas. “Selain sebagai sarana ngatag katatwaning agama, karya ini tentu kita maknai sebagai upaya memohon keselamatan, keharmonisan, dan kerahayuan bagi Jagat Badung, Bali, hingga Nusantara. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar, memberikan ketentraman bagi krama, dan membawa kebaikan bagi kehidupan bersama,” pungkas Adi Arnawa.

Di sisi lain, Ketua Panitia Karya I Ketut Pujarsana menyampaikan terima kasih mendalam atas perhatian penuh dari Pemkab Badung dan Pemerintah Desa Munggu. Menurutnya, sokongan ini melipatgandakan semangat krama dalam bergotong-royong secara swadaya demi mensukseskan upacara suci tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Bupati Badung beserta jajaran dan Pemerintah Desa yang telah memberikan perhatian serta dukungan nyata, sehingga karya agung ini dapat terlaksana dengan lancar dan labda karya,” ungkap Ketut Pujarsana.

Rangkaian upacara besar ini sendiri dijadwalkan masih akan berlangsung hingga prosesi penutupan atau Penyineban, Rsi Bojana, dan Nuek Bagia pada Kamis, 12 November 2026 mendatang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca