Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sembahyang Bersama di Pura Luhur Besikalung dan Pura Luhur Batu Lumbung

BALIILU Tayang

:

sanjaya
SEMBAHYANG BERSAMA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Jumat, 19 Juli 2024 saat menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan Pujawali Ida Bhatara Pura Luhur Besikalung Jajar Kemiri Kahyangan Jagat Bali Luhur Batukau, Desa Babahan Penebel. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Jumat, 19 Juli 2024 menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan Pujawali Ida Bhatara Pura Luhur Besikalung Jajar Kemiri Kahyangan Jagat Bali Luhur Batukau, Desa Babahan serta melaksanakan persembahyangan Karya Pemelaspasan Ratu Nyoman, Dalem Sugih lan Bale Pamuja lanjut Pujawali Kahyangan Jagat Pura Luhur Batu Lumbung (Gedong Simpen Merta Sedana), Desa Adat Soka, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Turut mendampingi Bupati di Pura Luhur Besikalung, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Sekda, Asisten II dan Kepala Perangkat Daerah terkait, serta di Pura Kahyangan Batu Lumbung didampingi Sekda, Asisten II dan Kepala Perangkat Daerah terkait serta di dua kesempatan itu turut serta Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Sanjaya berbaur dengan krama melaksanakan persembahyangan bersama.

Selain sebagai wujud bhakti kehadapan Ida Bhatara yang berstana di pura tersebut, kehadiran Sanjaya beserta jajaran juga merupakan wujud sinergi pemerintah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat sekaligus menyampaikan dukungan dan komitmennya untuk meringankan beban masyarakat dalam mewujudkan pembangunan khususnya upaya pelestarian adat, tradisi, agama seni dan budaya di Kabupaten Tabanan.

“Maka dari itu, saya dalam mewujudkan visi misi Kabupaten Tabanan untuk mencapai Tabanan yang Aman Unggul dan Madani, bagaimana menciptakan masyarakat yang sejahtera melalui sebuah proses. Maka tiang di Pemerintah menjalankan yang namanya pelestarian adat, agama dan seni budaya. Ketika masyarakat tiang ingin membangun, pasti titiang dampingi, ikut meringankan beban, baik melalui prosesnya, baik kunjungannya dan ngupasaksi, juga ikut berkontribusi dalam karya,” tegas Sanjaya.

Sanjaya yang didampingi jajaran saat itu juga memberikan apresiasi terhadap semangat gotong-royong dan kebersamaan krama/masyarakat dalam membangun yadnya. “Begitu luar biasa semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada. Hal ini tentunya sejalan dengan konsep kita, yaitu Tri Hita Karana yang mengatur hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan sesama manusia. Kalau 3 hal itu saja sudah dijaga, saya yakin Jagat Bali dan Tabanan akan tentram dan bahagia,” imbuh Sanjaya.

Baca Juga  Dukung Kreativitas Sekaa Teruna, Bupati Tabanan Buka Lomba Mancing di Desa Wanasari dan Biaung

Mewakili krama Desa Adat Soka, I Wayan Esiawan, yang juga selaku Ketua Panitia Karya dan Bendesa Adat menyampaikan ungkapan terima kasihnya atas kehadiran Bupati dan jajaran yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan kepada pihaknya, begitu juga selalu menunjukkan sinergi mewujudkan pembangunan yang dilakukan krama. “Terima kasih kepada Bapak Bupati, atas semua bantuan dan dukungan yang telah diberikan untuk warga kami,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak “Karya” di Pura Sor Waringin Ulun Desa Padangsumbu

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri puncak “Karya” di Pura Sor Waringin Ulun, Desa Padangsumbu, Kamis (12/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak Karya di Pura Sor Waringin Ulun, Desa Padangsumbu, Kecamatan Denpasar Barat, bertepatan dengan Wrespati Kliwon, Menail, Kamis (12/2). Kehadiran orang nomor satu di Kota Denpasar ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan tradisi, sekaligus penguatan nilai sradha bhakti masyarakat.

Puncak karya tersebut merupakan rangkaian Karya Ngenteg Linggih Pedudusan, Wrespati Kalpa Agung, Nyatur Mukti, serta Caru Walik Sumpah yang digelar dengan penuh khidmat. Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Tananjaya, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Barat Wayan Yusswara, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung.

Rangkaian yadnya dipuput secara Siwa Budha oleh Ida Pedanda Gede Swabawa Karang Adnyana dari Griya Buda Keling, didampingi Ida Pedanda Gede Wayahan Jelantik Dauh dari Griya Siangan Gianyar, serta Ida Pedanda Gede Sakti dari Griya Telabah Batubidak Kerobokan.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan krama desa dalam menyukseskan upacara. Jaya Negara menegaskan bahwa upacara yadnya tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan serta gotong-royong masyarakat.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita berharap nilai-nilai kebersamaan terus terjaga, sekaligus memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Pamucuk Karya I Wayan Nik Selamat menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 3 Januari 2026, diawali dengan pemelastian ke pantai dan nunas tirta, serta dilaksanakan sesuai dresta desa setempat. Upacara nyejer berlangsung selama lima hari, dilanjutkan rangkaian ngeremekin, nganyarin, maprani, dan nyenuk pada 17 Februari 2026. Penyineban karya dijadwalkan pada 29 Maret 2026.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Rapat "Nyanggra Pujawali" Pura Luhur Batukau Tabanan

“Atas nama krama pengempon, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung atas dukungan yang diberikan, sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar,” ungkapnya.

Pelaksanaan puncak karya ini diakhiri dengan penyerahan punia, serta Walikota Jaya Negara juga berkesempatan meninjau pelawatan di pura setempat. (eka/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Denpasar Arya Wibawa “Mendem Pedagingan“ di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas Desa Adat Renon

Published

on

By

Karya Bendesa Manik Mas
MENDEM PEDAGINGAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mecaru di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon bertepatan Rahina Wraspati Kliwon Menail, Kamis (12/2) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mecaru di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon bertepatan Rahina Wraspati Kliwon Menail, Kamis (12/2) pagi.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut menyambut baik pelaksanaan Karya Melaspas lan Mecaru Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon ini.

“Kebersamaan dan rasa tulus ikhlas seluruh Pengempon Pura serta masyarakat sekitar, semoga dapat memberikan berkah bagi yang melaksanakannya, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Ditambahkan Arya Wibawa, sinergi yang baik ini menjadi penting guna mendukung pelaksanaan Karya Melaspas lan Mecaru Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon.

“Sinergi erat Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau rasa bergotong-royong mencapai tujuan yang bersama membingkai Kota Denpasar maju berlandaskan budaya,” ujar Arya Wibawa.

Sementara, Ketua Panitia Karya, Wayan Sukertha saat ditemui menjelaskan bahwa Karya Melaspas lan Mecaru Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon dilaksanakan pasca-pembenahan Pelinggih Pura sebanyak kurang lebih sembilan titik Pelinggih yang telah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu.

“Terimakasih kepada Pemkot Denpasar khususnya Bapak Wakil Walikota Denpasar yang telah hadir dan mengikuti prosesi Mendem Pedagingan Pelinggih Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon yang dilaksanakan oleh masyarakat kami ini. Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini dapat memberikan kebaikan bagi kita semua,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Sanjaya Ajak Gen Z Berliterasi Digital
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri “Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu” dan “Padudusan Wraspati Kalpa Agung” di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu, Rabu (11/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu dan Padudusan Wraspati Kalpa Agung di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu, Rahina Buda Wage Menail, Rabu (11/2) di lingkungan Desa Bualu, Kelurahan Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Provinsi Bali Ketut Tama Tenaya, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Lurah Bualu, Kaling, Bendesa Adat Bualu, tokoh masyarakat I Wayan Muntra serta masyarakat setempat. Bupati Adi Arnawa membantu dana Hibah Upakara Tahun anggaran Induk 2026 sebesar Rp 300 juta.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan rasa syukur dan bahagia dapat hadir serta ikut menjadi upasaksi di tengah-tengah krama dalam pelaksanaan karya. Apresiasi yang tinggi atas semangat, kekompakan, dan gotong-royong masyarakat dalam melaksanakan upacara yang utama ini.

“Semangat dan kekompakan masyarakat dalam ngayah adalah cerminan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Pemkab Badung akan senantiasa mendukung upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Saya berharap upacara ini berjalan dengan lancar sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan terima kasih kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Semoga kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan dan kerahayuan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati menyoroti persoalan kemacetan dan keterbatasan akses jalan di Badung. Pemkab Badung terus melakukan pembangunan jalan baru untuk mempercepat waktu tempuh masyarakat. Selain itu, Pemkab Badung menggulirkan berbagai program bantuan, antara lain Beasiswa S1 gratis sekitar 400 orang dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, serta bantuan bagi Lansia yang mencapai umur 75 tahun, diberikan bantuan Rp 3 juta pada saat hari ulang tahun,” tutupnya.

Baca Juga  Dukung Kreativitas Sekaa Teruna, Bupati Tabanan Buka Lomba Mancing di Desa Wanasari dan Biaung

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Made Suarma, mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung bersama undangan lainnya dimana krama melaksanakan upacara Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu dan Padudusan Wraspati Kalpa Agung di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu.

“Adapun upacara ini kami laksanakan mengawali dari tanggal 18 ngaturan uning karya, tanggal 28 Januari melaspas, tanggal 30 Januari nuur tirta, 31 januari netegan karya, tanggal 2 februari mecaru, tanggal 5 dan 6 Februari nunas tirta. Pada tanggal 8 Februari penilapatian, tanggal 9 Februari melaksanakan upacara pemelastian dan puncaknya tanggal 11 Februari. Untuk dana yang kami habiskan dalam upacara ini sekitar kurang lebih Rp 550 juta sampai penyineban tanggal 14,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca